Pertanyaan Alkitab dari Kitab Kolose
P: Di dalam Kitab Kolose, apa yang menjadi titik penting dari kitab tersebut?
J: Bagi suatu gereja yang saleh yang disusupi dengan berbagai teologi “ekstra-canggih” yang membawa jemaat untuk memfokuskan perhatian pada para malaikat, filosofi, dsb., daripada kepada Tuhan, pesan dari Paulus merupakan sesuatu yang sederhana di dalam suatu titik penting, meskipun terdapat banyak percabangan : Kristus adalah semua yang anda butuhkan; jika anda hidup di dalam Kristus, anda seharusnya mati pada hal-hal lainnya. Agama-agama lain dapat baik atau menarik, tetapi jika mereka mengambil alih tempat kesetiaan anda kepada Tuhan, kemudian mereka menjadi hal yang buruk bagi anda.
Hal ini sebenarnya lebih sulit untuk menemukan “sesuatu” ayat yang meringkaskan secara terbaik dari kitab Kolose, karena terdapat sangat banyak pilihan. Beberapa ayat-ayat dari Kolose 1:17-18; 2:3; 2:6; 2:8-10; 3:1-3; 3:11; 3:17. Secara pribadi, ayat-ayat favorit saya adalah Kolose 2:8-10 dan 3:1-3.
P: Di dalam Kitab Kolose, apa yang menjadi garis besar?
J: Berikut adalah suatu rincian garis besar.
Karena telah menerima Kristus, berlanjut ke dalam ajaran Kristus
I. Pendahuluan
A. Salam pembukaan Kolose 1:1-2
1. Dari Paulus dan Timotius Kolose 1:1
2. Salam pembukaan bagi orang-orang Kolose kudus dan beriman di Kolose 1:2
B. Bersyukur kepada Tuhan atas mereka (umat di Kolose) pada Kolose 1:3-8
1. Iman dan kasih mereka yang berkembang dari yang diharapkan pada Kolose 1:3-6a
2. Pengajaran yang menghasilkan buah di dalam mereka pada Kolose 1:6b-8
C. Berdoa kepada Tuhan bagi mereka pada Kolose 1:9-14
1. Mengisi dengan pengetahuan dan hidup penuh dengan suka-cita dan buah-buah roh di dalam kekuatan-Nya pada Kolose 1:9-11
2. Yang mana mereka akan penuh ucap syukur kepada Tuhan juga pada Kol 1:12-14. (Peralihan: Kol 1:13b-14)
II. Mengerti akan keutamaan Kristus pada Kol 1:15-23.
A. Bagaimana Kristus adalah segala yang anda butuhkan pada Kol 1:15-18.
1. Gambar dari Tuhan dan Tuan dari seluruh ciptaan pada Kol 1:15-17
2. Kepala dari Gereja dan yang sulung Kol 1:18.
B. Mengapa Kristus adalah segala hal yang anda butuhkan dalam Kolose 1:19-23.
1. Kepenuhan akan Tuhan diam di dalam Kristus dalam Kol 1:19.
2. Kristus memperdamaikan anda dalam Kolose 1:20-22.
C Tetapi hanya jika anda bertekun dalam Kolose 1:23 (peralihan: Paulus seorang pelayan dalam ajarannya dalam Kolose 1:23b)
1. bertekun di dalam iman anda dan pengharapan di dalam pengajaran dalam Kolose 1:23a.
