Pertanyaan Mengenai Alkitab Pada Kitab Mazmur


P: Apa yang menjadi kunci dari kitab Mazmur yang ada dalam Alkitab?

J: Ini merupakan pertanyaan yang sulit untuk dijawab karena terdapat banyak hal penting dalam Mazmur. Anda dapat mempunyai banyak manfaat dengan mempelajari Mazmur dalam banyak tingkatan.
Doktrin:
Mazmur memiliki banyak hal yang dapat kita percayai.
Pengamalan:
Baik melalui pengajaran yang secara langsung dan contoh-contoh yang diberikan, Mazmur menunjukkan pada kita apa yang kita boleh lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan, apakah itu mengenai kemurnian moral, pendoa pada Tuhan, ataupun bagaimana cara untuk berdoa.
Penubuatan
berhubungan dengan Mesias.
Namun sama pentingnya hal-hal ini, saya tidak merasa bahwa hal-hal tersebut merupakan hal yang paling penting. Hal-hal ini dapat dijadikan sebagai satu bentuk yang lebih sederhana, dan mengena, seperti dalam Ulangan dan Roma. Kitab Mazmur, merupakan kitab yang lebih lengkap dari kitab-kitab dalam Perjanjian Lama, yaitu tempat diceritakannya tentang kebenaran yang mulia tentang hubungan kita dengan Tuhan. Kita mempelajari doktrin, pengamalannya, penubuatan, dan hal-hal lain dalam suatu keadaan atau konteks tentang Daud dan penyembahannya, pengakuannya, tangisannya, dan umumnya doa-doanya pada Tuhan. Kita melihat bagaimana Daud merasakan sebagaimana ia berpikir, dan kita melihat bagaimana Tuhan menjawab doanya. Kitab Mazmur dan 1 dan 2 Samuel merupakan suatu keseimbangan yang sempurna; dimana satu sama lain saling mengisi dalam pemahaman dalam kitab-kitab itu.
Ya, Firman Tuhan itu adalah benar, bijaksana, dan seharusnya dipatuhi, tapi kita lupa akan sebuah dimensi kehidupan rohani kita yang signifikan jika kita melupakan bahwa cara Tuhan merupakan sesuatu yang indah, seperti katika Ia peduli pada umatNya.

P: Apa yang menjadi sebuah garis besar dari kitab ini?

J: Mazmur secara jelas dibagi kedalam lima "kitab". Dalam setiap kitabnya, secara individual, Mazmur tidak sepenuhnya mempunyai topic yang berhubungan dengan kitab Mazmur sebelumnya atau sesudahnya. Di bawah ini adalah sebuah garis besar secara keseluruhan.
Kitab 1:
Mazmur 1-41. Pada bagian depan dikatakan bahwa Daud menulis semua Mazmur kecuali pasal 1, 2, 10, 30, dan 33, yang mana tidak diketahui penulisnya, tapi mungkin saja itu adalah ditulis oleh Daud.
Kitab 2:
Mazmur 42-72. Terutama Mazmur ditulis oleh anak laki-laki dari Korah, diikuti oleh tulisan dari Asaf, dan diikuti oleh tulisan dari Daud. Mazmur 72 ditulis oleh Salomo.
Kitab 3:
Mazmur 73-89. Mazmur 73-83 ditulis oleh Asaf. Mazmur 84-88 ditulis oleh anak laki-laki dari Korah, dan Mazmur 89 ditulis oleh Etan, orang Ezrahi.
Kitab 4:
Mazmur 90-106. 102 dan103 ditulis oleh Daud, dan sisanya oleh orang yang tak diketahui.
Kitab 5:
Mazmur 107-150. 108-110, 122, 131, 133, 138, 140-145 ditulis oleh Daud. Mazmur 120-134 disebut "Mazmur Kenaikan", dan diceritakan ketika melakukan perjalanan ke Yerusalem atau di lain kondisi dalam perjalanan para pendeta ketika sedang melakukan tugas mereka.

P: Dalam Mazmur, siapakah yang menulis kitab Mazmur?

J: Sebuah pemikiran skeptis dalam Asimov’s Guide to the Bible hal.488 dengan benar mengatakan bahwa kita tidak tahu. Dari 150 pasal Mazmur dalam Alkitab, 101diantaranya mempunyai judul tambahan pemberian dari penulisnya. 73 dari antara pasal dikatakan ditulis oleh Daud, dan 2 pasal ditulis oleh Salomo, 12 pasal ditulis oleh anak laki-laki Korah, serta 12 pasal lainnya ditulis oleh Asaf. Namun, judul tersebut ditambahkan pada masa yang kemudian, dan bisa saja salah. Sementara Asimov mengatakan bahwa walaupun kita tidak dapat membuktikan kepengarangan dari mazmur-mazmur tersebut, Yesus berkata beberapa dari Mazmur ditulis oleh Daud.

P: Dalam Mazmur 1, apa yang membuat mazmur ini menjadi luar biasa?

J: Banyak Mazmur adalah doa, apakah itu untuk permohonan maaf, permintaan tolong, menangis pada Tuhan, atau pujian padaNya. Secara bersebrangan, Mazmur 1 lebih pada sebuah instruksi, penjelasan pada pembaca tentang berkat yang membahagiakan dalam Perintah Tuhan.
Seseorang dapat mencoba untuk membuat sebuah "larangan dan anjuran" dalam kitab Taurat yang bersebrangan dengan pengajaran dan fokus orientasi-hubungan dalam Mazmur, tapi Mazmur 1 menunjukkan bahwa pembuatan Mazmur sebagai perbedaan dari perintah Tuhan bukanlah tujuan dari Mazmur. Utamanya, mazmur ini berawal dengan pertimbangan berdasarkan Perintah Tuhan.

P: Dalam Mzm 1, apakah garis besar dari mazmur ini?

J: Sebenarnya sederhana saja, pada dasarnya mazmur yang indah ini mempunyai sebuah struktur kalimat yang tidak simetris.
1-3 orang yang saleh
…1. apa yang tidak ia lakukan thrive
…2. kesukaannya
…3. konsekuensinya dari perkembangan yang baik.
4-5 orang fasik
…4. akibat dari ketidaksalehan atau kefasikan
…5. penghakiman pada orang fasik
6. Jalan orang benar ditemukan dan jalan orang fasik menuju kebinasaan
Makna dari Mazmur 1 mirip dengan kitab Yeremia 17:5-8.

P: Dalam Mzm 1, apakah maksud dari sepuluh cara yang diberkati yang memperhatikan akan Perintah Tuhan?

J: Ketika Mazmur 23 merupakan sebuah analogi tentang domba, Mazmur 1 merupakan analogi tentang tumbuhan. Mazmur yang mulia ini dapat juga diberi nama "dua tumbuhan". Berdasarkan akan Mazmur 1, kita dapat melihat setidaknya sepuluh cara orang saleh diberkati.
1.
Tidak berada dalam perbudakan dosa yang merupakan bagiannya, berkat yang berharga itu sendiri.
2.
Orang saleh tidak memburu orang yang fasik, nasehat yang bodoh.
3.
Mereka disokong, seperti sebuah pohon di alirang sungai. Betapa lamanya musim kering datang, selama aliran air tidak kering, maka pohon akan tetap hidup.
4.
Mereka memanen buah mereka pada musimnya. Dengan kata lain, hal-hal yang ingin mereka sempurnakan, kerohanian dan hal duniawi, umumnya akan menjadi baik.
5.
Daunnya yang tidak layu. Kehidupan mereka, pengharapan, dan mimpi mereka tidak akan layu atau melemah, walaupun masa yang sulit datang.
6.
Apa yang diperbuatnya menjadi berhasil.
7.
Mereka tidak dipimpin oleh angin perubahan dan keadaan yang ada.
8.
Mereka akan mengganti penghakiman nantinya.
9.
Mereka akan berada dalam Kerajaan Allah dengan para suci. (para suci adalah semua orang yang beriman).
10.
Tuhan mengetahui jalan mereka, dimana Ia ketahui, kehendaki, dan mengawasi jalan mereka.

P: Dalam Mzm 1:1, bagaimana maksudnya seseorang berjalan menurut nasihat orang fasik?

J: Itu dapat diperhatikan sebagai melakukan nasihat yang diberikan orang fasik, ketakutan akan apa yang mereka katakan dimana kita harus takut, percaya apa orang fasik percayai, atau berbicara atau berdiam diri sesuai yang mereka katakan. Lihat juga pada pertanyaan berikutnya.

P: Dalam Mazmur 1:1, apa yang membedakan antara nasehat yang tidak berhubungan dengan agama dan nasehat orang fasik?

J: Nasehat yang tidak berhubungan dengan agama merupakan nasehat yang tidak berdasarkan alkitabiah yang dapat menjadi nasehat yang baik atau buruk. Seperti contohnya, seseorang dapat mengatakan bahwa mengendarai di jalur bebas hambatan umumnya lebih cepat dari pada berkendara di jalanan kota. Ini mungkin dapat menjadi penjelasan yang baik, tapi "tidak berdasarkan alkitabiah". Nasehat orang fasik merupakan nasehat yang mengungkapkan akan penyangkalan pada Tuhan, pekerjaan Tuhan saat ini, atau penghakiman Tuhan di masa datang. Atau pendapat lainnya biasanya, nasehat orang fasik lebih halus secara implisit dalam menganggap bahwa Tuhan tidak pernah melakukan apapun. Hal pertama yang muncul terlihat jelas bahwa ini pemahaman ateis, tapi pada umumnya disebut "praktek ateisme". Alkitab berkata tentang praktek ateisme sebagai orang yang sudah mempunyai sifat kesalehan namun menyangkal kekuatannya, dalam 2 Timotius 3:5.

P: Dalam Mazmur 1:1, apa yang tepatnya salah dengan berjalan di jalan orang pendosa?

J: Ini tidak berarti menghalangi jalan mereka, tapi lebih pada berada di jalan dimana para pendosa berjalan. Jika anda bukanlah pendosa, mengapa anda berada di tempat yang tidak ada alasannya bagi anda untuk berada di sana? Amsal 5:8 mengatakan kita bahkan tidak diijinkan untuk mendekati pintu dari seorang wanita yang sesat. Kita tidak diperbolehkan untuk berteman dengan orang yang pemarah seperti yang dikatakan oleh Amsal 22:24, dan kita diharuskan untuk berhenti mendengarkan petunjuk yang menyebabkan kita menyimpang dari pengetahuan dari Tuhan dalam Amsal 19:27.

P: Dalam Mazmur 1:2, bagaimana para suci atau orang saleh diharuskan mempunyai kesukaan di dalam Taurat Tuhan?

J: Mazmur 119 merupakan jawaban yang lebih tepat untuk pertanyaan ini. Singkatnya, ketika beberapa orang bahkan tidak ingin mengetahui akan Taurat Tuhan, orang yang beriman justru mengerti dan menuruti Perintah Tuhan. Namun, terdapat tiga langkah, dalam Mazmur 37:4 dikatakan untuk berkesukaan dalam Tuhan. Kita harus menyadari kebahagiaan untuk membawa kebahagiaan pada Tuhan!
Pada sebuah contoh yang lebih jelas, anak laki-laki saya bersuka cita untuk menurut pada saya. Ketika kita pergi ke taman bermain, ia datang pada saya ketika saya memberikan perintah untuk dilakukannya. Seperti yang ia inginkan, saya menyuruhnya untuk membunuh raksasa dan melawan makhluk luar angkasa.

P: Dalam Mazmur 1:2, bagaimana seharusnya umat Kristen berdasar?

J: Kita harus hidup berdasar pada Tuhan Yang Maha Kuasa dan FirmanNya. Kita tidak diharuskan untuk melihat ke dalam diri kita sendiri, tapi ke atas pada Tuhan. Kita tidak seharusnya mencoba untuk hanya mengosongkan jiwa kita, tapi memenuhi jiwa kita dengan Roh Kudus.
Ini berbeda dari meditasi bangsa timur, yang merupakan sebuah penggambaran subjektif ke dalam diri, namun umat Kristen berkonsentrasi keluar dari diri kita menuju pada Tuhan.

P: Dalam Mazmur 1:6, apakah Tuhan juga mengetahui jalan orang fasik?

J: Disatu sisi, Tuhan mengetahui jalan orang fasik, karena Tuhan mengetahui segala sesuatu. Di lain hal, Tuhan tidak mengetahui jalan orang fasik, yaitu mengetahui itu sebagai sebuah jalan yang benar, atau menghendaki itu.

P: Dalam Mazmur 1:6, bagaimana jalan orang fasik menuju kebinasaann, dan tidak hanya orang yang fasik yang akan binasa?

J: Orang fasik sendiri pastinya akan binasa, tapi itu bukanlah arti pada ayat ini. Lebih lagi, pada hal-hal yang mereka kerjakan, semua harapan mereka, dan mimpi mereka adalah seperti sekam yang ditiup angin. Semua ketamakan mereka, keinginan, dan kebanggaan menjadi seperti asap yang naik keatas dan hilang dari pandangan. Semua yang mereka pikirkan yang adalah bermakna dan bernilai bagi kehidupan mereka menjadi seperti debu dalam hembusan angin.

P: Dalam Mazmur 2:1, apakah ini merupakan sebuah pernyataan yang berlebihan dengan mengatakan bahwa bangsa rusuh dan raja-raja dunia bersiap-siap melawan?

J: Orang beriman yang dibunuh atau disiksa untuk kepercayaan mereka selama masa itu tidak akan dipikirkan. Beberapa pemerintahan politik mempunyai sebuah kebencian yang tidak beralasan (secara alami) terhadap kedamaian mereka, masyarakat yang taat hukum yang disebut umat Kristen. Seseorang berprediksi bahwa lebih banyak umat Kristen yang telah dibunuh demi kepercayaan mereka pada abad ke dua puluh, dari pada di zaman sebelumnya. Inilah daftar sebagian dari penyiksaan terhadap umat Kristen.
Tahun Penyiksaan Yang terbunuh dalam jumlah ribuan
50-323 A.D. 10 tindakan penyiksaan terhadap umat Kristen awal 50
525 A.D. Umat Kristen melarikan diri dari penyiksaan bangsa Yahudi Etiopia  
527-568 Kaum Yustin menyiksa kaum Monofisit di Mesir  
700- Umat Islam membunuh Umat Kristen  
978-1000 Ratu Yahudi Yudit dari Axum membunuh umat Kristen  
1000- Penyiksaan terhadap kaum Waldense  
Abad ke-10 – ke-12 Pembakaran dan pembunuhan orang-orang Bid’ah di Eropa  
1100-1300 Bangsa Mongol membunuh banyak Umat Kristen Nestorian  
1211 Di Strasburg, membakar kaum Waldense 0.08
1252 Keempat sapi jantan yang tidak bersalah dibunuh untuk mendeteksi adanya klenik atau hal gaib  
1261-1331 Bangsa Dominika melakukan penyelidikan  
1232 Bangsa Dominika melakukan penyelidikan dibawah kekuasaan Albert  
1233 Penyelidikan diadakan oleh Gregory IX  
1309 Venice yang tidak bersepakat melakukan perlawanan terhadap Clement V  
1415-16 Di Czekoslovakia kaum Hussit memberontak  
1419-34 Perang salib melawan kaum Hussit di Hongaria  
1431 Kaum Hussit menyerbu sebagian tentara salib Kekaisaran Romawi  
1480 Bangsa Spanyol melakukan penyelidikan oleh Ferdinand dan Isabella  
1487-88 Perang Salib melawan kaum Waldense  
1527 Mantz dan kaum Anabaptis lainnya dibunuh di Zurich  
1527-1753 Kaum Anabaptis dibunuh di Swiss  
1545 Kaum Waldense disiksa di Italia  
1555-60 Kaum Waldense disiksa di Italia  
1562 Di Toulouse, Perancis telah membunuh kaum Huguenot 4
1576-93 Di Perancis, Umat Katolik dan kaum Huguenot berperang  
1618-48 Perang selama tiga puluh tahun telah membunuh 1/3 dari bangsa Jerman 7000
1600’s Penyelidikan bangsa Spanyol 50
1629-69 "Penginjakan salib" terjadi penyiksaan di Jepang  
1637 Pasukan Jepang dan pasukan Belanda menghancurkan umat Kristen  
1655 Banyak kaum Waldense terbunuh di Italia dan Perancis  
1753-1810 Kaum Mennonit dijual sebagai pembantu yang di dapur oleh Swiss pada negara Perancis dan armada bangsa Venesia 0
1808 Napoleon mengakhiri penyelendikan terhadap bangsa Spanyol  
1820-41 Umat Kristen disiksa di Vietnam  
1870-90 Guatemala menyiksa para pendeta; hanya 100 orang yang masih tersisa  
1915- Penyiksaan terhadap umat Kristen dibawah komunisme  
1940-1946 Nazi membunuh bangsa Yahudi dan umat Kristen Protestan dan umat Katolik yang menolong mereka  
c.1950 Komunisme Cina menyiksa umat Kristen  
1956 Umat Kristen Protestan disiksa di Kolombia  
1976 Umat Katolik dibunuh di Guatemala 1,000
1990- Penyiksaan yang menderitakan di Sudan oleh umat Islam  
1998- Umat Islam dengan kekerasan menyiksa umat Kristen di Indonesia  
1998- Umat Islam secara halus menghancurkan gereja-gereja umat Kristen di Uzbekistan
Mungkin tidak ada korban


P: Dalam Mazmur 2:1, mengapa orang-orang mereka-reka perkara yang sia-sia?

J: Orang yang pintar melakukan hal ini setiap saat. Ketika anda merencanakan sesuatu dengan asumsi yang salah, akan menurunkan kepercayaan diri mengenai kemampuan anda untuk mengontrol sesuatu, dan akan menjadi tujuan yang salah, perencanaan anda yang sudah dipikirkan dengan teliti tidak akan berjalan baik. Kita pun mempunyai asumsi suatu waktu, tetapi beberapa orang yang cerdas dapat mempunyai ketangkasan dalam merasionalisasi bukti untuk membutakan mereka sendiri pada situasi yang tidak mereka inginkan.

P: Dalam Mazmur 2,4, kapan seharusnya kita mengingatkan orang-orang yang melawan Tuhan untuk tidak melawanNya?

J: Kita harus memberi peringatan dalam tiga kondisi.
Jika kita peduli terhadap orang lain
, kita harus memberikan peringatan pada mereka sehingga mereka tidak akan menderita di kehidupan ini. Kita juga menginginkan mereka untuk dapat percaya pada Tuhan dan hidup dengan kita selamanya di Surga.
Untuk kemuliaan Allah
, kita ingin dunia melihat karya Tuhan.
Untuk para orang berimana
, orang beriman harus "berpegang pada firman kehidupan" dalam Filipi 2:16 dan menggunakan situasi dunia (baik dan buruk) untuk membagi Kabar Injili dengan orang lain.

P: Dalam Mazmur 2:1-2, mengapa pasal itu menyebutkan tentang bangsa, orang, raja-raja, dan penguasa?

J: Terdapat "sepasang cermin" yang berbeda ketika seseorang melihat akan sebuah sejarah. Beberapa dari itu adalah "orang-orang", "politikus negara", "raja-raja yang sebenarnya dan bergelar", dan "para penguasa yang sah". Dalam "bahasa" lainnya, tidak terlalu mengarah pada sejarah politik.

P: Dalam Mazmur 2:3, apakah tali-tali dan belenggu-belenggu yang dibahas disini?

J: Ini bisa saja sebagai tali dari moralitas dan kesusilaan, atau tali terhadap pertanggungjawaban dihadapan Tuhan pada hari penghakiman. Jika anda berpikir tentang ini, yang pertama kali adalah adalah bagian dari alternatif yang kedua. Alternatif yang ketiga adalah bahwa mereka dapat menjadi batas kejahatan yang Tuhan ijinkan pada mereka untuk melakukannya.

P: Dalam Mazmur 2:4, kapan Tuhan mengejek raja-raja atau mengolok-olok orang fasik?

J: Maksud utama Tuhan mengejek pada kerajaan dan raja-raja adalah untuk menghancurkan kerajaan tersebut, membunuh penguasa, dan agar mereka terpisah dariNya di neraka selamanya. Ketika Tuhan mengejek, itu bukanlah suatu hal yang harus di terima secara biasa saja.
Juga, Kristus akan kembali dan membuat perlawanan melawan bangsa-bangsa yang melawanNya dalam Wahyu 19:11-16, Yoel 3:11-16, dan Yudas 14. Setelah abad kedua puluh, akan terjadi sebuah perang yang besar di luar Yerusalem dalam Yehezkiel 38-39, Zakharia 12:7-11; 14:2-8,12; dan Yesaya 29:6.

P: Dalam Mazmur 2:7, apakah "saat ini engkau adalah anakku" mengarah pada Yesus, karena Yesus adalah sang putra Tuhan sebelum ia datang ke bumi?

J: Yesus selalu menjadi sang Putra Tuhan, sebelum dunia ada. Namun, ketika Yesus lahir ke dunia, Ia dinyatakan menjadi Putra Tuhan di dunia. Juga, pada penjelmaanNya, Allah Bapa merupakan Bapanya Yesus, tidak secara biologis.

P: Apakah Mazmur 2:7 menunjukkan bahwa Yesus lahir sebagai seorang roh anak kecil dari bapa dan ibu surgawi, seperti yang diajarkan oleh aliran Mormon?

J: Tidak. Pasal itu mengajarkan bahwa Mesias telah ada sebelum Ia datang ke bumi ini, tapi bahwa Yesusu mempunyai orangtua surgawi tidak ada dalam ayat ini. Lihat When Cultists Ask hal.62 untuk jawaban yang lebih jelas lagi.

P: Dalam Mazmur 2:7, apakah raja-raja kuno selalu menganggap diri mereka putra yang diadoMzmi dari dewa di dunia ini, seperti pendapat skeptis dalam Asimov’s Guide to the Bible hal.489-490?

J: Diantara Firaun Mesir, raja-raja Babilonia, dan para penguasa lainnya memang demikian.

P: Dalam Mazmur 2:9, bagaimana Mesias meremukkan bangsa-bangsa menjadi pecahan?

J: Sementara dalam rentang yang terbatas Tuhan mengijinkan bangsa Asiria, Babilonia, Selusid, Nazi, dan lainnya untuk dihancurkan, dan itu bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat ini. Lebih lanjut, pada akhir zaman, Kristus akan kembali dan melakukan peperangan dengan raja-raja dunia yang bersatu melawanNya. Lihat pembahasannya pada Mazmur 2:4 mengenai ayat yang menyebutkan hal ini.

P: Dalam Mazmur 2:12, karena Yesus adalah penyabar, bagaimana bisa kemarahanNya meledak saat itu?

J: Mazmur 50:3 membandingkan tindakan kemarahan Tuhan dengan kobaran api. Sebuah hutan dapat menjadi tenang selama beberapa tahun, dengan semak-semak yang membumbung. Ketika kebakaran hutan terjadi, awalnya pelan, dan menjalar ke atas pohon lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan kuda ketika berlari. Yesus adalah penyabar dan lembut. Namun, hal itu tidaklah menghilangkan fakta bahwa Ia juga menginjak-injak buah anggur dalam amarah Tuhan (Yesaya 63:1-6; Wahyu 14:19-20; 19:15b).
Perbedaan antara kemarahan Tuhan dan kobaran api adalah bahwa murka Tuhan adalah karena dosa, dan Tuhan dengan sabar memberikan peringatan dan mengatakan pada mereka bagaimana cara menghindari amarahNya.

P: Dalam Mazmur 2:12, bagaimana bisa berbahagialah manusia yang berlindung pada seseorang yang murkanya sedang meledak saat itu?

J: Tindakan pemaksaan seorang polisi untuk menangkap seorang pembunuh merupakan sesuatu yang membahagiakan bagi korbannya. Seperti halnya kemurkaan Tuhan merupakan sebuah kebahagiaan bagi mereka yang ditindas oleh Setan atau lainnya. Sebagaimana kobaran api yang menyala lebih baik yang melawan arah angin dibandingkan dengan yang sejurus dengan arah angin, Tuhan mengingatkan kita bahwa sinarNya telah tiba seperti dalam Mazmur 50:2. Apakah anda ingin yang melawan arah angin atau yang mengikuti arah angina dalam hal ini?

P: Dalam Mzm 3, apakah Daud menjadi seorang yang sedikit ketakutan disini?

J: Tidak. Jika anda berpikir orang-orang keluar untuk mencari anda, hal itu bukanlah yang menjadikan kita ketakutan jika memang demikian. Saul berusaha untuk menangkap Daud selama beberapa tahun. Setelah itu kondisinya "berkembang" justru menjadi perang sipil. Bayangkan jika anda menjadi buronan selama bertahun-tahun, dan akhirnya tidak punya musuh. Setelah Yoab mengalahkan Hanun bangsa Amonit, Daud mungkin berpikir yang sama ketika ia berjalan diatas loteng rumahnya. Sebenarnya Daud setidaknya mempunyai satu orang musuh, yaitu dirinya sendiri.
Dalam hidup kita boleh memiliki saat-saat yang sulit dan saat-saat yang menenangkan, tapi kita harus selalu waspada, karena Setan mencari mangsa seperti seorang singa yang mencari-cari dan akan menelannya (1 Petrus 5:8). Kita selalu memiliki seorang musuh dalam dosa warisan kita. Sembahlah Tuhan yang memberikan kita kemuliaan dalam kehidupan kita! (Roma 7:24-25)

P: Dalam Mazmur 3:4-5, apakah yang dapat anda katakan pada seseorang yang terlalu takut untuk tidur?

J: Mazmur selalu menekankan bahwa Tuhan adalah pelindung dan pertahanan kita. Filipi 4:6-7 mengatakan bahwa seharusnya kita tidak perlu cemas akan apapun, tapi berdoalah pada Tuhan dan damaiNya, yang melebihi segala pengertian, akan menjaga hati kita dan pikiran kita dalam Kristus Yesus. Dengan Tuhan yang mengawasi kita, tak ada satupun orang yang lebih kuat untuk ditakuti.

P: Dalam Mzm 3:7; Mzm 5:10; Mzm 7:6; Mzm 28:4; Mzm 35:1-8; Mzm 54:5; Mzm 55:15; Mzm 58:6-8,10; Mzm 59:5,12-13; Mzm 68:21-23; Mzm 69:15,22-25,27-28; Mzm 79:12; Mzm 83:9-17; Mzm 109:1,7-15, 137:8-9; 141:10, haruskah kita memohon pada Tuhan untuk membahayakan musuh kita?

J: Hal ini disebut "Kutukan Mazmur". Terdapat tiga hal untuk memahami penempatan yang tepat bagi pasal-pasal di dalam Alkitab, yang diikuti dengan sebuah pandangan yang berbeda.
Tuhan memberikan kita banyak contoh
seperti halnya sebuah perintah. Kitab Mazmur memberikan banyak contoh tentang doa. Mereka menunjukkan Daud yang berdoa ketika ia sedang berbahagia, tertekan, mencurahkan pikiran, dan merasa dendam.
Beberapa perasaan
dalam Mazmur 35:5-8; 42:11a; 7:8; 69:22-28; 109; 137:9 tidak mencerminkan tentang kecintaan pada musuh kita seperti yang Tuhan ajarkan dalam Perjanjian Baru. Mazmur ini menunjukkan bahwa kita seharusnya berdoa sesuai yang ada dalam hati kita. Tuhan tidak perlu mengatakan "ya" untuk setiap doa yang dimohonkan, tapi ketika kita membuka hati kita dihadapan Tuhan, maka lakukanlah dengan sikap bahwa Tuhan dapat merubah hati kita.
Sebuah standar yang lebih tinggi
dibutuhkan kita dibandingkan mereka, menurut Chrysostom (tahun 397 A.D.) dalam Miscellaneous Works 151,288. Umat Kristen diharuskan mencintai musuh mereka seperti yang diajarkan oleh Yesus dalam Matius 5:43-8 dan Lukas 6:27-35.
Permohonan terhadap keadilan:
735 Baffling Bible Questions Answered hal.150 mempunyai lebih banyak pandangan yang berbeda. Didalamnya dikatakan, "ketika ini telah membebani umat Kristen, seharusnya tidak begitu. … Ini bukanlah kutukan penyakit yang ingin menyerang teman-temannya yang menghina para pemazmur. Ada permohonan keadilan, yang ditujukan pada pengadilan dari alam semesta ini. [ini] merupakan ungkapan dari kepercayaan dan pengendalian diri. Lebih dari melakukan dendam pribadi, para pemazmur meninggalkan dendamnya dalam tangan Tuhan dan hanya meminta keadilan dariNya."
Jawaban ini masuk akal bagi beberapa Mazmur seperti dalam pasal 7:6, tapi tidak pasal Mazmur 137:9. When Critics Ask hal.242 mengatakan hal yang sama, juga menambahkan bahwa dalam Perjanjian Lama tidak sering terdapat perbedaan antara pendosa yang tidak bertobat dengan dosanya.

P: Dalam Mzm 4:1, 5:1, 6:1, 8:1, 9:1, 12:1, dan lainnya. Sebelum Mazmur, apakah arti dari: Neginot, Gitit, dan lainnya?

J: Ini semua merupakan instrument musik. Gereja pada Perjanjian Baru diperintahkan untuk bernyanyi dengan ekspresif untuk orang lain tentang mazmur dalam Kolose 3:16. Sayangnya, kita tidak mengetahui seperti apa instrument musik itu atau bagaimana bunyinya. Mungkin kita akan mengetahui ketika kita ikut dalam penyembahan dengan instrument musik di Surga dalam Wahyu 5:8; 14:1-2; dan 15:2.
Sebagai tambahan, banyak anggota Gereja Kristus, kaum Mennonit, dan kaum Amish tidak mempercayai tentang adanya penggunaan instrument musik di gereja, hanya menyanyi saja.

P: Dalam Mzm 4:1, 5:1, 6:1, 8:1, 9:1, 12:1, dan lainnya. Diluar dari Alkitab, kapan kita mengetahui pertama kali instrumen musik digunakan?

J: Dulunya mungkin ada kritikan yang tidak mempercayai Alkitab menemukan referensi "instrumen" untuk membuktikan bahwa pasal ini bertentangan dengan zaman sebagaimana instrumen musik tidak ditemukan sampai beberapa tahun kemudian. Namun, Can Archaeology Prove the Old Testament? hal.33 menekankan bahwa suling, kecapi, lyre, dan bahkan sepasang suling besar digunakan pada zaman kuno. Wycliffe Dictionary of Biblical Archaeology hal.397-399 memberikan banyak contoh. Sebuah perak ditemukan di Ur (tahun 2500 S.M.), dan sebuah gambar lyre ada dalam lukisan yang ada di nisan Beni Hasan di Mesir tahun 1900 S.M. Sebuah gambar harpa atau kecapi berada di kuil HatsheMzmut di Karnak. Ur, Kish, dan kota Sumeria lainnya mempunyai alat musik kastanet. Wycliffe Bible Dictionary hal.1161-1163 mempunyai gambar asli dari kecapi Mesir kuno, suling, lukisan gua sebuah kecapi, sepasang suling, dan sebuah alat musik sejenis kecapi (tahun 1450 S.M.), dan sebuah kastanet dari Mesir kuno. Sebuah foto seorang pemain kecapi, pemain suling, dan dua pemain seruling di tahun.1350 S.M. ada dalam The New International Dictionary of the Bible hal.678. Dalam hal.679 terdapat gambar sebuah lukisan dinding tentang sebuah kecapi, suling, dua suling besar, dan lyre. Juga ditunjukkan lyre ditemukan di Ur tahun 2500 S.M. dengan dengan seekor sapi berjanggut yang berkepala emas, dan sebuah kotak musik dari kayu. Pada hal.681,683 memperlihatkan foto dari alat musik kertak yang berbentuk silinder (tahun 1200-1000 S.M.) dan seorang pemain sitar di Tel Asmar (2000-1000 S.M.)

P: Dalam Mzm 4:1, mengapa terkadang terlihat bahwa Tuhan seperti tidak mendengarkan?

J: Tuhan selalu mendengarkan doa-doa dari orang yang beriman, tapi terkadang Tuhan menjawab tidak. Di lain waktu, Tuhan mungkin tidak menjawab secepat yang kita inginkan.
Untuk orang fasik, hal ini bukanlah bahwa Tuhan tidak mendengar, tapi terkadang dosa manusia sepertinya yang Tuhan pilih untuk tidak memperhatikan doa mereka, seperti yang ditunjukkan Mazmur 66:18.

P: Dalam Mzm 4:1 dan Mzm 5:1, mengapa kita harus meminta pada Tuhan untuk mendengarkan doa kita, padahal Dia mengetahui segalanya? Pikirkanlah, jika Tuhan tidak mendengar doa kita, tidak ada bedanya ketika kita berbicara pada seseorang yang tidak mendengar kita.

J: Tuhan Yang Maha Kuasa tidak membutuhkan banyak kekuatan dalam doa kita, Tuhan Yang Maha Tahu tidak butuh diberitahu mengenai situasi tertentu. Allah Yang Maha Kasih dan Baik tidak perlu dibujuk untuk menjadi baik dan mengasihi satu sama lain. Lebih lagi Tuhan, yang sangat bebas untuk melakukan apapun yang Ia kehendaki, telah memilih mendengar doa-doa kita, dimuliakan karena puji-pujian kita, dan menggunakan janjiNya menjawab permintaan kita dalam kehendakNya untuk menyempurnakan keinginanNya.
Sekarang Tuhan memberikan kekuasaan di atas bumi pada Adam dan Hawa. Ketika mereka berdosa, mereka menebus setidaknya setengah kekuasaannya pada setan. Setan sekarang adalah raja dunia (Yoh 12:31; 14:30; 16:11), dewa dari zaman ini (2 Korintus 4:4), penguasa udara (Efesus 2:2), dan seluruh dunia berada di bawah kekuasaan jahat (1 Yoh 5:19). Namun, janji Tuhan pada kita untuk menjawab doa kita memenangkan segala kekuasaan setan yang telah merenggutnya.

P: Dalam Mzm 4:2, bagaimana orang-orang menodai kemuliaan Daud?

J: Kemuliaan Daud disini adalah mengagungkan Tuhan. Tak seorangpun dapat mengambil sifat Tuhan yang sejati atau kemuliaanNya. Namun, umat yang percaya di bumi dapat memuja Tuhan, (atau juga tidak memuja Dia) melalui kehidupan mereka dan tindakan mereka. Akhirnya, orang yang tidak percaya dapat mengejek dan menertawakan kepercayaan Daud pada Tuhan.

P: Dalam Mzm 4:2, mengapa orang-orang mau mencari hal yang angan-angan saja?

J: Banyak orang tidak mencari apa yang mereka ketahui merupakan sebuah angan-angan saja. Orang-orang telah memberi kehidupan mereka pada hal-hal yang bodoh, tapi tak seorangpun mau untuk mati untuk kebohongan. Di lain hal, banyak orang mencari apa yang mereka sadari adalah sebuah angan-angan, apakah khayalan ditemukan di dasar dari botol, dalam obat-obatan, atau dalam hubungan yang dangkal.

P: Dalam Mzm 5:5-6, karena Tuhan membenci para penumpah darah dan orang jahat, mengapa Tuhan memberikan kemurahanNya pada Saulus dari Tarsus, yang berganti nama menjadi Paulus?

J: Kemarahan Tuhan diderita pada mereka yang tidak bertobat. Tapi Tuhan juga mempunyai banyak kemurahan dan anugrah. Yehezkiel 18:23,32 mengatakan bahwa Tuhan tidak menginginkan kematian dari orang fasik, tapi lebih lagi mereka dapat berpaling dari kefasikan dan hidup mereka. Lihat juga Yehezkiel 33:12-20.

P: Dalam Mzm 5:5, bagaimana Tuhan membenci semua orang yang melakukan kejahatan?

