Pertanyaan mengenai Alkitab pada Kitab Apokrif (Deuterokanonik)
P: Di manakah istilah “apokrif” bermula?
J: Ketika Jerome menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin, kitab-kitab ini ada dalam bahasa Yunani Septuaginta Perjanjian Lama tapi tidak dalam bahasa Ibrani. Awal kehidupannya Jerome menerima keseluruhan versi Septuaginta sebagai terinspirasi dari surga, tapi kemudian ia hanya menerima naskah asli bahasa Ibrani sebagai yang terinspirasi untuk Perjanjian Lama, dan Augustine (Surat 71, hal.327, 403 M) mendesak Jerome untuk menerjemahkan semua versi Septuaginta. Jerome menciptakan istilah “apokrif” dari bahasa Yunani untuk kata tersembunyi, untuk membedakan ini dari “kitab suci yang asli” dan tulisan religius lainnya.
J: Ada kumpulan yang berbeda mengenai kitab apokrif. Ini adalah kitab-kitab dan tambahan kitab-kitab yang mana orang Yahudi dan Kristen Protestan (bersama dengan sejumlah kecil umat Katolik) mengatakan bukan bagian dari Perjanjian Lama. Orang Kristen Katolik dan Ortodoks umumnya mengatakan mereka adalah bagian dari Perjanjian Lama, walaupun kitab-kitab itu sering dianggap memiliki status yang lebih rendah. Sebenarnya ada setidaknya empat daftar mengenai kitab-kitab apokrif: 11 kitab diterima oleh Gereja Katolik saat ini, dan 14 kitab diterima oleh Gereja Ortodoks, versi asli (1611) Alkitab King James, dan Gereja Katolik di sebagian besar sejarahnya. Berikut adalah daftarnya, beserta kesalahan dan jumlah halaman dalam bahasa Inggris.
|
Tobit (Tobias) |
-5 kesalahan historis |
9 halaman |
|
Yudit |
-14 kesalahan historis |
14 halaman |
|
Tambahan Ester (8 tempat) |
-2 kesalahan historis |
4 halaman |
|
Kebijaksanaan Salomo |
-2 doktrin yang bertentangan |
19 halaman |
|
Sirakh (Eklesiastikus) |
-8 doktrin yang bertentangan |
44 halaman |
|
Barukh |
-4 kesalahan historis |
7 halaman |
|
Surat Yeremia dalam Barukh |
|
73 ayat |
|
Kidung 3 Anak Suci (Doa Azarya) |
(ditempatkan dalam Kitab Daniel) |
2 halaman |
|
Susana |
(ditempatkan dalam Kitab Daniel) |
2 halaman |
|
Bel dan Naga |
(ditempatkan dalam Kitab Daniel) 1 kesalahan |
2 halaman |
|
1 dan 2 Makabe |
-2 kesalahan historis |
41 halaman |
|
Berikut adalah yang tidak ada dalam Kitab Apokrif Katolik saat ini |
||
|
1 Esdras (juga disebut 3 Esdras) |
|
9 pasal |
|
2 Esdras (juga disebut 4 Esdras) |
|
16 pasal |
|
Doa Manasye |
1 doktrin yang bertentangan (Abraham, Ishak, Yakub tidak pernah berdosa melawan Allah) |
15 ayat |
|
Ada juga sebagai berikut: |
||
|
3 Makabe (hanya Ortodoks Yunani dan Slavonik) |
|
7 pasal |
|
4 Makabe (Ortodoks Yunani hanya dalam lampiran) |
|
18 pasal |
|
Mazmur 151 (Ortodoks Yunani, Ortodoks Slavonik, Nestoria) Kitab apokrif Ortodoks Yunani sama seperti Kitab Apokrif Katolik ditambah Doa Manasye, Mazmur 151, 1 Esdras, serta 3 dan 4 Makabe. Kitab apokrif Ortodoks Slavonik sama seperti Katolik ditambah Doa Manasye, Mazmur 151, 2 Esdras, 3 Esdras, dan 3 Makabe. (Lihatlah The Meaning of the Dead Sea Scrolls hal.161) |
|
|
|
Mazmur 152-155 |
Mazmur pendek dalam bahasa Suriah digunakan oleh kaum Nestoria |
4 |
Untuk membaca banyak dari hal di atas bagi diri anda sendiri, seseorang dapat membaca pada situs (yang sudah tidak aktif) wesley.nnc .edu/noncan/acts.htm.