2. Ajaran ini yang telah anda dengar dan telah dinyatakan oleh Paulus. Dalam Kol 1:23b.
Bertekun di dalam Kristus, sehingga jangan menjadi tawanan
III. Perjuangan Paulus dan bekerja untuk mereka dalam Kol 1:24-2:7.
A. Apa yang Paulus lakukan untuk mereka dalam Kol 1:24-29
1. Suka-cita di dalam penderitaan Paulus dalam Kol 1:24.
2. Pelayan yang menyatakan suatu rahasia dalam Kol 1:25-29.
B. Mengapa Paulus berjuang dalam Kolose 2:1-5.
1. Apa yang Paulus perjuangkan dalam Kolose 2:1-3.
2. Apa yang Paulus perjuangkan untuk ditentang dalam Kol 2:4-5.
C. Terus untuk berakar dan membangun di dalam Kristus dalam Kol 2:6-7.
1. Terus untuk hidup di dalam Kristus dalam Kol 2:6.
2. Berakar dan bertumbuh pada iman yang telah diajarkan kepada mereka dan penuh dengan ucap syukur dalam Kol 2:7.
IV. Berdiri di dalam Kristus menentang kesalahan-kesalahan yang lama dalam Kol 2:8-3:4.
A. Jangan mempercayai manusia, tetapi Kristus.
1. Bukan pada filosofi manusia tetapi pada kepenuhan Kristus dalam Kolose 2:8-10.
2. Bukan sunat yang dilakukan oleh manusia tetapi baptisan yang dilakukan oleh Kristus dalam Kol 2:11-12.
B. Tidak tetap tinggal di dalam dosa atau ritual, tetapi di dalam Kristus.
1. Bukan kematian dalam dosa tetapi kehidupan di dalam Kristus, dengan kemenangan di salib dalam Kol 2:13-15.
2. Bukan bayangan dari ritual yang lama, tetapi suatu kenyataan dari Kristus dalam Kol 2:16-17.
C. Bukan kesukaan di dalam para malaikat atau peraturan-peraturan, tetapi Kristus.
1. Bukan pada kerendahan hati yang palsu dan pemujaan kepada malaikat Kol 2:18-19.
2. Kita telah mati bersama-sama dengan Kristus, bukan pada peraturan-peraturan ketat dalam Kol 2:20-23.
Karena telah mati dan bangkit bersama-sama dengan Kristus, hidup di dalam Kristus.
V. Hidup baru di dalam Kristus dalam Kol 3:1-4:6
A. Kehidupan batiniah: mati bagi diri sendiri, hidup bagi Kristus dalam Kol 3:1-3:17
1. Matikan hal-hal duniawi dalam Kol 3:1-9
2. Kehidupan kita adalah seperti pakaian di dalam Kristus pada Kol 3:10-17.
B. Keluarga dan hubungan kerja dalam Kol 3:18-4:7.
1. Pernikahan dan keluarga dalam Kol 3:18-21.
2. Para budak dan para tuan dalam Kol 3:22-4:1.
C. Komunikasi dalam Kol 4:2-6
1. Ketekunan dalam doa dalam Kol 4:2-4.
2. Berbicara dengan bijak kepada sesama dalam Kol 4:5-6
VI. Salam terakhir dalam Kol 4:7-18.
A. Salam dari Paulus dan kawan-kawan dalam Kol 4:7-15.
1. Tikhikus dan Onesimus akan datang dalam Kol 4:7-9.
2. Paulus dan 6 orang lainnya mengirimkan salam dalam Kol 4:10-15.
B. Petunjuk dan berkat dari Paulus dalam Kol 4:16-18.
1. Pertukaran surat-surat dengan surat yang dikirimkan kepada jemaat Laodikia dalam Kol 4:16.
2. Arkhipus, lakukan pekerjaanmu dalam Kol 4:17.
C. Kata-kata terakhir dari Paulus dalam Kol 4:18.
1. Tulisan tangan Paulus secara pribadi yang sedang terbelenggu oleh rantai-rantai. Kol 4:18a
2. Kasih karunia bagi mereka. Kol 4:18b.
P: Di dalam Kolose, apa hubungannya dengan Kitab Efesus?
J: Terdapat dua kesamaan dan satu perbedaan utama.
Dalam hal waktu, “…secara pasti tidak terlalu lama terpisah diantara kedua surat tersebut” sesuai dengan Expositor’s Bible Commentary jilid 11 hal.166.
Dalam hal isi, sekitar seperempat dari materi di dalam Surat Kolose memiliki kesamaan dengan isi di dalam Surat Efesus.
Sekalipun begitu, Paulus tidak memarahi orang-orang Efesus, tetapi di dalam Surat Kolose menentang melawan suatu aliran sinkretisme hukum Yahudi/Ebionit, asketisme, dan pemujaan bagi para malaikat. Beberapa terlihat argumen-argumen melawan ajaran proto-gnosisme. Para penulis gereja awal mencatat beberapa awal-mula ajaran gnosisme di kemudian hari pada Simon dari Samaria dalam Kis 8:9-25. Ajaran Proto-Gnosisme berbeda dengan Gnosisme sebenarnya yang di dalam aliran proto-Gnosisme tidak menolak Perjanjian Lama sebagai berasal dari suatu tuhan yang berbeda.