J: Inilah tujuh hal yang perlu diperhatikan tentang kasih dan kebencian Tuhan.
Tuhan memberikan kemurahanNya pada semua yang Ia ciptakan
(Mazmur 145:8,13b), dimana Allah itu kasih (1 Yoh 4:8b).
Tuhan juga mempunyai murka
, yang Ia "ungkapkan setiap hari" (Mazmur 7:11)
Tuhan dapat mencintai juga membenci
. Paulus dan kita semua adalah "objek kemarahan" (Efesus 2:3) sebelum kami diselamatkan. Tuhan dapat membenci dosa yang dilakukan oleh orang yang fasik (orang beriman), dan pada waktu yang sama mengetahui bahwa orang tersebut akan bertobat dan akan masuk ke Surga.
Kebencian Tuhan dapat menjadi sesuatu yang sementara pada beberapa orang.
Tuhan memggunakan Yunus untuk memperingatkan mengenai malapetaka yang tak terhidnarkan bagi bangsa Niniwe. Ketika mereka bertobat, maka Tuhan berbelas kasihan.
Kebencian Tuhan dapat juga menjadi sesuatu yang selamanya.
Bagi mereka yang menolak kebaikan Tuhan dan menolak untuk mengikut pada Kristus, Tuhan menghukum mereka, dan apakah akan membenci mereka selamanya, atau kemungkinan lainnya setelah penghakiman mereka Tuhan pun akan tetap berprilaku yang berbeda pada mereka.
Kasih Tuhan, kemarahanNya, dan perasaan lainnya merupakan sebuah ketulusa cinta.
Hard Sayings of the Bible hal.263-264 menekankan bahwa sebuah kekeliruan dari Thomas Aquinas, Calvin, dan pengajaran para Reformasi lainnya bahwa Tuhan adalah "terbatas" untuk tidak mempunyai banyak emosi. Banyak pengikut dari gereja Reformasi saat ini berpikiran yang sama. Tertullian (tahun 200-220 A.D.) mengajarkan bahwa Bapa tidak mempunyai perasaan atau kemarahan, tetapi PutraNya memilikinya. Pandangan tentang keterbatasan mungkin sebuah kelanjutan dari filosofi zaman batu. Namun, Injil menjelaskan dengan jelas bahwa kasih Tuhan untuk kita bukan hanya dari sebuah tindakan saja, dan bukan hanya dari kemarahan Tuhan. Tuhan bersuka akan anak-anakNya dan membenci dosa. Jika Allah Bapa tidak mempunyai emosi atau perasaan, maka bagaimana Tuhan dapat mencintai kita.
Tuhan mengungkapkan perasaanNya pada waktu tertentu
ketikak suatu kejadian terjadi. Tuhan dapat menunda kemarahanNya juga, tapi disamping itu, Tuhan mengungkapkan perasaanNya pada suatu waktu. Ini merupakan hal yang penting untuk menunjukkan bahwa Tuhan selalu ada setiap waktu.
735 Baffling Bible Questions Answered hal.150 mengatakan, "Barangsiapa yang percaya pada Tuhan dan melakukan sesuatu yang benar akan berada dalam lindungan kasih Tuhan. Barangsiapa yang menolak Tuhan dan melakukan kejahatan berada di luar kasihNya dalam alam penghakiman. Tuhan mencintai (menerima, mengampuni) pendosa yang menjadi seorang percaya, Tuhan membenci (menolak dengan halus, menghukum) pendosa yang tidak akan percaya atau berpaling dari Tuhan." (kata yang digaris miring merupakan kalimat yang asli) Tuhan "melakukan penghukuman" merupakan kalimat yang memang begitu adanya dalam mengungkapkannya.

P: Dalam Mzm 5:7 apakah kita diharapkan untuk menyembah dalam ketakutan?

J: Kita diharuskan datang kehadapan Tuhan dengan rasa takut, dengan pemahaman yang benar. Kita datang dihadapan Tuhan Yang Kuasa, yang mengungkapkan kemarahanNya, dalam penghormatan, dan bersyukur karena keadilanNya, kemurahanNya, dan kasihNya pada kita.

P: Dalam Mzm 6:1, apakah arti dari bahasa Ibrani "sheminith"?

J: Bahasa Ibrani ini berarti "kedelapan", dan seperti yang dikatakan oleh ungkapan skeptis Asimov’s Guide to the Bible hal.491, kata itu dapat mengarah pada delapan tali instrumen atau satu oktaf.

P: Dalam Mzm 6:5 dan Mzm 115:17, apakah maut tidak ingat pada Tuhan?

J: "Maut" tidak memuja Tuhan, seperti yang diingatkan melalui Mazmur 115:17. Mengapa kita membutuhkan kehidupan yang abadi, dan dalam Mazmur 115:18 Daud mengatakan bahwa para percayawan akan memuja Tuhan selama-lamanya. Lihat 1001 Bible Questions Answered hal.159-161 dan pembahasannya dalam Pengkhotbah 9:5-6 untuk jawaban yang lebih dalam lagi.

P: Dalam Mzm 7:3-5, ketika Daud berdoa bahwa musuh membunuhnya jika ia melakukan kejahatan terhadap orang yang hidup damai dengannya, mengapa hal ini tidak terjadi setelah ia membunuh Uria seorang Hitti?

J: Tuhan bisa saja membuat itu terjadi, tapi Tuhan memilih untuk bermurah hati pada Daud dan tidak memberikan Daud hukuman dan kematian yang pantas ia dapatkan.

P: Dalam Mzm 7:8, apakah Daud ingin untuk dihakimi menurut kebajikannya sendiri sebuah contoh bekerja dengan adil?

J: Doa Daud tidaklah bijaksana. Mazmur 7:8 menunjukkan pada kita bahwa kita dapat berdoa apapun pada Tuhan, tapi kita harus membaca semua Mazmur dan tentang kehidupan Daud untuk memahami apakah itu kebijaksanaan dan yang yang bukan suatu kebijaksanaan. Lihat pembahasannya dalam Mazmur 35:24 untuk jawabannya.

P: Dalam Mzm 7:11, apakah Tuhan merupakan seorang yang periang, karena Ia setiap hari mengungkapkan kemarahanNya?

J: Ya, Tuhan adalah periang, dan Tuhan juga mengungkapkan kemarahanNya. Perhatikan empat hal dalam anda merenungkan perasaan Tuhan.
1.
Tuhan mempunyai perasaan sama seperti manusia. Tuhan dapat menjadi bersuka, marah, sedih, dan lainnya. Yesus memiliki emosi yang sama dengan manusia normal di bumi, dan tak satupun menunjukkan bahwa Yesus kehilangan sesuatu, manusia atau lainnya, ketika Ia naik ke Surga.
2.
Bertentangan dengan perkataan beberapa (mungkin tidak banyak) pengikut Calvin, ketika Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan mengungkapkan kasih, atau perasaan lainnya, dan hal itu hanya karena sifat antropomorpis. Di lain kata, ketika Tuhan mengatakan Ia mencintai kita, bahwa itu hanyalah sekedar kepura-puraan maka manusia lebih baik berhubungan dengan batu yang dingin, Tuhan yang tanpa emosi. Lebih lanjut, Alkitab itu tulus, dan banyak perdebatan yang mengatakan Tuhan tidak memiliki kasih, kelembutan, atau belas kasih merupakan pedang bermata dua yang akan menunjukkan pengaruh yang sama dengan bahwa Tuhantidak memiliki rasa marah, ataupun rasa peduli. Keterbalikannya, Roma 8:26-27 mengatakan bahwa Roh yang berdoa untuk kita kepada Tuhan dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Tuhan tidak hanya memiliki emosi, Ia bahkan memiliki emosi yang lebih dalam dibandingkan kita.
3.
Tuhan itu bersuka dan berbahagia, terutama ketika kita mengungkapkan cinta kita padaNya dalam penyembahan dan pelayan kita, Tuhan bersuka dalam umatNya (Zefanya 3:27) dan bersuka akan doa kita padaNya.
4.
Namun, jangan berpikir bahwa dengan Tuhan yang mempunyai banyak emosi, kedalaman emosi, atau perasaan yang bersamaan terbatas dari standar manusia. Tuhan dapat berhubungan dengan makhluk apapun di ala mini pada suatu waktu. Sederhananya, Tuhan dapat bersuka cita untuk berjuta alasan, menjadi marah untuk berjuta alasan yang berbeda, setiap detik, untuk semua detik itu, secara bersamaan dapat terjadi dariNya.

P: Dalam Mzm 8:1, bagaimana nama Tuhan itu sempurna "di seluruh bumi", padahal dunia ini tidak mengetahui dan mengenalNya, dulu atau sekarang?

J: Ciptaan Tuhan, bumi, tanaman, binatang, semuanya menyembah Tuhan dengan menunjukkan jalanNya. Makhluk hidup tidaklah sempurna; dan semuanya telah ditaklukan kepada kesia-siaan Roma 8:19-22). Demikian pula, hal ini tetap menunjukkan kekuatan Tuhan dan sifat dalam ciptaanNya, diluar dari apakah orang mengenalnya atau tidak.

P: Dalam Mzm 8:2, bagaimana Tuhan meletakan dasar puji-pujian di mulut bayi?

J: Tuhan meletakkan dasar puji-pujian di mulut bayi dalam dua cara.
1.
Pernahkah anda melihat lagu puji-pujian dari tiga atau lima tahun lalu? Anda sebenarnya harus melihat rasa sayang mereka. Sebuah semangat yang besar.
2.
Bahkan rengekan dan tangisan bayi merupakan sebuah kesaksian mengenai bagaimana ajaibnya kita yang telah diciptakan (Mazmur 139:14). Seperti bahwa bayi belajar untuk tersenyum dan memilih kata pertama yang diucapkan, seperti "da-da" dan "ma-ma", kita dapat melihat bahwa anak yang kita sayangi tidak hanya sebuah program yang kompleks yang luar biasa, tapi juga seoorang manusia yang luar biasa yang memiliki keinginan, emosi, dan keingintahuan. Berapa banyak program computer yang anda ketahui yang dapat melihat ke langit malam, menunjuk bulan, dan dengan logatnya dari anak berusia dua tahun, bertanya "apa itu?"

P: Dalam Mzm 8:3, ketika segala sesuatu dimulai dengan kesempatan yang acak yang berasal dari Lubang Besar", bagaimana langit memuji Tuhan?

J: Tidak ada satupun yang dapat dimulai dengan sebuah kesempatan yang diacak, seperti halnya sesuatu tidak terjadi jika tidak ada penyebabnya. Namun Tuhan menciptakan alam semesta, dan itu merupakan seharusnya sebagai awal dari semuanya.
Jika seorang mengatakan alam semesta dimulai dengan sebuah kesempatan, maka mintalah pada mereka untuk mendatakan segala sesuatu yang mereka ketahui yang terjadi tanpa adanya penyebab. Ilmuwan sekuler mengatakan bahwa dengan kemungkinan dari runtuhnya nukleus dari atom, yang kita ketahui bahwa itu sangat kecil, mereka belum mengamati yang terjadi jika tidak ada awalnya. Dengan kata lain, jika tidak runtuh maka tidak akan diteliti atom tersebut.

P: Dalam Mzm 8:4, kemajuan yang diberikan dalam bidang kecerdasan buatan dalam komputer, apakah kita mirip dengan pembuatan komputer yang dapat berpikir seperti manusia?

J: Sistem kecerdasan buatan terumit manusia dibentuk jauh lebih pendek bahkan setengah dari kompleksitas otak hewan bertulang belakang, itulah otak manusia. Apakah anda berbicara tentang jaringan saraf atau sistem yang ahli, jawabannya adalah tidak, kita tidak mirip dengan komputer. Lihat dua pertanyaan berikutnya untuk informasi lebih lanjut.

P: Dalam Mzm 8:4 pernahkah kemajuan dalam teknologi jaringan saraf yang tetap dan cangkokan menghasilkan program komputer yang berpikir sama seperti manusia?

J: Tidak, tidak dapat dibandingkan. Otak manusia mempunyai kira-kira 1011 sel otak (neuron), dan 1015 penghubung (axon). Informasi ditransmisikan dengan dua mekanisme yang berbedJ: pertama adalah sebuah langkah pra-proses yang bersamaan yang menggunakan fungsi sigmoid, dan satu lagi seperti proses penyandian digital. Kita tidak mengetahui secara detil dari mekanisme yang kedua. Variasi dari mekanisme yang pertama sendiri merupakan apa yang biasanya kita gunakan dalam jaringan saraf.
Seperti halnya jaringan saraf dapat belajar, maka jawabannya sederhana saja tergantung definisi yang anda pilih untuk mempelajari. Setelah bekerja dengan jaringan saraf selama tiga tahun, jaringan saraf mempunyai kemampuan yang mengagumkan sebagai aproksimator fungsi nonlinear multi variabel dan contoh yang empiris. Beberapa orang mungkin berpikir otak manusia dapat ditangkap sebagai jaringan saraf yang besar dengan dua mekanisme transfer informasi. Namun, perbedaam diantara otak dan jaringan saraf adalah sama dengan perbedaan derajat. Walau jaringan saraf yang paling adaptif, dan kombinasi jaringan saraf, cara-cara genetika jauh lebih pendek mengenai penalaran, perasaan, dan kesadaran bahkan pada sejenis mamalia.

P: Dalam Mzm 8:4, pernahkah kemajuan dalam program perangkat lunak dari system yang ahli membuat komputer menjadi seperti manusia?

J: Tidak. Terdapat banyak metode dari variasi system yang ahli: rantai yang menuju kedepan, rantai yang menuju ke belakang, kedalaman pertama, kelebaran pertama dan begitu seterusnya. Namun, kita lebih hebat dari sebuah sistem yang hebat sekalipun dengan kemampuan belajarnya, sebagaimana kita dapat memilih system ahli mana yang ingin kita gunakan. Sebenarnya, kita dapat memilih kapan kita memilih jenis penalaran mana yang ingin kita gunakan. Sebenarnya pula, kita dapat memilih dengan pilihan yang berlawanan dan tak terbatas. Perbedaan antara otak kita dengan system yang hebat, yang besar, dan adaptif adalah sama halnya dengan sebuah derajat. System yang hebat dapat berfungsi sebagai "intuisi", tapi system tersebut tidak dapat menciptakan sesuatu yang baru, membuat musik yang dengan alunan yang enak dan irama yang mudah didengar, dan permainan makna dari lirik-lirik.

P: Dalam Mzm 8:4, pernahkah kemajuan dalam program perangkat lunak seperti program "Eliza" membuat komputer yang dapat bernalar seperti manusia?

J: Eliza merupakan program komputer yang pintar yang ditulis beberapa tahun lalu yang digunakan lebih untuk menirukan seorang pendengar yang aktif. Saya pernah mendengar dimana seorang sekretaris memainkannya dan salahnya ia menganggap Eliza itu adalah manusia nyata. Eliza dikerjakan dengan mengambil kata benda dan kata kerja dalam kalimatnya, dan bertanya pertanyaan dengan menggemakan kata-kata itu.


P: Dalam Mzm 9:5, karena Tuhan telah menghardik penyembah berhala, bagaimana sengsaranya mereka, karena mereka pun tidak mengetahui itu?

J: "menghardik penyembah berhala" dapat juga diterjemahkan "menghardik bangsa-bangsa". Di luar dari terjemahan itu, ayat ini tidak pernah mengatakan Tuhan telah siap menghardik setiap orang yang tidak percaya, tapi bahwa Tuhan telah menghancurkan banyak bangsa.

P: Dalam Mzm 9:16; Mzm 32:4,5,7; 45:11, 47:4; 48:8; 49:13,15; 50:6; 52:3,5; 54:3; 55:7; 55:19; 57:6; 60:4; 61:4; 62:4; 66:4,7,25; 68:7; 75:3; 76:3,9; 77:3,9, 84:4; 85:2; 76:3,6; 88:7,10; 89:4; 89:37,45,48, 143:6; 140:3,8, apakah arti dari "sela"?

J: Keluar dari ayat-ayat ini, kata itu tidak mempertemukan dengan lainnya maka kita pun tidak yakin. Namun, berdasarkan konteksnya, kata itu muncul untuk mengartikan "amin" atau "terjadilah". Catatan kaki NASB untuk Mazmur 3:2 mengatakan, "Sela mungkin berarti: berhenti sejenak, melambat, atau seperti interlude musik"
Sebuah pemikiran skeptis Asimov’s Guide to the Bible hal.490-491 meneliti bahwa "sela" terjadi 71 kali dalam Mazmur, dan biasanya di akhir dari suatu pengistirahatan yang biasa.

P: Dalam Mzm 9:19, haruskah kita bermohon akan keadilan Tuhan? Jika tidak ada orang yang melakukannya, akankah keadilan itu ada?

J: Keadilan Tuhan pada akhirnya tak dapat dihindarkan. Daud disini berdoa agar supaya keadilan Tuhan ada sekarang, dalam rangka untuk menunjukkan penyembah berhala bahwa hanya ada satu Tuhan Yang Sejati, Allah Israel.

P: Dalam Mzm 10:1 dan pasal yang lainnya, mengapa Tuhan terkadang seperti berada jauh dari kita dan tidak melakukan apapun?

J: Bayangkan dalam beberapa saat bahwa Tuhan setidaknya menyediakan sebagian hukuman untuk setiap dosa, setelah dosa itu terjadi. Lebih lanjut hukuman itu pastinya selalu cukup tidak menyenangkan, tak terhindarkan, dan selalu diyakini bahwa hal itu datangnya dari Tuhan. Di bawah ini mungkin merupakan jawaban pertanyaan itu.
1) Kebebasan yang tak berarti dari dosa. Akan sulit untuk tergoda oleh dosa dalam kondisi seperti ini.
2) Sedikitnya kebebasan untuk mencintai dan menuruti Tuhan, terpisah dari akibat yang diterima. Tuhan menciptakan manusia yang, walaupun jatuh dalam dosa, mereka tetap mempunyai kebebasan dalam memilih untuk menuruti Tuhan.
3) Sedikitnya kebutuhan pada kepercayaan. Malaikat tidak mempunyai kepercayaan bahwa Tuhan itu ada; mereka mengetahui dengan pasti bahwa Tuhan itu ada.

P: Dalam Mzm 10:3, haruskah kata ini menjadi "berkat" atau "kutuk"?

J: Kata disini dapat menjadi "berkat" sebagai berkat perpisahan. Dalam bahasa Inggris kita dapat mengatakan "goodbye" dalam bahasa Indonesia "selamat tinggal", yang mana merupakan sebuah singkatan dari "Tuhan besertamu". Keduanya dalam pasal ini dan dalam Ayub 1:11, kata ini digunakan dalam maksud yang ironis. Oleh karena itu Mazmur 10:3 dapat diterjemahkan "… selamat tinggal dan meninggalkan Tuhan."

P: Dalam Mzm 11:3, apa dasar dari yang disebutkan ayat ini?

J: Bangunan rumah terbaik pun akan roboh jika dasarnya dihancurkan. Dasar disini dapat menjadi dua hal.
Apapun yang sudah di percayakan sebelumnya,
baik atau buruk. Ketika hal-hal yang orang percayai sebagai keamanan mereka dirusak, mereka dapat menjadi sangat ketakutan akan masa depan mereka. Ketika hal-hal yang manusia harapkan dirusak, mereka dapat menjadi putus asa dan sinis terhadap masa depan mereka. Ketika hal-hal dimana dapat menjadi tempat yang dapat mereka nikmati dirusak, mereka dapat menjadi sangat tertekan mengenai masa depan mereka.
Hal-hal yang bersifat kesalehan:
Ketika kebiasaan, adapt istiadat, dan manusia yang saleh dirusak atau berubah menjadi kefasikan, orang percaya mempunyai sebuah tantangan untuk tetap bertahan seperti batu. Kita tidak dapat berada didalam kefasikan ini jika terdapat kesalehan yang menjadi dasar kepercayaan kita. Kita hanya dapat melakukannya jika dasar kita adalah Tuhan itu sendiri.

P: Dalam Mzm 12, mengapa pasal ini merupakan Mazmur kekecewaan dalam Alkitab?

J: Itu terlihat bahwa banyak perasaan yang dialami manusia ada dalam Alkitab. Kebencian, kecemburuan, kekejaman, nafsu, bahkan kegilaan, ditunjukkan dalam Alkitab dan ditunjukkan. Diantara banyak hal, Alkitab merupakan sebuah kitab tentang kehidupan, baik dan buruk, dan Alkitab adalah bacaan yang menguntungkan walaupun itu hanya untuk pembelajaran dari kesuksesan dan kegagalan dari orang lain.

P: Dalam Mzm 13:1-2, mengapa Tuhan terkadang terlihat jauh dari kita, atau tidak mendengar kita.

J: Sementara kita yang berada jauh dari Tuhan karena dosa kita, tapi tidak selalu demikian, dan tidak seperti itu pula dala mazmur. Terkadang itu merupakan sebuah ujian untuk menguatkan kita, dan terkadang Tuhan mungkin tidak menjawab "tidak" atau "ya" tapi "tunggulah". Mazmur 13:3-4 mengingatkan kita bahwa terkadang Tuhan melakukan sesuatu dalam kehidupan kita, tapi tidak untuk kita, tapi untuk kemuliaanNya, dan sebagai seorang saksiNya untuk membawa yang lain pada Tuhan.

P: Dalam Mzm 14:1, mengapa banyal sekali celaan yang bodoh di dalam Alkitab?

J: Ini bukanlah kelambanan kecerdasan tapi pada moral yang bodoh. Terdapat kebodohan yang pura-pura, dan kebodohan yang terlihat seperti bukan dari yang bodoh. Terdapat empat kata dalam bahasa Ibrani untuk merekka yang bodoh dan ditambah juga pemalas.

P: Dalam Mzm 14:1, ketika tak seorangpun berbuat baik, bagaimana dengan Nuh, Abraham, dan Musa, yang tidak menyebutkan Daud?

J: Seberapa rendah standar kebaikan yang anda maksud? Tak seorangpun yang hidup didunia ini yang sepenuhnya baik, berdasarkan standar Tuhan, kecuali Yesus Kristus. Di luar Yesus Kristus, jika Surga hanya untuk mereka yang adalah baik yang pantas dalam kehidupan abadi, maka surga akan kosong!
Ketika semuanya tidak dapat diselamatkan lagi, dan tidak ada jalan lagi, Yesus Kristus datang ke bumi dan menjadi jalan bagi mereka. Kita dapat menjadi orang yang baik, sempurna tanpa dosa di Surga, dan juga dalam perjalanan untuk menjadi baik dan sempurna di dunia. Jika seseorang melihat kehidupan anda saat ini, dan dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, jalan apa yang mereka akan pikirkan yang sedang anda jalani sekarang?

P: Apakah Mzm 15 mengarah pada orang yang tidak berdosa atau orang yang suci, atau orang yang saleh yang tetap saja berdosa?

J: Pasal itu mengarah pada orang yang tetap berada dalam dosa, tapi telah dinyatakan beriman oleh Tuhan, dan sedang dalam proses untuk menjadi seorang yang tidak berdosa. Namun, kita tidak akan mencapai kesucian yang sempurna sampai kita nanti masuk ke dalam Surga.

P: Dalam Mzm 15:4, saat ini apakah kita diharuskan untuk memandang rendah orang yang hina?

J: Tidak, saat ini kita mempunyai standar yang lebih tinggi dari yang mereka miliki dalam Perjanjian Lama. Kita tetap harus membenci dosa, dan menggabungkannya dengan kasih dan kesegeraan untuk menyelamatkan orang tersebut, seperti yang ditunjukkan dalam Yudas 22-23.

P: Dalam Mzm 16:8-10, siapakah yang dimaksud dengan Orang Kudus disini?

J: Ketika mazmur dimulai dengan Daud menggambarkan bagaimana perlindungan Tuhan baginya, mazmur ini secara bertahap berbicara, tidak tentang Daud, tapi tentang Orang Kudus dari Tuhan, yaitu Mesias. Ini mengarah pada Yesus berdasarkan pernyataan Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:25-28 dan Paulus dalam Kisah Para Rasul 13:35.

P: Dalam Mzm 17:1, apa yang dimaksud dengan bibir yang menipu?

J: Ini merupakan bibir yang munafik yang berdoa pada Tuhan layaknya orang tersebut adalah orang yang saleh, tapi sebenarnya orang tersebut tidak mau untuk menuruti Allah.

P: Dalam Mzm 18:9, bagaimana awan hitam (kekelaman) berada di bawah kaki Allah?

J: Ungkapan puitis yang berwarna ini adalah benar baik secara visual dan perumpamaan moralitas.
Secara visual,
muncul kecemerlangan "Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan,…" dalam Yehezkiel 1:28 (NIV).
Sebagai perumpamaan moralitas
, Allah itu sejati dan memiliki kegelapan yang jahat yang ditaklukan di bawah kakiNya.

P: Dalam Mzm 19, apa yang dapat ditunjukkan alam pada kita tentang Tuhan?

J: Bagi mereka yang mengamati dan merenungkan, alam menunjukkan bahwa ada Pencipta, dan alam juga menunjukkan keindahan yang jebat, kekuatan, dan kebijaksanaan. Alam membuat kita melihat kosmos yang luas ini dan membuat kita terheran akan begitu kecilnya kita dan hari-hari yang ada di bumi ini. Alam dapat mempengaruhi manusia untuk merenungkan apakah ada sesuatu yang berharga, abadi, yang dapat menjadi suatu tujuan bagi keberadaan kita? Pertimbangan yang baik, alam semesta dapat digunakan untuk menuntun kita untuk mengingat Dia. Pertimbangan yang tidak baik, banyak orang melihat kehebatan alam semesta dan merekapun justru menyembah alam ini.
Lihat 735 Baffling Bible Questions Answered hal.151-152 kelengkapan jawabannya.

P: Dalam Mzm 19:1, dapatkah Injil dapat dilihat dalam bintang-bintang di langit?

J: Ayat ini tidak secara khusus mengtakan hal itu. Dalam ayat tersebut hanya dikatakan bahwa langit menyatakan kemuliaan Tuhan. Alam pada dasarnya menunjukkan beberapa sifat dari Pencipta, seperti yang dikatakan dalam Roma 1:19-20. Beberapa umat Kristen melihat dalam kumpulan perbintangan mengenai cerita-cerita Alkitab dalam gambar (Libra merupakan rentang keadilan Tuhan, Scorpio merupakan ular, dan lain-lain). Namun, penemuan injil dalam kumpulan yang khusus merupakan hal tambahan dari cerita Alkitabiah.

P: Dalam Mzm 20:4, kapan Tuhan akan memberikan segala yang anda inginkan?

J: Ketika saya remaja, saya dulu berpikir ayat ini bermakna bahwa Tuhan mengabulkan keinginan orang yang mau mnegikut padaNya. Kemudian, saya mulai percaya secara pasti bahwa ayat itu berarti Tuhan akan memberikan anda perasaan, cita-cita, dan keinginan lainnya yang Ia inginkan anda untuk miliki. Sekarang saya melihat bahwa kedua makna itu benar adanya. Tuhan memberikan anak-anakNya segala keinginan yang patut, dan Ia juga memperlama untuk memuaskan keinginan-keinginan itu. Tentunya, keinginan kita untuk melihat Tuhan secara langsung hanya akan dipuaskan ketika kita berada di Surga.

P: Dalam Mzm 21:10, mengapa Tuhan akan mengahancurkan keturunan orang jahat dari muka bumi ini?

J: Keselamatan ditawarkan pada setiap orang, terlepas dari siapapun orang tua mereka (Kisah Para Rasul 17:30; Titus 2:11; 1 Timotius 2:5-6; 4:10; 1 Yoh 2:2). Pada akhirnya setiap orang, laki-laki dan perempuan, dan apakah itu Sang Putra Allah (Roma 8:14; Galatia 3:26) seperti contohnya yang lahir kembali sebagai anak Allah (Yoh 3:3-8; 1 Yoh 3:1,10 Roma 8:16-17) atau lainnya anak Iblis (Yoh 8:44; 1 Yoh 3:10).

P: Apa yang menunjukkan bahwa Mzm 22 berbicara mengenai penyaliban Mesias?

J: Pasal ini tidak mengarah pada Daud, bagi mereka yang memaku kaki dan tangan Daud. (Ini juga mungkin bisa berarti "seperti singa", tapi bagaimanapun juga, tangan dan kaki Daud tidak membengkok seperti cakaran singa) Daud tidak memiliki pakaian yang terobek-robek diantara mereka. Daud tidak dipandang rendah karena memang Tuhan bukan mengirimnya (22:6-8).
Karena mazmur ini tidak menceritakan tentang yang dialami Daud secara pribadi, maka pada siapakah mazmur ini dimaksudkan? Mazmur ini mengarah pada seseorang yang mengikut Tuhan dari kandungan (ayat 9), yang juga dihina sebagai anak yang dibuang oleh Tuhan (ayat 6-8), dan bertanya "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" (ayat 1). Mazmur ini mengarah pada seseorang yang tangan dan kakinya dipaku (ayat 16), yang diletakan dalam debu maut (ayat 15). Ini terdengar seperti seorang pelayan yang sama yang menderita dalam Yesaya 53, dan mengarah pada Mesias.

P: Dalam Mzm 22:16, haruskah kata dalam bahasa Ibrani diterjemahkan seperti tangan dan kakinya "dipaku" atau "seperti singa"?

J: Para cendikiawan dulunya tidak setuju. Tata bahasa dalam bahasa Ibrani mengartikannya sebagai "seperti singa", dan kata tersebut tidak biasa digunakan dalam pengertian itu. Mungkin kata itu berarti bahwa tangan Kristus di pelintir, seperti yang mereka janjikan setelah paku ditancapkan dan Ia menggantung di paku selama beberapa jam.
Ini mungkin hanya merupakan ungkapan puitis dengan mengatakan "ditusuk". Pemikiran yang skeptis Asimov’s Guide to the Bible hal.895 bertanya jika kata "dipaku" disisipkan oleh umat Kristen sebagai sebuah penunjuk pada Yesus. Namun, perkiraan Asimov disini salah karena bahasa Septuagin, yang menterjemahkan berabad-abad sebelum Kristus ada, juga mengatakan "dipaku".
Masalah ini dibuat oleh sebuah gulungan zaman dahulu yang ditemukan sebagai Nahal Hever (5/6HEvMzm), ditulis sebelum tahun 50 A.D.. Di dalamnya dikatakan, "Mereka telah memaku tangan dan kakiku." Lihat Abegg, Martin, Jr., Peter Flint dan Eugene Ulrich, The Dead Sea Scrolls Bible hal.519 untuk informasi yang lengkap.

P: Dalam Mzm 23:4, bagaimana gada dan tongkat Tuhan dapat menghibur seseorang?

J: Sebuah gada dari gembala dapat menghindarkan domba dari bahaya dan mengangkat domba dari celah yang sempit. Tongkat atau gada juga merupakan senjata untuk mengusir serigala. Seperti halnya kita dapat menjadi terhibur oleh kekuatan Tuhan untuk menyelamatkan dan mempertahankan kita.

P: Dalam Mzm 24:1, bagaimana segala sesuatu merupakan milik Tuhan, karena pengadilan daerah mengatakan tempatku adalah miliku?

J: Siapakah yang memiliki bumi yang merupakan tempat pengadilan daerah dan orang-orang yang berada di dalamnya? Kita mengatakan bahwa kita memang memiliki sesuatu, tapi Tuhan memiliki segalanya melalui ciptaan-ciptaanNya.

P: Dalam Mzm 24:2 apakah bumi ditemukan lebih dahulu dari laut, atau apakah bumi "menggantung pada kehampaan" seperti yang dikatakan dalam Ayub 26:7?

J: Keduanya benar, pemahaman bahwa kata "bumi" eres dalam bahasa Ibrani (seperti dalam bahasa Inggris) dapat berarti kotor, tanah, atau planet ini. Laut ada sebelum adanya daratan kering, menurut Kejadian 19 dan bukti ilmiah modern. Tanah berada di atas lautan, maka laut tidak akan mengalirinya. Bidang bumi menggantung dalam kehampaan di luar angkasa. Lihat When Critics Ask hal.236 untuk jawaban yang lebih lengkap.

P: Dalam Mzm 25, Mzm 34, Mzm 119, mengapa digunakan susunan alpabet?

J: Dengan adanya susunan, keindahan dan perawatan menunjukkan bentuk yang mudah untuk diingat, bagusnya sangat membantu dalam mempelajari pengamatan baru secara cepat. Mengatakan kalimat sebelumnya sebanyak lima kali, mengatakan angka yang sama dari kalimat (17) secara acak dari sebuah kitab sebanyak lima kali, dan melihat yang mana yang anda ingat lebih baik pada setengah jam kemudian.
Mazmur 119 juga merupakan penyusunan, seperti halnya pasal 1,2, dan 4 dalam Ratapan.
Sebuah penyusunan non-afabetis yang berbeda, dimana kalimat yang bertalian dilafal "YHWH" ada dalam empat bagian penting dalam kitab Ester (1:20, 5:4; 5:13; 7:7). Dua kali mengarah kedepan, dan dua kali mengarah ke belakang. Susunan ini merupakan hal penting dari suatu jalan cerita yang tidak mungkin ada secara tiba-tiba.

P: Dalam Mzm 26:2-3, haruskah kita menginginkan Tuhan untuk mencobai dan menguji hati dan pikiran kita?

J: Jika seorang memilih untuk tidak mengikuti kehendak Tuhan, itu mungkin bukanlah yang mereka inginkan. Jika mereka bersungguh-sungguh untuk mengikut Tuhan, mereka ingin agar Tuhan menguji mereka untuk beberapa alasan di bawah ini:
a) Untuk memuliakan Tuhan
b) Untuk menunjukkan pada mereka cara yang mereka tidak ketahui yang ternyata tidak mengikuti kehendak Tuhan, sehingga dapat merubah diri mereka.
c) Untuk menunjukkan mereka doktrin yang salah, sikap yang salah, atau tindakan yang salah yang mereka lakukan tanpa merasa bersalah sehingga mereka dapat merubahnya.
d) Untuk menjadi lebih efektif dalam pelayanan kekristenan mereka dengan menjadi lebih beriman.

P: Dalam Mzm 27:8, mengapa Daud mencari wajah Tuhan, padahal tak seorang pun dapat melihat wajah Tuhan dan tetap hidup?

J: Sekarang Daud mencari hubungan yang lebih intim dengan Tuhan, dan dengan kemauan untuk melihat keatas untuk melihat Tuhan secara langsung di Surga.

P: Dalam Mzm 27:10, apakah orang tua Daud pernah meninggalkan Daud?

J: Beberapa orang melihat bahwa Daud bukanlah anak kesayangan ayahnyya dalam 1 Samuel 16:5-11. Ayah Daud menyuruh Daud merawat domba-domba, dan Isai tidak menyebutkan Daud pada Samuel. Terlepas dari itu, kita tidak mempunyai bukti bahwa orangtua Daud membuang dia. Daud mengatakan bahwa "walaupun" orangtuanya membuangnya, Tuhan akan selalu menerimanya.

P: Dalam Mzm 28:1, apa yang menjadi signifikan ketika Tuhan menjadi gunung batu kita?

J: Tuhan adalah gunung batu kita dalam banyak cara.
Tuhan telah berada disini selama beberapa waktu (abadi).
Tuhan lebih kuat dibandingkan dengan gunung batu.
Tak ada yang menyakiti gunung batu.
Sebuah gunung batu dapat berada dalam segala cuaca atau kondisi.
Bangunan akan aman bila dibangun diatas gunung batu.
Seperti sebuah gunung batu, Tuhan tidak berubah. Ia tetaplah menjadi Tuhan yang sama kapanpun kita datang padaNya.
Seperti sebuah gunung batu, Tuhan hidup selamanya (abadi).

P: Dalam Mzm 29:5,9 mengapa Tuhan ingin menghancurkan bangsa bani kedar di Libanon dan menggunduli hutannya?

J: Tuhan tidak mempunyai rencana untuk melawan pohon-pohon yang tidak berguna. Lebih lagi, perumpamaan ini berasal dari alam yang menunjukkan bagaimana sebuah penghancuran akan terjadi.

P: Dalam Mzm 30:1, bagaimana bisa ayat ini menjadi sebuah lagu untuk pentahbisan pada bait suci, karena ditulis oleh Daud? Bukankah Daud meninggal sebelum adanya pentahbisan terhadap bait suci itu?

J: Terdapat dua jawaban yang berbeda, dan kita tidak tahu pasti yang mana yang benar.
1.
Kata dalam bahasa Ibrani untuk bait suci disini berarti "istana". Itu mungkin dipersembahkan untuk istana Daud, ketika Daud sedang menggambarkan akan kekayaannya.
2.
Itu mungkin merupakan lagu yang sangat indah yang digunakan dalam persembahan untuk istana Salomo setelah Daud meninggal.

P: Dalam Mzm 30:1, bagaimana bisa ayat ini merupakan persembahan untuk bait Allah, karena merupakan pengalaman pribadi milik Daud?

J: Terdapat dua jawaban pertama yang sepertinya tidak mungkin, dan selanjutnya adalah jawaban yang banyak kemungkinan itu yang sebenarnya.
Tidak dibuat oleh Daud:
Setiap bagian atas dari mazmur merupakan tulisan massoretik, dan bukan bagian salinan yang asli seperti yang dikatakan oleh Encyclopedia of Bible Difficulties hal.243 dan When Critics Ask hal.234-235,236. Bagian atas mungkin tidak benar jika itu ditulis oleh Daud.
Pendahuluan untuk Mazmur sebelumnya:
Pendahuluan, ditambahkan kemudian, mungkin dimaksudkan untuk mazmur sebelumnya. Namun, terdapat banyak contoh dari pendahuluan seperti ini yang sebenarnya hanya tambahan saja.
Tidak untuk Bait suci:
Pendahuluan itu mungkin tidak benar ketika dikatakan dipersembahkan untuk bait suci.
Jawabannya:
Mazmur 30 kebanyakan ditulis benar oleh Daud (seperti dalam Mazmur 1-41), dan Daud menulis itu untuk persembahan pada bait suci di masa depan. Sementara Daud mengumpulkan banyak benda-benda untuk bait suci untuk anaknya Salomo, Daud tentunya akan berhenti untuk memperhatikan keindahan bait suci di masa depan yang akan ada.