Surat Yeremia dilampirkan kepada Barukh dan dianggap sebagai pasal ke-6 dari Barukh dalam Alkitab Katolik dan Versi asli King James. Dalam Versi Standar Revisi itu adalah sebuah surat yang terpisah.
Catatlah bahwa umat Katolik dan Protestan setuju bahwa kitab-kitab apokrif berisi kesalahan. 1 Esdras ada dalam beberapa tapi tidak semua salinan Septuaginta. Di antara Dead Sea Scrolls ada baik salinan Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani dan bahasa Yunani Septuaginta, tapi hanya dua kitab apokrif. (Sirakh dan Tobit.) Juga, karena salinan lengkap paling awal dari versi Septuaginta tertanggal dari abad keempat, When Cultists Ask hal.287 menunjukkan bahwa ini tidak pasti kapan sebelum abad keempat kitab Apokrif ditaruh ke dalam versi Septuaginta.
P: Berapa banyak set kitab apokrif yang berbeda yang ada di antara gereja-gereja?
J: Ada setidaknya empat set kitab apokrif yang berbeda.
Katolik: 1 dan 2 Makabe, Barukh, tambahan Daniel, Eklesiastikus (Sirakh), tambahan Ester, Yudit, Surat Yeremia dalam Barukh, Tobit, Kebijaksanaan Salomo.
Ortodoks Slavonik: Sama seperti Kitab Apokrif Katolik ditambah 2 Esdras, 3 Esdras, 3 Makabe, Doa Manasye, dan Mazmur 151.
Ortodoks Yunani: Sama seperti Kitab Apokrif Katolik ditambah Doa Manasye, Mazmur 151, 1 Esdras, serta 3 dan 4 Makabe (4 Makabe dalam lampiran).
Koptik Historis: 1, 2, 3 Makabe, Barukh, tambahan Daniel, Eklesiastikus (Sirakh), tambahan Ester, Yudit, Surat Yeremia, Mazmur 151, Tobit, Kebijaksanaan Salomo. Namun, di bawah pemerintahan Cyril V (tahun 1874-1927), Gereja Koptik kemudian menolak kitab-kitab ini sebagai bagian dari Alkitab. Lihatlah The Coptic Encyclopedia vol.1 hal.161 untuk informasi lebih lanjut.
Protestan, sebaliknya, memiliki Perjanjian Lama yang sama dengan Yahudi, kecuali untuk urutan dan pembagian dari kitab. Semua gereja di atas setuju mengenai kitab-kitab Perjanjian Lama Protestan/Yahudi.
J: Kitab apokrif Septuaginta pertama muncul setelah Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sekitar tahun 200-100 SM. Terjemahan ini, disebut Septuaginta, diterjemahkan dengan baik untuk Pentateukh, tapi tidak begitu baik untuk beberapa kitab-kitab nubuat. Orang Yahudi di Palestina tidak pernah menyebutnya kitab suci. Orang Yahudi yang berbicara dalam bahasa Yunani dan orang Kristen di luar Palestina mengasumsikan itu adalah kitab suci, karena itu ada dalam Septuaginta.
Ketika biarawan Kristen awal Jerome menerjemahkan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani ke Latin, ia harus menjawab sebuah pertanyaan: “Haruskah ia memasukkan kitab-kitab ini atau tidak?” Pada awal hidupnya ia berpikir demikian, tapi kemudian di masa selanjutnya hidupnya ia hanya menerima versi asli bahasa Ibrani untuk Perjanjian Lama.
Pada tahun 90 M Dewan Yahudi yang bertemu di kota Jamnia mengeluarkan semua kitab ini dari Perjanjian Lama kecuali tulisan yang orang Yahudi dan umat Protestan terima saat ini. Di Jamnia ada beberapa pembahasan mengenai Rut, Ester, Kidung Agung, dan Pengkhotbah, tapi semua itu diterima. Di antara umat Kristen tidak ada persetujuan tentang kitab apokrif sampai Augustine memenangkan Kitab Apokrif pada Dewan Kartago tahun 397 M. Tulisan-tulisan ini yang ada dalam Alkitab digunakan oleh orang Kristen selama lebih dari 1.100 tahun. Bahkan Alkitab King James 1611 awalnya termasuk kitab ini juga. Setelah kaum Puritan protes, kitab-kitab itu dikeluarkan dari 1644 dan seterusnya.