P: Di dalam Kolose apakah Paulus berargumentasi melawan proto-Gnosisme?
J: Tidak, tetapi mari kita terlebih dahulu mengerti pertanyaannya.
Agama Gnosisme merupakan suatu keluarga dari lebih dari 30 ajaran sinkretisme pagan Kristen-Yunani yang menentang Perjanjian Lama. Berbagai sekte Gnostik bersatu dengan hal-hal ini : mereka mempercayai Tuhan dalam Kitab Perjanjian Lama adalah jahat atau bodoh, materi dunia yang diciptakan Jahat/gelap/lebih rendah daripada dunia spiritual esoterik, mereka telah secara rumit mengajarkan ajaran dewa-dewa Yunani dan secara baru menciptakan hal-hal yang suci, dan mereka sendiri yang telah mendapatkan pengetahuan rahasia dasar untuk bergabung dengan hal-hal yang suci dan melarikan diri dari materi yang membentuk dunia ini. Beberapa merupakan pengajaran asketisme dan beberapa pengajaran kebebasan moral (libertin). Proto-Gnosisme berbeda dengan Gnosisme yang asli di dalam hal proto-Gnosisme tidak menolak Perjanjian Lama sebagai berasal dari suatu tuhan yang berbeda. Para penulis gereja awal mencatat beberapa awal-mula proto-Gnosisme pada Simon dari Samaria dalam Kis 8:9-25.
Beberapa menganjurkan terdapat argumen-argumen menentang proto-Gnosisme, karena surat Kolose berbicara menentang 1) pemujaan terhadap para malaikat, 2) mengurangi keutamaan dari Kristus, 3) Kristus bukanlah satu-satunya penengah, 4) ritual-ritual khusus, 5) Asketisme, dan 6) pengetahuan rahasia. Lebih jauh lagi, Marcion, sang bapak Gnosisme, adalah seorang Frigia dari Pontus, sebelah utara dari Kolose. Lihat The Expositor’s Bible Commentary jilid 11 hal.166, The NIV Study Bible hal.1811, Believer’s Bible Commentary hal.1986-1987.
Bagaimanapun juga, saya tidak sependapat karena enam unsur ini diperingati untuk ditentang di dalam surat Kolose yang ada di dalam sekte-sekte Yahudi dan/atau ajaran Yahudi/Ebionit juga. Kedua dan sama pentingnya, ketika Marcion menolak berbagai buku dari Perjanjian Baru, ia menerima buku-buku Kolose tulisan Paulus, lalu Marcion rupanya tidak melihat sedikitpun secara eksplisit ajaran anti-Gnosis di dalamnya.
P: Apa yang kita ketahui mengenai Kota Kolose?
J: Kolose adalah suatu kota utama 100 mil (160 km) di sebelah timur Efesus di tepi Sungai Lykus. Kota ini hanya sekitar 12 mil (19 km) dari Hierapolis dan Laodikia. Ketiga kota ini memiliki simpanan mineral dan padang rumput yang kaya, tetapi tempat dari terjadinya gempa bumi. Sama seperti pengaruh Yunani menyebar ke arah timur setelah penaklukan Aleksander dari Makedonia, hal ini menyisakan suatu pos terdepan suku Frigia dan Lidia, meskipun orang-orang Yunani hidup di sana juga. Di dalam abad ke 2 S.M, Kaisar Seleukia Antiokhus III memaksa banyak orang Yahudi untuk menetap di Kolose.
P: Di dalam Kol 1:3, karena terdapat Tuhan dan Bapa dari Yesus, kemudian bagaimana bisa Yesus adalah Tuhan juga?
J: Hal ini sebenarnya adalah dua pertanyaan yang disajikan sebagai satu pertanyaan. Pertama, bagaimana Yesus dapat menjadi Tuhan, dan kedua, bagaimana Yesus dapat tunduk kepada Bapa. Mari kita membahas bagian pertama di sini; bagian berikutnya dijawab di dalam pertanyaan selanjutnya.