P: Dalam Mzm 30:2-3, penyembuhan seperti apa yang diterima Daud?

J: Injil tidak mengatakannya, tapi itu terdengar seperti sebuah tata bahasa saja, penyembuhan fisik dari penyakit.

P: Dalam Mzm 30:5, bagaimana kemarahan Tuhan dapat hanya terjadi sesaat saja, padahal itu mungkin merupakan saat yang lama dirasakan bagi manusia yaitu ketika berada di Neraka?

J: Daud, penulis dari Mazmur 30 ini, berbicara hubungan Tuhan dengan dia, dan juga sebagai sebuah hubungan Tuhan dengan para percayawan lainnya. Kemarahan Tuhan yang ditunjukan pada Daud terjadi sangat singkat jika dibandingkan dengan kehidupan kekal. Keseluruhan ayat ini mengatakan, "Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai" (NASB) Daud tidak berbicara mengenai orang-orang yang fasik, hanya bagi Daud sendiri yang menganggap bahwa hukuman itu akan berlangsung untuk selamanya. Barangsiapa yang menolak Tuhan mereka tidak hanya tidak dapat melihat kemarahan Tuhan yang sesaat, tapi mereka juga tidak akan melihat kemurahan hati Tuhan untuk selama-lamanya. Bagi orang-orang yang telah memilih Tuhan, kemarahan Tuhan, pengikutNya hanya mengalami hal itu sangat singkat sekali dibandingkan dengan kehidupan kekal yang akan dialami mereka.

P: Dalam Mzm 30:6-7, setelah Daud merasa bersuka, mengapa Tuhan menghentikan kesenangan Daud?

J: Mungkin jawabannya dapat ditemukan di Mazmur 30:7. Daud mengatakan bahwa Tuhan menempatkan "aku" diatas gunung yang kokoh. Ketika kita telah memiliki kesenangan tanpa adanya masalah, kita tidak hanya sering tidak bertumbuh dengan baik, tapi kita cenderung berhenti untuk bersandar pada Tuhan.

P: Dalam Mzm 30:8-9, apakah Daud mencoba untuk menawar-nawar dengan Tuhan, mengatakan untuk tidak membiarkan Daud mati atau nantinya Kau akan kehilangan satu penyembahMu?

J: Tidak perlu. Daud menyadari bahwa Tuhan telah memiliki banyak raja-raja yang lebih baik yang Ia inginkan, tapi Tuhan terutama hanya menganggap Daud bukan sebagai raja tetapi seorang pemuja.

P: Dalam Mzm 31:6, haruskah saat ini kita harus membenci beberapa orang, seperti ketika Daud membenci orang yang mendekatkan diri pada dewa-dewa yang tidak berarti?

J: Tidak, Perjanjian Baru mempunyai standar yang lebih tinggi (cintailah musuh-musuhmu) dari pada Perjanjian Lama. Kita akan mengkategorikan enam jenis kebencian, dan bandingkan dengan pengajaran Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru.
Membenci orang yang akan membahayakan kamu:
Dalam beberapa mazmur, Daud mengungkapkan kebenciannya pada orang yang ingin membunuhnya. Yesus menyatakan bahwa orang-orang Perjanjian Lama diajarkan untuk mencintai kawan mereka dan membenci musuh mereka, dan Yesus secara jelas mengajarkan hal lain, bahwa kita diharuskan untuk mencintai musuh-musuh kita juga. Ketika Stevanus mati martir dalam Kisah Para Rasul 7:60, ia berdoa untuk orang yang membunuhnya.
Membenci orang tanpa sebab:
Baik Perjanjian Lama (Mazmur 35:19; 69:4; Yesaya 49:7) dan Perjanjian Baru (Yoh 15:25) menekankan bahwa beberapa pendosa melakukan hal ini. Kita seharusnya tidak melakukan hal ini.
Membenci orang yang membenci Tuhan:
Daud mengatakan ia membenci mereka yang membenci Allah. Namun, dalam Perjanjian Baru kita diajarkan untuk mencintai tetangga kita, di luar apakah mereka membenci Tuhan atau tidak. Namun, kita tetap harus membedakan diri kita dari orang-orang yang tidak percaya.
Membenci orang yang fasik:
Dalam Mazmur 31:6 Daud mengatakan ia membenci mereka yang menyembah dan percaya pada dewa-dewa.
Dendam:
Baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengatakan bahwa kita tidak boleh menyimpan dendam. Efesus 4:26 menjelaskan lebih dalam, dan mengatakan janganlah menyimpan amarahmu sampai matahari tenggelam.
Membenci dosa:
Baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menunjukkan bahwa kita harus membenci dosa. Yudas1: 23 mengatakan bencilah pakaian mereka yang dicemari oleh keinginan-keinginan dosa.

P: Dalam Mzm 32:2, apakah "tipu muslihat" itu?

J: Ini berarti tipuan. Namun, tipu muslihat tidak hanya merupakan sbeuah kebohongan, tapi juga menipu seseorang mengenai tujuan anda.

P: Dalam Mzm 32:3, mengapa Daud mengatakan tulangnya menjadi lemah, ketika ia berdiam diri?

J: Daud merasa bahwa kesehatan tubuhnya melemah ketika ia tidak mengakui dosanya pada Tuhan. Menariknya, dalam masa yang modern ini orang-orang mengakui keadaan ini, sebagai suatu stress atau tertekan, dimana kita menjadi memiliki pengaruh yang berbahaya terhadap tubuh dalam tubuh kita.

P: Dalam Mzm 32:8, bagaimana Tuhan menuntun kita dalam perjalanan yang harus kita tempuh?

J: Allah menuntun kita dalam lima cara utama.
Melalui Alkitab:
Alkitab memberikan kita perintah Allah, yang menunjukan kita apa yang membuat Allah bersuka, dan memperingatkan kita akan kesulitan atau halangan. Namun, seseorang tidak harus membaca keseluruhan Alkitab, memahami itu semua dengan benar, atau membutuhkan beberapa peringatan.
Melalui para percayawan yang lain:
Kita mempunyai tugas untuk mendorong, mengajarkan, membenarkan, dan memarahi satu sama lain. Hal ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan utnuk didorong, diajarkan, dibenarkan, dan dimarahi suatu saat.
Melalui orang lain:
Bahkan orang yang tidak percaya dapat mengatakan pada kita hal-hal yang benar, dan kita juga menghindari halangan atau rintangan dengan belajar dari pengalaman yang buruk yang dimiliki orang lain.
Tuhan secara langsung menyatakan sesuatu:
Ketika Abraham mendengar Tuhan mengatakan sesuatu padanya untuk meninggalkan negrinya, tentunya ia tidak mempunyai Alkitab untuk memeriksanya dan melihat bagaimana segala sesuatunya akan berakhir. Seperti halnya, terdapat banyak cerita dari misionaris Kristen yang menghadapi penduduk asli yang tidak memiliki Alkitab, yang Tuhan katakan pada mereka untuk mendengarkan pada misionaris itu. Satu contoh yang terkenal yaitu seluruh suku bangsa Sgaw Karen di Birma. Anda semua dapat membaca tentang contoh ini lebih lengkap dalam buku Eternity in Their Hearts.
"Perjanjian Suci":
Ini adalah saat-saat ketika, ketika melihat kebelakang, Tuhan rupanya bersungguh-sungguh pada kamu bahwa Ia dapat berada ditempat tertentu di saat tertentu, tapi bukan kau dan juga yang lain di bumi ini yang dapat mengetahui itu.

P: Dalam Mzm 34:1, haruskah ayat ini mengatakan Abimelek sebagai raja kota Gat atau bangsa Akhis?

J: Hal ini mengarah pada zaman yang ada dalam 1 Samuel 21:12-15 ketika Daud berpura-pura menjadi gila. Ada tiga kemungkinan disini.
Kekeliruan penyalinan:
Penulis yang menambahkan pendahuluan pada mazmur mungkin membuat kekeliruan dalam penyalinan terhadap Abimelek ketika seharusnya dikatakan dari bangsa Akhis.
Dua nama:
Banyak raja di masa lalu mempunyai nama ganda, yaitu nama pribadi yang diberikan ketika mereka lahir dan nama kerajaan. Raja-raja Persia dan Firaun Mesir semuanya mempunyai dua nama, dan Salomo juga mempunyai nama lain: Jedidah. Zedekiah juga disebut Mattaniah dalam 2 Raja-raja 24:17. Kita tidak mengetahui nama dari banyak raja Filistin, kecuali dari sumber yang berasal dari bangsa Asiria. Mereka menyebutkan seorang A-himilki (sama seperti Ahimelek) yang merupakan raja di Ashdod. Penggunaan pertama kali yang kita ketahui tentang bangsa Filistin yang menggunakan nama Abimelek yaitu dalam kitab Kejadian 20:2, dan yang kedua adalah Abimelek II dalam Kejadian 26:1.
Gelar:
pendapat skeptis dalam Asimov’s Guide to the Bible hal.497, menambahkan mengenai penyebutan kekeliruan penyalinan yang mungkin, tapi Abimelek mungkin merupakan sebuah gelar, seperti Firaun yang merupakan gelar bagi penguasa di Mesir.

P: Apakah hal-hal yang luar biasa dari Mzm 34?

J: Mazmur ini merupakan sebuah susunan alpabetis, dimana ayat-ayat secara berturutan dimulai dengan huruf-huruf yang berturutan sesuai dengan alpabetis Ibrani. Pendapat skeptis dalam Asimov’s Guide to the Bible hal.495 menekankan hal yang sama.

P: Dalam Mzm 34:1, bagaimana Daud merubah perilakunya dihadapan raja Gat itu?

J: Dalam 1 Samuel 21:12-15, Daud berprilaku sepertinya ia adalah seorang yang gila untuk menggulingkan Abimelek dan membuat Abimelek tidak akan menuduh bahwa Daud akan berhianat pada bangsa Filistin, atau bahwa Daud dapat menjadi penguasa bagi apapun. Daud bersandar pada strategi penipuannya disini, dan bukan bersandar pada Tuhan.

P: Dalam Mzm 35:24; 7:8, mengapa Daud ingin Tuhan menghakimi dia berdasarkan keadilan baginya?

J: Saat itu dalam hidupnya, Daud mempunyai pandangan yang tinggi mengenai kebajikannya. Permintaan Daud dapat saja dipahami secara mutlak atau secara relatif.
Secara relatif:
Daud melayani dan menuruti Tuhan lebih daripada Saul dan tentunya melebihi bangsa Filistin. Daud menginginkan agar Tuhan menghakimi diantara Daud dan mereka, agar Daud nantinya menang. Jika ini merupakan hal yang Daud maksud, Daud tidak mengetahui bahwa terkadang Tuhan menggunakan lebih banyak orang jahat untuk mendisiplinkan umatNya yang tidak menurut, seperti yang ditunjukkan dalam Habakkuk 1. Bible Difficulties & Seeming Contradictions hal.227 menyebutkan bahwa dalam Mazmur 7:8 Daud tidak mengatakan ia adalah manusia yang sempurna tanpa dosa, tapi bahwa ia adalah orang yang melakukan hal yang tidak bersalah diantara perbuatan orang fasik ini.
Secara Mutlak:
Daud meminta Tuhan untuk menghakimi dia dan melindunginya karena Daud adalah pelayan Tuhan yang benar. Daud mengetahui tak seorangpun yang benar di dunia ini (Mazmur 143:2). Walau Daud tidak menyatakan dia adalah orang yang tanpa dosa, Daud mengetahui bahwa Allah akan melindunginya. Kemudian (dalam Mazmur 51:1), Daud akan belajar lebih banyak tentang sifatnya sendiri yang penuh dosa dan kebutuhannya akan kemurahan Tuhan.
Diluar
dari apakah maksud Daud itu mutlak, tergantung, atau keduanya, permintaan doa ini bukanlah contoh yang baik untuk apa yang seharusnya doakan saat ini. Yang mana ayat ini mengajarkan kita sesuatu yang penting tentang doa kita. Memang tidak apa-apa jika anak-anak Allah yang penurut berdoa sesuai dengan hati mereka, walaupun hal itu bukanlah hal yang baik untuk ada dalam doa. Tuhan sangat cukup besar untuk mengangkat doa-doa kita, memahami kesalahan kita, dan seperti bapak yang bijaksana, akan mengatakan tidak permintaan yang bodoh, dan bahkan permintaan yang baik yang bukan menjadi kehendakNya dan menjadi rencana Tuhan yang lebih besar lagi.

P: Dalam Mzm 36:1, mengapa orang fasik tidak takut pada Allah?

J: Beberapa dari mereka tidak takut pada Tuhan karena mereka tidak percaya bahwa Allah itu ada. Yang lain percaya Tuhan itu ada, karena mereka tidak dihukum oleh karena dosa mereka sebelumnya, mereka pikir mereka tidak akan pernah dihukum. Iblis mengetahui keduanya bahwa Tuhan itu hidup dan akan ada penghakiman di masa depan (Yakobus 2:19), sebelumnya mereka juga tetap tidak menurut pada Tuhan.

P: Dalam Mzm 36:4, bagaimana manusia merencanakan kejahatan di atas tempat tidur mereka?

J: Ketika mereka berada di atas tempat tidur menunggu untuk tertidur, mereka sedang merencanakan untuk membahayakan seseorangn, menjadi tidak jujur, atau berfantasi tentang sex. Lebih dari pada ini, Mazmur 63:6 mengatakan kita dapat merenungkan tentang Allah.

P: Dalam Mzm 37:3-5, apa yang membedakan antara percaya pada Tuhan, bersuka dalam Tuhan, dan menyerahkan hidupmu pada Tuhan?

J: Kita seharusnya melakukan ketiga hal in, tapi kadang orang yang percaya hanya melakukan satu atau dua dari hal-hal ini.
Percaya pada Tuhan
berarti memiliki kepercayaan untuk percaya apa yang Ia katakan, damai yang anda dapat ketika anda berada dalam tanganNya, dan keberanian untuk bertahan pada apa yang benar dan melawan hal yang salah. Itu tidak selalu berarti anda memiliki banyak kebahagiaan dalam Tuhan atau anda berusaha menyenangkan hati Tuhan dan menurutiNya. Mazmur 62 merupakan penggambaran yang indah mengenai kepercayaan pada Tuhan.
Bersuka dalam Tuhan
berarti bahwa kehidupan anda adalah suatu kegembiraan untuk selalu menyembah Allah. Itu tidak selalu berarti anda mengetahui Dia sangat dalam atau menurutiNya dengan baik.
Penyerahan hidup pada Tuhan
berarti mengikuti apa yang Tuhan perintahkan dan tidak melakukan apa yang Tuhan larang, sebagai sikap dari kemenurutan. Kemenurutan dapat menjadi satu-satunya tugas kita, dan tidak selalu tidak dengan kasih atau besarnya kepercayaan kita.
Tiap hal itu
adalah penting bagi kita untuk melakukannya, tanpa mengabaikan yang lainnnya.

P: Apakah Mzm 37:9,11,29 menunjukkan bahwa keadilan akan berada di bumi selamanya, seperti yang dinyatakan oleh Saksi Yehova? \

J: Tidak. Kata dalam bahasa Ibrani disini berarti "tanah" yang sama seperti "bumi", dan keduanya digunakan disini. Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menjawabnya.
Tidak mengatakan selamanya
: kata dalam bahsa Ibrani untuk "selamanya/waktu yang lama", olam, tidak digunakan disini.
Tanah:
Orang akan mewariskan tanah. Bangsa Yahudi akan kembali ke tanahnya, dan umat Tuhan akan hidup di tanah perjanjian selama masa seribu tahun.
Bumi:
umat Tuhan akan hidup selamanya dalam bumi yang baru menurut Wahyu 21.

P: Dalam Mzm 37:20, apakah orang fasik binasa yang berarti mereka dihancurkan?

J: Tidak, kata dalam bahasa Ibrani abad berarti mereka secara fisik dibunuh, seperti halnya orang yang bijak dibunuh dalam Yesaya Isaiah 57:1 dan Mikha 7:2. Kata ini juga berarti mereka tidak mempunyai kehidupan yang kekal di Surga. Maka ketika kehidupan mereka di bumi dihancurkan, tidak berarti keberadaan mereka dihancurkan.

P: Dalam Mzm 37:25, bagaimana dengan orang percaya yang mati karena kelaparan atau bencana alam?

J: Daud memberikan pendahuluan pada ayat ini dengan "Aku tidak pernah melihat" atau "oleh karena itu berkatalah Tuhan". Di luar dari itu, tetap saja adil untuk bertanya jikalau bagaimana Tuhan melindungi umatNya yang percaya dari bencana alam.
Tuhan tidak akan membiarkan umatNya yang percaya dan setia mati sebelum Tuhan memutuskan bahwa inilah saatnya mereka mati. Tuhan terutama sangat mengetahui kematian mereka, bagi "kematian mereka yang dikasihiNya adalah berharga dimata Tuhan" (Mazmur 116:15 NKJV).

P: Dalam Mzm 37:25, bagaimana Daud tidak pernah melihat orang benar ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta roti?

J: Tidak ada yang salah dengan seseorang meminta-minta roti jika mereka membutuhkan itu. Lebih lagi, Daud berkata ia tidak pernah melihat anak-anak dari orang yang benar meminta-minta; tapi itu masih terjadi di dunia ini. Di Israel mereka diharapkan untuk peduli terhadap orang yang miskin, dan umat Kristen mempunyai sebuah perintah untuk melakukannya saat ini juga.

P: Dalam Mzm 38:5, bagaimana luka-luka Daud berbau busuk?

J: Ini mengarah pada luka yang berbau karena infeksi yang serius atau penyakit ganggren. Daud berbicara menggunakan perumpamaan mengenai keadaanya yang parah.

P: Dalam Mzm 38:7, bagaimana orang jahat disingkirkan?

J: Ini berarti dibunuh. Kata dalam bahasa Ibrani karath tidak berarti dihancurkan, seperti Mesias akan disingkirkan dalam Daniel 9:26. Lebih dari itu, disingkirkan berarti dibunuh.

P: Dalam Mzm 39:1, mengapa Yedutun disebutkan disini?

J: Mazmur dapat dipersembahkan pada Yedutun, atau seperti pendapat skeptis dalam Asimov’s Guide to the Bible hal.497 yang mengatakan, hal itu dapat saja ditulis dalam sebuah gaya penulisan setelah keturunan Yedutun.

P: Dalam Mzm 39:12, mengapa Daud merasa sebagai seorang yang asing?

J: Sebelum ia menjadi raja, Daud mungkin merasa ditempatkan diantara pasukan-pasukan perang Saul, baik sebelum dan sesudah membunuh Goliat. Dalam pelariannya dari Saul, Daud tentunya merasa kesepian dan seperti seorang yang asing. Namun, bahkan ketika ia sebagai raja, Daud mungkin terkadang memiliki saat dimana ia merasa terisolasi dan terasing.

P: Apakah Mzm 40:6 dan Mzm 50:13-15 menunjukkan sebuah penyerahan binatang korban?

J: Tidak untuk dua alasan.
Penulis:
Jika setiap orang melanggar pengorbanan, jikalau kemungkinan besar bukan Daud, Salomo, atau orang yang dipekerjakan oleh mereka. Daud menulis Mazmur 40, dan Mazmur 50 oleh Asaf, seorang pemusik yang dipekerjakan Daud. Daud merupakan raja yang diurapi minyak dalam sebuah pengorbanan yang dilakukan Samuel di Betlehem. Daud dikorbankan untuk mencegah malaikat kehancuran dalam 1 Tawarikh 21:23-27. Setelah Daud, Salomo membuat pengorbanan yang tinggi yang terdiri 22,000 lembu jantan dan 120,000 domba ketika Bit Suci ditahbiskan dalam 2 Tawarikh 7:1,4-5
Kesalahan logika:
Menunjukkan keunggulan kemenurutan dalam pengorbanan tidak berarti sebuah penyerahan pada pengorbanan. Mazmur 50 juga menunjukkan bahwa pengorbanan bukanlah untuk memenuhi kebutuhan fisik yang dinyatakan dalam peranan Tuhan.
Lihat 735 Baffling Bible Questions Answered hal.152 untuk jawaban yang sama.

P: Dalam Mzm 40:6, bagaimana Tuhan membuka telingan Daud?

J: Ini berarti Tuhan mengumpamakan menusuk telinga Daud. Dalam Pentatek, seorang budak akan membiarkan majikannya menusuk telinganya, menandakan kepemilikannya akan hidupnya.

P: Dalam Mzm 40:7, bagaimana ayat itu ditulis dalam kitab tentang Daud atau Mesias?

J: Daud juga menulis Mazmur 139:16, yang mengatakan bahwa semua hari ditulis untuk kita berada dalam Kitab Kehidupan sebelum satu dari mereka berada dibumi. Wahyu 20:12 juga menyebutkan Tuhan mempunyai sebuah buku yang berisi perbuatan jahat dari setiap orang.
Sementara ini benar tentang Daud dan kita, makna yang utama adalah Mesias, yang datang dan mati demi menjalankan tujuan Allah dan rencanaNya dalam Kisah Para Rasul 2:23.

P: Dalam Mzm 41, karena Daud mengikuti Tuhan, mengapa Daud mempunyai perasaan seperti itu ketika ia menulis Mazmur 41?

J: Ini nyatanya terjadi ketika Daud sedang merasa sangat sakit. Ia tidak hanya berkonsentrasi pada penyembuhan tubuhnya, tapi bahwa musuhnya akan menghinanya, berpikir Tuhan akan berpaling darinya. Daud menekankan bahwa ia telah berdosa. Beberapa orang mungkin menyangka bahwa ini terjadi setelah dosa Daud dengan Betseba, tapi tidak ada cara untuk membuktikannya.
Mungkin Tuhan tidak menginginkan kita untuk berkonsentrasi kapan ini terjadi pada Daud tetapi lebih untuk menggambarkan bahwa kita dapat memiliki perasaan ini pula. Jika seseorang mengatakan "orang yang beriman selalu tersenyum, berpikir positif, dan tidak pernah merasa putus asa", ini mungkin dapat menjadi mazmur yang tepat untuknya. Daud mungkin telah berdosa sebelumnya, tapi Daud sekarang telah menjadi seorang yang penurut.

P: Dalam Mzm 42, mengapa orang beriman terkadang merasa terpisah dari Tuhan?

J: Terkadang mereka memisahkan diri mereka sendiri dengan terperosok ke dalam kehidupan dunia, menjadi tidak menurut, apatis, memiliki hati yang tidak mau mengampuni, atau dosa-dosa yang lain. Namun, terkadang orang beriman yang menurut masih merasa putus asa atau tertekan pada waktu tertentu. Kita diharuskan memiliki keyakinan pada Tuhan disamping perasaan kita.

P: Dalam Mzm 42:1-2, karena Daud telah mempunyai hubungan dengan Tuhan, mengapa jiwanya haus kepada Allah?

J: Ini sama dengan setiap umat Kristen yang telah mempunyai Roh Kudus didalamnya, tapi Tuhan tetap menginginkan agar umat Kristen dipenuhi oleh Roh Kudus. Daud telah mempunyai hubungan yang hidup dengan Tuhan, tapi Daud merasa hubungannya dengan Tuhan sepertinya sedang dalam masa kekeringan.

P: Dalam Mzm 43:5, haruskah umat Kristen yang menurut pernah merasa putus asa?

J: Daud ada di saat itu, dan itu semua baik-baik saja. Yesus merasa putus asa di Taman Getsemani, dan Paulus mengalami keputus asaan dalam hidupnya dalam 2 Korintus 1:8-10. Paulus merasa sedih ketika Epaphroditus sakit dan hampir mati dalam Filipi 2:27.
Jadi inilah saatnya bagi umat Kristen untuk merasakan perasaan yang lebih luas, tapi seperti nyanyian Don Francisco yang mengatakan, "Yesus adalah Tuhan yang merasakan perasaanku!"

P: Dalam Mzm 44:6, apa yang berarti tentang Daud yang tidak percaya pada panahnya?

J: Panah merupakan senjata yang disukai Daud. Jika Daud tidak akan percaya pada panahnya tapi pada Tuhan, tentunya mereka seharusnya tidak melakukannya juga.

P: Dalam Mzm 44:20, bagaimana orang menadahkan hati mereka pada allah lain saat ini?

J: Ini mengarah pada penyembahan allah yang salah dan mencari bantuan dari allah yang salah. Saat ini umat Hindu, Budha, dan agama lainnya menyembah benda tak bernyawa atau patung sebagai dewa, atau yang lain menyembah dewa lain yang diruoai oleh patung. Beberapa umat Katolik di Amerika Tengah dan Selatan menggabungkan agama Katolik dengan dewa-dewa pemujaan.
Namun, walaupun beberapa umat Kristen tidak menerima pemberhalaan secara serius. Seorang pastur Katolik pernah bertanya "mengapa umat Kristen Protestan sangat takut pada Perawan Maria?" saya tidak takut, karena saya menamakan anak saya dengan namanya. Saya kembali bertanya, "mengapa banyak orang Katolik tidak berhati-hati pada dosa dari pemberhalaan?".

P: Dalam Mzm 44:22, bagaimana umat Allah dianggap sebagai domba sembelihan?

J: Ada waktunya dimana Tuhan mengijinkan banyak dari anak-anakNya terbunuh. Terkadang, Tuhan menghukum bangsa Yahudi karena mereka tidak menurut, tapi itu bukanlah makna yang utama dari ayat ini. Lebih lagi, Tuhan terkadang mengijinkan umat yang percaya dan menurut menderita dan mati martir untukNya. Kita dapat melihatnya sebagai berikut.
Tuhan rupanya tidak mempunyai pandangan hidup yang sama di bumi dengan banyak manusia di bumi ini. Karena kita belum pernah melihat kehidupan di alam baka, mudah bagi kita merasa penting untuk memaksimalkan waktu kita di dunia ini. Perspektif Tuhan berbeda. Tuhan melihat apa yang dapat orang lakukan baik di Surga, dan di bumi. Terkadang pembuktian anda siap mati demi keyakinan anda merupakan sebuah kesaksian untuk orang lain, dimana sebenarnya banyak hal-hal selain diri anda sendiri yang dapat menggantikannya. Selama zaman gereja awal, sampai tahun 324 A.D., sebuah perkiraan terhadap orang Kristen yang terbunuh demi memegang kepercayaan mereka yaitu 40.000-50.000 orang.

P: Dalam Mzm 44:23 dan Mzm 73:20 apakah Tuhan tertidur, atau apakah Dia tidak tidur, seperti yang ditunjukkan oleh Mzm 121:304?

J: Tuhan tidak pernah lelah atau tidak tersadarkan. Namun ada kalanya kapan Tuhan akan muncul secara aktif atau sebaliknya dalam situasi kita yang sangat membutuhkan pertolongan. Perumpamaannya, Daud meminta Tuhan untuk "bangun" dan bertindak sesuatu.
Alkitab menyatakan bahwa terkadang Tuhan bertindak lebih lama dari yang beberapa orang inginkan (2 Petrus 3:9). Beberapa alasan mengenai waktuNya melakukan merupakan sebuah pengujian untuk kita, terkadang kita juga belum siap untuk sesuatu yang akan kita terima, atau terkadang kita juga sangat siap, tapi yang lain belum siap. Kita harus menunggu dalam Tuhan. When Critics Ask hal.238 mengatakan "tidur" dalam hal ini merupakan sebuah penggambaran kata yang berarti Tuhan menunda penghakiman sampai waktu nanti.

P: Dalam Mzm 45:3-5, apakah ini mengarah pada Muhamad, seperti yang dinyatakan orang Islam?

J: Tidak, walaupun umat Islam tidak dapat dengan benar melihat hal ini, kecuali bagi beberapa orang dari Islam Ghulat, yang berpikir Muhamad sebenarnya adalah Tuhan. Mazmur 45:6 mengatakan, "TahtaMu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya." (NIV) Ditambahkan bahwa Muhamad tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan, Muhamad tidak pernah mempunyai tahta atau tongkat kekuasaan. Lihat dalam When Critics Ask hal.238 dan When Cultists Ask hal.64 untuk melengkapi jawaban ini.

P: Dalam Mzm 45:6, apakah ini merupakan tahta Tuhan atau tahta seorang manusia?

J: Keduanya benar, sebagaimana Yesus Kristus adalah Tuhan dan juga manusia. Tahta ini merupakan tahta "Tuhan yang diurapi oleh Allah". Ini adalah Yesus Kristus menurut Ibrani 1:8-9. Juga, kita akan memimpin bersama dengan Yesus Kristus dalam tahtaNya dalam Efesus 2:6-7.

P: Dalam Mzm 45:6, saya pernah berdebat dengan seseorang yang menyangkal akan sifat ketuhanan Kristus. Ia menyangkal argumentasi saya tentang Ibrani 1:8 dan Mzm 45:6-7 yang telah diterjemahkan dengan benar "tahtamu kepunyaan Allah". Ia menegaskan bahwa seharusnya kalimat itu adalah "Tuhan adalah tahtamu".

J: Terdapat tiga pertanyaan disini:
1) Apakah ayat ini berbicara mengenai Tuhan dan tahtaNya, Daud dan tahtanya yang diberikan Tuhan, atau keduanya?
2) Apakah Perjanjian Lama dilain tempat tidak ambigu dalam berbicara mengenai Tuhan yang duduk di tahtaNya?
3) Apakah yang ditambahkan dalam Kitab Ibbrani, setidaknya bagi umat Kristen?
1) Dalam Mazmur 45:6, apakah ini tahta Tuhan atau tahta Daud?

Dalam bahasa Ibrani Mazmur 45:7 menggunakan kata kis'aka 'elohim yang secara tata bahasa berarti "tahtamu" dan "Tuhan". Banyak penterjemah akan melihat ini sebagai
"tahtamu, ya Allah", (vokatif) Jay P. Green, KJV, NASB, NIV, NKJV, RSV mg., bahasa Septuagin, dan lainnya.
Namun, terdapat ambiguitas dalam kalimat disini karena bahasa Ibrani dapat menggunakan sebagai sebuah kata sifat. Contohnya, 1 Tawarikh 29:23 mengatakan bahwa Salomo duduk di tahta "Tuhan". Yehezkiel 28:13 mengatakan bahwa Eden merupakan "kebun elohim" atau Taman Allah. Oleh karena itu beberapa versi menterjemahkan Mazmur 45:7 sebagai:
"tahta kebesaranmu" (JMZM Yahudi, RSV)
"tahtamu seperti tahta Tuhan" (NEB)
"tahtamu, ya Raja yang Besar" (Weiser, hal.360)
"tahtamu adalah tahta Tuhan" (RSV mg.)
Catatan bahwa JMZM dan RSV memberikan sebuah bacaan yang sangat sederhana yang mengasumsikan elohim adalah sebuah kata sifat disini. Yang lain dalam daftar ini mencoba untuk menambahkan beberapa kata yang bukan dalam bahasa Ibrani.
JMZM Study Bible
hal.1332 juga memberikan "tahtaMu ya Allah adalah selamanya" seperti salah satu batas bacaan, maka sumber ini juga setidaknya mengetahui bahwa kalimatnya dapat juga seperti ini.
Murray J. Harris, mempunyai sebuah artikel yang mempertahakan mengapa kalimat ini merupakan yang pertama (vokatif) dalam "terjemahan tentang Elohim dalam Mazmur 45:7-8" Tyndale Bulletin 35 (1984]: 65-89).
Maka apakah ini merupakan tahta Tuhan atau tahta Daud dalam Mazmur 45? Ayat 7 mengatakan "…sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi Engkau…". Umat Kristen memahami Mazmur ini ditujukan pada Orang pertama yang disebut Allah (vokatif), ketika yang lain dapat melihat ini sebagai pengulangan, seperti dalam contoh ini: "sebab itu Allah yang menakjubkan, Allah yang hebat." Namun, Mazmur 45:11, mengatakan untuk menyembah Raja ini karena Ia adalah Tuhanmu. Sementara kita mengetahui Daud merupakan seseorang yang mirip Mesias, baik dalam mazmur ini dan yang lain, sangat susah untuk melihat bagaimana mengeluarkan mazmur ini dari pengarahannya pada Tuhan. Tak dapat disangkal, kalimat ini, "Tuhan, TuhanMu", menambahkan ketidakpastian pada orang Yahudi yang membacanya. Mazmur 110 mungkin membanru memberikan petunjuk, seorang Tuhan yang juga adalah seorang imam menurut Melkisedek.
2) Apakah Tuhan duduk dalam TahtaNya Ditempat lain dalam Perjanjian Lama?

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan dikatakan duduk dalam tahtaNya, sejelasnya dalam Yehezkiel 1 terutama ayat 26, Yehezkiel 10:1, Yesaya 6:1-3, dan Mazmur 97:1-2 dan Mazmur 93:2. Maka tidak ada alasan teologikal yang dibutuhkan oleh orang Yahudi untuk menolak Mazmur 45:7-8 yang mengarahkan pada Tuhan, atau dua arahan tentang Tuhan, dan Daud sebagai wakilNya.
3) Apa yang dikatakan Ibrani 1?
Kitab Ibrani
, sebetulnya mengambil hal itu sebagai arahan pada putra dalam vokatif. Walau ada ambiguitas yang sama, dalam kalimat ini, dalam bahasa Yunani dituliskan sama dengan dalam bahasa Ibrani, Ibrani 1:8 memulai dengan "tapi tentang Anak" dan Ibrani 1:9 mengatakan (seperti dalam Mazmur 45:7 "sebab itu Allah, Allahmu". Tidak ada keraguan bahwa Ibrani 1:8-9 menyebut Yesus Tuhan, dan menterjemahkan Mazmur 45:7-8 sebagai arahan pada Tuhan. Maka Ibrani 1:8-9 tidak menambahkan apapun kecuali Tuhan yang kedua adalah Allah Putra.
Ibrani 1:8 diterjemahkan sebagai:
"tahtamu, ya Allah" (Jay P. Green, KJV, NASB, NIV, NKJV, RSV, Wuest)
"Tuhan adalah tahtamu" (RSV mg)
Mengenai Ibrani 1:8, Expositor's Bible Commentary vol.12 hal.19 mengatakan, "beberapa terjemahan membuat kalimat pembukaan dari ayat 8 sebagai "Tuhan adalah tahtamu" atau seperti dalam RSV, NEB mg.. Tapi lebih baik kita melihat pada bahasa Yunani yang sevokatif dengan NIV: "TahtaMu, ya Allah". Kutipan dari Mazmur 45:6-7 diarahkan pada anak yang ditujukan sebagai "Tuhan". kerajaanNya ditunjukkan dengan menggunakan kata "tahta","tongkat kekuasaan", dan "kerajaan", dan dengan moralnya yang berfokus pada "kebajikan" itulah yang tertinggi dimana ia memimpin, "…kita mungkin seharusnya mengambil kejadian pertama dari kata "Tuhan" sebagai vokatif lainnyJ: "sebab itu, ya Allah, Allahmu telah mengurapimu."
Kesimpulannya
, berdasarkan pada Mazmur 45:7-8 sendiri, gramtikal dari kalimat "tahtamu ya Allah" mungkin mengarah pada Tuhan, tapi ayat 45:7,11,17 dengan tegas menjelaskan Mazmur ini mengarah pada Allah seperti halnya Daud, dan ayat-ayat Perjanjian Lama lain yang juga mengarahkan pada Allah yang mempunyai tahta.

P: In Mzm 46, secara ringkas Mazmur ini tentang apa?

J: Mazmur ini mempunyai tiga penggambaran.
1-3, walaupun ada badai, kita tidak akan takut.
4-7 damai bersama Tuhan
8-11 kemenangan Tuhan setelah berperang
Untuk mempelajari lebih tentang kota masa depan Tuhan ini, bacalah Wahyu 21:1-22:5.

P: Dalam Mzm 46:4 sungai yang manakah ini, dan mewakilkan sebagai apakah ini, karena Yerusalem tidak memiliki sungai?

J: Yerusalem mempunyai lingkaran yang cukup besar yang dapat digunakan sebagai sebuah kolam besar, tapi dalam hal ini tidaklah berhubungan. Lebih lagi Mazmur 46:4-11 membicarakan mengenai masa depan, ketika perang akan berhenti (Mazmur 46:9), ketika Tuhan mematahkan panah dan menghancurkan tombak (Mazmur 46:9), dan ketika Tuhan dipuja-puja diantara bangsa-bangsa (Mazmur 46:10).
Yerusalem yang baru, dengan sungai yang mengalirkan air kehidupan mengalir menuju pusatnya, seperti yang ditunjukkan dalam Wahyu 21:2,10-22:5.