Untuk informasi lebih banyak mengenai kanon Perjanjian Lama dan Apokrif, lihatlah Today’s Handbook hal.36-42.
P: Salinan terawal apakah yang kita miliki dari kitab apokrif?
J: Di antara Dead Sea Scrolls terdapat potongan dari 5 lembaran Tobit (4 dalam bahasa Aram dan 1 dalam bahasa Ibrani) dan 2 lembaran yang berisi Sirakh. Sebuah lembaran di Masada berisi Sirakh 39:27-44:17c dalam Ibrani menurut Responses to 101 Questions on the Dead Sea Scrolls hal.25. Juga mengatakan Dead Sea Scrolls dalam gua 4 memiliki potongan.
Vatikanus (tahun 325-350 M) berisi kitab-kitab apokrif kecuali kitab-kitab Makabe. Aleksandrinus (sekitar tahun 450 M) berisi keseluruhan kitab Apokrif termasuk 3 dan 4 Makabe (versi awal, tidak hanya versi Katolik modern). Sinaitikus (tahun 340-350 M) berisi kitab Tobit, Yudit, 1 dan 4 Makabe, Kebijaksanaan, dan Sirakh.
P: Berapa banyak tentang Tobit dalam gua 4 dalam Dead Sea Scrolls?
J: Mengkombinasikan ayat-ayat dalam lima lembaran berbeda yang didaftarkan dalam The Meaning of the Dead Sea Scrolls hal.424-425, ayat-ayat yang disimpan adalah Tobit 1:17,19-22; 2:1-3,10-11; 3:3,4?,5-15,17; 4:2-9,21; 5:1,2,9,12-14,19-22; 6:1-19; 7:1-11,13; 8:17-19,21; 9:1-4; 10:7-9; 11:10-14; 12:1,18-22; 13:1-4,13-14,18; 14:1-7,10.
Lihatlah The Meaning of the Dead Sea Scrolls hal.424-425 untuk naskah individu, dan sebuah foto dari Tobit 6:12-7:10 dalam 4Q197 pada hal.184.
P: Berapa banyak tentang Eklesiastikus (Sirakh) ditemukan di antara Dead Sea Scrolls dan di Masada?
J: Di Qumran, gua 2 memiliki sebuah lembaran dengan Sirakh 1:19-20 atau 6:14-15 (identifikasinya tidak pasti), dan 6:20-31.
Di Masada ditemukan Sirakh 39:27-28c,29-32; 40:10-19,28-30; 41:1-22; 42:1-25; 43:1-25 (menghilangkan 26-28), 29-30; 44:1-17; 51:1-11,23 (13-20,30 dalam versi Septuaginta).
Lihatlah The Meaning of the Dead Sea Scrolls hal.425 untuk informasi lebih lanjut.
P: Kapan Gereja Katolik secara resmi mengakui 11 kitab Apokrif?
J: Ketika beberapa teolog Katolik dan semua pembaru Protestan mengeluarkan kitab Apokrif dari Alkitab, Dewan Katolik di Trent tahun 1546 M bertindak. Di samping menggunakan kekuasaan mereka untuk menghukum Luther ke Neraka, Dewan secara resmi mengakui semua kitab dari Dewan Kartago sebagaimana ada dalam Alkitab—kecuali untuk Doa Manasye dan 1 dan 2 Esdras. (Beberapa Alkitab Katolik menyebut Ezra dan Nehemia 1 dan 2 Esdras, yang mengubah 1 dan 2 Esdras menjadi 3 dan 4 Esdras.) Oleh karena itu, Kitab Apokrif Katolik saat ini tiga kitab lebih pendek dari keseluruhan sejarah kitab Apokrif dan milik gereja Ortodoks timur saat ini.
P: Apakah sudut pandang resmi dari gereja Anglikan dan Episkopalian mengenai kitab Apokrif?
J: Mereka ada di pertengahan jalan antara posisi Protestan dan Katolik/Ortodoks. Menurut Artikel VI dari Artikel Tiga Puluh Sembilan mengenai Gereja di Inggris, kitab-kitab ini dibaca “sebagai contoh kehidupan dan pengajaran tata krama”, tapi Gereja tidak “menerapkannya untuk menetapkan doktrin apa pun”.
P: Apakah sudut pandang resmi dari gereja Lutheran mengenai kitab Apokrif?
J: Menurut situs web Lutheran, www.lcms.org, “Martin Luther menganggap Kitab Apokrif sebagai tulisan ‘sejarah yang berguna’ yang mana orang Kristen harus terbiasa dengannya dan yang mana bahkan harus dibaca dalam penyembahan di depan umum dari waktu ke waktu. Tapi baik Luther maupun gereja Lutheran tidak pernah menganggap tulisan ini sebagai kanonik—yaitu, sebagai bagian dari firman Allah yang terinspirasi dan tanpa salah—karena mereka tidak memenuhi kriteria yang dapat dilihat dari Kitab Suci itu sendiri mengenai apa yang mengangkat kitab-kitab itu menjadi resmi termasuk Kitab Suci.”
P: Mengapa beberapa orang mengatakan kitab Apokrif termasuk ke dalam Alkitab?
J: Ada setidaknya tiga alasan.
1. Kitab Apokrif ada dalam terjemahan Septuaginta pada Perjanjian Lama. Kitab Apokrif Septuaginta disahkan pada Dewan Kartago tahun 397 M dan Dewan Katolik di Trent tahun 1546. Gereja Katolik dan Ortodoks telah melihatnya sebagai kitab suci.
Bantahan: Jika Dewan di Trent benar dalam menyatakan tradisi sebelumnya salah mengenai tiga kitab tambahan, tradisi dapat menjadi salah pada hal lainnya juga. Dewan di Trent sebenarnya bertemu di dua kota: Trent dan Bologna. Karena wabah penyakit pes terlihat mengikutinya, banyak melihat Trent sebagai sebuah alasan untuk TIDAK menerimanya.
2. Banyak pemimpin Kristen awal mengajarkannya sebagai kitab suci. Beberapa adalah: Ambrose, Augustine, Clement dari Aleksandria, Clement dari Roma (Holofernes dari Kitab Yudit dalam 1 Clement bag.55), Hippolytus, Irenaeus, Laktantius, Origen, Patrick, Sulpicius Severus, Tertullian, Siprianus, dan Theodotus. Apakah semua orang ini dalam kekeliruan?
Bantahan: Banyak pemimpin Kristen awal tidak percaya itu adalah kitab suci. Beberapa adalah: Ambrose, Amphilochius, Athanasius, Cyril dari Yerusalem, Gregory Nazianzus, Jerome, dan Julius Afrikanus (setidaknya untuk Susana). Dua orang Yahudi, Josephus dan Philo juga menolaknya. Banyak lainnya, seperti Justin Martyr, menulis buku namun tidak pernah sekalipun mengutipnya. Ambrose tidak konsisten. Bahkan banyak yang mendukungnya, seperti Augustine, percaya itu terinspirasi dalam tingkat yang lebih rendah.
3. Karena firman Allah yang sejati tetap kekal, dan kitab Apokrif telah ada dalam beberapa Alkitab secara terus-menerus selama 2.100 tahun, lalu tidak ada satu pun doktrin unik Apokrif (berdoa untuk orang mati, dst) yang mengubah firman Allah. Karena wahyu Allah pada pokoknya berbeda jika doktrin ini dikeluarkan vs. dimasukkan, dan karena firman Allah tidak dapat diubah (diubah pokoknya), maka doktrin ini dan kitab Apokrif pasti benar.
Bantahan: Kitab Apokrif adalah tambahan dalam Alkitab, bukan perubahan mengenai Alkitab. Perbedaan mengenai kitab Apokrif selalu diketahui. Firman Allah yang tetap kekal berarti bahwa kebenaran-Nya akan selalu hadir; aliran sesat mengubah salinan Alkitab terus-menerus.
Kesimpulan: Ketika gereja berbicara, berpikirnya telah selesai. Karena gereja Katolik dan Ortodoks mengatakan beragam kitab apokrif adalah kitab suci, siapakah kita yang mempertanyakan Gereja yang Sejati dengan pandangan pribadi kita?
P: Penulis zaman awal manakah yang mengutip kitab apokrif?