P: Dalam Mzm 46:5, apa yang signifikan tentang waktu subuh atau mejelang pagi?

J: Tentara militer seringkali menyerang disaat subuh. Disaat itu para pasukkan dapat bersiap-siap ketika keadaannya masih gelap.

P: Dalam Mzm 46:9, karena Tuhan membuat perang berhenti di akhir zaman, mengapa masih tetap ada perang?

J: Ketika perang melawan Israel telah berhenti sesaat, itu bukanlah hal yang ditekankan disini. Daud mengetahuo bahwa semua perang belum berhenti, begitu pula perang melawan bangsa Yehuda. Itulah mengapa ia masih memelihara tentara pertahanan. Lebih lagi, Mazmur 46:4-11 berbicara mengenai masa depan, ketika Yerusalem baru, dengan sungai yang berada ditengah-tengah muncul. Anda dapat membaca tentang ini dalam Wahyu 20:7-22:5.

P: Apakah Mzm 46:10 menunjukkan bahwa manusia dapat menjadi Tuhan, seperti yang diajarkan oleh Mahareshi Mahesh Yogi?

J: Tidak semuanya. Mazmur 46:10 mengatakan, "Ketahuilah bahwa Akulah Allah", sementara menurut buku When Cultists Ask hal.64-65 Meditations of Mahareshi Mahesh Yogi, 178 mengatakan ayat ini mempunyai arti "ketahuilah bahwa kamu adalah Tuhan". (kata yang digarisbawah bukanlah yang asli)
Sebagai catatan tambahan, dalam beberapa bahasa termasuk bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani, kata ganti (saya, andda, dia (laki-laki), dia (perempuan), itu/ini, dan lain-lain) dimasukan dalam kata kerja. Pada sebagian ayat ini, The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal.354 dalam catatannya mengatakan ayat ini juga mengatakan bahwa ayat ini menggunakan kata ganti yang independent "Aku". Ayat ini memberikan penekanan yang kuat pada kata "Aku". Terjemahan bahasa Yunani Septuagin menggunakan kata ego eimi, yang juga memberikan penekanan dengan kata ganti yang independent.

P: Dalam Mzm 48:7 dan Mzm 72;10, mengapa Tarsis disebutkan disini?

J: Tarsis disini mungkin mengarah pada apa yang kita sebut Tartessus, sebuah daerah jajahan bangsa Punisia yang berada jauh dari Spanyol. Kota ini merupakan kota orang-orang Barat bagi mereka.

P: Dalam Mzm 48:7, karena seseorang tidak dapat menebus saudaranya, bagaimana Yesus dapat menebus kita?

J: Seseorang tidak dapat mengerti jawabannya kecuali ia pertama-tama mengerti mengapa seseorang tidak dapat menebus saudara laki-laki atau saudara perempuannya. Bagi seseorang yang membayar (dengan hidupnya) hukuman bagi dosa orang lain, mereka tidak dapat membayar dengan hidup mereka untuk dosanya sendiri. Oleh karena itu, pada zaman Daud, tidak ada orang yang hidup sempurna tanpa dosa. Tidak ada orang yang dapat menawarkan dirinya sebagai sebuah korban tanpa dosa dan yang menggantikan dosa bagi orang lain. Pada masa kini, kita mengetahui siapakah orang yang telah melakukan itu semua, Yesus Kristus, Sang Putra Allah.

P: Dalam Mzm 49:12, bagaimana manusia bisa seperti hewan yang dibinasakan?

J: Dibumi, tubuh manusia mati seperti halnya binatang. Manusia dapat berbangga, seperti seekor singa atau binatang lain yang juga dapat berbangga, tapi itu sangat cepat sekali. Lihat pembahasannya dalam Pengkhotbah 9:5-6 untuk informasi selanjutnya.

P: Dalam Mzm 51, secara ringkas Mazmur ini bercerita tentang apa?

J: Mazmur 51 merupakan salah satu dari mazmur penyesalan. Mazmur 6, 32, 38, 39, 78, 79, 102, 106, 130, 143 juga merupakan mazmur penyesalan, dan Mazmur 65 dan 73 juga berbicara mengenai dosa. Mazmur 51 merupakan sedikit simetris, seperti Mazmur 25. mazmur yang kompleks ini berisi tujuh bagian.
51:1-2 permohonan untuk kemurahan hati dan pembersihan
51:3-4 Daud mengambil tanggung jawab
51:5 Bukan hanya sebuah kesalahan yang kecil atau penyimpangan
51:6 Sifat Allah telah diajarkan
51:7-12 Meminta pada Tuhan
51:13-15 Komitmen Daud
51:16-18 Melihat apa yang menyukakan hati Allah

P: Dalam Mzm 51, apa yang luar biasa dari Mazmur ini?

J: Mazmur ini disusun sebagai suatu kiasme, menurut The NIV Study Bible hal.838 dan The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal.379. Strukturnya adalah:
1-2 Doa untuk pemulihan diri
¾ 3-6 Pengakuan dan kesedihan
¾ ¾ 7-12 Doa untuk pemulihan
¾ 13-17 Ucap syukur (agak cocok dengan pengakuan dan kesedihan)
18-19 Doa untuk pemulihan bangsa

P: Dalam Mzm 51, adakah tandanya yang muncul dan apa saja dari dosa-dosa yang tidak diakui?

J: Beberapa tandanya adalah kurangnya kegembiraan, kurangnya rasa peduli, rasa bersalah, dan kehidupan doa yang yang sudah mulai kering. Daud juga menyebutkan tulangnya melemah dalam Mazmur 32:3.

P: Dalam Mzm 51:1, apa yang signifikan mengenai Daud yang meminta belaskasihan Allah menurut kasih setia Allah?

J: Daud menginginkan Allah untuk menghukum Daud menurut kebajikannya dalam Mazmur 18:20 dan secara tidak langsung dalam Mazmur 7:3-5. Namun, Daud mengatakan sesuatu yang sangat berbeda disini, setelah ia menyadari betapa berdosanya dia.

P: Dalam Mzm 51:4, bagaimana Daud berdosa hanya terhadap Allah, dan bukan terhadap Uria?

J: Daud berdosa terhadap Uria, dengan mengambil istrinya darinya dan membunuhnya. Hal itu sangat terlihat pada Daud. Penekanan yang ditekankan oleh Daud disini adalah lebih dari dosanya terhadap Uria, yang masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan dosa terhadap hakim alam semesta.

P: In Mzm 51:4-5, why did David say God was judging correctly here?

J: In this ayat, David is confessing and acknowledging that God was right to condemn David for his sin. One important aspect of repentance is claiming responsibility for what you did, said, failed to do, and failed to say.

P: Does Mzm 51:5, are people born in sin, or was mankind made upright as Ecc 7:29 says?

J: Both are true. God originally made man without a sinful nature. However, after the Fall, people are born with a sinful nature, estranged from God, and in need of God’s sanctifying grace. See When Critics Ask hal.238 for a complementary answer.

P: Dalam Mzm 51:5, bagaimana Daud menjadi seorang pendosa dari lahir, dikandung dalam dosa?

J: Daud mengatakan bahwa ia adalah seorang pendosa dari sebelum ia dilahirkan. Daud tidak mengartikan bahwa ia lahir sebagai anak haram, dan ia tidak berkata ibunya berdosa dalam mengandung Daud, tapi karena orang tuanya adalah pendosa. Daud secara jelas tidak mengartikan ia melakukan perbuatan dosa sebelum ia lahir. Namun, Daud mengatakan ia adalah pendosa, dengan sebuah dosa warisan, yang dimiliki bahkan sebelum ia dilahirkan. The Bible Knowledge Commentary : Old Testament hal.832 menambahkan bahwa Daud itu berdosa dalam kehidupannya. 735 Baffling bible Questions Answered hal.152-153 mengatakan ini menunjukkan Daud berdosa karena ia adalah pendosa, dan bukan seorang pendosa hanya karena dosa yang ia lakukan nantinya.
Walaupun ini menunjukkan bahwa dosa warisan lebih dulu ada dan lebih tinggi sebelum perbuatan dosa yang Daud lakukan (atau kita lakukan), dosa ini tidak membuktikan kita bersalah atas dosa orangtua kita atau nenek moyang kita. Dosa ini tidak menyebabkan kemarahan Tuhan atas dosa yang kita perbuat, atau menyangkal Mazmur 139:14, yang pada saat yang sama kita harus menyembah Allah yang menciptakan kita dengan amat sangat ajaib.

P: Dalam Mzm 51:5 (NRSV) apakah Daud lahir dalam rasa bersalah?

J: Kata dalam bahasa Ibrani disini, ‘avown, berarti suka melawan, bersalah, atau perbuatan yang salah. Namun, menjadi "bersalah" (contohnyJ: berdosa) tidak berarti Daud merasa bersalah atas perbuatan dosa yang dilakukan.
Alkitab KJV mengatakan "dalam kesalahan aku diperanakan", dan versi NASB, NKJV, dan terjemahan Green’s Literal mengatakan "translation all say "dalam kesalahan aku dihasilkan". NIV mengatakan "berdosa saat lahir". Bahasa Septuagin mengatakan "aku dikandung dalam kesalahan".

P: Dalam Mzm 51:5 menunjukan bahwa janin yang belum lahir merupakan seorang manusia yang sudah berbuat dosa?

J: Tidak. Mereka bukan sejenis sapi jantan atau ayam, tapi manusia. Seorang bayi yang belum lahir belum melakukan dosa yang pribadi, tapi ia tetaplah seorang pendosa karena memiliki dosa warisan. Lihat When Critics Ask hal.239 untuk jawaban yang berbeda.

P: Dalam Mzm 51:7, apa yang dimaksud dengan hisop?

J: Hisop adalah tanaman yang seperti lumut yang dapat digunakan sebagai sikat. Bangsa Israel menggunakan itu selama perayaan Paskah Yahudi untuk mencat darah domba di pintu. Ketika umat Kristen mengadakan kembali upacara bangsa Yahudi itu, jika mereka tidak dapat mendapatkan hisop, terkadang mereka menggantikannya dengan brokoli.

P: In Mzm 51:8, mengapa Daud tidak bergembira?

J: Daud mempunyai banyak uang, kekuatan, dan istri-istri yang ia inginkan. Tapi hubungannya dengan Tuhan menjadi tidak penuh sukacita dan kegembiraan tanpa adanya pemulihan hubungannya dengan Tuhan.

P: Karena Mzm 51:10 ada sebagai perintah yang langsung, apakah kita boleh memerintah Tuhan?

J: Tidak, Daud tidak memerintahkan apapun; ia meminta Tuhan untuk menciptakan di dalamNya sebuah hati yang suci. Ia sangat percaya diri sebagaimana kita berdoa bahwa Tuhan akan menepati janjiNya, dan kita dapat meminta dengan penuh keyakinan, tapi kita tidak punya dasar untuk memerintah Tuhan.

P: Dalam Mzm 51:11, dapatkah Roh Kudus meninggalkan orang yang beriman?

J: Daud mempunyai alasan yang baik mengenai hal ini. Roh Kudus meninggalkan pendahulunya, Raja Saul dan roh jahatlah yang menyelimuti dia. Tuhan meninggalkan Samson dalam Hakim-Hakim 16:20 atau setidaknya meninggalkan dia sejauh dia bertumpu pada kekuatannya. Namun, karena orang yang beriman telah diberikan Roh Kudus sebagai jaminan yang menjamin kehidupan kekal dalam Efesus 1:13-14, beberapa hal mempunyai perbedaan dalam masa Perjanjian Baru.

P: Dalam Mzm 51:16-17, mengapa Daud mengatakan Tuhan tidak menginginkan pengorbanan, padahal Tuhan memerintahkan pengorbanan dalam kitab Imamat dan kitab-kitab yang lain?

J: Ini mungkin hanya menjadi sebuah kesulitan bagi seseorang yang gagal memahami betapa pentingnya kemenurutan. Seperti yang dipelajari Kain di Taman Eden (Kejadian 4:3-5), Tuhan tidak semudah mungkin menerima setiap persembahan yang diberikan padaNya. Seperti contohnya, Daud mengetahui bahwa Tuhan tidak akan menerima persembahan Daud yang diambil dari orang lain dan Daud tidak membayarnya (1 Tawarikh 21:24). Lebih lanjut lagi mengenai hal-hal tersebut, Tuhan secara berulang menunjukkan bahwa Ia tidak menginginkan pengorbanan dari seorang yang tidak menurut (Yesaya 1:10-15; 66:2-4; Yeremia 6:19-20). Tuhan menginginkan kemenurutan, dan pengorbanan dari orang yang menurut akan menyenangkan hati Tuhan (2 Tawarikh 7:12-18; 2 Tawarikh 30:1-26 terutama ayat 26; Ezra 6:17; 9:5).

P: Apakah Mzm 51:18-19 ditambahkan setelah Bait suci dihancurkan?

J: Mungkin tidak. Karena Mazmur 79 ditulis setelah Bait suci dihancurkan, beberapa orang memang berpikir bahwa Mazmur 51:18-19 juga ada penambahan, karena dalam ayat tersebut disebutkan sedang membangun tembok Yerusalem.
Namun, ini bukanlah alasan yang sebenarnya yang berpikir bahwa Mazmur 51:18-19 ditulis setelah terjadi penghancuran itu, sebagaimana Daud dan Salomo melebarkan pembangunan tembok Yerusalem. Bait suci dibangun di luar dari tembok asli dimana Daud ditangkap, dan melebarkan kota untuk mengelilingi Bait suci yang daripada memperbesar ukuran kotanya yang asli.

P: Dalam Mzm 52, karena teman Daud, Abimelek akan tinggal jika Doeg tidak ada, mengapa seorang Tuhan Yang Maha Berkuasa menginjinkan Doeg untuk berada disana?

J: Daud mempinyai kecurigaan yang sangat kuat bahwa hal ini akan terjadi tapi Daud disini menjadi orang yang pasif. Jawabannya mengapa Tuhan mengijinkan hal ini terjadi adalah sama halnya dengan mengapa Tuhan mengijinkan perbuatan jahat. Penghianatan merupakan contoh yang jelas dari perbuatan jahat. Seperti halnya mengapa Tuhan mengijinkan perbuatan jahat, lihatlah beberapa pembahasan dalam kitab Habakkuk 1:13 untuk informasi lebih lanjut.

P: Dalam Mzm 53:1, apa yang menjadi referensi awal bagi aliran ateis?

J: Sementara Mazmur 53:1 merupakan salah satu referensinya, referensi lainnya yaitu bahwa seorang Filsuf bernama Sokrates sebelum ia dihukum mati dengan meminum cemara beracun, ia salah menuduh tentang aliran ateis. Philo seorang Yahudi (tahun 15/20 S.M. sampai tahun 50 A.D.) menyebutkan "keegoisan dan pemikiran yang ateistis" dalam Allegorical Interpretation, I 15 (48) hal.30.

P: Apakah Mzm 53:2-3 dan Mzm 14:3 mengarah pada manusia pada umumnya, setiap manusia secara khusus, atau setiap manusia secara khusus yang jauh dari Tuhan?

J: Jawabannya mungkin kurang begitu jelas, kecuali anda melihatnya dalam injil lain. Roma 3:10 menunjukkan bahwa kitab ini dapat diarahkan pada semua manusia. Namun, Daud, yang menulis Mazmur 53 ini juga menulis bahwa ia mencari Tuhan dalam Mazmur 27:3. Mazmur 105:4; 119:2; dan Amsal 28:5 juga menunjukkan bahwa beberapa orang mencari Tuhan. Pemecahan akan hal ini adalah kita sangat berdosa maka tak seorangpun dari dirinya sendiri akan mencari Tuhan. Namun, Tuhan telah memudahkan kita untuk dapat mencariNya.

P: Dalam Mzm 53:5 mengapa ayat ini mengatakan mereka "akan ketakutan padahal tidak ada yang menakutkan"?

J: Ungkapan puitis ini mengartikan bahwa mereka ketakutan padahal tidak ada yang perlu ditakutkan. Jika seseorang mencoba menyatakan penulisnya "secara tidak sengaja" menyangkalnya sendiri setelah tiga kata yang ditulisnya, maka saya berpikir mereka mengetahui mereka tidak mengetahui apa yang mereka sedang bicarakan atau bahas. Lihat dalam When Critics Ask hal.239 untuk sebuah jawaban yang berbeda namun dapat melengkapi.

P: Dalam Mzm 54:4 bagaimanakah Tuhan adalah penolong kita, karena kitalah yang seharusnya melayani dan menolong Tuhan?

J: Seperti yang dikatakan Katherine Marshall (menurut saya), Benjamin Franklin salah ketika ia mengatakan Tuhan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri. Leboh lanjut, Tuhan menolong mereka yang menyatakan bahwa mereka tak berdaya dan tak punya pertolongan. Empat hal yang dapat diperhatikan dalam menjawab ini.
1.
Tuhan tidak membutuhkan pertolongan kita untuk melakukan apapun, tapi Ia telah memebrikan kita hak istimewa untuk menolong, dan Ia telah mempersiapkan pekerjaan yang baik untuk kita lakukan (Efesus 2:10).
2.
Kita seharusnya menolong Tuhan dalam melakukan pekerjaanNya, untuk mempercepat KerajaanNya, bukan untuk kemajuan kerajaan kita sendiri.
3.
Orang beriman bahkan memerlukan pertolongan Tuhan untuk melayaniNya dan mengikut padaNya, dan dalam hal ini Allah adalah Penolong kita sebagaimana kita menyandarkan diri kita dalam kekuatanNya.
4.
Kita seharusnya menyadari bahwa ketika kita menyadari bahwa kita ini lemah dan tak berdaya lalu kita bergantung pada Tuhan, maka kita akan menjadi kuat, seperti yang dikatakan dalam 2 Korintus 12:10.

P: Dalam Mzm 55:15; 56:7, mengapa Daud berdoa pada Tuhan untuk membahayakan musuhnya?

J: Lihat pembahasannya dalam Mazmur 3:7 untuk jawabannya yang secara umum dalam "mazmur pengutukan".

P: Dalam Mzm 56, apa yang ditekankan dalam doa ini?

J: Daud menyebutkan "aku", "padaku", dan "miliku" 31 kali, dan yang mengarah pada Allah, Tuhan, atau Engkau sebanyak 16 kali, dan yang mengarah pada musuhnya atau perbuatan yang jahat sebanyak 14 kali. Mazmur Daud yang lain mempunyai penekanan yang berbeda, tapi dalam mazmur ini ditunjukkan bahwa berdoa untuk diri kita sendiri itu boleh-boleh saja.
Kiasme adalah hal yang biasa puisi bahasa Ibrani, dengan menggunakan pola seperti A, B, C, C’, B’, A’. Mazmur sangat mirip dengan pola ini, dan sangat menarik untuk melihat penyimpangannya.
Pola dasarnya adalah sebagai berikut:
1-2 Memohonkan kemurahan hati dari yang menyerangnya
¾ 3-4 Takut tapi percaya pada Tuhan
¾ 5-6 Hal-hal yang dilakukan musuh pada Daud
¾ ¾ 7-9 Perbuatan yang akan dilakukan Tuhan pada mereka ketika Daud bermohon
¾ 10-11 Percaya pada Tuhan dan tidak takut
12-13 Bersyukur atas mempercepat pembebasan
Catatlah bahwa meminta belah kasihan bersamaan dengan bersyukur atas pembebasan. Catatlah bahwa Daud membicarakan tentang "ketika ia takut" dalam ayat 3, tapi hanya mengatakan ia tidak akan merasa takut dalam ayat 4 dan 11.

P: Dalam Mzm 56:4,11, bagaimana bisa kita memilih untuk tidak merasa takut?

J: Daud saat itu jujur ketikan mengatakan "ketika ia merasa takut" dalam Mazmur 56:3. Tapi sebelumnya Daud (dan juga kita) harus mengalahkan ketakutan kita dulu. Daud mengalahkan ketakutannya dengan menyerahkan diri pada Tuhan, percaya akan firmanNya yang hidup, dan bertanya apa yang dapat dilakukan musuhnya padanya? Jawabannya adalah bahwa musuhnya tidak dapat melakukan apapun pada Daud, kecuali memang Tuhan mengijinkan. Lebih lanjut, hal terburuk yang dapat dilakukan oleh musuhnya adalah membunuh Daud sehingga ia akan berada bersama Allah di Surga segera mungkin.
Ketika kita merasa takut kita dapat bertanya pada diri kita empat hal:
1. Mengapa kita harus takut?
2. Pada apa kita bertumpu?
3. Secara akal, pada hal apa kita harus fokus, atau lebih lagi pada siapa?
4. Kita harus diperhatikan dan tekun, tapi apakah ini masuk akan jika takut ketika kita percaya pada Tuhan?

P: Dalam Mzm 56:5, mengapa beberapa orang mengacaukan perkataan orang lain?

J: Ada sedikitnya dua alasan.
Secara sengaja
"perang mulut" dengan yang lain merupakan hal yang dilakukan beberapa orang, dan senjata utama mereka adalah perkataan yang salah yang mereka pergunakan.
Secara serampangan
mengasumsikan sebuah arti, bahkan ketika pengamatan yang lebih dekat akan menunjukkan bahwa asumsi itu salah, itu merupakan hal yang biasa yang orang lakukan ketika apakah mereka tidak peduli akan apa yang orang akan artikan, atau mereka sebenarnya menginginkan orang untuk memiliki asumsi yang sama. Ketika kita membagikan kabar injil, dan ketika orang membaca Alkitab, beberapa orang akan secara aktif mencoba menterjemahkan hal-hal yang mereka inginkan. Sebenarnya, beberapa orang percaya mereka dapat menterjemahkan sebuah buku, seperti Alkitab, dalam hal apapun "yang paling berarti" bagi mereka, disamping jika itu adalah makna atau arti yang sebenarnya atau tidak.

P: Dalam Mzm 56:2, haruskah kata yang ditulis adalah "para pemfitnah" (NIV), atau "musuh-musuh" (KJV, NKJV, NRSV), atau "para penjaga" (Terjemahan Green’s Literal)

J: The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal.398 mengatakan bahwa "musuh-musuh" lebih baik daripada "para pemfitnah". Kata dalam bahasa Ibrani disini yaitu sharer sangat mirip dengan kata dalam bahasa Ibrani shorer untuk mengacaukan. Dalam Mazmur 56:5 Daud menyebutkan bahwa mereka mengacaukan perkataannya.

P: Dalam Mzm 56:8, apakah air mata kita ditaruh di dalam botol (KJV, NKJV, NRSV, Terjemahan Green’s Literal), dalam sebuah gulungan (NIV), atau kulit anggur (catatan kaki NIV)?

J: The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal. 400 membahas keduanya tapi mengatakan "botol" merupakan terjemahan yang lebih baik. Kata dalam bahasa Ibrani untuk botol adalah no’d berasal dari sebuah akar kata bahasa Ibrani yang tidak digunakan yang berarti kulit seperti sebuah kulit anggur.

P: Dalam Mzm 56:8, bagaimanakah air mata kita dalam kitab Tuhan?

J: Ungkapan yang indah ini berarti bahwa kesedihan dan kekecewaan yang dimiliki orang beriman yang diingat sangat baik oleh Allah. Ia akan menghapus setiap ari mata dari mata kita menurut Wahyu 21:4.

P: Dalam Mzm 57, secara ringkas Mazmur ini berisi tentang apa?

J: Mazmur 57 mempunyai tiga bagian: manangis pada Tuhan, 2) penggambaran sesuatu yang bahaya, dan 3) jawaban Daud yang beriman.

P: Dalam Mzm 57, apakah lebih mudah untuk memuja Allah ketika keadaan dalam baik-baik saja, atau ketika dalam keadaan yang menyedihkan?

J: Umat Kristen yang berbeda akan menjawab dengan jawaban yang berbeda.
Ketika sedang dalam keadaan yang menyedihkan
, beberapa orang lebih mudah putus asa (Yeremia), merasa ketakutan (Abraham), atau bahkan merasa benci (Naomi). Setelah lelah, Elia takut akan ancaman Isabel.
Ketika semua baik-baik saja
, beberapa orang lebih mudah untuk berbangga (Uzia), melakukan perintah Tuhan semaunya saja (Saul), berpikir bahwa merekka berada diatas perintah Tuhan (Salomo), tersesat dalam uang dan dewa-dewa (Gideon), terjebak oleh wanita (Samson, Daud, Salomo). Setelah diselamatkan dari bencana, Nuh dan Lot berdosa. Setelah mempermalukan bangsa Asiria, Hizkia merasa bangga dan tidak ingin mati.
Dalam segala situasi,
beberapa orang percaya secara konstan bersetia, seperti halnya Yosua, Debora, Yusuf, dan Daniel.

P: Dalam Mzm 57, apa yang dimaksud dengan roh yang sakit dan hati yang sakit?

J: Sebuah hati yang patah hati karena dosa adalah sebuah penyesalan dari apa yang telah dilakukan, dikatakan, atau tidak dilakukan. Itu juga bisa menjadi penyesalan atas apa yang mereka di masa lalu. Dimana itu juga merupakan sebuah hati yang ingin berubah dan tidak berdosa lagi. Roh yang patah mirip seperti itu. Yang mana adalah ketika seseorang menyadari bahwa cara yang diikuti di masa lalu adalah salah dan tidak diikuti lagi, tapi juga sebuah kesadaran bahwa kita tidak dapat membuat bahwa segala hal itu benar dengan Tuhan. Karena hanya Tuhanlah yang dapat melakukannya dengan kita. Akhirnya sebuah hati yang patah menyadari bahwa kita tidak dapat membuat perubahan yang kita butuhkan. Lebih dari keputusasaan, ini dapat juga menjadi sebuah hati yang pebuh pengharapan, mengetahui bahwa Tuhan menginginkan untuk membuat perubahan bagi kita, dan sebuah hati yang berketetapan, yang mengetahui perubahan harus dilakukan.

P: Dalam Mzm 57:6, mengapa Daud seringkali jaring?

J: Jaring tidak terlihat sangat mengesankan atau sangat kuat. Tapi sebelumnya, seorang anak kecil dengan batu yang cukup dapat membunuh seekor singa yang kuat, jika singa terperangkap dalam sebuah jaring. Manusia pun dapat tertangkap, dan bahkan dapat mati, oleh hal kecil, jerat yang tidak mengesankan dan dosa yang tidak terlihat terlalu kuat. Apakah ada jaring dalam hidup anda yang membuat anda mati secara rohani?

P: Dalam Mzm 58:3, bagaimana orang fasik sudah sesat dan sudah menyimpang bahkan sejak masih dalam kandungan?

J: Ini terlihat jelas sebuah puisi yang hiperbola, seperti bayi yang baru lahir tidak bisa berbicara, baik bicara bohong atau yang benar. Ini dapat mengarah pada empat hal yang melengkapi:
a)
Setiap orang lahir dengan memiliki dosa warisan, sebuah kecenderungan alamiah untuk berdosa.
b)
Dari lahir mereka terpisah dari Tuhan dan membutuhkan akan kemurahan Allah.
c)
Allah, yang melihat akhir dari yang awal, dapat melihat bagaimana orang yang jahat (bajingan) mengikuti pilihan mereka sendiri bahkan dari lahir.
d)
Bahkan anak kecil dapat belajar dari contoh dari dosa orang tuanya.

P: Dalam Mzm 58:4, apa yang dimaskud dengan ular berbisa yang tuli?

J: Ini merupakan ular yang beracun yang hidup di daerah Mediterania.

P: Dalam Mzm 59:15, bagaimanakah terjemahan yang benar disini?

J: Ini bisa menjadi salah satu dari dua cara.
"Biarkan mereka mengembara"
adalah yang dikatakan dalam terjemahan KJV dan Green’s literal. Dalam New International Bible Commentary hal.596 dikatakan hal yang sama "biarkan mereka mengembara".
"Mereka mengembara"
adalah bagaimana NASB, NIV, NKJV, dan NRSV, mencoba menterjemahkannya. The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal.413 menunjukkan adalah yang dilakukan penjahat sekarang ini.

P: Dalam Mzm 60:1 dalam pendahuluan, apakah 12.000 bangsa Edom telah terbunuh, atau 18.000 orang seperti yang dikatakan dalam 1 Tawarikh 18:12?

J: Ini kemungkinan besar merupakan sebuah salinan yang salah, seperti yang ditunjukkan dalam Bible Difficulties & Seeming Contradictions hal.130-131.

P: Dalam Mzm 60:3 (KJV), apakah arti dari "anggur yang memabukkan"?

J: Ini adalah minuman kerasa yang membuat anda kehilangan kontrol. NRSV menterjemahkan ini sebagai "anggur yang diminum dan akan membuat kita terhuyung-huyung". NKJV mengatakan dengan "anggur yang memusingkan".

P: Dalam Mzm 60:6 dan Mzm 108:7, bagaimana Tuhan membagi tanah Sikhem?

J: Ayat ini mengarah pada pemberian atau penghadiahan sebuah tanah pada bangsa Israel yang dapat mengalahkannya. NIV Study Bible hal.847 mengatakan bahwa penyebutan Sikhem (sebelah barat sungai Yordan) dan Sukot (sebelah timur sungai Yordan) mungkin hanya sebuah simbol untuk semua penaklukan yang dipimpin Yosua.

P: Dalam Mzm 60:8-12 dan Mzm 108:9-13, mengapa Tuhan menolong tentara Daud, karena Ia tidak pernah mengatakan pada mereka untuk berperang melawan orang-orang itu?

J: Daud berperang melawan seluruh musuhnya. Seperti pada bangsa Amon dan bangsa Siria, hal itu karena mereka yang memilih untuk menjadi musuh Daud, bukan menjadi hal lain.

P: Dalam Mzm 61:1-2, bagaimana pemazmur berdoa dari ujung bumi?

J: Penulis berkata bahwa dari manapun dan dimanapun, bahkan di ujung bumi sekalipun, ia akan berseru pada Tuhan. Tentunya, seorang pebisnis Kristen yang melakukan perjalanan saat ini dapat berdoa dari ujung bumi juga.

P: Dalam Mzm 62:1, bagaimana kita harus menanti Tuhan saat ini?

J: Kita dapat menggunakan ayat ini dalam hampir setiap konteks hidup kita setidaknya dalam empat hal.
Pertolongan:
Apakah kita secara aktif meminta pada Tuhan untuk menolong kita dalam kehidupan kita dan kehidupan keimaman padaNya, atau apakah kita melakukan segala sesuatu berdasar pada kekuatan kita sendiri?
Penyertaan:
Apakah kita mengharapkan pertolongan Tuhan untuk menyertai kita dalam pekerjaan kita, atau apakah kita mengikuti Roh Kudus dalam pekerjaanNya? Yosua bertanya pada malaikat bilamana malaikat sedang berada disamping Yosua atau tidak. Malaikat tidak menjawab pertanyaan secara langsung, karena malaikat tidak berada disamping orang yang berdosa. Lebih lagi Yosua seharusnya telah menyadari bahwa Yosua membutuhkan keberadaan malaikat disampingnya. (Yosua 5:13-15)
Bimbingan:
Apakah kita ingin untuk melayani Tuhan "dengan cara kita sendiri", atau apakah kita melakukannya dengan sepenuh hati kita untuk melayani Tuhan dalam caraNya bagi kita?
Waktu:
Apakah kita menanti waktu kedatangan Tuhan, atau apakah kita berpikir adakah waktu yang baik untuk kita? (Yoh 7:6)

P: Dalam Mzm 64:2, karena orang beriman seharusnya tidak melakukan kesalahan, mengapa harus gelisah akan komplotan orang jahat?

J: Terkadang seseorang dapat dengan tidak adil dituduh melalui kesaksian yang menipu. Daud juga gelisah akan Doeg dan yang lainnya yang mungkin saja akan membawa Daud pada Saul. Cerita lain mengenai sebuah rencana terhadap Daniel, padahal mereka tidak mempunyai alasan untuk menuduh Daniel.

P: Dalam Mzm 65:7, kapan Tuhan meredakan deru lautan?

J: Meredakan badai di laut merupakan pertunjukkan kecil dari begitu besarnya kekuatan Tuhan.

P: Dalam Mzm 66:4, bagaimana bumi menyembah kepada Tuhan?

J: Bumi menyembah dengan dua cara, yang keduanya disebutkan dalam Mazmur.
Mzm 66:6
milik Tuhan yang bekerja di bumi yang tidak berpenghuni menyembah Tuhan, seperti membelah laut menjadi daratan selama zaman Keluaran.
Mzm 66:8
seluruh manusia di bumi menyembah Tuhan.

P: Dalam Mzm 67:2, mengapa Daud menginginkan orang lain untuk menyembah Tuhan, dan mengapa kita harus menginginkan yang sama?

J: Daud (dan kita) harus mempunyai keinginan seperti ini hanya untuk memuliakan nama Tuhan. Tambahannya, akan menjadi sesuatu yang indah ketika melihat banyak orang, dan orang dari budaya yang berbeda dan latar belakang yang berbeda, di Surga.

P: Dalam Mzm 68:1, mengapa Daud ingin supaya Tuhan bangkit dan menghamburkan musuh-musuhNya?

J: Terdapat beberapa alasan yang mungkin.
a)
Daud ingin untuk melihat Tuhan diagungkan, dan namanNya dimuliakan dalam Mazmur 68:4.
b)
Daud mungkin ingin dilindungi dirinya dari musuh-musuh Tuhan.
c)
Daud ingin orang bijak untuk bergembira dalam Tuhan (Mazmur 68:3), dan tidak disiksa oleh musuh-musuh Tuhan.
d)
Daud ingin melihat peradilan bagi orang yang fasik. (Mazmur 68:21-23)

P: Dalam Mzm 69:5-6, apa yang dikatakan Daud disini?

J: Daud tidak menginginkan dosanya menjadi penghalang pada orang-orang yang ingin berharap padaNya. Mungkin mazmur ini ditulis setelah Daud dan Betseba melakukan dosa.

P: Dalam Mzm 70:4, mengapa Daud ingin semua yang mencari Tuhan untuk bergembira atasNya, dan mengapa Daud merasa butuh berdoa untuk permintaan ini?

J: Tuhan berdoa agar semua yang mencari Allah tidak hanya akan menemukan Tuhan dan mendapatkan kehidupan yang abadi, tapi juga menemukan kebahagiaan mereka dalam Tuhan. Bagus untuk kita untuk berdoa seperti ini juga.

P: Dalam Mzm 71:7 (NIV, NRSV), apa yang dimaksud dengan "tanda"?

J: Sebuah tanda merupakan sebuah peringatan atau pertanda, terutama pertanda yang buruk. Arti dari terjemahan ini adalah Daud dipandang sebagai pertanda buruk dari Tuhan. KJV, NKJV, terjemahan Green’s Literal, dan Believer’s Bible Commentary hal.657 mengatakan "ajaib", menyatakan bahwa Daud dipandang sebagai sebuah tanda yang ajaib dari Tuhan.

P: Dalam Mzm 72:1-4, 99:4, mengapa pengadilan dianggap sebagai sesuatu yang sangat diharapkan?

J: Orang yang tertindas akan menginginkan pengadilan tiba untuk mengakhiri penindasan mereka.

P: Dalam Mzm 73:1-14, mengapa Asaf iri terhadap orang fasik?

J: Orang fasik ada untuk membawa kefasikannya, dan bahkan keberhasilannya. Tuhan seringkali mengijinkan ini terjadi pada suatu waktu di dalam dunia yang tidak adil ini. Namun, Tuhan telah berjanji mengenai Hari Penghakiman sebagai masa dimana Ia akan membuat segala sesuatu benar. Tentunya, terkadang orang fasik mendapatkan hal-hal yang seharusnya mereka layak terima di masa lalu. Lihatlah 1001 Bible Questions Answered hal.414 untuk jawaban lebih lengkahal.

P: Dalam Mzm 73:15-28, bagaimana seharusnya sikap kita terhadap orang fasik?

J: Kita harus mempunyai keinginan untuk melihat orang fasik itu diselamatkan dari akibat yang kekal dari kefasikan mereka. Kita seharusnya senang melihat mereka bisa mendapatkan berkar dari Tuhan, dengan bertobat, menyerahkan diri mereka dalam kemurahan hati Tuhan dan percaya pada Kristus. Dalam Perjanjian Baru Yesus mengajarkan kita untuk mencintai bahkan musuh kita sekalipun (Lukas 6:27-36 dan Matius 5:43-44). Bahkan Stevanus yang telah dilempari batu hingga mati, ia berdoa pada Tuhan supaya mengampunkan mereka, dalam Kisah Para Rasul 7:62.

P: Dalam Mzm 74:6, apakah "ukiran kayu"?

J: Berdasar dari kalimat tersebut terdapat tiga kemungkinan:
Dewa/berhala:
berdasarkan dari kata-kata itu sendiri, ini bisa saja sebuah patung berhala yang diukir dari kayu.
Hiasan dalam Bait suci:
Kitab versi NIV menterjemahkan ini sebagai "ukiran hiasan", seperti hiasan kayu dalam Bait suci.
Hiasan di dalam rumah:
Ini mungkin saja hiasan di dalam rumah dari seorang yang kaya raya.
Namun
, dalam konteksnya secara yakin membuktikan itu sebagai pilihan yang kedua, yaitu hiasan dalam bait suci. Keseluruhan mazmur menceritakan tentang kehancuran dari Bait suci. Secara khusus, ayat 3-7 menyebutkan penghancuran bagian dari gereja. Oleh karena itu, karena kata-kata dapat mempunyai arti yang banyak, penting bagi kita untuk membaca keseluruhan ayat dan semua pasal yang ada, bukan hanya pada kalimat itu saja.

P: Dalam Mzm 74:8, kapan musuh-musuh membakar rumah ibadat di negri?

J: Ini dapat saja merupakan ramalan, atau sesuatu yang dilakukan oleh bangsa Filistin, apa yang dilakukan Yerobeam, atau mazmur ini mungkin telah ditulis ketika bangsa Asiria menjajah. Ungkapan skpetis dalam Asimov’s Guide to the Bible hal.500-501 menyebutkan bahwa mazmur ini mungkin dibuang (exilic).

P: Dalam Mzm 74:14 dan Mzm 104:26, apa yang dimaksud dengan Lewiatan?

J: Ketika beberapa orang memahami lewiatan sebagai monster laut yang mistis, tapi itu mungkin saja seekor buaya Nil, seperti yang dikatakan dalam catatan kaki dari NASB pada Ayub 41. Hard Sayings of the Bible hal.277-278 juga mengatakan bahwa jika lewiatan bukan hanya sebuah perumpamaan saja melainkan sebuah makhluk hidup, maka buaya merupakan binatang yang tepat untuk itu.

P: Dalam Mzm 75:4-5, apa yang dimaksud dengan "jangan meninggikan tanduk"?

J: Itu berarti jangan menyatakan sesuatu dengan suara berteriak atau suara yang keras, atau janganlah berperang. Tanduk merupakan simbol kekuatan, baik menyerang atau bertahan.

P: Dalam Mzm 76:4, apa yang dimaksud dengan "gunung-gunung purbakala"?

J: Terjemahan Green’s Literal, versi KJV, NASB, dan NKJV dan seluruh terjemahan bahasa Ibrani menyatakan sebagai "gunung-gunung purbakala". Terdapat empat kemungkinan dari apa yang dimaksudkan oleh ayat ini.
Tumpukan binatang yang mati:
Ini merupakan makna yang sangat harfiah.
Gunung-gunung dengan banyaknya binatang buruan:
Alkitab versi NIV mengikuti ini, dengan mengatakan "gunung-gunung yang kaya akan binatang buruan". The Bible Knowledge Commentary : Old Testament hal.850 juga memiliki pandangan yang sama.
Gunung-gunung yang abadi:
Ini merupakan apa yang diterjemahkan oleh bahasa Yunani Septuagin. Versi NRSV mengikuti terjemahan ini, dengan sebuah catatan kaki yang nengatakan "gunung-gunung yang ada sejak masa purba" dalam bahasa Ibrani.
Tumpukan dari mayat prajurit musuh:
The Bible Knowledge Commentary : Old Testament hal.850 menyebutkan hal ini.
Diluar itu semua
, keseluruhan mazmur tidak membicarakan tentang hewan-hewan perburuan, tapi tumpukan dari prajurit musuh yang mati, maka pada akhirnya arti ini adalah pada yang cocok atau sesuai dengan cerita yang ada dalam keseluruhan mazmur ini.

P: Dalam Mzm 76:10, apakah ini merupakan "kemarahan manusia" atau "kemarahan Tuhan atas manusia"?

J: Umat Kristen tidak setuju akan hal itu.
Kemarahan manusia
adalah arti yang diberikan menurut versi KJV, NKJV, dan terjemahan Green’s Literal.
Kemarahan Tuhan terhadap manusia
adalah arti dari versi NIV.
Diluar itu
, kita melihat pada kata-kata berikutnya setelah ayat ini, dimana Tuhan mengatakan, "kemarahanmu" maka mazmur ini mengarah pada kemarahan Tuhan ketika membunuh mereka yang marah terhadapNya dalam Mazmur 76:3-9.

P: Dalam Mzm 76:10, bagaimana kemarahan akan menjadi syukur bagi Allah?

J: Terdapat dua cara yang melengkapi dalam memahami kemarahan disini.
Kemarahan manusia
, walaupun hal itu tidak mengerjakan kebenaran dihadapan Allah (Yakobus 1:20), tapi masih digunakan oleh Tuhan, karena Tuhan menggunakan segala sesuatu bersama-sama sebagai bagian dari rencanaNya (Efesus 1:11) untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihiNya (Roma 8:28).
Kemarahan Tuhan
menghakimi bumi dan roh jahat, dan memelihara keadilan Tuhan di alam semesta ini, seperti yang ditunjukkan dalam Mazmur 50:1-6, Kitab Wahyu, Matius 25:31-46, dan 2 Tesalonika 1:6-9.

P: Dalam Mzm 77:5-6, bagaimana bisa mengingat akan hal yang sudah lalu menjadi sebuah pertolongan, dan bagaiman bisa juga ini menjadi sebuah halangan?

J: Itu semua tergantung dari apa yang anda ingat dan mengapa anda mengingatnya. Dibawah ini bkita bisa melihat bagaimana mengingat dapat menjadi sebuah manfaat, dan juga kekurangannya.
Membantu:
Mengingat janji Tuhan yang telah dibuat, pekerjaan Tuhan yang agung dan menakjubkan, kita akan berpikir mengenai kebajikan dan hal-hal yang murni (Filipi 4:8-9)
Penghalang:
Mengingat menjadi hal yang buruk jika berpikir mengenai dewa-dewa, peraturan agama bukan berasal dari Tuhan, atau orang fasik atau hal-hal yang mengerikan.

P: Dalam Mzm 78:18, bagaimana bangsa Israel memancing Allah dengan meminta makanan?

J: Bangsa Israel selama zaman kitab Keluaran tidak terpuaskan ketika hanya makan manna atau roti tak beragi setiap hari. Tuhan memberikan mereka makanan daging, tapi mereka diserang penyakit setelah memakannya.
Terkadang saat ini manusia dapat saja tidak terpuaskan dengan apa yang Allah telah sediakan dan selalu mengeluh kekaurangan. Tuhan mungkin merespon keluhan itu, tapi mungkin kesusahan akan datang bersamanya.

P: Dalam Mzm 78:25, apakah malaikat makan manna?

J: Manna secara ajaib turun dari Tuhan, dan disebut sebagai roti Surga. Malaikat mungkin saja makan manna, tapi mungkin saja ini hanya sebuah perumpamaan.

P: Dalam Mzm 78:49, bagaimana Tuhan mengirimkan malaikat kejahatan?

J: Hal ini bukanlah malaikat yang jahat secara moral, tapi lebih kepada malaikat yang membawa kematian dan malapetaka secara duniawi.

P: Dalam Mzm 79:1-5 dan Mzm 80, kapan Asaf melihat Yerusalem dihancurkan?

J: Yang pertama ini bukanlah jawabannya dan yang kelima berikutnya adalah kemungkinan jawabannya.
Dihancurkan (bukanlah jawabannya):
Karena Asaf hidup dimasa Daud dan Salomo, Asaf tidak melihat Yerusalem dihancurkan, tapi ia mungkin telah melihat Yerusalem dirusak oleh dewa-dewa ketika Salomo dan raja-raja berikutnya membangun mezbah penyembahan berhala di Yerusalem. Namun, dalam dua mazmur ini tidak hanya menyebutkan Yerusalem hancur, kota itu dihancurkan oleh orang asing.
Ramalan:
Terdapat banyak nubuatan dalam Mazmur, dan ini mungkin sebuah nubuatan pada zaman dimana Babilonia menghancurkan Yerusalem.
Ulangan 31:15-29
mengatakan bahwa bangsa Israel akan dikalahkan dan diasingkan. Pada masa Daud hidup Asaf tidak membutuhkan sebuah nubuatan untuk membuat sebuah lagu tentang kehancuran Yerusalem; ia hanya butuh membaca Alkitabnya dalam kitab Ulangan.
Mengenai Asaf:
Bahasa Ibrani untuk kata "tentang" mempunyai arti yang luas, dan bisa berarti "mengenai" atau "terhadap" yang sama halnya dengan "tentang". Mungkin Asaf sendiri bukanlah penulisnya.
Pendahuluan yang salah
: Pendahuluan dalam Mazmur kemungkinan ditambahkan kemudian, dan bukan injil yang penting. Pendahuluan dalam tulisan Ibrani Masoretik yang kita miliki saat ini seringkali berbeda dari pendahuluan dalam bahasa Septuagin. Saya tidak mengetahui pendahuluan yang ada dalam salinan Mazmur yang ditemukan dalam "Dead Sea Scrolls".
Asaf yang salah:
Mugkin seseorang yang bernama Asaf adalah pengarangnya, tapi ia adalah orang yang hidup setelah beberapa tahun dari Asaf yang merupakan pelayan dari Daud dan Salomo. Tentunya sangat masuk akal jika banyak orang memiliki nama dari orang yang beriman ini.

P: Dalam Mzm 80:8-16, apa yang disimbolkan pohon anggur disini?

J: Pohon anggur disini disimbolkan sebagai Israel. Sebuah tumbuhan yang dibawa oleh bangsa Mesir, yang tumbuh dengan kokoh di Kanaan, dan akhirnya dikurangi oleh musuh dan dibawa ke pembuangan.
Berbicara mengenai pohon anggur, Kerajaan Asiria juga bertumbuh dengan cepat dan cepat juga matinya. Mungkin juga pohon anggur yang melampaui kepala Yunus untuk menaunginya dari kematian dalam Yunus 4:6-7.

P: Dalam Mzm 81:9, apa yang dimaksud dengan "allah asing" disini?

J: Ini adalah sebuah dewa allah yang mereka tidak tahu. Versi NIV menterjemahkan ini sebagai "allah asing" juga.

P: Dalam Mzm 81:13-14, mengapa Tuhan menaklukan musuh mereka tapi terkadang tidak?

J: Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menjawab.
1.
Mazmur 81:13-14 menjawab ini dengan mengatakan Tuhan memilih untuk membuat penaklukan sesuai dengan penyerahan diri mereka. Jika kita hanya ingin mendengarkan Allah, seberapa banyak masalah pun akan terlihat lebih mudah. Seperti pujian dari seorang Kristen,
"Kedamaian kita seringkali hilang,
Tiada gunanya sakit yang kita tanggung ini,
Karena kita membawa semua ini pada Tuhan dalam doa kita"
2.
Segala penderitaan bukanlah tidak ada gunanya atau dihindarkan. Paulus menderita sebagai orang berdosa. Ia dapat melihat bahwa penderitaannya untuk injil akan menuntun banyak orang untuk percaya. (Kolose 1:24; Filipi 1:12-14,21).
3.
Pada akhirnya, kitab Ayub menunjukkan bahwa orang yang setia menurut terkadang menderita untuk alasan yang mereka tidak dapat mengerti. Kita dapat mengetahui bahwa sesuatu yang bertahan dari seorang yang setia dan menurut selalu memuliakan Allah.

P: Dalam Mzm 82, apa hal penting yang utama dari pasal ini?

J: Sementara mazmur ini juga mempunyai peringatan, mazmur ini utamanya merupakan salah satu dari kekecewaan dan penyesalan akan peranan Tuhan. Orang-orang ini menghakimi orang sebagai utusan dari Tuhan. Tidak hanya di bumi mereka mewakili Allah, tapi mereka juga merupakan bagian dari wakil Allah yang dapat dilihat dan akan memiliki kehdupan yang kekal. Melalui ketidak menurutan mereka sendiri dan kefasikan, mereka menodai keadilan dimana Tuhan akan menghakimi mereka, mereka akan memiliki kebinasaan yang abadi terkecuali mereka bertobat.
Saat ini beberapa orang dapat menjadi bagian dari gereja Allah yang terlihat dan mendengar pesan yang sama yang Tuhan pilih disini. Tapi pesan itu tidak akan berarti bagi mereka, karena mereka tidak menggabungkan pesan tersebut dengan kepercayaan (Ibrani 4:2). Tuhan dapat merasakan penyesalan seperti yang Ia rasakan dalam kitab Kejadian 6:5-8 dan Matius 23:37-39.

P: Dalam Mzm 82:1,5-7; 86:8; siapakah allah-allah disini?

J: Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menjawab diikuti juga dengan hal yang bukan jawabannya.
Sifat-sifat
dari "allah-allah" ini sebagai berikut:
(82:1) Mereka dihakimi oleh Allah yang Sejati
(82:2) Mereka mempertahankan ketidakadilan dan menunjukkan sikap yang memihak pada orang fasik
(82:5) Mereka yang tidak tahu dan berjalan dalam kegelapan
(82:6) Mereka disebut allah dengan menjadi putra dari Yang Maha Tinggi, tapi akan mati seperti orang biasa. Tak seorangpun ingin menjadi allah seperti orang-orang ini.
Kata dalam bahasa Ibrani
disini adalah Elohim, yang merupakan bentuk jamak dari el. Seperti halnya kata dalam bahasa Inggris "Allah/allah" dapat berarti allah yang benar atau salah, kata dalam bahasa Cina sheng dapat berarti allah yang benar atau salah, kata dalam bahasa Ibrani (dan bahasa Aram) "el" dapat berarti allah yang benar atau juga salah.
Pengertian ketiga
dari kata el atau elohim adalah seseorang yang menggambarkan Allah bagi manusia. Kata ini digunakan dalam penghakiman manusia dalam kitab Keluaran 21:6; 22:8,9. Lihat juga The Bible Knowledge Commentary : Old Testament hal.854, the Believer’s Bible Commentary hal.674-675, the New Geneva Study Bible hal.845, The NIV Study Bible hal.873-874, 1001 Bible Questions Answered hal.21,314-315, When Cultists Ask hal.65-66, dan terutama Hard Sayings of the Bible hal.279-280 untuk keterangan selebihnya mengenai hal ini.
Yang bukan jawabannya:
The New Geneva Study Bible hal.845 juga menyebutkan bahwa beberapa orang menterjemahkan ini mengarah pada kekuatan yang baik, atau dewa-dewa yang lebih rendah dari Allah (Yahweh). The Bible Knowledge Commentary : Old Testament hal.854 mengatakan ini adalah bagaimana bangsa Siria menterjemahkannya. Namun, ini tidak dapat mengarah pada kekuatan yang baik, dimana allah-allah ini tidak menurut dan akan mati seperti manusia biasa. Ini juga tidak dapat mengarah pada setan, sebagaimana setan tidak memiliki peran dalam membela ketidakadilan atau menunjukkan keberpihakan pada orang fasik, dan mereka juga tidak akan mati seperti manusia biasa.
The New International Bible Commentary hal.614 menyatakan ini meurpakan allah-allah bangsa-bangsa. Namun, tidak terlalu jelas bagaimana dewa-dewa ini akan mati seperti manusia.

P: Dalam Mzm 82:1-6, bagaimana ayat ini menunjukkan ada banyak allah?

J: Tidak, hanya bahwa dikatakan disana banyak yang disebut sebagai dewa atau allah. Perhatikan sifat orang fasik dalam orang-orang ini, dan kematian mereka seperti halnya manusia biasa. Aliran Mormon menggunakan ayat ini untuk membuktikan bahwa ada banyak dewa, tapi tak seorangpun dari aliran Mormon dengan pikirannya yang jernih akan mau menjadi allah seperti ini.
Pertama kali Tertullian menujukan keberatan In Against Marcion 1:7 (tahun 207 A.D.), dan jawabannya masih sah hingga saat ini. Berikut ini merupakan pengecualian "jika identitas sebuah nama memberikan anggapan dalam mendukung kesamaan kondisi, seberapa sering ketidakberhargaan, kerendahan, menopang kebiadaban raja-raja seperti - Alexander, Caesar, dan Pompey! "Fakta ini, namun, tidak mengurangi atribut dari seorang yang terhormat. Menjadi allah merupakan dari sesuatu Yang Baik. Tapi tidak satupun dari mereka itu hebat karena ia disebut allah."

P: Dalam Mzm 83:1, mengapa Tuhan terkadang berdiam?

J: Kita tidak mengetahui setiap hal yang khusus, tapi umumnya ada beberapa alasan yang sejalan dengan kita, keadaan, dan Allah.
Kita:
1.
Tidak untuk membuang-buang hanya untuk nafsu kita. Yakobus 4:3
2.
Permintaan harus untuk hal-hal yang baik. Matius 7:11
3.
Bukanlah kehendak Tuhan untuk memiliki mereka. Markus 14:36
4.
Kita harus menunggu. Daniel 10:12-14
5.
Doa kita merupakan pengulangan yang sia-sia. Matius 6:7
6.
Sebelumnya kita harus dengan sepenuh hati bertahan. Lukas 11:5-10, 18:1-7
7.
Kita mengharapkan dosa dalam hati kita. Mazmur 66:18-19, atau adalah orang fasik dalam Amsal 15:29. Tuhan tidak mendengar kita ketika kita memilih untuk tidak mendengar Tuhan. Zakharia 7:11-14
8.
Kita membutuhkan kontrol diri. 1 Petrus 4:7
9.
Kita telah berdosa, seperti perceraian. Maleaki 2:13-14
10.
Kita mengabaikan Tuhan dan PeintahNya. Zakharia 7:13; Amsal 28:9
11.
Kita mengabaikan tangisan orang miskin. Amsal 21:13
12.
Kita tidak memperhatikan istri-istri kita. 1 Petrus 3:7
13.
Tuhan tidak akan mendengar jika mereka tetap memuja dewa-dewa. Yehezkiel 8:8-18
14.
Tangan-tangan mereka dipenuhi dengan darag. Yesaya 1:15
Keadaan:
1.
Pada saatnya, Tuhan akan mengabulkan doanya, mungkin sekarang bukanlah waktu yang tepat.
2.
Mungkin saja bahwa kita harus berubah mengenai beberapa hal, atau bahwa orang lain harus berubah.
Tuhan:
1.
Tuhan mungkin menjawab doa kita dengan jawaban "tidak".
2.
Tuhan mungkin hanya menguji kita.
Terkadang
, seperti yang ditunjukkan oleh kitab Ayub dan Daniel 1-:2-3,12-14, kita pastinya tidak mengetahui segala sesuatu yang berada dibelakang kita. Tapi kita mengetahui bahwa kesabaran dan ketahanan kita memuliakan nama Tuhan (2 Petrus 4:7).

P: Dalam Mzm 83:6, siapakah orang Hagar itu?

J: Kita tidak mengetahui banyak tentang orang Hagar. Orang Hagar dikalahkan oleh 2 ½ bangsa Israel yang tinggal di daerah antara sungai Yordan. Lihat pembahasannya dalam 1 Tawarikh 5:10,19,20,22 untuk informasi tentang prasasti bangsa Asiria dan bangsa Hagar.

P: Dalam Mzm 84:4-6, apakah para haji melintasi Baka yang merupakan nama lain untuk Mekah, yang mengarah pada umat Islam?

J: Tidak, tidak ada bukti yang diberikan bahwa Baka adalah Mekah. Ketika The NIV Study Bible hal.875 dan New Geneva Study Bible hal.847 mengatakan bahwa kita tidak mengetahui lokasinya saat ini, Mazmur 84:4-6 mengatakan ini merupakan sebuah tempat dimana hujan di musim semi dan musim gugur meliputinya dengan berkat. Kata dalam bahasa Ibrani Baca dapat berarti "tangisan" atau "pohon balsam". Mazmur 84:10b mengatakan, "Saya lebih baik berdiri di ambang pintu rumahMu daripada berdiam di kemah orang fasik. Umat Islam mengejutkan dengan menyerang dan merampas. Lihatlah beberapa dari lembah dan oasis yang dirampas oleh orang fasik.
Mereka menyerang kaum Banu Mustaliq ketika mereka membuat "kesalahan" dengan tidak memperhatikan penggembalaan ternak mereka. Mereka dikatakan telah memiliki "wanita Arab yang pintar" setelahnya dicabuli oleh prajurit Islam. Sahih Muslim vol.2:3371 hal.733-734; vol.3 no.4292.; Abu Dawud vol.2:227 hal.727-728; al-Tabari vol.39 hal.57
Umat Islam membuat penyerangan yang tiba-tiba pada raja Kristen dari Duma dan membunuhnya. al-Tabari vol.9 hal.58-59.
Ekspedisi melawan kaum Banu Lihyan pada tahun 627 A.D (6 A.H.) al-Tabari vol.8 hal.42-43
Ekspedisi melawan Dhu Qarad tahun 627/628 A.D. (6 A.H.) al-Tabari vol.8 hal.43-44
Tentara Zaid bin Harithah menyerang al-Fadafiq, menangkap oran-orangnya dan ternaknya, dan membunuh al-Hunayd dan anak laki-lakinya dan tiga anak lainnya pada tahun 10 A.H. al-Tabari vol.9 hal.100-101.
Perang melawan kaum Yuhaina dalam Sahih Muslim vol.2:1827 hal.400.
Zaid bin harit memimpin sebuah keompok penyerangan terhadap al-Jamum. al-Tabari vol.8 hal.93
‘Umar dan 30 orang menyerang "barisan belakang" Hawazan di Turabah. Umat non-Islam melarikan diri tanpa melakukan penyerangan. al-Tabari vol.8 hal.131
Bashir bin Sa’d dan 30 orang menyerang kaum Banu Murah di Fadak. al-Tabari vol.8 hal.132. Catatlah bahwa pada hal.123,129 barang rampasan menjadi milik Muhamad secara khusus karena unta-unta dan kuda-kuda belum dipacu untuk melawannya. (masih jinak).
Penyerangan terhadap Abi al-‘Awja al-Sulami. al-Tabari vol.8 hal.138
Shuja’ bin Wahab dan 24 orang lainnya menyerang kaum Banu ‘Amir dan mengambil unta dan domba. "Pembagian (barang rampasan itu) menjadi lima belas unta untuk setiap orang." al-Tabari vol.8 hal.143
Ekspedisi terhadap Dhat al-Salasil tahun 629/630 A.D. (8 A.H.) al-Tabari vol.8 hal.146-147
A.H. 8 ‘Amr bin al-‘As dan 300 orang menyerang al-Salasil kaum dari Quda’h. al-Tabari vol.8 hal.146
Terdapat sebuah rumah yang disebut Al-Ka’ba Al-Yamaniya. Muhammad meminta Jarir untuk "membebaskan dia" dari tempat itu. Jarir dan 150 penunggang kuda "membunuhnya dan membunuh siapapun yang ada disana." Bukhari vol.5 buku 59 no.641-642 hal.450-451
Ekspedisi terhadap al-Khabat tahun 629/630 A.D. (8 A.H.) al-Tabari vol.8 hal.147-148
Abu ‘Ubaydah bin al-Jarrah dan 300 penunggang kuda menyerang kaum Juhaynah di al-Khabat pada A.H. 8. al-Tabari vol.8 hal.146.
Pemisahan barang rampasan dan penyerangan terhadap kaum Abil. al-Tabari vol.10 hal.17

P: Dalam Mzm 84:6, apa yang dimaksud lembah Baka?

J: The NIV Study Bible hal.875 dan New Geneva Study Bible hal.847 mengatakan bahwa kita tidak mengetahui lokasinya saat ini. Baka dapat berarti "tangisan" atau "pohon balsam".

P: Dalam Mzm 84:10, mengapa dikatakan lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Tuhan dair pada berdiam di dalam kemah orang fasik?

J: Para pemazmur akan lebih suka berada di dalam Firdaus Allah, dengan sebuah posisi yang rendah, dairpada tinggal dengan orang fasik, yang berakhir dengan perpisahan yang abadi dari Tuhan.
Sebagai sebuah tambahan, orang modern yang membaca mungkin berpikir bahwa hidup di sebuah tenda lebih buruk daripada hidup di rumah. Namun, itu bukanlah tujuan dari penulis, seperti tenda suku Badui yang sudah sangat cocok dengan kehidupan gurun, dan rumah yang tidak perlu terlalu besar, khususnya dengan tembok yang berlumpur, banyak jendela, dan tidak ada AC.
Suatu sore saya memegang sebuah brosur dan berbicara dengan seorang Mormon yang menanyakan saya tentang apa yang saya cari setelah saya meninggal. Saya berkata padanya bagaimana saya sangat ingin untuk bersama dengan Tuhan selamanya, memuja dan melayaniNya. Orang tersebut tidak terkesan. Ia ingin menjadikan dirinya tuhan, menciptakan miliknya sendiri, dunia, dan menyuruh manusia memujanya. Namun, seorang bekas Mormon yang saya tahu mengatakan pada dasarnya, ia tahun ia tdak dapat menjadi tuhan. Pada sebuah catatan yang lebih jelas, sebuah penjelasan pada seorang bekas Mormon di kota Salt Lake bahwa aliran Mormon percaya mereka dapat menjadi tepatnya seperti Tuhan yang sekarang ini. Umat dari non-Mormon mengatakan bahwa karakter, ketika atasannya menjadi seorang Mormon, seperti layaknya ia adalah tuhan.
Pada sebuah catatan yang sangat serius, Yehezkiel 29:2 berbicara mengenai penghakiman pangeran dari Tira karena ia mengatakan "akulah tuhan", Yesaya 14:12-14 menunjukkan bahwa dosa Lusifer adalah ia menginginkan untuk menjadi seperti Tuhan. Sebuah pujangga Kristen berkebangsaan Inggris, John Milton, dalam syairnya, Paradise Lost, Setan mengatakan "lebih baik memerintah di Neraka, daripada melayani di Surga."

P: Dalam Mzm 85:4-5, mengapa sebuah kekuasaan, yang dimiliki Tuhan sehingga marah untuk selama-lamanya?

J: Lihat pembahasannya dalam Mazmur 5:5 untuk jawaban ini.

P: Dalam Mzm 86:1 dan Mzm 109:22, bagaimana Daud bisa menjadi miskin dan lemah?

J: Daud tentunya ingat bahwa ia aslinya seorang anak lelaki penggembala yang miskin, dan tidak lebih dari itu, sampai Samuel mengunjungi dan Tuhan mengangkat Daud menjadi raja. Secara garis besar, kita semua seharusnya ingat bahwa kita ini miskin, lemah, dan amat sangat membutuhkan kemurahan Tuhan sampai Tuhan mengangkat kita ke tempat yang lebih tinggi lebih dari sekedar raja dunia, tetapi menjadi seorang anak Allah.

P: Dalam Mzm 87:4,89:10, siapakah Rahab itu?

J: Rahab aslinya adalah sebuah nama dari sebuah "raksasa" yang sangat besar seperti seekor buaya sungai Nil. Pada perumpamaannya, Rahab menyimbolkan Mesir, dan Mazmur 87:4 berbicara mengenai Mesir [Rahab] dan Babilonia. Ungkapan skeptis dalam Asimov’s Guide to the Bible hal.501, setelah menduga bahwa Rahab adalah nama untuk seekor raksasa primitif, juga menyetujui bahwa Rahab adalah sebuah simbol yang mewakili Mesir.

P: Dalam Mzm 88:10,11, apakah orang mati memuja Tuhan atau tidak?

J: Para pemazmur sedang bertanya pertanyaan ini secara retoris. Ia bertanya apakah mereka yang mati bangkit dan memuja Tuhan. Tentunya jawabannya adalah orang mati tidak memuja Tuhan, tapi umat Allah dibangkitkan untuk memujaNya.

P: Dalam Mzm 88:12 (KJV, NASB), apa yang dimaksud dengan negri segala lupa?

J: Terjemahan Green’s Literal, versi KIV, NASB, NKJV menterjemahkan bahasa Ibrani secara tata bahasa sebagai "negri segala lupa", sementara itu versi NIV menterjemahkan sebagai "negri pelupaan". Diluar itu semua, ungkapan bahasa Ibrani yang puitis ini mengingatkan kita bahwa orang mati dilupakan oleh yang lain dan terlupa oleh mereka. Lihat juga pertanyaan sebelumnya untuk arti yang lebih jelas.

P: Dalam Mzm 89:6-7, mengapa beberapa orang beriman tidak memiliki sifat Tuhan yang mengagumkan?

J: Susah untuk melihat keagungan Allah jika anda hanya memusatkan perhatian pada diri anda sendiri, atau mata anda hanya tertuju pada dosa. Jikalau orang beriman akan berhenti sejenak dari aktivitas sehari-harinya untuk berdoa dan merenung pada Tuhan, maka mereka akan melihat lebih dari keagungan Tuhan. Satu hari istirahat bukanlah satu hari untuk tidur-tiduran dan bermalas-malasan, melainkan satu hari untuk penyegaran kembali, dan diperbaharui dalam kasih Allah.

P: Dalam Mzm 89:18, bagaimana Allah menjadi pertahanan kita?

J: Tuhan adalah benteng pertahanan kita dalam beribu macam cara. Tuhan memberikan kita kepercayaan, FirmanNya, umat yang percaya, dan beberapa pilihan untuk dapat merubah keadaan kita. Ini berarti Tuhan memberikan kita yang kita secara sadar dapat kita pilih untuk menggunakannya. Tuhan juga melindungi kita dengan cara yang kita tidak dapat sadari dari ancaman yang kita tidak bisa lihat. Terakhir, kita mempunyai keistimewaan yang sangat dasyat ketika berdoa pada Tuhan, karena Ia berjanji untuk menjawab semua doa kita. Tentunya, layaknya seorang bapak yang bijak, semua jawabannya tidak selalu dengan jawaban "ya".

P: Dalam Mzm 90:7, mengapa Tuhan memiliki kemarahan yang membinasakan?

J: Tuhan dalam amarahnya dapat membelah gunung dan dapat merusak seluruh isi bumi ini, tapi itu bukanlah yang dimaksud dari ayat ini. Mazmur 90:7 mengatakan bahwa kemarahan Tuhan membinasakan manusia, baik kematian secara duniawi dan kematian yang abadi bagi mereka yang menolak untuk mengikut Tuhan Allah.

P: Dalam Mzm 90:12, bagaimana kita menghitung hari-hari kita?

J: Semua yang hidup, kita harus menyadari bahwa kehidupan kita di bumi berlalu begitu cepat (Mazmur 39:4-6; 90:3-6; 144:4; Yakobus 1:10-11). Kehidupan di bumi lebih berharga ketika menyadari bahwa betapa pendeknya kehidupan kita, setidaknya ketika bandingkan dengan kehidupan yang abadi.

P: Dalam Mzm 91:3, apa yang dimaksud dengan sampar?

J: Ini adalah sebuah wabah, biasanya merupakan penyakit yang mematikan.

P: Dalam Mzm 91:4, bagaimana kesetiaan Tuhan itu adalah sebagai perisai dan pagar tembok?

J: Kesetiaan Tuhan melindungi kita dalam dua cara. Sebuah perisai adalah sesuatu yang digunakan prajurit untuk menghalangi anak panah dan menghadang tusukan pedang. Dengan kata lain yaitu merupakan sesuatu yang secara pasif menghalangi hal yang sama.
Versi KJV dan NRSV mengatakan "pagar tembok", yang mana merupakan bagian dari baju baja para prajurit. (kebanyakan prajurit perang tidak mempunyai baju baja, padahal baju baja sangat besar nilainya dan kegunaannya.) The Bible Knowledge Commentary : Old Testament hal.860 mengatakan "benteng". Sebuah benteng merupakan bagian dari tembok dari sebuah kota.

P: Dalam Mzm 91:4 dan banyak pasal berbicara mengenai lengan kanan dan tangan kanan Tuhan, maka apakah itu berarti Tuhan memiliki tubuh seperti manusia?

J: Mazmur 91:4 versi KJV mengatakan Tuhan melindungi kita dengan kepaknya –bulu dada ayam induk betina. Ungkapan kasih Tuhan itu tidak mencerminkan bahwa Tuhan terlihat seperti burung! Yesaya 44:13 mengatakan manusia memuja rupa dalam bentuk orang. Jika tubuh Allah seperti manusia, maka seharusnya rupa ini sesuai dengan bentuk Allah. Lihatlah pembahasannya dalam Keluaran 8:19 untuk informasi lebih lanjut.

P: Dalam Mzm 91:11-12, apakah ini mengarah pada Yesus, atau pada semua orang beiman?

J: Mazmur 91:1 mengatakan ini mengarah pada "Ia yang berdiam dalam lindungan Yang Maha Tinggi." Ini tentunya akan mengarah pada Mesias, tapi ini juga berlaku untuk kita, karena Yesus hidup dalam kita. Setan mengutip Mazmur 91 mengenai Yesus dalam Matius 4:6 dan Lukas 4:10-11 secara jelas membuktikan bahwa ini mengarah pada Yesus karena Yesus tidak menyangkal bahwa ayat ini dimaksudkan untukNya.

P: Dalam Mzm 92:10, bagaimana tanduk Daud meninggi?

J: Tanduk merupakan sebuah simbol kekuatan. Tuhan memberi kekuatan pada Daud dari menjadi seorang penggembala untuk menjadi seorang raja, dan membuatkan kerajaan Daud sangat kuat.

P: Dalam Mzm 92:14, apa yang dimaksud dengan "pada masa tua pun masih berbuah"?

J: Ini berarti masih bisa untuk mempunyai anak di usia yang sudah tua.

P: Dalam Mzm 93:1, bagaimana maksudnya Tuhan berpakaian kemegahan dan kekuatan?

J: Ketika kita melihat seseorang, biasanya kita hanya melihat wajah dan tangan mereka, dan pakaian mereka. Seperti halnya ketika "melihat" Tuhan dalam alam, kita bisa melihat "pakaian" kemegahan dan kekuatanNya. Ketika kita melihat Allah Yang Sejati dalam alam, kita tidak melihatNya secara langsung, bertatap muka, sampai kita berada di dalam Surga (1 Korintus 13:12; Mazmur 27:8; Ayub 19:26-27).
Berlanjut dengan perumpamaan pakaian, kita semua belum berpakaian menurut keadilan sampai kita berada di dalam Surga, menurut 2 Korintus 5:4-6.

P: Dalam Mzm 94:10, apa yang dimaksud bahwa balas dendam merupakan milik Tuhan?

J: Balas dendam bukan milik kita, dimana kita tidak diajarkan untuk tidak melakukan balas dendam. Penghakiman alam semesta nantinya, cepat atau lambat, menyebarkan keadilan yang layak bagi manusia. Berbicara dengan tegas, Allah tidak akan memberikan pada semuanya apa yang layak bagi mereka, karena orang beriman tidak akan mendapat apa yang layak bagi kita, justru mereka akan menerima kemurahan dan belas kasihan Tuhan, karena Yesus telah mengorbankan diriNya sendiri yang layak bagi kita.

P: Dalam Mzm 94:11 mengapa rencana-rencana manusia merupakan hal yang sia-sia?

J: Manusia berada di bumi hanya dalam jangka waktu yang sangat pendek (Yesaya 40:24) dan Tuhan dapat menggagalkan rencana manusia (Amsal 16:3-6). Pada akhirnya semua ambisi, rancangan, dan pengetahuan manusia, yang jauh dari Tuhan akan berkahir dengan sia-sia.

P: Dalam Mzm 95:3, 135:5; 138:1, karena Tuhan adalah raja diatas segala raja, apakah ada raja-raja yang lain?

J: Tentunya, 1 Korintus 9:4-6 dan Mazmur 96:4 menunjukkan ada banyak allah palsu, tapi seperti yang ditunjukkan oleh Mazmur 96:5, Yesaya 44:8 dan 1 Timotius 1:17 dan banyak ayat dalam Alkitab, hanya ada satu Tuhan yang Sejati, Allah Yang Maha Esa.

P: Dalam Mzm 95:8, bagaimana bisa kita memilih untuk menjadi keras hati atau tidak?

J: Pengaruh dari luar yang positif dan negatif dapat mempengaruhi kita, tapi kita dapat memilih berapa banyak kita akan terpengaruh. Tuhan memberikan kita kemurahan untuk hati kita baik untuk menjadi lembut bagiNya, dan untuk tetap lembut bagiNya. Namun, kita bertanggung jawab untuk menghargai apa yang diberikan Allah untuk kita.

P: Dalam Mzm 96:1, mengapa penekanannya bukan pada menyanyikan sebuah lagu, tapi justru pada menyanyikan lagu baru?

J: Menyanyikan dan memainkan lagu lama bagus juga. Namun, dalam terbatasnya terhadap penyembahan yang tertib (1 Korintus 14:32), Tuhan menyukai beberapa kemajuan, selama pesan injili tidak diubah (Galatia 1:6-9).