J: Berikut adalah sebuah daftar dari yang saya telah temukan.
Cr 1 Clement (dari Roma) (16 hal.) tahun 97/98 M
Ba Epistle of Barnabas (13 hal.) sekitar tahun 100 M
Ig Ignatius (21 hal.) sekitar tahun 110-117 M
Pa Papias, murid Yohanes (3 hal.) tahun 110-113 M
Di Didache (Mengajar tentang 12 Murid)(6 hal.) < tahun 125 M
Dg (anonim) kepada Diognetus (6 hal.) sekitar tahun 130 M
Po Polikarpus, murid Yohanes (4 hal.) sekitar tahun 150 M
JM Justin Martyr (119 hal.) sekitar tahun 138-165 M
He Gembala dari Hermas (47 hal.) tahun 160 M
Th Theophilus [Antiokia] (33 hal.) tahun 168-181/188 M
Me Melito dari Sardis (11 hal.) tahun 170-177 M
Ae Athenagoras (34 hal.) sekitar tahun 177 M
Ir Irenaeus (264 hal.) tahun 182-188 M
Te Tertullian [Roma] (854 hal.) tahun 198-220 M
CA Clement dari Aleksand. (424 hal.) tahun 193-217/220 M
Hi Hippolytus (233 hal.) tahun 225-235/6 M
Or Origen (622 hal.) tahun 230-254 M
JA Julius Afrikanus [Neh, Dan melalui nama, menyinggung Kel.] tahun 232-245 M
Nv Novatian (39 hal.) tahun 250-257 M
an Anonymous against Novatian (7 hal.) sekitar tahun 255 M
dan Treatise on Rebaptism (11 hal.)
Cp Siprianus dan teman-teman (270 hal.) sekitar tahun 246-258 M
Yang tidak ditunjukkan adalah Bardesan (tahun 154-230) [mengarah kepada Kejadian].
W = Kitab atau kutipan yang disebutkan oleh nama atau oleh penulis
G = Disebutkan sebagai firman Allah + dikutip
B = Disebutkan sebagai Kitab Suci atau dikutip + “tertulis”
m = Campuran
Q = kutipan dari 1 ayat atau lebih. ½ = mengutip ½ ayat
A = Kiasan. – = tidak ada referensi X = dikeluarkan
|
Penulis |
Cr |
Ba |
Pa |
Ig |
Di |
Dg |
Po |
He |
JM |
Ae |
Me |
Th |
Ir |
CA |
Te |
Hi |
Or |
JA |
Nv |
an |
Cp |
||||||||||||
|
Tobit |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
½ |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
B |
- |
A |
W |
- |
- |
- |
W |
||||||||||||
|
Yudit |
W |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
W |
- |
- |
A |
- |
- |
- |
- |
||||||||||||
|
Kebjks. |
W |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
Q |
- |
- |
m |
- |
- |
- |
W |
||||||||||||
|
Sirakh |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
Q |
W |
||||||||||||
|
Barukh |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
Q |
- |
Q |
- |
- |
- |
- |
W |
||||||||||||
|
Bel |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
- |
A |
- |
W |
- |
- |
- |
A |
||||||||||||
|
Susan |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
W |
W |
W |
W |
W |
X |
- |
- |
W |
||||||||||||
|
3 Suci |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
- |
- |
A |
- |
- |
- |
- |
W |
||||||||||||
|
Manasy |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
||||||||||||
|
3 Esdras |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
- |
- |
- |
Q |
- |
- |
- |
- |
||||||||||||
|
Esdras (umum) |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
W |
- |
W |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
W |
||||||||||||
|
1,2 Mak |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
W |
- |
- |
W |
- |
- |
- |
W |
||||||||||||
|
3,4 Mak |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
X |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
||||||||||||
|
Penulis |
Cr |
Ba |
Pa |
Ig |
Di |
Dg |
Po |
He |
JM |
Ae |
Me |
Th |
Ir |
CA |
Te |
Hi |
Or |
JA |
Nv |
an |
Cp |
|
|||||||||||
|
Waktu |
Tahun 97/98 M |
Th. 150 M |
Tahun 168 M |
Th. 200 |
Tahun 225 M Tahun 258 M |
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
Hal. |
151 halaman |
135 halaman |
264 |
854 |
424 |
233 |
622 |
8 |
57 hal. |
270 |
|
||||||||||||||||||||||
P: Khususnya, kitab Apokrif yang mana yang dikutip Siprianus?