P: Dalam Mzm 97:1, mengapa pulau-pulau ditekankan disini?

J: Dalam masa Daud hidup terdapat banyak orang beriman di banyak pulau. Di masa depan, akan ada banyak orang percaya dimana tidak sebanyak saat ini. Secara geografis, Siprus, semua pulau-pulau Yunani, Malta yang kecil, dan Sisilia merupakan pulau-pulau dimana nantinya akan ada banyak orang Kristen disana.

P: Dalam Mzm 97:2 dan 2 Taw 6:1, bagaimana awan dan kekelaman mengitari Allah, dan dalam Mzm 104:2 bagaimana Tuhan diliputi dengan terang?

J: Mungkin gambaran Allah yang diberikan dalam Yesaya 6 dan Yehezkiel 1, 8 akan menolong dalam hal ini. Pasal-pasal itu menunjukkan Tuhan seperti bersinar-sinar, dan diliputi dengan sinar yang tidak dapat didekati (1 Timotius 6:16). Namun, Yehezkiel menunjukkan kekelaman dan awan berada disekitar dan di bawah tahta. Yesaya 6 menunjukkan asap berasal dari Bait suci.

P: Dalam Mzm 97:7 dan 1 Taw 16:25-26, bagaimana bisa ada banyak allah?

J: Alkitab mengajarkan ada banyak dewa yang dipuja sebagai allah palsu, tapi hanya ada satu Tuhan. Aliran Mormon mencari dengan sia-sia ayat ini untuk mendukung perkataan mereka bahwa ada banyak tuhan.

P: Dalam Mzm 97:10, apakah umat Kristen diajarkan membenci?

J: Baik ya dan tidak. Kita diajarkan untuk membenci dosa, tetapi Perjanjian Baru tidak pernah menunjukkan umat Kristen membenci umat yang lain. Dalam kenyataannya, 1 Korintus 13:13 mengatakan sifat terhebat dari umat Kristen adalah cinta kasih, dan 1 Yoh 4:8,20 menunjukan bahwa tidak ada seorangpun dapat hidup dalam kebencian terhadap sesamanya dan menjadi seorang Kristen yang sejati. Yesus berkata perintah terbesar adalah cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, pikiran, jiwa, dan kekuatanmu. Perintah terbesar kedua adalah cintailah sesamamu manusia seperti mencintai dirimu sendiri. (Markus 12:30-31).

P: Dalam Mzm 98:1, jenis musik apa yang cocok untuk melakukan ibadah penyembahan?

J: Banyak kombinasi not dan ritme, adalah pada intinya apakah itu cocok atau tidak untuk ibadah penyembahan. Lebih lagi, musik tertentu, dalam budaya tertentu, cenderung dapat menkhdimati manusia untuk memuja pada Tuhan atau juga sebaliknya untuk merusak penyembahan manusia terhadap Tuhan. Terkadang bagi seseorang musik dapat menjadi enak dinikmati dan memikat, yang akhirnya orang akan terpusat pada musiknya bukan pada Tuhan. Waspadalah ketika anda pergi ke gereja untuk mendengarkan musik, atau mendengar seorang pembicara yang bagus daripada bukan untuk menyembah Tuhan dan bertumbuh dalamNya.

P: Dalam Mzm 98:8, bagaimana sungai-sungai bertepuk tangan?

J: Ungkapan puitis ini menggambarkan kegembiraan seperti sebuah getaran seperti sebuah sungai yang mengalir di negri itu.

P: Dalam Mzm 99, mengapa kita harus meninggikan Tuhan?

J: Satu setengah dari mazmur memberikan sejumlah alasan yang berdasarkan atas sifat-sifat Tuhan. Tuhan berkuasa, Ia itu besar dan tinggi diatas segala manusia, namaNya itu besar dan indah, Ia membuat keadilan dan penghakiman yang susah sepantasnya. Setengah bagian terakhir dari mazmur memberikan alasan berdasarkan apa yang Tuhan telah lakukan.

P: Mengapa Mzm 100:1 mirip dengan Mzm 66:1?

J: Frase "Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi" (NASB) ditemukan dalam kedua pasal ini. Seseorang mungkin tidak akan percaya bahwa orang beriman, dari dulu hingga sekarang, untuk bersorak-sorak bagi Tuhan dilakukan sekali dan tidak pernah melakukannya lagi.

P: Apa yang diceritakan dalam Mzm 101?

J: Mazmur 101 merupakan sebuah mazmur yang pendek yang dapat disebut "mazmur tentang hati dan mata". Daud menolak untuk melihat pada hal-hal yang fasik, dan Tuhan membinasakan manusia yang bermuka penuh kehinaan. Mata Tuhan akan melihat pada negri yang percaya dan setia. Orang fasik tidak akan tahan dalam pandangan Tuhan.
Daud berjanji untuk berjalan dengan hati yang sempurna, dan menjauhi dari mereka yang memiliki hati orang fasik.

P: Dalam Mzm 102:6 apa yang dimaksud dengan burung yang pertama yang disebutkan disini?

J: Penterjemah tidak setuju dengan burung yang disebutkan pertama. Versi KJV, NASB, dan NKJV mengatakan "burung undan". Versi NIV menterjemahkan ini sebagai "burung onggok/hantu di reruntuhan". Versi NRSV mengatakan "burung hantu di hutan belantara".
Semua terjemahan mengatakan burung yang disebutkan kedua adalah "burung hantu" kecuali versi NRSV, yang mengatakan "burung hantu kecil".

P: Karena Mzm 103:3 mengatakan bahwa Tuhan menyembuhkan penyakit kita, apakah itu berarti dokter dan obat-obatan tidak berguna sebagaimana yang diajarkan oleh aliran Kristen Sains?

J: Tentunya dalam Kerajaan Surga semua penyakit akan hilang. Begitu pula di bumi, Tuhan dapat saja secara ajaib menyembuhkan penyakit tanpa menggunakan obat, dan terkadang manusia secara alami sembuh dari kedinginan dan penyakit lainnya tanpa obat-obatan. namun, obat dapat menjadi sesuatu yang Tuhan gunakan, seperti Paulus berkata pada Timotius untuk meminum sedikit anggur dengan makanan karena sakit perut yang dideritanya berkali-kali, dalam 1 Timotius 5:23.

P: Dalam Mzm 103:5 dan Yes 40:31, bagaimana masa muda seseorang diperbaharui lagi seperti pada burung elang?

J: Masa muda kita akan diperbaharui seperti pada burung elang di Surga nanti. Kedua, manusia yang hidup dalam kehidupan yang lebih bersih di bumi pada umumnya lebih sehat mereka pun tidak menerima akibat dari merokok, pecandu alkohol, kecanduan obat, atau penyakit kelamin.

P: Dalam Mzm 103:12, mengapa dikatakan sejauh timur dari barat?

J: Ini merupakan sebuah ungkapan puitis yang indah yang berarti mereka dapat berada sejauh mungkin.

P: Apakah Mzm 103:20-21 merupakan sebuah doa untuk orang mati seperti yang dikatakan oleh para teolog Katolik Roma?

J: Tidak, karena kelompok malaikat yang berbeda dan hamba di surga tidaklah mati.

P: Dalam Mzm 104, adakah persamaan pada pujian Akhenaten pada Aten?

J: Ya, ada persamaan menurut New Geneva Study Bible hal.867, The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal.104, dan aliran sekuler dalam Pharaohs and Kings : A Biblical Quest hal.328.
Akhenaten merupakan seorang Firaun Mesir yang memerintah dari sekitar tahun 1358-1340 S.M., yang sekitar 400 tahun sebelum Salomo. Akhenaten digambarkan sebagai seorang yang "fanatic yang relijius" yang menolak dewa-dewa Mesir, yang memerintahkan bangsa Mesir untuk tidak menyembah Osiris dan dewa lainnya, akrena ia percaya hanya ada satu tuhan, Aten. Ia yang menulis pujian sebuah penyembahan pada Aten, "Penguasa yang baik yang mencintai semua manusia".
Namun, setelah kematian Akhenaten para imam merubah penyembahan Aten. Aten disamakan dengan dewa Ptah, Min, Re, Khepri, dan Atum.
Sebuah kunci perbedaan adalah bahwa pujian untuk Aten adalah menyembah matahari sebagai citra dari sang pencipta, sementara Mazmur 104 menggunakan alam untuk memuja Tuhan yang tidak terlihat yang menciptakan alam. Mazmur 104 juga merupakan kiasme, yang mana bukan Pujian untuk Aten. Kita dapat membaca Pujian untuk Aten dalam buku Akhenaten : King of Egypt hal.241-243.
Persamaan tentang pemikiran tersebut mungkin saja sebuah kebetulan, tapi mungkin saja penulis Mazmur 104 telah mendengar Pujian untuk Aten. Dalam hal ini situasinya mungkin saja sama dengan ketika Martin Luther mengadaptasi lagu orang Jerman yang sedang mabuk sebagai pujian, yang digunakan kata yang baru. Itu mungkin saja penulis telah mengambil beberapa tema Pujian untuk Aten dan menggunakan pujian itu sebagai sumber yang sah.

P: Dalam Mzm 104:5, bagaimana bumi tidak akan digoyangkan selamanya?

J: Mari melihat pada bahasa Ibrani ini. Bahasa Ibrani mengatakan "tidak digoyangkan", bahasa Ibrani tidak mengatakan "tidak pernah dirusak". Juga, dalam When Critics Ask hal.241 menekankan bahwa kata dalam bahasa Ibrani olam dapat berarti entah "selamanya" atau "yang sangat lama".

P: Dalam Mzm 105:4, bagaimana seseorang mencari wajah Tuhan?

J: Ini merupakan sebuah pertanyaan yang penting.
Ketika kita harus mengetahui bahwa kita tidak akan melihat Tuhan secara langsung sampai kita nanti berada di dalam Surga (1 Korintus 13), kita sekarang diajarkan untuk mencari hati Tuhan. Kita diajarkan untuk menghabiskan waktu dengan Tuhan setiap hari dan tidak mengabaikan persekutuan (Ibrani 10:25).
Mencari untuk berdiam dengan Allah sepanjang masa (Mazmur 23:6 dan Mazmur 16:9-11) hanyalah bagian dari cerita ini. Bagian lainnya adalah untuk mencari wajah Allah setiap hari, untuk mempersembahkan setiap hari bagi Tuhan dan hidup dengan menurut, menikmati kemurahan Tuhan.
Kita seharusnya tidak mengeraskan hati kita (Ibrani 3:8-9,15, 4:7) tapi mendekat pada Allah seperti yang dikatakan dalam Yakobus 4:8 dan Ibrani 13:13. Bacalah buku milik James White Daring to Draw Near untuk informasi lebih lanjut.

P: Apakah Mzm 105:15 mengajarkan bahwa manusia tertentu seharusnya tidak pernah dikritik atau memegang tanggung jawab, seperti yang dikatakan beberapa pengajar Firman Kepercayaan?

J: Tidak. Ayat ini bukan untuk membahayakan nabi-nabi Allah dan mengurapi yang lain. mengkritik seseorang bukanlah membahayakan seseorang. Jikalau mengkritik seorang pemimpin Kristen yang salah itulah yang dimaksudkan oleh ayat ini, (dan tapi ayat ini tidak bermaksud seperti ini) maka tindakan ini digantikan oleh Paulus yang tidak hanya mengkritik Petrus, tapi juga "melawan"nya ketika menolak makan dengan orang yang bukan Yahudi dalam Galatia 2:11-16. Lihatlah When Cultists Ask hal.67-68 untuk jawaban yang berbeda.

P: Dalam Mzm 105:15, apa yang menjadi batasan yang tepat dalam kritikan kita terhadap pemimpin agama?

J: Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menjawab.
Membenarkan vs. Memarahi:
Seseorang dapat melakukan sesuatu yang salah tanpa waspada terhadap hal itu. Kita tidak harus berselisih tapi dengan tenang memerintahkan orang yang melawan kita (2 Timotius 3:24-25). Dalam Matius 18:15-17 Yesus mengajarkan pola yang khusus dengan orang yang mempunyai dosa. Jika ia tidak mendengarkan, lalu bawalah satu atau dua orang lagi denganmu. Jika itu tidak berhasil, lalu katakanlah hal itu pada jemaat. Jika itu tidak berhasil juga, lalu pada akhirnya akan menendangnya keluar dari persekutuan. Tentunya jika seseorang berhak dikucilkan dan "menyerah pada setan", dan mereka bertobat, mereka dapat kembali lagi seperti yang diajarkan oleh Paulus dalam 2 Korintus 2:5-11.
Memarahi orang beriman tapi menjadi pemimpin yang keliru:
Terkadang bahkan orang beriman yang mencintai Tuhan tetap dapat melakukan kekeliruan atau tidak menurut. Perhatikanlah ketika Paulus memarahi Petrus, tapi ia berpusat pada perbuatan Petrus, dan bukan pada diri Petrus. Ia membuat kejelasan apa yang harus dilakukan untuk membenarkan situasi. Petrus membuat pembenaran. Tidak disebutkan, oleh Paulus atau orang lain, bahwa Petrus seharusnya dicabut sebagai rasul.
Memarahi pemimpin yang tidak beriman:
Diluar itu apakah mereka orang yang tidak beriman, orang yang beriman tapi memiliki keinginan yang besar untuk tidak menurut, atau jikan anda tidak tahu, mereka seharusnya dimarahi bukan hanya karena keuntungan mereka sendiri, tapi supaya orang beriman yang lain akan mendengar dan menghindar dari mereka. Yohanes memarahi orang-orang secara langsung Dallam 2 Yoh 7 dan 3 Yoh 9. Paulus memarahi orang kafir dengan menyebutkan nama 2 Timotius 4:14 dan dengan tidak menyebutkan nama 2 Tesalonika 3:11. Bagi beberapa orang, seperti "Isabel" yang tidak bermoral dalam Wahyu 2:20-23, tidak ada kemarahan untuk Isabel, ia sudah berlari terlalu jauh. Lebih lagi, pengikutnya ditakutkan dengan pembalasan gaib dari tindakan yang dilakukan menurut yang ia ajarkan.

P: Dalam Mzm 105:8, apakah ini berarti ada 1000 generasi sebelum Daud?

J: Sebuah generasi umumnya dianggap selama 40 tahun, tapi 1000 tahun seringkali berarti waktu yang lama sekali. Ayat ini berarti bahwa janji Tuhan dari sekarang pada masa depan yang tidak tentu akan terjadi, seperti janji Tuhan dari masa lalu yang tidak menentu pada masa sekarang pun menjadi kenyataan.
Jika anda ingin yang berlebihan, karena Tuhan menjanjikan keslamatan dari masa lalu yang abadi, sebelum bumi atau langit diciptakan, janji Tuhan benar adanya lebih dari miliaran generasi sebelum Daud.

P: Dalam Mzm 105:33, apakah Mesir mempunyai banyak pohon ara dan pohon anggur?

J: Mesir merupakan keranjang roti untuk bangsa Roma dan kekaisaran Bizantin karena produksi tepungnya yang begitu besar. Jika itu bukan untuk sungai Nil, Mesir tidak akan mempunyai banyak tanaman. Namun, karena sungai Nil dan irigasi, tanah di Mesir dapat menumbuhkan apapun, walaupun pohon tinggi untuk kayu jarang ditemui.

P: Dalam Mzm 106:28, apa yang dimaksud pengorbanan orang mati?

J: Ini dapat berarti pengorbanan untuk dewa yang tak bernyawa seperti yang dikatakan dalam The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal.678 ,atau itu bisa saja mengarah pada ritual pemakaman seperti yang dikatakan dalam New Geneva Study Bible hal.873. Namun, kita tidak seharusnya berkorban atau mencintai orang yang telah mati.

P: Mengapa Mzm 108:1-5 sama dengan Mzm 57:7-11, dan Mzm 108:6-11 sama dengan Mzm 60:5-12?

J: Melihat pada setiap ketiga Mazmur ini secara personal, maka tidak akan melihat banyak keadaan yang terputus. Mungkin Tuhan memberikan kita sebuah "teka-teki" untuk menunjukkan kita untuk tidak hanya melihat ayat yang satu per satu, tapi juga menguji bagaimana mereka ketika bersama.
Dalam Mzm 108:1-5 dan Mzm 57:7-11
Daud berbicara mengenai hatinya yang bersetia secara musikal memuji Tuhan atas kemurahanNya dan kekuatanNya, bahwa Tuhan dimuliakan diseluruh muka bumi ini.
Dalam Mzm 108:6-11 dan Mzm 60:5-12
Tuhan berbicara bahwa Ia akan menyatakan kerajaanNya dan mengalahkan musuh-musuhNya. Pertolongan dari manusia sia-sia saja, tapi dengan Tuhan mereka akan menang.
Mzm 57:1-6
merupakan sebuah tangisan yang putus asa untuk pertolongan dan pembebasan dari seorang yang beriman ketika situasi sekitarnya terlihat suram. Mazmur 57:7-11 bertentangan dengan ini dengan melihat pada Tuhan daripada keadaan yang ada.
Mzm 60:1-4
merupakan sebuah tangisan untuk pertologan dan pemulihan dari pendahulunya yang tidak menurut tapi sekarang menjadi manusia yang bertobat dan Mazmur 60:5 meminta kemenangan. Mazmur 60:6-12 adalah janji Tuhan untuk kemenangan mereka.
Secara ringkas,
Mzm 108 dapat disebut "Mazmur kemenangan". Mazmur 57 menjanjikan kemenangan untuk manusia yang menurut, dan Mazmur 60 menjanjikan kemenangan bagi mereka yang bertobat.

P: Dalam Mzm 109, apa yang luar biasa tentang struktur dari Mazmur ini?

J: Mazmur ini mirip dengan kiasme, dengan struktur sebagai berikut.
Memuja Tuhan
¾ Firman yang membenci tentang orang fasik
¾ ¾ Pengutukan
¾ Pengutukan terhadap orang kafir
¾ ¾ Berdoa untuk penghakiman Tuhan
Memuja Tuhan

P: Dalam Mzm 109:3; 119:78,161, mengapa orang-orang terkadang berperang dengan yang orang lain tanpa sebab?

J: Hampir tidak ada orang yang berperang tanpa alasan yang bisa diterima, jika mereka menyebabkan diri mereka sendiri. Umat manusia dapat berperang untuk bertahan melawan ancaman yang tidak kelihatan, untuk memperbesar kekuatan mereka, atau berpikir bahwa menaklukan atau menjajah orang lain akan membuat lebih baik bagi mereka. Itu semua tidak akan ada dalam hari penghakiman.

P: Dalam Mzm 109:8, bagaimana ini berhubungan dengan Kisah Para Rasul 1:20?

J: Kutukan umum dari Mazmur 109:8 secara khusus berlaku pada Yudas. Tidak akan ada tempat untuk Yudas di Surga. Tidak akan ada tempat bagi orang yang selalu pergi ke gereja di Surga yang tidak ingin mengikut Yesus.



P: Dalam Mzm 109:2-5,18-19, mengapa Daud, dalam Mazmur pengutukan ini, mengecam musuhnya dengan kutukan?

J: Mazmur 109 menghukum bagi mereka yang mengelilingi Daud dengan kutukan, atau kata-kata yang penuh kebencian seperti dalam ayat 3. Daud berdoa bahwa semua kutukan yang ia dengar (Mazmur 109:6-16) akan datang kembali pada orang yang mengutuknya. Dalam Perjanjian Baru Yesus memberi kita sebuah standar yang tinggi, untuk mencintai musuh-musuh kita (Lukas 6:27-34 dan Matius 5:43-44). Namun, ketika seseorang mengutuk umat Kristen, dan ia tidak bertobat, Tuhan telah membawa kembali kutukan itu pada orang tersebut.

P: Dalam Mzm 109:10,13, mengapa Daud melawan keturunan musuh-musuhnya?

J: Ketika injil tidak mengatakan hal ini, maka kita bisa melihat ada dua alasan, ditambah hal ketiga yang harus diingat.
Mengulangi kutukan mereka
adalah apa yang rupanya Daud lakukan saat itu, dengan doa agar kutukan mereka akan kembali pada mereka.
Mempunyai keturunan
adalah hal yang sangat penting dalam budaya itu, menurut New Geneva Study Bible hal.878.
Sebuah moral yang tinggi
yang diberikan pada kita dalam Perjanjian Baru (Lukas 6:27-36 dan Matius 5:43-44)

P: Dalam Mzm 109:31, bagaimana Tuhan, yang berada dimana saja, berdiri disebelah kanan orang miskin? Bagaimana dengan banyak orang miskin yang berdiri mengitari?

J: Ini tidak mengarah pada posisi fisik. Berdiri di sebelah kanan berarti Tuhan secara menonjol ada untuk membantu mereka. Tuhan berada dimana-mana menurut Yeremia 23:23-24 dan Mazmur 139:7-12.

P: Apakah Mzm 110:1 entah bagaimana menunjukkan bahwa setiap orang akan diselamatkan?

J: Tidak. When Cultists Ask hal.68-69 mengatakan bahwa beberapa kaum liberal mencoba untuk menggunakan ayat ini untuk mendukung adanya penyimpangan dalam dunia ini.
Ini merupakan sebuah hal yang mengandung pengajaran untuk melihat seberapa jauh beberapa orang akan menyimpang dari injil. Mzm 110:1 (NIV) mengatakan, "Tuhan mengatakan pada Tuhanku: duduklah disebelah kananKu sampai Aku akan membuat musuh-musuhmu sebuah ganjalan bagi kakimu." Catatlah bahwa musuh-musuh akan menjadi seperti sebuah ganjalan (posisi yang rendah) bagi kaki Tuhan. Pada akhirnya setiap kaki akan berlutut pada Kristus (Filipi 2:10-11). Tetapi, menjadi sebuah ganjalan berbeda dari diselamatkan dan memerintah dengan Kristus, berada disebelah kanan bersamaNya dalam tahtaNya. (Efesus 2:6)

P: Dalam Mzm 110:1, bagaimana ini berhubungan dengan Yesus?

J: Mazmur ini adalah ayat Perjanjian Lama yang paling banyak dikutip oleh Perjanjian Baru, dan ini hampir jelas mengarah pada Tuhan yang ditambahkan dengan Allah Bapa.

P: Dalam Mzm 110:4, apa yang harus dilakukan Melkisedek dengan segala sesuatu yang ada disini?

J: Melkizedek merupakan imam yang misterius dari Tuhan Yang Maha Tinggi, yang bertemu Abraham setelah mereka merampas untuk membantu Lot dan bangsa Sodom. Disini pemazmur mengingatkan kita bahwa imam Tuhan yang awal itu lebih dari orde Harun diantara bangsa Israel. Melkisedek tentunya bukan seorang Israel, ketika bangsa Israel belum ada pada masa Abraham.

P: Dalam Mzm 112:10, bagaimana bisa keinginan dari orang fasik adalah kebinasaan?

J: Ini adalah sisi kebalikan dari Mazmur 37:4. Tuhan memberikan orang yang beriman keinginan hati mereka. Tuhan memberikan mereka baik keinginan yang baik dan kepuasan bagi mereka yang menginginkan. Tuhan menggagalkan keinginan dari orang fasik. Setelah mati, ini tidak dinyatakan apakah keinginan orang fasik berkurang, dihilangkan, bertumbuh, atau tumbuh tanpa batas.

P: Dalam Mzm 113, apa yang dapat kita pelajari?

J: Mzm 113 meneteskan emosi terhadap Tuhan, dan juga digambarkan dengan sangat logis. Karena keseluruhan Mazmur ini merupakan salah satu pemujian, ini menunjukkan bahwa begitu pentingnya pujian yang seharusnya ada dalam kehidupan kita bersama Tuhan. Ayat 1-3 menekankan, siapa, kapan, dan dimana kita seharusnya memuji Tuhan. Ayat 4-6 menekankan pemujian pada Tuhan, bukan pada apa yang telah Ia lakukan, tapi lebih pada Dia sendiri. Ayat 7-9 secara khusus adalah mengenai pujian bagiNya atas apa yang telah Ia lakukan pada kita. Ketika anda memuji Tuhan setiap hari, apakah anda memuji Dia, hanya atas apa yang Ia telah lakukan, atau bagi Dia sendiri, atau apakah memuji Dia seperti dua dua mesin silinder menggunakan kedua silinder itu?

P: Dalam Mzm 114, apakah yang menjadi hal-hal yang utama dari mazmur ini?

J: Mzm 114 dapat dianggap baik sebuah kelajutan dan pertentangan dengan ayat ketiga terakhir dari Mazmur 113. Inilah beberapa alasan dalam memuji Tuhan. Dalam ayat 1-2 ketika Israel dibebeskan dari ikatan si jahat, dan seperti halnya ketika kita mengalami pembebasan, kita seharusnya memuji Tuhan bersyukur padaNya. Dalam ayat 3-6, ketika kita melihat tangan Tuhan bekerja, apakah menggunakan alam atau orang lain, bahkan orang yang tidak berimana, sebagai alatNya, kita harus memuji Tuhan. Dalam ayat 7-8, kita seharusnya menyadari bahwa Tuhan dapat membuat segala sesuatu keadaan yang tidak mungkin menjadi mungkin.

P: Apakah yang diceritakan dalam Mzm 115?

J: Diantara hal lain, Mazmur ini dapat dianggap sebagai sebuah Mazmur perspektif. Kepercayaan kita bukanlah tentang kita, ini adalah tentang Tuhan, yang mana dewa diciptakan oleh pembuat dewa. Pertama kali anda harus mengerti bahwa 1) kita diciptakan bagi Tuhan dan 2) Tuhan melakukan yang Ia sukai. Lalu kita dapat bergembira melihat kita tidak serupa dengan dewa yang mati itu, 1) Tuhan itu dapat dipercaya dan peduli pada kita, dan 2) Ia akan memberkati kita, 3) tidak hanya sekarang, tapi sampai selama-lamanya.

P: Dalam Mzm 115:3, bagaimana Tuhan melakukan apapun yang Ia sukai?

J: Segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Tuhan, dan tidak ada yang terjadi tanpa ijin dari Tuhan. Segala sesuatu bekerja bersama sebagai bagian dari rencana Tuhan (Efesus 1:11), dan semuanya bekerja sama untuk kebaikan bagi mereka yang mencintai Tuhan (Roma 8:28). Tidak ada faktor eksternal yang dapat memaksa Tuhan untuk melakukan sesuatu, begitu pula faktor internal, bagi Tuhan untuk mengontrol diriNya sendiri dan kekuatanNya. Tuhan, seperti kita, mempunyai tahapan keinginan. Tuhan tidak akan melakukan perbuatan jahat atau dosa, Tuhan miliki semua. Dalam parameter tersebut, perhatikanlah baik kebaikan dan kedisiplinan Tuhan (Roma 11:22), cintailah mereka yang mencintai Tuhan, dan marahlah pada mereka yang menolak Tuhan.

P: Apakah Mzm 115:16 mengajarkan bahwa banyak dari umat Allah akan hidup selamanya di bumi seperti yang dikatakan oleh Saksi Yehova?

J: Ya dan tidak. Akan ada bumi dan langit baru, dan semua umat Tuhan akan hidup dalam langit dan bumi yang baru. Namun, ayat ini tidak mengajarkan hanya ada 144.000 jiwa "yang diselamatkan", mempunyai Roh Kudus di dalam mereka, dan akan pergi ke surga, dan umat percaya yang lainnya akan disangkal surga tapi akan hidup dalam bumi yang baru. Roma 8:9 mengatakan bahwa jika seseorang tidak memiliki Roh Kristus di dalam mereka, lalu mereka tidak menjadi milik Kristus.

P: Dalam Mzm 117, mengapa Mazmur ini begitu pendek dalam Alkitab?

J: Mazmur mempunyai variasi yang besar, dan Mazmur merupakan contoh tentang Daud dan doa lainnya pada Tuhan. Mazmur 117 menunjukkan bahwa kita tidak perlu merasa seperti kita harus pandai berbicara atau berdoa yang panjang.

P: Dalam Mzm 118:9, bagaimana manusia terkadang melakukan kesalahan dengan menaruh kepercayaan pada bangsawan seperti saat ini?

J: Manusia terkadang memberikan penghargaan pada pemerintah lebih dari yang mereka miliki. Terkadang kita berpikir jikalau orang yang kita pilih adalah orang yang beriman, maka negara kita akan menjadi negara yang besar. Namun, pemerintah tidak dapat merubah hati manusia, dan beberapa kali orang democrat memilih bukan pada pemerintah yang terbaik, tapi yang pantas bagi mereka.
Manusia terkadang memberikan penghargaan moral yang berlebihan pada pemerintah lebih dari yang pantas untuk mereka. Jika seorang politikus telah menunjukkan dirinya adalah seorang yang dicurangi di masa lalu, dan tidak menyesal atas itu, orang anehnya mengasumsikan bahwa ia tidak akan pernah dicurangi lagi.

P: Dalam Mzm 119, sebuah ringkasan apa yang seharusnya dari sikap kita terhadap Injil?

J: Ini adalah beberapa hal-hal pokok, dalam bentuk yang ringkas.
Injil tidak hanya "anjuran dalam kehidupan", tapi kita harus memegang kendali kehidupan dalam hidup kita seserius Tuhan kita dan penulis Alkitab maksudkan. Yoh 10:35; Matius 4:1-11; Yoh 14:23-24; 2 Petrus 1:19-21; 3:16; Roma 3:1-4; 2 Timotius 3:15-16; Amsal 30:5-6; Amos 8:11-2; Yesaya 66:5
Perjanjian Baru mengatakan beberapa perintah dalam Perjanjian Lama telah digenapi dan tidak dilakukan (tidak boleh makan kodok, unta, berkorban, dan lain-lain). Kis 10:9-16; 15:1,5-29; Markus 7:19; Galatia 5:2-4; Ibrani 9:9-10; 10:18
Keseluruhan Alkitab adalah berwenang, terpercaya, utama, dan lengkap. Amsal ;Ps119:74,81,89, 92,105
30:5-6; 2 Timotius 3:16
Setiap kata dalam 66 kitab adalah benar adanya dalam segalanya itu diaminkan, dan semua injil merupakan penggambaran tentang Tuhan yang hidup secara unik. 2 Samuel 22:31; Mzm 33:4; 119:151; Amsal 30:5-6
Kitab Apokrif memiliki kekeliruan (Nebukadnezar dalam kitab Yudit bukan seorang raja Asiria, dan lain-lain)
Kita seharusnya menafsirkan Alkitab sesuai dengan yang dimaksudkan Tuhan dalam firmanNya untuk dimengerti. Jangan memutar balikan, meremehkan, atau mengabaikan firman itu. 2 Petrus 3:16; Markus 7:13; Yoh 8:37; 12:48-50; 14:23; Mzm 56:10; 119:16. Firman itu adalah yang berharga bagi kita. Mzm 119:72,97,105,120
Janganlah menambah atau melewati Firman Tuhan. Amsal 30:5-6; 1 Korintus 4:6-7; Ulangan 4:2; Wahyu 22:18; Pengkhotbah 12:12
Firman Tuhan adalah benar dalam salinan aslinya; kebenaran bukanlah sebuah pertentangan, tapi mungkin itu tidak tepat (untuk contohnya, Matius 28:1; Markus 16:1; Lukas 24:1 dan Yoh 20:1, Ezra 2; Nehemia 7). Perjanjian Baru memiliki unsur yang tepat mengenai pengajaran Yesus, bukan kata-kata yang tepat. Matius 22:37;13:22; Markus 12:30;4:19
Tuhan mengijinkan beberapa kesalahan penyampaian, tapi FirmanNya tetap kokoh selamanya. Yesaya 59:21; 40:8; Mzm 119:89. FirmanNya dipelihara dengan sempurna (tanpa kesalahan yang berarti) hingga saat ini. Yesaya 55:11; 1 Petrus 1:23-5; Mzm 119:89,91,144,160. Pengharapan kita adalah dalam FirmanNya. Mazmur 119:74,81
Kita diselamatkan oleh Yesus, bukan dengan mempelajari injil. Yoh 5:39-40; Yakobus 1:22-5; 1 Korintus 13:2; Lukas 11 : 52
Beberapa perasaan dalam Mazmur 35:5-8; 42:11a; 7:8; 69:22-28; 109; 137:9 menunjukkan bahwa kita berdoa sesuai yang dikatakan hati kita; umat Kristen diajarkan untuk mencintai musuh-musuh mereka. Matius 5:43-8; Lukas 6:27-35

P: Dalam Mzm 119, apa yang menjadi sebuah ringkasan topik dalam mazmur ini?

J: Berikut ini tiga judul utama dari Mazmur 119, dan subjudul mereka.
…Mencintai Perintah Allah

Bersuka dan bergembira dalam Perintah Allah (14 ayat) Mzm 119:14,16,24,47,48,70,72,77,92,103,111,142,162,164
Merenungkan, menceritakan kembali, dan bernyanyi (10 ayat) Mzm 119:13,15,23,26,48,54,78,95,97,99
Pengaharapan dalam Firman Tuhan (7 ayat) Mzm 119:43,49,74,81,114,116,147
Menemukan kenyamanan dalam firman Tuhan dan kasih yang tak habis-habisnya (5 ayat) Mzm 119:50,52,71,76,82
Kagum dan terpesona atas PerintahNya (3 ayat) Mzm 119:18,120,129
Percaya pada FirmanNya (1 ayat) Mzm 119:42
…Keuntungan dari Perintah Allah

Memimpin jalan kita (12 ayat) Mzm 119:1,3,5,15,30,32,35,59,101,104,105,133
Allah memelihara (16 ayat) Mzm 119:8,17,25,37,40,88,93,101,114,117,146,149,156,159,173,175
Janji Allah (13 ayat) Mzm 119:38,41,49,50,57,58,65,76,116,140,154,170
Mengajarkan (21 ayat) Mzm 119:12,19,26,27,33,34,35,36,64,66,68,71,73,102,108,124,125,130,135,169,172
Perintah Tuhan adalah benar (9 ayat) Mzm 119:75,86,128,137,138,144,151,160,164
Tidak malu (9 ayat) Mzm 119:6,22,31,39,42,46,51,69,80
perintahNya menguatkan kita (1 ayat) Mzm 119:28
memberikan kedamaian bagi kita (1 ayat) Mzm 119:165
Seperti kesetiaan Allah, firmanNya itu abadi (7 ayat) Mzm 119:89,90,91,121,142,152,160
Membantu untuk hidup kudus (7 ayat) Mzm 119:1,3,7,8,11,29,33
…Menuruti Perintah Tuhan

Menurut (23 ayat) Mzm 119:4,9,44,51,56,60,63,67,69,88,100,112,115,126,129,136,145,146,157,158,160,166,167
Memilih dan mencari Tuhan dan kehendakNya (8 ayat) Mzm 119:2,10,30,45,58,94,155,173
Mencintai dan bersetia pada perintah Tuhan (8 ayat) Mzm 119:20,40,81,97,113,119,123,127,131,159,163,174
Janganlah lupa atau mengabaikan (8 ayat) Mzm 119:16,61,83,93,109,141,153,176
Berdoalah diwaktu malam (4 ayat) Mzm 119:55,62,147,148
Janganlah tersesat (6 ayat) Mzm 119:10,21,87,110,118,176
Bencilah yang tidak sesuai dengan hukum (4 ayat) Mzm 119:113,139,153,158
Orang fasik membenci tanpa sebab (3 ayat) Mzm 119:78,86,161
Penindasan (3 ayat) Mzm 119:55,62,147,148

P: Dalam Mzm 119:10, mengapa kita bertanya pada Tuhan untuk tidak membiarkan kita menyimpang dari perintahNya, karena itu merupakan tanggung jawab kita untuk tidak menyimpang?

J: Tuhan itu interaktif. Kita mempunyai tanggung jawab namun tidak membuktikan kita sendiri yang memiliki kekuatan atau kemampuan. Pastinya, tanpa kasih Tuhan dan campur tanganNya, kita akan jatuh kedalam ketidakmenurutan. Ini adalah tanggung jawab kita sendiri untuk tidak menyimpang, dan kita memenuhi tanggung jawab kita dengan memohon pertolongan dari Tuhan, mendekat pada Tuhan, dan menurut padaNya dengan hati yang penuh kasih.

P: Dalam Mzm 119:10, apakah Daud tidak pernah menyimpang dari ajaran Allah, atau apakah dia memang tersesat seperti yang dikatakan dalam Mzm 119:176?

J: Mzm 119:176 mengatakan ia tersesat. Mazmur 119:10 adalah sebuah permintaan supaya Allah tidak membiarkan pemazmur menyimpang, seperti yang dikatakan dalam alkitab versi KJV, NASB, NIV, NKJV, NRSV, dan terjemahan Green’s Literal.
Juga, sementara kita semua pernah tersesat ketika kita melakukan perbuatan dosam kita tetap akan dalam pertolongan Tuhan hidup dalam kehidupan yang umumnya yaitu bersetia pada Tuhan, seperti yang ditekankan dalam When Critics Ask hal.243.

P: Dalam Mzm 119:30, haruskah itu dikatakan jalan "kebenaran" atau "yang tepat"?

J: Walaupun terjamahan itu akurat. Alkitab versi KJV, NKJV dan NIV mengatakan "kebenaran". Versi NRSV mengatakan "yang tepat" dan versi NASB mengatakan "jalan yang tepat". The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal.743 mengatakan bahasa Ibrani dalam hal ini menggunakan kata, emunah, yang dapat berarti "kebenaran/kesetiaan" atau "ketepatan/kesetiaan" yang sama halnya dengan kebenaran. Dalam hal lain, anda dapat mengatakan bahwa kita mempunyai Allah "mempunyai kesetiaan tinggi"!

P: Dalam Mzm 119:30, apa yang dapat ditingkatkan orang yang memilih jalan kebenaran?

J: Pertama kita akan melihat pada dua bagian yang diberikan injil, dan lalu melihat keseimbangan antara keduanya.
Dalam jalan mereka sendiri:
Tidak ada seorangpun yang mencari Tuhan. Roma 3:11, meringkas Mzm 14:2-3 menunjukkan ini dalam cara yang negatif. Dalam cara yang positif, Yoh 16:8-11 menunjukkan bahwa Roh Kudus memiliki peran yang penting dalam mendekatkan manusia dengan Tuhan.
Dengan bantuan Tuhan:
Manusia, bahkan Daud penulis Mazmur 14 dapat dengan sungguh memilih Tuhan. Mazmur 119:30 (NIV) mengatakan, "aku telah memilih jalan Tuhan". Dalam Yosua 24:22 manusia dikatakan mereka telah memilih untuk melayani Tuhan. Dalam Yohanes 12:32 Yesus mengatakan bahwa jika Ia ditinggikan dari bumi, Ia akan menarik semua orang datang padaNya. Semua orang diajarkan untuk menurut pada injil (2 Tesalonika 1:8; Kis 17:30), tapi beberapa orang lainnya menolak maksud Tuhan bagi diri mereka sendiri (Lukas 7:30), dan kehilangan kemurahan yang dapat saja menjadi milik mereka (Yunus 2:8).

P: Dalam Mzm 119:97, bagaimana kita mencintai perintah Tuhan?

J: Pertama adalah bagaimana kita harus mencintai perintah Tuhan, diikuti oleh cara-cara yang harus kita jauhi.
Bagaimana Orang Beriman mencintai perintah Tuhan

Menilai perintah Tuhan sebagai sesuatu yang berharga
Memiliki ruangan dihatimu untuk firman Tuhan (Yoh 8:37) dan perkayalah dirimu dengan firman Tuhan (Yoh 5:38; Kolose 3:16)
Dengan rajin mempelajari injil. (Kis17:11; Mzm 119:61; 1 Tim 4:13; 2 Tim 3:15-17; Wahyu 1:3)
Janganlah lupa atau mengabaikan (8 ayat) Mzm 119:16,61,83,93,109,141,153,176
Perbuatlah perintah itu lebih tinggi dari hukum manusia (Kis 4:18-20)
Kita menunjukkan diri kita seperti para murid Yesus dengan menurut akan pengajaranNya. (Yoh 8:32-33; 14:21,23-24)
Percayalah dalam firman Tuhan (Mzm 119:42)
Percayalah bahwa jalan yang ditunjukkan Tuhan adalah yang terbaik. (Amsal 3:5-6)
Janganlah lebih mempercayai pikiranmu sendiri lebih dari Firman Tuhan (Amsal 30:5-6; 1 Korintus 4:6; Amsal 18:2; Kolose 2:8; 1 Timotius 1:3-4; Matius 15:6-8; Yesaya 29:13)
Bersukalah dan bergembira dalam melakukan perintah Allah (Mzm 119:14,16,24,47,48,70,72,77,92,103,111,142,162,164)
Renungkanlah, ceritakanlah, dan bernyanyilah (Mzm 119:13,15,23,26,48,54,78,95,97,99)
Berharaplah dalam firman Tuhan (Mzm 119:43,49,74,81,114,116,147)
Terkagum dan terpesonalah akan Firman Tuhan (Mzm 119:18,120,129)
Temukanlah kenyamanan dalam firman Tuhan dan ketulusan kasih yang tak pernah habis (Mzm 119:50,52,71,76,82)
Bagaimana kita juga untuk tidak mencintai perintah Tuhan

Janganlah mencintai firman Tuhan melebihi Tuhan itu sendiri
Injil mudah untuk membuat kita berpikir bijak mengenai keslamatan melalui Yesus Kristus (2 Tim 3:15), tetapi hal itu dilakukan oleh Yesus sendiri, bukan oleh injil (Yoh 5:39-40)
Mengetahui bahwa beberapa bagian dari Hukum Perjanjian Lama telah diganti oleh Yesus, seperti pengorbanan binatang, makanan, dan dimana kita tidak boleh hidup di bawah pemerintahan pemerintahan yang teokratis.

P: Mengapa Mzm 120-134 disebut sebagai Mazmur kenaikan?

J: Kitapun belum yakin. Menurut 735 Baffling Bible Questions Answered hal.154, beberapa orang berpikir ini dinyanyikan ketika para penyembah berjalan kea rah bait suci di Bukit Sion, dan yang lain berppikir bangsa Lewi menyanyikan ini selama masa pesta dan berdiri di setiap lantai bait suci. Ungkapan skeptis mengatakan hal yang sama juga, dalam Asimov’s Guide to the Bible hal.505.

P: Dalam Mzm 120:5, apa yang signifikan dari Mesekh dan Kedar?

J: Mesekh disebutkan pertama dalam Kejadian 10:2. Mereka hidup sebelah utara jauh dari Israel. Kedar merupakan negri di sebelah utara Arab, sebelah selatan Israel. Daud mengatakan sepertinya akan ada perang melawan kerajaannya baik dari utara dan selatan. Terkadang saat ini, orang percaya dapat merasa tidak hanya satu musuh saja yang akan menyerang mereka, tapi serangan mungkin saja terjadi dari segala sisi. Tidak ada yang dapat membatasi setan untuk hanya setidaknya meberikan satu godaan di saat yang sama, atau menggunakan ketakutan yang diikuti dengan kebanggaan, seperti yang ia lakukan dengan Hiskia dan yang lainnya.

P: Dalam Mzm 121:6 bagaimana bulan akan menyakiti manusia?

J: Ketika bulan tidak akan menyakiti manusia, beberapa orang tetap saja takut dengan waktu malam. Di lain hal, seseorang dapat bertakhayul mengenai bulan, atau tentang malam hari, dan Mazmur 121:6 menunjukkan tidak ada yang perlu ditakutkan dari itu. Di lain hal, preman, orang jahat, dan tentara selalu menyerang di waktu malam, dan bulan penuh memebrikan mereka cahaya untuk bergerak.

P: Dalam Mzm 122, apa pelajaran yang penting yang dapat kita pelajari?

J: Dalam ayat 1, apa sikap anda ketika anda mendengar atau memikirkannya, "saya butuh ke gereja". Apakah itu menyukakan, atau apakah anda mengambil kesempatan yang benar untuk memuji dengan orang beriman lainnya?
Dalam ayat 2, ketika anda berada di gereja, apakah anda menunjukkan bahwa anda merasa beruntung berada disana, atau itu merupakan saat yang membosankan? Dalam ayat 3-4, pernahkan anda bersungguh-sungguh kagum di gereja; bukan karena gedungnya, tapi persekutuan Tuhan yang hidup? Dalam ayat 6, apakah anda sering mengingat bahwa orang beriman yang anda lihat di gerja suatu hari akan menghakimi malaikat dan dunia? (1 Korintus 6:2-3) Dalam ayat 7-9, apakah anda berdoa setiap hari untuk gereja pada umumnya, dan untuk jemaat gerje secara khusus?

P: Dalam Mzm 123, apakah perkara yang dapat kita lihat?

J: Dimanakah mata anda? Apakah anda berpikir pada perkara yang diatas (Kolose 3:1-3). Perkara apa yang menggetarkan hati anda, dan membuat anda senang? Apakah hal itu seperti video game, film, tim olahraga, atau hal lain yang tidak buruk dalam dan dari tentang mereka. Atau, apakah anda paling senang bersama Tuhan, pekerjaanNya, dan bersekutu dengan orang kudus lainnya? Mazmur 123 bukanlah tentang dimana anda pernah berada, atau bahkan dimana anda berada sekarang, tapi dimanakah anda melihat, apa yang anda cari, dan dimanakah anda ingin berada.

P: Dalam Mzm 124, apa yang dapat kita pelajari?

J: Ketika Mazmur 123 mengatakan mengenai dimana anda melihat, Mazmur 124 mengajarkan kita memperhatikan dimanakah kepercayaan kita? Kita berpikir pertolongan Tuhan bermanfaat, tapi apakah kita menyadari bahwa pertolonganNya yang berlanjut itu penting? Dalam kehidupan kita sendiri, itu tidak hanya penting supaya Roh Kudus dapat bekerja dalam kita sehingga kita aman (Kolose 1:13), itu adalah penting bahwa Roh Kudus bekerja dalam kita untuk menopang kita untuk tetap aman (Kolose 1:17). Dalam tugas kita, jika kita dapat menyempurnakan segala sesuatu tanpa pekerjaan yang ajaib dari Tuhan, lalu kita tidak menghargai hal itu lebih tinggi.

P: Apa yang dimaksud dengan pekerjaan Tuhan dalam Mzm 125:3?

J: Tuhan mungkin saja membiarkan orang fasik memimpin seluruh negri, tapi Ia tidak akan membiarkan orang fasik memimpin orang beriman. Satu alasannya adalah supaya orang beriman tidak secara terus-menerus digoda untuk menolak seperti yang dilakukan orang yang tidak beriman. Jika anda berada dalam situasi seperti ini, seperti Lot ketika di Sodom, maka saat seperti ini merupakan saat untuk pindah atau bergerak.

P: Dalam Mzm 126, apa yang dapat kita pelajari tentang doa?

J: Mazmur sebelumnya menunjukkan tentang pujian pada Tuhan, tapi ini adalah ungkapan yang dalam rasa syukur yang diberikan atas apa yang Ia lakukan bagi umatNya. Ketika Tuhan menjawab doa anda, apakah anda akan berdoa untuk mengucap syukur atas apa yang Ia lakukan untuk anda. Dalam ucapan syukur anda, apakah anda hanya bersyukur dan berterima kasih atas apa yang telah Dia lakukan untuk anda, atau juga untuk umat Tuhan dan orang lain?

P: Dalam Mzm 127 dan Mzm 72, apakah Salomo menulis Mazmur ini?

J: Kita tidak yakin. Tema yang mengatakan tanpa Tuhan yang membangun akan sia-sia saja, sama halnya dalam Pengkhotbah 1. Pendahuluan dalam Mazmur 127 mengatakan "dari Salomo", tetapi ada tiga hal yang perlu diperhatikan.
Dalam bahasa Ibrani
, "dari Salomo" dapat berarti ditulis oleh Salomo, atau orang lain yang menulis tentang Salomo. Namun, "Rumah Salomo" tidak berarti bukan oleh Salomo.
Penambahan pendahuluan:
Pendahuluan bukanlah yang ada dalam injil yang asli. Pendahuluan itu memang benar, tapi tidak selamanya diperlukan.
Salomo mungkin menulis Mazmur ini
merupakan solusi yang paling sederhana, dan tidak menghadirkan banyak kesulitan.

P: Dalam Mzm 127:1, mengapa orang-orang yang membangun rumah akan sia-sia kecuali Tuhan yang membangunnya?

J: Pada dasarnya ini mungkin mengarah pada "Rumah Tuhan" yang ada di Yerusalem. Daud sangat ingin membangun bait suci ini oleh dirinya sendiri, tapi Tuhan mengatakan untuk tidak melakukannya, dan begitu pula dengan anaknya. Daud menyadari bahwa ketidak menurutan dan tetap membangun sebuah bait suci maka hanya akan menjadi sia-sia.
Apakah umat Kristen saat ini pernah melakukan sesuatu yang sia-sia? Tentunya, jika seorang Kristen mengerjakan sesuatu, bahkan sesuatu yang baik sekalipun, misalkan untuk Tuhan, tapi Tuhan tidak menginginkan itu, atau menginginkan itu tapi bukan dari orang tersebut, maka pekerjaannya itu akan sia-sia. Namun, jika kita menurut dalam pelayanan kita pada Tuhan, mencari kehendak Tuhan, dan menuruti kehendak Tuhan karena kita memahaminya, maka kesukaan yang dimiliki Tuhan dalam pekerjaan kita akan membuat apa yang kita lakukan berhasil, di luar dari suskses yang disebut menurut ukuran dunia. Dengan kata lain, maka kita mendapat kesuksesan sesuai dengan kehendak Tuhan.

P: Dalam Mzm 127:2, apakah selalu tidur dengan nyenyak merupakan tanda bahwa anda adalah orang beriman?

J: Tidak, karena dalam Mazmur 119:148, penulis tidak tidur semalaman. Mazmur 127:2 mengatakan bahwa, secar umum, orang beriman akan mudah untuk tidur dengan damai tanpa kegelisahan. Ini tidak dikarenakan adanya sebab-sebab yang ajaib, tapi dalam tidur seseorang tidak akan merasa bersalah, gelisah, atau ketakutan akan masa depannya, yang pada umumnya mereka akan tidur dengan terlindungi daripada yang lain.

P: Dalam Mzm 127:3-5, 128:3, bagaimana sikap Alkitab terhadap anak-anak?

J: Anak-anak harus dihargai (Mzm 127:3-5; 128:3), seperti pula pada cucu-cucu (Amsal 17:6). Kita mempunyai tanggung jawab yang serius untuk mengajarkan anak-anak kita dan membawa mereka pada Tuhan (Ulangan 6:7; Amsal 22:6). Kita juga diharuskan untuk memfasilitasi mereka secara keuangan (Amsal 13:22; 17:2; 19:14; Mzm 17:14) seperti halnya keluarga kita pada umumnya (1 Tim 5:8). Kita harus mendisiplinkan anak-anak kita, termasuk menghukum secara fisik (Amsal 22:15; Ibrani 12:7-11) tapi kita tidak boleh menyakiti anak-anak kita (Efesus 6:4).
Amsal menjanjikan bahwa jika kita mengajarkan hal-hal kemana ia harus berjalan ia tidak akan meninggalkan itu. Mazmur 112:1-2 mengatakan bahwa anak-anak yang takut akan Tuhan akan menjadi anak-anak yang kuta.

P: Dalam Mzm 127:3-5, mengapa ini mengarah hanya pada anak laki-laki dan bukan pada anak perempuan yang merupakan berkat dari Tuhan?

J: Menurut sebuah artikel dalam Christianity Today 10/27/1997 hal.35, tidak ada kata bahasa Ibrani untuk kata "anak-anak", hanya ada untuk "anak laki-laki" dan "anak perempuan". Ketika sebuah pembicara dari Ibrani mengartikan anak laki-laki dan anak perempuan, maka kata "anak-anak laki-laki" yang kita gunakan. Oleh karena itu ketika alkitab King James Version menterjemahkan ini sebagai "anak-anak", mereka menterjemahkan lebh pada ke arti yang sebenarnya daripada kata per katanya. Membuktikan bahwa pemazmur mengartikan anak-anak secara umum dan tidak hanya pada anak laki-laki dalam Mazmur 127:3 ia mengutip "anak-anak/anak-anak lelaki" dengan "buah kandungan".

P: Dalam Mzm 128, bagaimana sikap Tuhan terhadap kita?

J: Tuhan bukanlah seorang yang suka merusak alam semesta, tapi Ia ingin untuk memberikan mereka yang menghormati Tuhan, keinginan dari hati mereka sendiri. Tuhan ingin yang terbaik, bahkan lebih dari yang terbaik yang kita inginkan.
Tujuan dari kepercayaan kita adalah untuk mencintai dan melayani Tuhan, bukan untuk kebahagiaan kita sendiri. Tapi Mazmur ini menunjukkan bahwa menginginkan keadaan yang bahagia, berdoa untuk mereka, dan memuji Tuhan untuk mereka merupakan hal yang baik.

P: Dalam Mzm 131:1, perkara-perkara apa yang terlalu tinggi bagi kita?

J: Ada dua aplikasi dari ayat ini.
Bagi beberapa orang tapi bukan orang lain
, beberapa hal adalah perkara yang terlalu tinggi. Contohnya, beberapa orang mempunyai beberapa kesulitan terhadap waktu dari waktu itu sendiri yang tak terbatas. Namun bagi beberapa orang lainnya kecenderungan secara matematis, konsep ini bukan merupakan masalah.
a)
bilangan tak terbatas / 2 = tak terbatas,
b)
jumlah dari seluruh angka sama dengan jumlah dari angka rasio, dan
c)
keliling lingkaran dari radius yang tak terbatas merupakan sebuah garis lurus
d)
Batas sebuah pendekatan x yang tak terbatas dari 3 * x^2 / (x + 1000 )^2 adalah 3.
Jika konsep ini membuat anda tidak nyaman, janganlah khawatir. Anda dapat setidaknya berpikir sedikit saja seperti halnya seseorang yang nyaman dengan konsep ini.
Untuk semua orang,
beberapa hal terlalu tinggi untuk kita. Contohnya, beberapa perkara yang tidak dapat kita mengerti karena kita tidak diberikan informasi yang membantu. Beberapa hal adalah terlalu tinggi bagi kita karena walaupun kita memiliki informasinya, kita tidak akan mempunyai "kekuatan pemrosesan mental" untuk memahami itu. Kita seringkali sangat baik dalam menggunakan perkiraan, tapi perkiraan dapat gagal karena adanya peristiwa yang mengacaukan (seperti prediksi cuaca), terputus, peristiwa bencana besar, dan kejadian-kejadian dimana pengalaman kita, pengamatan alam, dan pengetahuan terhadap hukum alam tidak berlaku lagi. (seperti apa bentuk alam semesta dalam 10 atau 34 detik setelah diciptakan?)
Kita tidak perlu takut tentang ketidaktahuan akan semua hal ini. Tuhan Yang Maha Kuasa sangatlah mudah dan ingin untuk berkomunikasi dengan kita, dan Ia berkata pada kita apa yang kita perlu ketahui tentang hal yang paling penting: hidup bersamaNya selama-lamanya.

P: Apakah Mzm 132:8 memberikan sebuah "jenis" penjelasan, walau tidak membuktikan, mengenai anggapan fisik terhadap Perawan Maria seperti yang dinyatakan oleh beberapa teolog Katolik (Ott, Madrid, dll)?

J: Tidak. Mzm 132:8 (NIV) mengatakan, "bangunlah, ya Tuhan, dan datanglah ke tempat istirahatMu, Engkau serta tabut kekuatanMu." Dua hal yang perlu diperhatikan.
Tabut bukanlah Maria:
tidak ada yang menghubungkan tabut sebagai simbol tentang Maria, lebih dari sebagai simbol dari Elia, Henokh, Taurat, upacara keagamaan, Kristus, atau yang lainnya.
Ini merupakan pendukung terkuat dalam Alkitab
bagi doktrin Katolik bahwa tubuh Maria diambil secara langsung ke surga dan dia tidak mengalami kematian.

P: Dalam Mzm 133:1-3, mengapa kerukunan sangat penting dan diinginkan?

J: Kerukunan penting untuk memuliakan Tuhan (Roma 15:5-6) dan menjadi saksi sehingga dunia akan mengetahui dalam Yoh 17:23. Namun, kerukunan itu sendiri bukanlah hal yang penting, kerukunan dalam Kristus yang penting. Kita diperintahkan tidak untuk menciptakan kerukunan, tapi memelihara kerukunan terhadap Roh Kudus dalam Efesus 4:3.

P: Dalam Mzm 134, mengapa penting memuji Tuhan bersama-sama?

J: Terdapat dua aspek yang berbeda.
Tuhan rupanya menganggap ini adalah indah jika manusia bersekutu untuk memujiNya, seperti yang ditunjukkan dalam Ibrani 10:25 dan Mzm 134.
Tuhan juga menginginkan bahwa kita tidak memiliki hal-hal yang melawan saudara kita dan jemaat yang lain seperti yang dikatakan dalam Matius 5:23-24 dan Roma 15:7.

P: Dalam Mzm 135:7, bagaimana Tuhan membawa angin dari dalam perbendaharaanNya?

J: Sebuah harta disini adalah "lumbung" maka ayat ini mengatakan Tuhan membawa angina "dari dalam lumbung". Lumbung atau gudang mungkin berarti zona tekanan tinggi, yang biasa disebut oleh ahli meteorologi saat ini.

P: Dalam Mzm 136:15, apakah Firaun juga tenggelam dalam Laut Merah?

J: Mungkin tidak, karena ini bukanlah apa yang dikatakan Mazmur 136:15. Lebih lagi, Firaun dan tentaranya digulingkan dalam Laut Merah. Kekuatan Firaun saat itu "disapu bersih semua".

P: Dalam Mzm 137:1, sungai apakah yang ada di Babilonia?

J: Babilonia berada didalam kekuatan Sungai Efrat. Sementara sungai itu mungkin saja mengarah pada dua sungai yang ada di Babilonia, yaitu sungai Efrat dan Tigris, 40 mil sebelah timur Babilonia, dan mungkin juga tidak. Lebih lanjut, itu sepertinya mengarah pada Efrat dan banyak kanal yang menyuburi Babilonia dan kebun-kebunnya. Ungkapan skeptis Asimov’s Guide to the Bible hal.506 mengatakan hal yang sama.

P: Dalam Mzm 137:2, apakah Babilonia mempunyai banyak pohon gandarusa?

J: Negri Mesopotamia tidak mempunyai pohon, dimana tidak cukup air untuk menumbuhkan tanaman, kecuali berada di dekat sungai atau dengan irigasi. Pohon gandarusa khususnya membutuhkan banyak air. Namun, salah satu dari tujuh keajaiban dunia adalah taman gantung di Babilonia, yang disirami oleh Sungai Efrat. Niscaya pohon semak belukar yang berbeda dengan tanah yang lebar tanpa pepohonan akan terlihat mengundang sekali.

P: Dalam Mzm 137:8,9 mengapa pemazmur bertanya bahwa bayi orang Babilonia diremukan dengan batu?

J: Dalam permukaan, ini terdengar serumit seperti kata aborsi saat ini (kecuali ketika anak mati lebih lambat selama aborsi). Penulis telah melihat tentara Babilonia secara brutal membunuh orang Yahudi, dan Mazmur ini merupakan tangisan pada Tuhan akan keadilan. Namun, sejak zaman Yesus, kita diajarkan untuk mencintai musuh-musuh kita, dan berdoa bagi mereka yang menyiksa kita.

P: Dalam Mzm 138, doktrin kunci apa yang disebutkan dalam pasl ini?

J: Ada sedikitnya empat kunci kebenaran disini.
Tuhan telah meninggikan diatas segala namaNya dan firmanNya.
Tuhan menciptakan Daud, dan dapat menciptakan kita, berani dan hati yang kokoh.
Tuhan terutama melihat dengan keinginan untuk merendahkan hati.
Tuhan mempunyai sebuah tujuan untuk Daud, menjanjikan untuk memenuhi tujuanNya pada Daud, dan Tuhan dapat melakukan hal yang sama untuk kita.

P: Dalam Mzm 139, karena Tuhan adalah "Maha hadir", Ia dekat ketika terjadi, hubungan inses, pemerkosaan, penganiayaan anak, dan lain-lain. jika Ia tidak mengehentikan itu, Ia merupakan kaki tangan, seperti halnya anda dan saya jika kita berada disituasi yang seperti itu tapi kita tidak mengehantikannya.

J: Tuhan bukanlah manusia, dan walau Tuhan dapat memberikan kebebasan dan kemampuan untuk melakukan hal jahat, bahkan hal lain, Ia tidak melakukan itu tapi. Empat hal yang perlu diperhatikan:
1) Dalam tambahannya menjadi yang maha hadir, tidak ada yang terjadi kecuali Tuhan mengijinkan, seperti yang ditunjukkan dalam Ayub 1:12; 2:6; Yakobus 4:15; dan Efesus 1:11.
2) Tuhan dapat mencegah segala perbuatan jahat untuk terjadi, tapi memilih untuk tidak melakukannya.
3) Jika Tuhan mencegah semua perbuatan jahat, maka kita, sama halnya dengan setan dan iblis yang akan menjadi robot. Tidak, mengijinkan kita untuk memiliki suatu pengukuran tentang kehendak bebas berarti bahwa Tuhan, berada dalam batasan, telah memilih "mendelegasikan" sebagian dari kedaulatanNya. Kita telah sangat diberikan tanggung jawab, dan ketika Tuhan meminta kita untuk "memilih kehidupan" Tuhan sangatlah tulus.
4) Salah satu konsekuensi dari ini adalah bahwa Tuhan mengijinkan perbuatan jahat, dan Ia bahkan mengijinkan konsekuensi yang tidak adil dalam kehidupan ini. Berpikirlah mengenai anak manusia yang telah dibunuh oleh orang seperti Hitler dan Idi Amin. Tuhan akan membuat segala sesuatu benar pada akhirnya, pada hari Penghakiman nanti.
Konsep ini, adalah bahwa Tuhan adalah yang Maha Kuasa, dan tapi Tuhan mengijinkan perbuatan jahat untuk memberikan kita sebuah tingkatan kebebasan, yang merupakan konsep yang paling rumit dalam kekristenan. Saya dapat menjelaskan hal ini lebih detil lagi apabilan anda mempunyai pertanyaan yang lebih khusus lagi.

P: Dalam Mzm 139:8, bagaimana Tuhan berada dalam "Neraka"?

J: Kata dalam bahasa Ibrani disini, sheol, berada dalam dunia orang mati. Tuhan bahkan berada dalam alam baka, dan bahkan mematikan seseorang yang tidak dapat lepas dari Tuhan.

P: Apakah Mzm 139:13-16 menyatakan bahwa aborsi adalah pembunuhan?

J: Ya menurut When Critics Ask hal.244. Yeremia 1:5, Mzm 51:5; Lukas 1:44, dan Keluaran 21:22-23 juga menyatakan bahwa aborsi adalah pembunuhan. Mzm 139:13-16 mengatakan Tuhan bersama dengan kita didalam ibu kita. Sebaliknya, ini lucu sekali dengan mengatakan bahwa setelah kepala bayi keluar dari kandungan ibunya maka bayi itu tidak bisa dibunuh, tapi sebelum kepalanya keluar, boleh saja membunuh bayi itu dengan menusukan gunting di kepalanya. Hal ini dilakukan di Amerika dan beberapa negara Barat saat ini. Yang disebut "partial birth abortion."

P: Dalam Mzm 139:14, bagaimana orang yang berdosa dijadikan ia dasyat dan ajaib?

J: Kita lahir dengan dosa warisan (Mzm 51:5), mati dalam dosa (Efesus 2:1; Kolose 2:13), seorang tawanan dosa (Galatia 3:22), dan dibawah kemarahan Tuhan (Efesus 2:3). Tapi Mzm 139:14 dengan berani menyatakan bahwa kita dijadikan dasyat dan ajaib. Walaupun jatuh dalam dosa, kita tetap membawa citra Tuhan (Kejadian 9:6). Tuhan dapat hidup dalam kita (1 Yoh 4:12-15). Kita dapat dibenarkan dan diagungkan (Roma 8:30), dan kita dapat dipanggil sebagai anak-anak Allah (Roma 8:19; 1 Yoh 3:1).

P: Dalam Mzm 139:20-22, apakah kita diajarkan untuk membenci orang yang membenci Tuhan?

J: Tidak, bagi mereka yang ada di dunia ini mereka dapat bertobat dan percaya. Apapun perbuatan yang fasik yang mereka lakukan, bahkan perzinahan yang dilakukan Daud, atau pembunuhan seperti Daud dan Paulus, Tuhan akan menerima mereka yang datang kepadaNya dalam kepercayaan dan pertobatan.
Mazmur ini menunjukkan kita bahwa Daud berdoa tentang apa yang ia rasakan pada Tuhan. Namun, pada dua ayat berikutnya Daud meminta Tuhan untuk menekan pikiran-pikiran kejahatan dalam dirinya, maka mungkin Daud sendiri merenungkan untuk membenci musuh-musuhnya.
Dalam Perjanjian Baru kita diajarkan untuk mencintai musuh-musuh kita dan berdoa bagi mereka yang menghina dan menyiksa kita (Matius 5:43-44 dan Lukas 6:27-35) bahkan seperti halnya yang dilakukan Stevanus ketika dia hampir meninggal, dalam Kis 7:60.

P: Dalam Mzm 142, apa yang menjadi fokus dari pasal ini?

J: Daud berada dalam gua ketika melarikan diri dari Saul. Daud tidak hanya berdoa untuk pertolongan melawan orang-orang jahat secara umum, tapi khususnya melawan mereka yang ingin menangkapnya (ayat 3), dan mereka yang lebih kuat daripadanya (ayat 6) ketika mereka ada dimana ia tidak memiliki pertolongan secara duniawi untuk membantunya (ayat 4).
Walaupun dalam keadaan yang tidak bahagia, putus asa atas suatu hubungan, Daud akhirnya menemukan kebahagiaan. Ia menyadari bahwa Tuhan adalah pertolongan (ayat 5) dan Ia akan membawa dia ke dalam orang-orang benar (ayat 7). Pernyataan ini tidak menjelaskan secara khusus mengenai orang benar disini apakah adalah benar-benar manusia atau malaikat, tapi keduanya disa diberlakukan.

P: Dalam Mzm 144:1 dan Mzm 149:6-8, apakah ini boleh mengenai pengajaran perang, termasuk membunuh orang lain?

J: Ya. Daud mengetahui apa yang ia katakan, untuk pengajaran perang dan mengajarkan orang lain untuk berperang. Ini membuktikan bahwa perang diperbolehkan, jika itu untuk kebaikan. Sejumlah orang yang cinta damai tetap masih menjadi orang Kristen yang sejati, tapi mereka salah menurut saya bahwa perang untuk kebenaran tetap saja tidak menyukakan bagi Tuhan. Karena Kolose 3:16 mengatakan kita harus menegur tiap orang dengan Mazmur, saya akan menasehatkan mereka untuk merenungkan itu, dalam Mazmur 149:6-8.

P: Dalam Mzm 144:1, apakah diperbolehkan bermain video games dan permainan lain dengan membunuh?

J: Tergantung permainannya, dan itu juga dapat tergantung dari orangnya. Karena Alkitab menunjukkan bahwa memburu binatang dan menjadi seorang prajurit diperbolehkan, ini akan menggelikan dengan mengatakan bahwa melakukan hal-hal ini secara nyata diperbolehkan, tapi melakukan hal ini dalam video games tidak diperbolehkan. Di lain hal, sebuah permainan yang mengagungkan kekerasan yang tidak berprikemanusiaan dan mendorong untuk membunuh orang lain untuk alasan yang tidak benar tidak hanya tidak bermoral karena telah mengajarkan orang untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain (Amsal 3:31,32), tapi hal itu juga menghina, dalam Filipi 4:8. Filipi 4:8 (NIV) mengatakan, "…semua yang benar, semua yang mulia, semua yang suci, semua yang manis, semua yang dikagumi, jika semua disebut kebajikan dan patut dipuji – pikirkanlah itu."

P: Dalam Mzm 145:9, bagaimana Tuhan baik dan bermurah hati pada semua ciptaanNya?

J: Tuhan memberikan apapun dalam hidup kita seperti udara untuk bernafas dan lingkungan untuk tinggal. Ini salah satu aspek dari "kemurahan Tuhan yang umum", atau suatu pemberian dari Tuhan untuk semua umat manusia, walaupun mereka percaya pada Tuhan atau tidak. Selama manusia bernafas, mereka mempunyai kesempatan untuk bermohon pada Tuhan Yang Maha Tinggi untuk menyelamatkan mereka.

P: Dalam Mzm 145:16, bagaimana Tuhan memuaskan keinginan dari setiap makhluk hidup ciptaanNya?

J: Tuhan memberi kepuasan dari beberapa keinginan dari setiap makhluk hidup. Semua mempunyai keinginan untuk hidup dan mempunyai tingkatan kesenangan.
Namun, ayat ini hanya mengkhususkan pada kehidupan. Setelah mati, mereka yang menolak Allah tidak memiliki perjanjian untuk memuaskan kehidupan mereka, atau keinginan mereka diambil. Satu penggambaran yang masuk akal tentang Neraka adalah sebuah tempat dimana keinginan seseorang dapat tumbuh diluar kontrol, keinginan itu sehingga tidak akan dapat dan tidak akan pernah terpuaskan, dan orang tersebut tahu bahwa itu tidak dapat dipuaskan.

P: Apakah Mzm 146:3-4 menunjukkan bahwa tidak ada kehidupan setelah mati seperti yang dikatakan oleh Saksi Yehova dalam buku Penalaran Dari Injil hal.383 (1989)?

J: Tidak. Mazmur 146:3-4 menunjukkan bahwa kita tidak boleh percaya pada manusia, karena setelah mereka mati rencana mereka tidak menjadi apa-apa, dan bahkan pemikiran mereka pun akan hilang dari bumi ini. Beberapa ayat dari Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa ada kehidupan setelah mati yaitu Hosea 13:14; Amsal 14:32, Ayub 3:13-17, dan Ayub 19:26-27.

P: Dalam Mzm 146:6 (NIV), Seharusnya ini dikatakan "TUHAN"?

J: Tidak., "Tuhan" tidak ada dalam Tulisan Masoretik, menurut Expositor’s Bible Commentary vol.5 hal.866. "Tuhan" juga tidak ada dalam Tulisan Septuagin. Alkitab versi NIV mungkin menambahkan agar lebih mudah dimengerti karena Tuhan adalah subjek dari Mazmur ini dan disebutkan dalam ayat lain dalam Mazmur ini.

P: Dalam Mzm 146:8, apakah kata yang terdengar seperti bahasa Aram untuk "rencananya" menunjukkan Mazmur ini ditulis lama setelah yang lain?

J: Tidak. Kata dalam bahasa Ibrani "estonotayw" untuk "rencananya" merupakan bahasa Aram, menurut Expositor’s Bible Commentary vol.5 hal.865 kata yang sama ini juga ada dalam prasasti Sefira pada abad kedelapan.

P: Dalam Mzm 148, bagaimana semua makhluk ciptaan yang hidup memuji Tuhan?

J: Setiap ciptaan atau makhluk hidup mempunyai caranya sendiri untuk memuji Tuhan. Malaikat yang tak berdosa pun mempunyai caranya sendiri, yang sempurna bagi mereka. Manusia yang jatuh dalam dosa, yang memiliki pengalaman keselamatan dan hidup baru dari Tuhan, mempunyai cara yang berbeda dalam memuji Tuhan. Benda yang tidak bernyawa, menjadi terik matahari yang panas, menjadi bulan yang menerangi dengan pancaran sinarnya, atau uap air dingin, semuanya memuji Tuhan dengan keberadaan mereka, sebagai saksi bisu terhadap kekuatan dan kemampuan dari Pencipta mereka. Mari pikirkanlah, keberadaan kita, seperti hari-hari yang kita jalani bersama Tuhan merupakan sebuah pujian atas kemurahan dan kegembiraanNya.

P: Dalam Mzm 148:4, apa yang dimaksud dengan air diatas langit? Dikatakan "air diatas", bukan "dalam" langit, seperti yang dikatakan Kejadian. Apakah kita yang membuat semua itu? Apakah nenek moyang kita berpikir bahwa ada kumpulan air diatas langit?

J: Kata "langit" memiliki banyak arti, karena nenek moyang berpikir dalam arti langit yang bertingkat. Contohnya, Mazmur 148:3 mengatakan "Pujilah Diia hai langit diatas segala langit", dan Paulus membiacarakan mengenai tujuh langit. Beberapa jenis awan dan semacamnya berada di tingkatan yang lebih rendah, sedangkan bintang dan planet berada di tingkat yang lebih tinggi, dan Tuhan berada didalam dan diluar tingkatan yang paling akhir. Penulis zaman dulu tidak mengetahui siklus air atau bagaimana hujan itu terjadi, tapi mereka tahu wair datang dari awan yang dapat mereka lihat.
Seperti halnya, ketika saat ini kita berdoa, jika kita samar-samar dalam memahami dunia, itu juga boleh juga.

P: Dalam Mzm 149:4, bagaimana Tuhan berkenan kepada umatNya?