J: Siprianus adalah seorang uskup dari Kartago dari sekitar tahun 246 sampai kematiannya yang martir tahun 258 M. Siprianus dalam kutipannya hampir selalu memberikan sumber kitab yang dikutip. Dalam Treatise 12, jilid 3, ia mengutip (dalam bagian yang diberikan) dari “Makabe” (untuk 1 dan 2 Makabe) (4,15,53), Eklesiastikus (6,12,20,35,51,61,96,109,110), Tobias (62), tambahan Daniel (20), dan Kebijaksanaan Salomo (15,56,59). Dalam Treatise 12 sendiri, Siprianus juga secara langsung mengutip setiap kitab dari Perjanjian Baru, kecuali Markus, 2 Tesalonika, Filemon, Ibrani, Yakobus, 2 dan 3 Yohanes, dan Yudas.
P: Mengapa beberapa mengatakan kitab Apokrif tidak termasuk dalam Alkitab?
J: Ada setidaknya enam alasan.
1. Ada sekitar 260 kutipan Perjanjian Lama dan sekitar 370 kiasan dalam Perjanjian Baru, tapi tidak ada bahkan satu pun kutipan dari kitab Apokrif. (Walaupun Perjanjian Baru mengutip puisi bahasa Yunani dan pseudepigrapha.) Oleh karena itu, berdasarkan hanya pada kutipan, puisi bahasa Yunani lebih menjadi bukti sebagai kitab suci daripada kitab apokrif. Setiap orang akan menerima kitab Apokrif sebagai kitab suci jika Yesus mengatakan demikian. Ia tidak pernah mengatakannya.
Bantahan: Perjanjian Baru tidak mengutip dari kitab Ester, Pengkhotbah, atau Kidung Agung sekalipun.
2. Dewan Yahudi di Jamnia tahun 90 M mengeluarkan kitab Apokrif. Yesus tidak pernah mengkritik orang Farisi karena tidak percaya pada kitab Apokrif.
Bantahan: Orang Yahudi, bukan orang Kristen, berkumpul di Jamnia.
3. Banyak orang Kristen Abad Pertengahan dan zaman Reformasi juga tidak percaya itu adalah kitab suci. Beberapa di antaranya: Paus Gregory Agung (1 Makabe), Kardinal Cajetan (tahun 1469-1534), seorang teolog Katolik yang terkemuka, John Wycliffe, John Calvin, Martin Luther, dan Ulrich Zwingli. Jika kitab Apokrif adalah kitab suci, maka semua ini dalam kesalahan dalam hal ini.
Bantahan: Zwingli tidak menerima Wahyu sebagai kitab suci. Membandingkan nilai doktrinal (bukan kanonisitas) dari kitab Yakobus, Luther mengatakan, “…ini adalah kitab-kitab yang menunjukkan kepada engkau Kristus, dan mengajarkan segala sesuatu yang penting dan diberkati bagi engkau untuk mengetahui, walaupun kau tidak pernah melihat atau mendengar kitab doktrin lainnya. Oleh karena itu, Surat St. Yakobus adalah sebuah surat jerami yang sempurna dibandingkan dengan mereka, karena di dalamnya tidak ada sesuatu pun yang bersifat injili.”
4. Cerita Susana, tambahan Daniel, bergantung pada dua permainan kata. Kata “pohon Holm” dan “gergaji pembelah” terdengar sama. Juga “membelah” dan “pohon Mastich” terdengar sama. Namun, kata-kata hanya terdengar sama dalam bahasa Yunani, TIDAK dalam bahasa Ibrani. Oleh karena itu, ini dibuat oleh orang yang berbicara dalam bahasa Yunani, dan orang Yahudi tidak berbicara dalam bahasa Yunani sampai beberapa abad setelah Daniel telah meninggal. Julius Afrikanus (sekitar tahun 240 M) pertama-tama percaya kitab Apokrif adalah firman Allah. Lalu ia memperhatikan ini, dan mengubah pandangannya, menulis sebuah surat kepada Origen tentang ini.