J: Tuhan berkenan kepada kita dalam banyak cara. Ia berkenan pada orang fasik yang meninggalkan kefasikannya dan datang kepadaNya. Tuhan berkenan memberikan kita keselamatan, sama halnya dengan hal-hal baik yang lain. Tuhan berkenan untuk menyamankan kita, dan membagikan sukacitaNya pada kita. Tuhan menyebut kita sebagai teman. Kita duduk bersama dengan Kristus (Efesus 2:6), dan kita disebut sebagai pengantin Kristus dalam Efesus 5:25-33. Kita diciptakan dalam rupa Tuhan, dan Tuhan hidup dalam kita (1 Yoh 4:12,16)

P: Dalam Mzm 149:5, bagaimana manusia bersorak-sorai diatas tempat tidur mereka?

J: Bahkan ketika seseorang ingin tidur, hati mereka seharusnya tetap bernyanyi memuji Tuhan.

P: Dalam Mzm 150, tepatnya bagaimana seharusnya kita memuji Tuhan?

J: Ketika merupakan suatu yang baik untuk berterima kasih pada Tuhan atas segala sesuatu yang telah Ia lakukan untuk kita, berterima kasih pada Tuhan agak sedikit berbeda dengan memuji Tuhan. Mazmur 150 pertama kali memberikan tempat untuk memuji Tuhan, dan lalu dua alasan untuk memuji Tuhan. Lalu pasl ini memberikan sembilan cara untuk memuji Tuhan lewat musik dan tarian. Terakhir, pasal ini menyimpulkan dengan mengatakan untuk membiarkan segala yang bernafas, memuji Tuhan.
Memuji Tuhan dengan bunyi trompet sangat berbeda dari memuji Tuhan dengan senar, yang berbeda pula ketika memuji dengan tamborin. Ketika ada banyak jenis musik untuk memuji Tuhan, maka banyak hal yang dilakukan untuk memuji Tuhan. Mazmur 150:2 mengkategorikan mereka sebagai memuji Tuhan atas perbuatan kekuasaanNya, dan juag memuji Tuhan itu sendiri atas Kebesaran sifatNya. Kita dapat melanjutkan selamanya mendaftar semua kedasyatan, kemuliaan, kekuatan, kekompleksan, kekreatifan, dan kosistensi dari yang Tuhan telah ciptakan. Ketika memuji Tuhan atas penciptaanNya, janganlah lupa juga memuji Tuhan atas penebusanNya. Seperti halnya kita dapat menambahkan lamanya kebaikan, keramahan, keadilan, kebenaran, kesetiaan, dan bahkan kemarahan Tuhan. Sebenarnya, saya rasa kita dapat datang setidaknya dengan satu alasan untuk kita memuji Tuhan atas setiap jenis musik yang telah ditemukan oleh orang.

P: Apakah Mzm 151 ini, dan haruskah ini berada dalam Alkitab?

J: Apa yang seringkali didesain seperti Mazmur 151 ditemukan dalam bahasa Yunani Tulisan Septuagin dari Sinaiticus, Vaticanus, dan Alexandrinus. The liberal Anchor Bible Dictionary volume 5 hal.523-524 mengatakan bahwa semua salinan telah mempunyai prasasti sebelum Mazmur 151 mengatakan bahwa ini merupakan tambahan pada 150 kanonikal Mazmurs. Dibacakan, "Mazmur ini adalah menggambarkan Daud dan diluar dari jumlah…". Setelah Mazmur Sinaiticus mendekati dengan "151 Mazmur Daud", dan Alexandrinus mendekati dengan "150 Mazmur Daud dan seseorang menggambarkannya." Mazmur 151 juga ditemukan dalam Dead Sea scroll dalam lembaran 11.
Mazmur 151 membicarakan tentang kemenangan Daud atas Goliat dan bacalah: "Aku ini kecil diantara saudara-saudaraku, dan termuda dalam rumah bapaku: aku mengurusi domba-domba milik bapaku. Tanganku membentuk sebuah instrumen musik, dan jari-jariku menata sebuah pemazmuran. Dan siapakah yang akan mengatakan pada Tuhanku? Tuhan sendiri, Ia sendiri mendengar. Ia mengirim malaikatnya, dan mengambilku dari domba bapaku, dan ia mengurapiku dengan minyak pengurapan. Saudara-saudaraku tampan dan tinggi, tapi Tuhan tidak berkenan atas mereka. aku pergi untuk bertemu dengan bangsa Filistin, dan ia mengutukku dengan dewa-dewanya. Tapi aku menarik pedangnya sendiri, dan memotong kepalanya, dan menghapuskan celaan dari anak-anak Israel." Diambil dari The Septuagint Version: Greek and English oleh C.L. Brenton. Seseorang dapat juga membaca banyak versi dari Mazmur 151 dalam The Old Testament Mzmeudepigrapha volume 2 hal.612-615.
Mazmur 151 merupakan pasal apokrif, tapi tidak diterima oleh gereja Katholik. Tapi pasal ini diterima dalam aliran Orthodox, Nestorian, dan gereja Koptic. Pasal ini juga tidak jelas apakah ini berarti sebagai injil yang mempunyai wewenang.

P: Haruskah Mzm 152-155 berada dalam Alkitab?

J: Bukan, kita seharusnya menambahkan ini ke dalam Alkitab berdasarkan alasan berikut ini.
1.
Tidak ada buktinya bahwa banyak bangsa Yahudi, sebelum masa kekuasaan bangsa Helen, mendengar tentang Mazmur. Apa yang orang sebut sebagai Mazmur 154 dan 155 ada dalam bahasa Ibrani di dalam "Dead Sea scroll" 11QMzm. Lebih dari itu, semua Mazmur hanya ada dalam bahasa Siria.
2.
Sepertihalnya, tidak ada bukti bahwa Yesus menggunakan atau mendengar Mazmur ini.
3.
Tidak ada bukti juga bahwa gereja awal mendengar Mazmur ini.
4.
Karena gereja awal telah banyak mengetahui tentang Injil Allah, kita dapat percaya bahwa Tuhan menuntun umat Kristen awal dengan benar.
The Anchor Bible Dictionary vol.5 hal.536-537 mengatakan bahwa sebuah salinan dari abad ke 12 dalam bahasa Siria Nestoria tentang Mazmur yang memiliki pasal Mazmur 151, 154, 155, 152, 153.
Sebagai tambahan, tidak ada doktrin baru saat ini dalam Mazmur yang pendek ini, dan tidak ada pula dalam Mazmur tersebut yang tidak alkitabiah. Kita dapat membaca banyak versi tentang Mazmur 152-155 dalam The Old Testament Mzmeudepigrapha volume 2 hal.615-624.

P: Apa yang dikatakan dalam Mzm 155?

J: Berikut ini sebuah terjemahan dari The Dead Sea Scrolls Study Edition yang diperbaiki oleh Florintino Garcia Martinez & Eibert J.C. Tigchelaar volume 2 1998 hal.1177.
"YHWH, aku bermohon padamu, dengarkan aku; aku mengulurkan tanganku dalam baitMu yang suci; mendekatkan telingaMu dan mengabukan permohonanku, dan yang kuminta, janganlah sangkal aku; perbaharui jiwaku dan janganlah biarkan itu menjadi rusak; dan janganlah Kau tinggalkan jiwa ini dari keberadaan orang fasik. Semoga pengadilan kebenaran mencegahku dari balas dendam si jahat. Oh YHWH, janganlah hakimi aku atas dosaku karena tak ada satu pun yang hidup berada dalam hadiratMu. Ajarlah aku, YHWH, dalam hukumMu, dan ajar aku pengajaranMu sehingga banyak orang mendengar perbuatanMu dan bangsa-bangsa akan memuliakan keagunganMu. Ingatlah aku dan janganlah lupakan aku atau pimpin aku dalam kesulitan yang terlalu besar bagiku. Hapuskanlah dosa dari keturunanku dan semoga pelanggaranku tidak diingat untuk melawanku. Sucikan aku, oh YHWH, dari wabah si jahat, dan semoga itu tidak terjadi padaku lagi; keringkanlah akar-akarnya dariku, semoga daun-daunnya tidak subur dalam aku. Mulialah Engkau, YHWH, oleh karena itu permohonanku diterima dalam hadiratmu. Bagi siapakah teriakanku yang akan mengabulkan doaku? Anak manusia: apa yang dapat dilakukan dengan kekuatan mereka? Kepercayaanku tertanam di hadapanMu, YHWH. Aku berkata <<YHWH>> dan Ia menjawab aku, (dan Ia menyembuhkan) sakit hatiku. Aku tertidur dan nyenyak; aku bermimpi, juga … YHWH.

P: dalam Mazmur, bagaimana kita mengetahui bahwa kitab Mazmur harus berada di dalam Alkitab?

J: Pertama-tama, Yesus dan penulis Perjanjian Baru berdasar pada Mazmur yang terdahulu sebagai injil. Seperti contohnya, ketika Ibrani 3:7 dan Ibrani 10:15 mengutip tentang Mazmur 95:7-11, ayat-ayat ini didahului dengan kutipan "Roh Kudus berkata". Yesus meninggal dengan sebuah Mazmur dalam bibirnya.
Yang Kedua
, hampir semua bangsa Yahudi (kecuali kaum Saduki) menerima kitab Mazmur sebagai injil.
Philo dari Alexandria
(15/20 S.M.-50 A.D.) merupakan seorang komentator Yahudi yang menulis tentang kehidupan masa Yesus. Kebanyakan tulisannya berdasarkan kitab Taurat, tapi tetap mengutip dari Mazmur. Philo menulis dalam bahasa Yunani, tapi referensinya menekankan kecenderungan pada tulisan Masoretik daripada tulisan Septuagin. Berikut ini yang ia kutip dalam Mazmur. 23:1; 26:1; 30:19; 36:4; 47:4; 42:3; 45:5; 61:12; 65:10; 75:9; 77:49; 79:7; 80:5; 84:11; 94:9; 100:1; 113:25. Lihatlah dalam The Works of Philo : Complete and Unabridged. Versi terbaru untuk informasi yang lebih lengkap.
Clement dari Roma
dalam 1 Clement pasal 18 mengutip Mazmur 51:1-7 yang mengatakan Daud berkata hal ini pada Tuhan. Ia juga mengutip lebih lebar lagi dari Mazmur 139:7-10 dalam pasal 28.
Justin Martyr
(menulis tahun 138-165 A.D.) mengutip semua dari Mazmur 1 dan 2; Mzm 3:4,5; 8:3; 18:43;19:1-6; 22:7,16,17,18; semua dari Mazmur 24; 32:2; 45:6-11; 47:5-9; semua dari Mazmur 50; 68:18,19; semua dari Mazmur 72 dan 82, 90:4; 95:1,5; 98; semua dari Mazmur 99; semua dari Mazmur 110; 115:5,16; 118:24; 128:3; 148:1,2
Clement dari Alexandria
(tahun 183-217 A.D.) dalam tulisannya Stromata 2:15 mengarah pada Mazmur 1. Di lain hal, Clement dari Alexandria mengutip dan mengarah pada "Gembala" dari Hermas dalam Stromata 2:12.
Cyprian, uskup dari Kartago
dari tahun 248 sampai kematian martirnya tahun 258 A.D.. Ia mengutip dari Mazmur sebagaimana yang ada dalam Mazmur dalam Treatise 12 The Third Book 1,10,16,68,114,119 dan beberapa tempat lainnya. Cyprian ini juga mengutip dari Tobias, Pengkhotbah, Makabe, dan tambahan dalam Daniel dalam kitab apokrif.

P: Dalam Mazmur, salinan-salinan apa saja yang ada dari sejak zaman awal yang masih ada hingga sekarang?

J: Dead Sea scrolls: (abad kedua S.M.) mempunyai 36 salinan yang terpisah menurut The Dead Sea Scrolls Today hal.30. The Wycliffe Bible Dictionary hal.436-438 mengatakan ada 27 salinan. The Encyclopedia of the Dead Sea Scrolls vol.2 hal.702 mengatakan terdapat 39 gulunngan atau salinan yang berisi bagian-bagian kitab Mazmur. The New International Dictionary of the Bible hal.261 mengatakan ada sedikitnya 10 salinan dari Mazmur dalam gua juga. Salinan tertua adalah pada abad kedua sebelum Masehi. Salinan Dead Sea scroll adalah 1Q10, 1Q11, 1Q12, 2Q14 (Mazmur 103-104), 3Q2 (Mazmur 2:6-7), 4Q83-4Q97, 4Q98a, 4Q98b, 4Q98c, 4Q98d. 4Q90 adalah dua salinan tentang Mazmur 119. 4Q89 juga merupakan dua salinan tentang Mazmur 119. 4Q89 terkadang terbelah menjadi 4Q89 dan 4Q236. 5Q5 juga mengatakan tentang Mazmur 119.
1Q16 adalah Mazmur 68:12, 25-26, 29-30
4Q171 adalah Mazmur 37:5-15; 37:1626,28-40; 45:1-2; 60:8-9
4Q173 adalah Mazmur 127:2-3,5;129:7-8
4Q521 adalah Mazmur 146:7-8
4Q174 adalah Mazmur 1:1qa; 2:1-2; 5:2-3a
4Q177 adalah Mazmur 6:2-4; 11:1-2; 12:1; 12:7; 13:2-3; 13:5; 16:3; 17:1; 17:2
4Q381 adalah Mazmur 86:16,17; 89:7; 89:10-12,14
4Q436 adalah Mazmur 51:17
4Q437 adalah Mazmur 37:15; 63:7
4Q381 adalah Mazmur 19:2; 18:6; 18:6-7
4Q434 adalah Mazmur 34:7
4Q504 adalah Mazmur 79:8
8Q2 adalah Mazmur 17:5-9,14; 18:6-9, 10-13.
11Q5 (=salinan Mazmur) ada menjadi sebuah kitab doa tentang Mazmur yang ditulis antara tahun 1 dan 50 A.D. dengan Mazmur dalam urutan yang berbeda. Menurut Responses to 101 Questions on the Dead Sea Scrolls, urutannya adalah dari Mzm 101:1-8; 102:1-2, 18-29; 103:1; 109:21-31; 105:25-45; 146:9-10; 148:1-12; 121:1-8; 122:1-9; 123:1-2; 124:7-8; 125:1-5; 126:1-6; 127:1; 128:4-6; 129:1-8; 130:1-8; 131:1; 132:8-18; 119:1-6,15-28,37-49,59-73,82-96,105-120128-142, 150-164,171-176; 135:1-9,17-21; 136:1-16,26b; 118:1,15,16,8,9,29; 145:1-7,13-21+7; Mazmur Siria 2; sebuah permohonan untuk pembebasan, Mzm 139:8-14; 137:1,0; 138:1-8; Sirakh 51:13-20b,30; Tanda untuk Sion; Mzm 93:1-3; 141:5-10; 133:1-3; 144:1-7,15; Mazmur Siria 3, Mzm 142:4-8; 143:1-8; 149:7-9; 150:1-6; Pujian untuk Pencipta; 2 Samuel 23:7; daftar dari Mazmur Daud; 140:1-5; 134:1-3; 151A,B (= Mazmur Siria 1).
Ini adalah salinan atau gulungan yang berisis sebuah "Mazmur 151" sebagaimana halnya dengan tulisan non-kanonikal lainnya, "Permohonan untuk Pembebasan", tanda untuk Sion, Pujian untuk Sang Pencipta, dan yang lainnya. Lihatlah dalam Responses to 101 Questions on the Dead Sea Scrolls hal.38-39 untuk informasi selengkapnya.
11Q6 adalah Mazmur 131:1-3; 141:10; 144:1-2; dan bagian dari Mazmur 118
11Q7 – faktanya tidak terlalu jelas dimengerti
11Q8 - faktanya tidak terlalu jelas dimengerti
11Q9 mempunyai potongan dari Mazmur 36-37 dan 86.
11Q11, sementara salinan non-alkitabiah, mempunyai sebuah bagian yang mengutip Mazmur 91 dalam kolom.5 baris 3-14. (The Dead Sea Scrolls Translated hal.377-378)
11Q13 adalah Mazmur 7:7-8; 82:1-2
Uraian Dead Sea Scroll pada Mazmur 37
(The Dead Sea Scrolls Today hal.50-51.)
Nahal Hever dalam Pahatan Gua
(tahun 50 S.M. sampai 50 A.D.) adalah Mazmur (5/6Hev 1b). Sebuah potongan dari gulungan atau salinan Nahal Hever lain adalah Mazmur 15:1-2 (Biblical Archaeology Review Jan/Feb 2001 hal.30-31) Ini tertanggal tahun 106-135 A.D.
Potongan Mazmur Bodleia
dari tulisan Yunani Septuagin yaitu dari abad kedua atau ketiga setelah Masehi menurut buku Manuscripts of the Greek Bible hal.39.
1 Clement
(97/98 A.D.) mengutip semua atau sebagian dari 50 ayat yang ada dalam Mazmur. Yang adalah Mazmur 2:7,8 dalam pasal 36 hal.15; 110:1 (juga Ibrani 1:13) dalam pasal 6 hal.15; 3:6 (parafrase) dalam pasal 26 hal.12; 18:25,26 hal.12; 19:1-3 pasal 26 hal.12; 22:6-8 hal.9; 31:18 hal.9; 32:10; hal.11; 34:11-17 hal.11; 37:35-37 hal.8; 51:1-17 hal.10; 62:4 hal.9; 78:36,37 hal.9; 89:21 hal.10; 104:4 hal.15; 119:83 hal.10; 134:7-10 pasal 28 hal.12; 139:15 hal.15
Surat Baranabas
(tahun 100 A.D.) mengutip 16 ayat dalam Mazmur. Yang adalah: Mzm 1:1 dalam pasal 10 hal.143, Mzm 1:3-6 dalam pasal 11 hal.144; 18:44 dalam pasal 8 hal.142; 22:17,18b dalam pasal 6 hal.140; 22:21 dalam pasal 6 hal.140; 22:23 dalam pasal 6 hal.141; 34:11-13 dalam pasal 8 hal.142; 110:1 (bukan "pada kakimu") dalam pasal 12 hal.145; 118:22,24 dalam pasal 6 hal.140. Di lain hal, Surat Barnabas telah bingung dalam mengutip, yang mungkin saja menjadi mencampur dengan ayat yang berbeda dalam Mazmur 42:2 hal.141; 51:19 hal.138; 119:120 hal.140
Justin Martyr
(menulis tahun 138-165 A.D.) tidak menulis salinan Alkitab, tapi mengutip banyak sekali dari Mazmur yang bisa saja tulisanya itu sama seperti sebagian dari salinan Alkitab. Justin mengutip sedikitnya 141 ayat dari Mazmur. Yaitu: semua dari Mazmur 1 dan 2; Mzm 3:4,5; 8:3; 18:43; 19:1-6; 22:7,16,17,18; semua dari Mazmur 24; 32:2; 45:6-11; 47:5-9; semua dari Mazmur 50; 68:18,19; semua dari Mazmur 72 dan 82, 90:4; 95:1,5; 98; semua dari Mazmur 99; semua dari Mazmur 110; 115:5,16; 118:24; 128:3; 148:1,2
Irenaeus
(menulis tahun 182-188 A.D.) mengutip sekitar 100 ayat dari Mazmur.
Salinan Alkitab umat Kristen,
dari sekitar tahun 350 A.D., berisi Perjanjian Lama, termasuk Mazmur.
Vaticanus
(325-350 A.D.) telah menjaga semua Mazmur, kecuali Mazmur 105:27-137:6. (Mzm 105:27-137:6 ditambahkan oleh Vaticanus di abad kelima belas, sehingga tambahan itu tidak dihitung).
Sinaiticus
(340-350 A.D.) telah mempertahankan semua Mazmur.
Alexandrinus
(450 A.D.) telah menjaga semua Mazmur kecuali Mzm 49:20-79:11.
Hal.72
(=Bodmer VII dan VIII) berisi antara Mazmur 33 dan 34 dalam bahasa Yunani. Ini tertanggal tahun 300 A.D. dalam The Text of the Earliest New Testament Manuscripts hal.479.

P: Siapakah beberapa penulis di zaman awal yang mengarah pada Mazmur?

J: Penulis Pra-Nicene yang mengarah atau membicarakan ayat-ayat dalam Mazmur adalah:
Clement dari Rome
(97/98 A.D.)
Surat Barnabas
(100-150 A.D.)
Justin Martyr
(135-165 A.D.) Justin Martyr secara khusus mengutip semua yang ada dalam Mazmur 22 dalam Dialogue with Trypho bagian 98 hal.248. Ia mengutip Mazmur 51 dalam Dialogue with Trypho the Jew bagiian 22 hal.205
Melito/Meleto dari Sardis
(170-177/180 A.D.)
Tatian, keturunan orang bid’ah
(meninggal tahun 172 A.D.)
Theophilus dari Antiokia
(168-181/188 A.D.)
Rhodon
(180 A.D.)
Caius dan Kanon Muratoria
(190-217 A.D.)
Tertullian
dalam Five Books Against Marcion (207/208 A.D.)
Clement dari Alexandria
(193-217/220 A.D.)
Hippolytus
(222-235/6 A.D.)
Origen
(225-254 A.D.)
Novatian
(250/254-256/7 A.D.)
Anonymous Treatise Against Novatian
(tahun 248-258 A.D.)
Cyprian
, uskup dari Kartago (248-258 A.D.)
Firmilian dari Kesarea pada Cyprian
(256 A.D.)
Dionysius dari Alexandria
(246-256 A.D.)
Dionysius dari Roma
(259-269 A.D.) (kiasan)
Archelaeus
(262-278 A.D.)
Victorinus dari Petau
(mati martir tahun 304 A.D.) (sindiran/kiasan)
Methodius dari Olympus dan Patara
(260-312 A.D.)
Alexander dari Alexandria
(313-326 A.D.)
Lactantius
(315-325/330 A.D.)

P: Dalam Mzm, apa yang menjadi pendahuluan yang berbeda antara tulisan Ibrani Masoretik dengan tulisan Yunani Septuagin?

J: The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal.18-19 mengatakan bahwa penambahan informasi di awal atau di akhir dalam sebuah tulisan merupakan seperti karangan. Tulisan Septuagin mengatakan Mazmur 33,43,71,91,93-99, 104, 137 ditulis oleh Daud, tapi tulisan Masoretik tidak mengatakan demikian. Tulisan Masoretik mengatakan bahwa Mazmur 122 dan 124 ditulis oleh Daud, tapi tulisan Seprtuagin tidak mengatakan hal ini. Juga penterjemah Septuagin ternyata tidak memahami mengenai kata-kata musical dalam pendahuluan.

P: Dalam Mzm, apa yang menjadi berbeda dalam terjemahan antara bahasa Ibrani, bahasa Yunani Septuagin, Justin Martyr, dan penulis lainnya?

J: Terdapat dua perbedaan umum dan juga perbedaan yang khusus.
Penomoran dari Mazmur
sedikit berbeda. Penggunaan nomor dalam tulisan Masoretik sebagai dasar, tulisan Septuagin mencampur Mazmur 9-10 dan Mzm 114-115. Itu membelah Mazmur 116:1-9 dan ayat 10-19 kedalam dua Mazmur, dan membelah Mazmur 147:1-11 dan ayat 12-20 kedalam dua Mazmur.
Menjadi sebuah pemikiran bahwa waktu dari bahasa Ibrani lebih tidak tetap daripada bahasa Yunani; bahkan beberapa terjemahan bahasa Inggris menterjemahkan waktu dari kata dalam bahasa Ibrani secara berbeda.
Untuk perbedaab terjemahan yang khusus, berikut ini beberapa contoh, dari Mazmur 1 dan 2, dan Mazmur 119:1-70. Frase pertama berasal dari bahasa Ibrani dan yang kedua dari terjemahan tulisan Yunani Septuagin.
Mzm 1:1
"yang menghina" (Tulisan Masoretik, Justin Martyr 147-151 A.D.) vs. "yang jahat" (Septuagin)
Mzm 1:2
"hanya melakukan perintah Tuhan" (Tulisan Masoretik) vs. "Taurat Tuhan/ melakukan perintah Tuhan" (Tulisan Septuagin, Justin Martyr 147-151 A.D.)
Mzm 1:2
"merenungkan" (Tulisan Masoretik) vs. "akan merenungkan" (Tulisan Septuagin, Justin Martyr tahun147-151 A.D.)
Mzm 1:3
"musim-musim" (Tulisan Masoretik) vs. "musim" (Tulisan Septuagin, Surat Barnabas tahun 100 A.D., Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 1:3
"layu" (Tulisan Masoretik, Justin Martyr tahun147-151 A.D.) vs. "berguguran" (Tulisan Septuagin) vs. wajah (=layu/lesu?) (Surat Barnabas tahun 100 A.D.)
Mzm 1:4
"hanya seperti sekam" (Tulisan Masoretik, Surat Barnabas tahun 100 A.D.) vs. "sekam" (Tulisan Septuagin, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 1:4
"ditiupkan" (Tulisan Masoretik) vs. "menghambur dari permukaan bumi" (Tulisan Septuagin, Surat Barnabas tahun 100 A.D., Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 2:1
"merencanakan" (Tulisan Masoretik) vs. "mereka-reka" (Tulisan Septuagin, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 2:2
"bersiap-siap … merencanakan/bermufakat" (Tulisan Masoretik, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.) vs. "bangkit … bersama" (Tulisan Septuagin)
Mzm 2:2
"yang diurapi" vs. "Kristus" (Kristus berarti yang diurapi, tapi hal yang signifikan adalah bahwa penterjemah Yahudi dalam Tulisan Septuagin menggunakan ini untuk menyebut Mesias berabad-abad sebelum Kristus dating.) vs. "diurapi" (Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 2:3
"kita akan mematahkan" (Tulisan Masoretik) vs. "mari kita patahkan" (Tulisan Septuagin, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 2:4
"tertawa" (Tulisan Masoretik) vs. "menertawakan mereka dengan mencaci" (Tulisan Septuagin) vs. "menertawakan mereka" (Justin Martyr)
Mzm 2:5
"menakutkan" (Tulisan Masoretik) vs. "menjengkelkan" (Tulisan Septuagin, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 2:6
"Aku telah melantik raja-Ku" (Tulisan Masoretik) vs. "Tapi Aku telah dilantik menjadi raja oleh dia" (Tulisan Septuagin, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 2:8
"bangsa-bangsa" (Tulisan Masoretik) vs. "penyembah berhala" (Tulisan Septuagin, 1 Clement ch.36 hal.15 97/98 A.D., Justin Martyr 147-151 A.D.)
Mzm 2:9
"meremukan mereka" (Tulisan Masoretik dan Justin Martyr tahun 147-151 A.D.) vs. "menguasai mereka" (Tulisan Septuagin)
Mzm 2:11
"gembira" (Tulisan Masoretik, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.) vs. "bergembira dalam Dia" (Tulisan Septuagin)
Mzm 2:12
"Ciumlah Anak manusia" vs. "Menerima pembenaran" (Tulisan Septuagin) vs. "perintah memeluk" (Justin Martyr 147-151 A.D.)
Catatan kaki Versi NRSV mengatakan arti dari Mazmur 11:b-12a belum pasti.
Mzm 2:12
"binasa di jalan" (Tulisan Masoretik) vs. "binasa dari jalan yang benar" (Tulisan Septuagin, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 2:12
"mudah sekali menyala" (Tulisan Masoretik) vs. "dengan tiba-tiba" (Tulisan Septuagin, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.) (catatan kaki versi NASB mengatakan bahwa itu dapat berarti dengan cepat, tiba-tiba, dengan mudah)
Mzm 2:12
"Melarikan diri padaNya untuk berlindung" (Tulisan Masoretik) vs. "percaya padaNya". (Tulisan Septuagin, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.)
Mzm 3:2
"dia" (Tulisan Masoretik, Tulisan Septuagin) vs. "engkau" (Syria) (dalam konteks ini tidak ada perbedaan dalam artinya)
Mzm 3:2
"sela" [makna yang tidak jelas] (Tulisan Masoretik) vs. "berhenti sejenak" (Tulisan Septuagin)
Mzm 16:10
"Bagi … jiwa di dalam kubur … melihat kebinasaan" vs. "Karena … jiwa dalam dunia orang mati … melihat kebinasaan" (The Expositor’s Bible Commentary volume 4 hal.935)
Mzm 22:16
"menusuki" (Tulisan Masoretik, Justin Martyr tahun 147-151 A.D.) vs. "seperti seekor singa" (Lihat pembahasannya dalam Mazmur 22:16 untuk informasi lebh lanjut.)
Mzm 34:8 "Tuhan itu baik" (hampir dalam semua salinan ) vs. "Kristus adalah Tuhan" (perbedaan satu huru dalam bahasa Yunani. Clement dari Alexandria salah membaca ini dalam Exhortation to the Heaven bag.9 hal.196.) Kesalahan membaca ini jelas sekali tidak dihitung secara total.
Mzm 38:19
"hidup" (Tulisan Masoretik) vs. "tanpa sebab" (4QMZMa)
Mzm 45:7b
"Tuhan, TuhanMu, telah mengurapi kamu" vs. "Ya Tuhan, TuhanMu, telah mengurapi Engkau" (Terjemahan Aquila) New International Commentary hal.1307.
Mzm 51:5
"kesalahan … dosa" vs. "banyak kesalahan … banyak dosa"
Mzm 57:7
"karena kefasikan" vs. "tidak ada cerita"
Mzm 57:6
"aku menunduk" vs. "ditundukkan jiwaku"
Mzm 76:4
"pegunungan yang ada sejak purba" vs. "pegunungan yang abadi" (NRSV, The Expositor’s Bible Commentary volume 5 hal.496)
Mzm 96:1 "bergembira diantara bangsa-bangsa" (Tulisan Masoretik, Tulisan Septuagin) vs. "bergembiranlah diantara bangsa-bangsa. Tuhan telah memerintah dari pohon." (First Apology of Justin Martyr (147-151 A.D.) bag.41 hal.176)
Mzm 110:3
"dari kandungan fajar" (tulisan Massoretik) vs. "kandungan sebelum pagi" (Tulisan Septuagin) vs. "kandungan, sebelum bintang fajar" (Hippolytus dalam Against the Heresy of One Noetus 14 hal.229)
Mzm 119:2
"memegang" vs. "mencari"
Mzm 119:2
"mencariNya" vs. "mencariNya dengan akal pikiran"
Mzm 119:3
"Mereka juga tidak melakukan kejahatan; mereka yang berjalan dijalanNya" vs. "Bagi mereka yang melakukan kejahatan belum berjalan di jalan yang ditunjukkanNya".
Mzm 119:6
"membutuhkan" vs. "menghormati"
Mzm 119:9
"kelakuannya bersih" vs. "kelakuannya secara langsung"
Mzm 119:9
"menjaganya sesuai dengan FirmanMu" vs. "dengan menjaga FirmanMu"
Mzm 119:10
"biarkan aku menyimpang" vs. "lepaskan aku"
Mzm 119:14
"bersuka" vs. "bergembira"
Mzm 119:16
"Firman" vs. "Firman"
Mzm 119:17
"Lakukanlah kebajikan" vs. "memberikan balas jasa"
Mzm 119:17
"Firman" vs. "Firman"
Mzm 119:21
"kutukan seseorang yang" vs. "terkutuklah mereka yang"
Mzm 119:22
"memegang" vs. "mencari"
Mzm 119:23
"merenung" vs. "sedang merenungkan"
Mzm 119:24
"kegemaran" vs. "perenungan"
Mzm 119:25
"melekat" vs. "telah memegang erat"
Mzm 119:26
"jawablah aku" vs. "dengarkan aku"
Mzm 119:27
"Buatlah aku mengerti" vs. "ajarlah aku"
Mzm 119:28
"Angkatlah aku … firman" vs. "Kuatkanlah aku … kata-kata"
Mzm 119:29
"dusta" vs. "kejahatan"
Mzm 119:30
"memegang hukum-hukumMu" vs. "tidak melupakan hukum-hukumMu" (artinya sama saja, tapi bahasa Ibrani merupakan bahasa sehari-hari)
Mzm 119:32
"akan berlari" vs. "berlari"
Mzm 119:33
"menjaganya sampai akhir" vs. "mencarinya secara terus-menerus"
Mzm 119:34
"Buatlah aku mengerti … menjaga" vs. "ajarlah aku … mencari"
Mzm 119:35
"Buatlah aku berjalan" vs. "Tuntunlah aku"
Mzm 119:36
"hasil yang tidak adil" vs. "keirihatian"
Mzm 119:37
"dalam jalan yang Kau tunjukkan" (Tulisan Ibrani Masoretik, Tulisan Septuagin, Vulgat) vs. "menurut FirmanMu" (dua salinan dalam tulisan Masoretik, Dead Sea Scrolls, dan Aram Targum)
Mzm 119:38
"siapa yang bertekun dalam ketakutan padaMu" vs. "ia yang takut kepadaMu"
Mzm 119:39
"takut" vs. "telah takut"
Mzm 119:41
"kasih setia" vs. "kemurahan hati"
Mzm 119:42
"percaya" vs. "telah percaya"
Mzm 119:43
"berharap" vs. "berlamaan"
Mzm 119:46
"akan berbicara … tidak akan mendapat malu" vs. "berbicara … tidak mendapat malu"
Mzm 119:47
"akan bersuka … cintai" vs. "merenungkan … sangat kucintai"
Mzm 119:48
"akan menaikkan … yang aku mencintai … akan merenungkan" vs. "menaikkan … yang aku cintai … merenungkan"
Mzm 119:49
"Firman" vs. "kata-kata"
Mzm 119:50
"kenyamanku" vs. "telah menyamankan aku"
Mzm 119:51
"menghinaku" vs. "melewati"
Mzm 119:53
"semangat yang mendidih" vs. "keputusasaan"
Mzm 119:56
"memegang" vs. "mencari dengan akal pikiran"
Mzm 119:57
"Yahwe adalah bagianku" vs. "Kau adalah bagianku, ya Tuhan"
Mzm 119:58
"wajah" vs. "kehadiran/ wajah"
Mzm 119:60
"bersegera dan tidak berlambat-lambat" vs. "persiapkan diriku dan tidak menakutkan"
Mzm 119:65
"dilakukan dengan baik" vs. "dating dengan suka hati"
Mzm 119:66
"pengetahuan dan kebijaksanaan yang baik" vs. "kebaikan, dan pengajaran"
Mzm 119:67
"tapi sekarang" vs. "oleh karena itu"
Mzm 119:68
"melakukan yang baik" vs. "dalam kebaikanMu"
Mzm 119:69
"orang sombong menghinaku" vs. "ketidakadilan dari orang sombong telah berganda"
Mzm 119:69
"memegang" vs. "mencari"
Mzm 119:70
"seperti lemak, tanpa perasaan" vs. "membeku seperti susu"
Mzm 119:70
"bersuka" vs. "telah merenungkan"
Mzm 144:2
"umatKu" (dalam beberapa Tulisan Masoretik) vs. "umatKu" (beberapa Tulisan Masoretik dan Dead Sea Scroll 11QMZMa)
Mzm 145:5 tidak ada (Tulisan Masoretik) vs. "Mereka akan berbicara" (1QMZMa)
Mzm 145 tidak ada vs. "dimuliakanlah Tuhan dimuliakanlah namaNya selama-lamanya" pada setiap diakhir ayat dalam Mazmur 145 (1QMZMa).
Mzm 145:13 tidak ada dalam Tulisan Masoretik vs. "Tuhan bersetia dalam semua FirmanNya, dan ramah dalam perbuatanNya". (dimulai dengan kata dalam bahasa Ibrani nun) ada dalam salinan Medival yang sekarang ini, Tulisan Septuagin Yunani kuno, dan Dead Sea Scroll 11QMzma. Dalam Mazmur 145 setiap ayat memulai dengan huruf yang berturut-turut dari alphabet Yunani, dan "n" dilewati dalam Tulisan Masoretik. Salinan Medival (Kennicot 145) menggunakan "TUHAN" dan Dead Sea scroll menggunakan "Allah". Lihatlah dalam The Dead Sea Scrolls & Modern Translations of the Old Testament hal.123,126 untuk informasi yang lebih lanjut.
Sebagai tambahan, terdapat 2,439 total ayat dalam Mazmur. Mazmur dibagi lagi menjadi lima kitab: Kitab 1 adalah Mzm 1-41 dan mempunyai 608 ayat. Kitab 2 adalah Mzm 42-72 dan mempunyai 452 ayat. Kitab 3 adalah Mzm 73-89 dan memiliki 357 ayat. Kitab 4 adalah kitab terkecil, dari Mazmur 90-106 dengan 321 ayat. Kitab 5 adalah kitab terbesar, dari Mazmur 107-150 dengan 701 ayat.
Bibliografi untuk pertanyaan ini: terjemahan bahasa Ibrani berasal dari Jay P. Green’s Literal Translation dan Tulisan Septuagin yang diambil dari terjemahan Sir Lancelot C.L. Brenton tentang The Septuagint : Greek and English. The Expositor’s Bible Commentary dan catatan kaki dalam alkitab versi NASB, NIV, NKJV, dan NRSV juga digunakan.