Bantahan: Kita tidak tahu apakah itu “pohon Holm” atau “pohon Mastich”, dan mungkin orang yang berbicara dalam bahasa Yunani tidak mengetahui ini juga. Mungkin penerjemah menyimpan nama-nama itu sebagai permainan kata bukan untuk menggunakan nama pohon yang orang Yunani mungkin tidak mengenal.
5. Kitab Apokrif mengajarkan sebagai Firman Allah hal-hal yang tidak ditemukan di mana pun. Seperti contohnya:
Seorang malaikat bernama Uriel dalam 2 Esdras
Sedekah melepaskan dari kematian dan membersihkan setiap dosa. Tobit 12:9 dan Tobit 14:12.
Seorang roh yang baik jatuh kepada takdir Salomo. Kebijaksanaan 8:19-20
Tubuh membebani roh. Kebijaksanaan 9:15
Siapa pun yang menghormati ayahnya menghapus dosa-dosa. Sirakh 3:3
Allah bukannya tidak menyadari bahwa asal-mula dari beberapa orang adalah kejahatan. Kebijaksanaan 12:10
Itulah sebabnya Allah memberi mereka kesempatan untuk bertobat, yang tidak mereka gunakan.
“Tidak seorang pun diberi-Nya [Allah] kuasa untuk mewartakan karya-karya-Nya; …” Sirakh 18:4
Jangan pernah menipu (Sirakh 7:13) vs. tipulah orang untuk Allah (Yudit 9:10, 13).
Ceraikan istrimu jika ia tidak menurut kepadamu. Sirakh 25:26
“karena dari pakaian keluarlah ngengat, dan dari perempuan keluarlah kejahatan perempuan. Lebih baik kejahatan laki-laki daripada perempuan yang berbuat baik; dan perempuanlah yang mendatangkan malu dan aib.” Sirakh 42:13-14
“Manjakan seorang anak, dan ia akan menakutimu; bermainlah dengannya, dan ia akan memberikanmu kesedihan.” Sirakh 30:9
“Bicaralah, kamu yang lebih tua, karena memang pantas bagimu, tapi dengan pengetahuan yang seksama, dan jangan mengganggu musik.” Sirakh 32:3
“Anakku, jangan menjalani kehidupan seorang pengemis; lebih baik mati daripada mengemis.” (dan itu berlanjut) Sirakh 40:28-30.
Yeremia, walaupun mati, berdoa untuk orang Yahudi. 2 Makabe 15:12-16
Kita harus berdoa untuk orang yang mati. 2 Makabe 12:44
Yeremia mengambil kemah suci dan tabut perjanjian dan menaruhnya di sebuah gua di dalam gunung tempat Musa melihat Kanaan. 2 Makabe 2:1-16
Mengumpulkan sejumlah uang dan mengirimnya ke Yerusalem sebagai sebuah persembahan dosa atas dosa-dosa mereka yang telah mati. 2 Makabe 12:39-46
Orang mati yang diselamatkan tapi harus dilepaskan dari dosa mereka (api penyucian?). 2 Makabe 12:42, 46
Bantahan: Seorang Katolik mungkin mengatakan bahwa semua orang Kristen harus percaya ini.
6. Karena Firman Allah benar, dan kitab Apokrif memiliki kebohongan berikut ini yang dapat dibuktikan, kitab Apokrif bukanlah firman Allah yang tanpa salah.
Tobias (=Tobit) menggunakan sihir (jantung, hati, dan empedu ikan) untuk mengusir setan. Alkitab berkata kita tidak boleh menggunakan sihir. Seorang malaikat Allah berbohong dan mengaku sebagai Azarya anak Hananya.
(a) Tobit 1:4-5, 1:11-13, dan 14:1-3 mengatakan Tobit melihat pemberontakan suku dari utara (tahun 931 SM) dan dibuang ke Niniwe dengan Naftali (tahun 740 SM), namun ia hanya hidup 102 tahun.
(b) Dalam Tobit 1:14, kota Rages adalah bagian dari Media, dan tidak pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Assyria.
(c) Dalam Tobit 6:1, mereka pergi dari Niniwe ke Sungai Tigris, dan ke arah timur ke Rage (Ragae). Niniwe berada di Sungai Tigris, maka mereka tidak perlu pergi ke sungai untuk pergi ke arah timur.
(d) Nebukadnezar dan Ahasyweros tidak menghancurkan Niniwe, tapi Nabopolasar orang Babilon dan Cyaxares orang Media yang menghancurkannya pada tahun 612 SM (Tobit 14:15).
(e) Sanherib bukanlah anak dari Syalmaneser, tapi dari Sargon II (Tobit 1:15).
Bel dan Naga (tambahan Daniel) menyebutkan nabi Habakuk yang sezaman di Yudea. Namun, Habakuk hidup beberapa dekade sebelumnya.
Yudit: Tidak jelas di mana kitab Yudit ditulis. Ada sedikitnya empat belas kesalahan dalam kitab meliputi kebohongan dari bangsa dan geografi Assyria, Babilonia, Persia, dan bahkan kekeliruan yang besar mengenai geografi Israel.
(a) Nebukadnezar adalah raja Babilonia, bukan raja Niniwe.
(b) Ia bukan raja orang Assyria, melainkan raja orang Babilonia.
(c) Ia tidak pernah merampok kota Ekbatana atau Ragae.
(d) Bangsa Assyria dan Babilonia tidak bergantung terutama pada pasukan kuda mereka.
(e) Pemimpin Babilonia dan Assyria ingin orang-orang menyembah dewa-dewa mereka, tapi bukan diri mereka sendiri (tidak seperti bangsa Roma dan Persia di kemudian hari).
(f) Bangsa Yahudi tidak kembali dari masa pengasingan dalam masanya Assyria atau Babilonia.
(g) Bangsa Moab dan Amon adalah keturunan Lot; mereka bukan orang Kanaan.
(h) Jenderal Holofernes dan kampanyenya yang besar di Palestina tidak dikenal dalam sejarah dan arkeologi.
(i) Tidak ada yang pernah menemukan sebuah kota dengan menara yang disebut Bethulia, di dataran Esdraelon dekat Dothan, dapat melawan 132.000 prajurit.
(j) Balbaim tidak pernah ditemukan.
(k) Kiamon juga tidak pernah ditemukan.
New Jerusalem Bible milik orang Katolik bahkan mengatakan dalam kata pembukanya, “Kitab Yudit khususnya menunjukkan sebuah pengabaian yang cemplang mengenai sejarah dan geografi.”
Tambahan Ester: (a) Mordekhai ditawan oleh Nebukadnezar (tahun 597 SM), namun ia berada di istana Artahsasta pada tahun kedua pemerintahan raja itu (~130 tahun kemudian). Ini bertentangan dengan bagian biasa dari kitab Ester.
(b) Haman adalah seorang Agag (Ester 3:1), bukan seorang Makedonia (Tambahan Ester 16:10).
Sirakh: (a) Jangan mengingat orang mati (Sirakh 38:21-23) vs. berdoalah bagi yang sudah mati (2 Makabe 12:44).
Barukh: (a) Barukh sungguh-sungguh tidak ada di Babilonia. Barukh 1:1-2 vs. Yeremia 43:5-7.
(b) Barukh 6:2 mengatakan orang Yahudi akan melayani Babilonia selama 7 generasi. Yeremia 25:11 dan 29:10 mengatakan 70 tahun.
Tambahan Daniel: (a) Bangsa Babilonia mungkin tidak menyembah dan memberi makan makhluk hidup seperti dinosaurus. (Tambahan Daniel 14:23-27)
1 dan 2 Makabe: (a) Dalam 2 Makabe 8:20, 8.000 orang Yahudi ditambah 4.000 bangsa Makedonia tidak menghancurkan 120.000 orang Galatia di Babilonia.
(b) Kesenjangan historis yang kecil antara 1 dan 2 Makabe.
Bantahan: Bahkan Ensiklopedia Katolik mengakui itu memiliki kesalahan dalam detail.
Inferensi: Penulis Sirakh (prolog) dan 2 Makabe (2:23-32; 15:38-39) menunjukkan bahwa mereka tidak terinspirasi.
Bantahan: Seorang penulis mungkin tidak tahu bahwa ia terinspirasi.
Kesimpulan: Ketika kita harus memilih antara pandangan manusia dan kebenaran Allah, kita ikut pada Allah. Kita, yang bersama-sama adalah Gereja Sejati, tidak boleh berhenti untuk mengenal dan mengikuti kebenaran Allah.