Di dalam Alkitab, “Tuhan/tuhan” dapat berarti suatu berhala palsu, atau Satu Tuhan yang Sejati. Tetapi ketika kata itu berarti Satu Tuhan yang Sejati, kata itu dapat memiliki empat arti. Kata itu dapat merujuk hanya kepada Tuhan sang Bapa, hanya kepada Yesus, Tuhan sang Putra, dan di dalam Kisah Para Rasul, hanya kepada Roh Kudus. Arti keempat adalah kata itu dapat merujuk kepada Ketiganya di dalam Tritunggal. Jadi sebagai contoh, di dalam Yohanes 1:1, ketika Sang Firman (Yesus) “bersama-sama dengan Tuhan”, kata Tuhan di situ merujuk kepada Tuhan sang Bapa, tetapi kemudian di dalam ayat yang sama ketika dikatakan bahwa Sang Firman “adalah Tuhan”, hal itu adalah Satu Tuhan di dalam Tritunggal.
Dalam Ibrani 1:9 juga menunjukkan bermacam pengertian dari kata “Tuhan” ketika mengatakan, “oleh sebab itu Tuhan, Tuhan-Mu, telah mengurapi-Mu.” Doktrin Tritunggal mengajarkan tiga pribadi yang berbeda, Tuhan sang Bapa, Tuhan sang Putra, Tuhan Roh Kudus, dan hanya Satu Tuhan di dalam Tritunggal.
Jadi di dalam Kolose 1:3 kita mengerti bahwa kata “Tuhan” di sini merujuk hanya kepada Tuhan sang Bapa.
P: Di dalam Kol 1:3, bagaimana sang Bapa sekarang adalah Tuhan dari Yesus?
J: Pertama, apa yang bukan merupakan jawabannya, dan kemudian jawabannya.
Di atas bumi, ketika Yesus berinkarnasi sebagai seorang manusia, Yesus secara sengaja “mengosongkan diri-Nya” dari sebagian besar kemuliaan-Nya sebelum Beliau datang ke bumi, seperti Filipi 2:7 dan Yohanes 17:5 katakan kepada kita. Ketika di bumi, Yesus patuh kepada Bapa di dalam peran sebagai Tuhan-Nya. Bagaimanapun juga, di dalam Yohanes 17:5, ketika Yesus berdoa kepada Bapa untuk memulihkan kemuliaan yang Ia miliki sebelum dunia dijadikan, Bapa tentunya menjawab doa itu, sehingga bagaimana Yesus merendahkan diri-Nya ketika di bumi tidak relevan untuk pertanyaan ini.
1 Korintus 15:23-28 menunjukkan bahwa pada akhir zaman, setelah Kerajaan Seribu Tahun, sang Anak “akan ditaklukkan” kepada Bapa, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya. Jadi bahkan sekarang, sang Anak memiliki suatu peran di bawah Bapa.
Tetapi apakah itu berarti sang Anak “lebih rendah” daripada Bapa? – tidak. Bapa, Anak, dan Roh adalah setara di dalam hakikat, kemuliaan, dan kehormatan. Tetapi tentu saja mereka memiliki peran yang berbeda: sebagai contoh, sang Anak yang berdoa kepada Bapa di Taman Getsemani, bukan sebaliknya. Bukan Roh Kudus tetapi sang Anak yang di atas kayu salib berkata, “Tuhan-Ku, Tuhan-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” di dalam Matius 27:46 dan Markus 15:34. Bukan Bapa yang dapat berkata, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” di dalam Lukas 23:34.
Tetapi sebagaimana mereka berbeda di dalam peran, mereka juga berbeda di dalam kedudukan. Bapa yang mengutus Anak, bukan sebaliknya. Bapa dan Anak yang mengutus Roh, bukan sebaliknya.
Tidak ada sesuatu pun di bumi yang benar-benar sama seperti Tritunggal. Tetapi sesuatu yang memiliki sedikit kesamaan adalah hubungan antara seorang ayah dan anak laki-lakinya. Seorang anak laki-laki “setara” dengan ayahnya: di dalam hakikat, dan di mata hukum. Jika seorang ayah lebih besar daripada anaknya, dan ayahnya lebih besar daripada dia, dan seterusnya, maka kakek buyut dari kakek buyutnya pastilah seorang superman! Tidak, kita semua setara di dalam hakikat. Bagaimanapun juga, di dalam hubungan ayah dan anak terdapat perbedaan peran, dan terdapat perbedaan kedudukan.
Sebagai catatan sejarah, salah seorang teolog Kristen kuno yang melihat hal ini dengan jelas adalah Tertulianus (menulis tahun 200-240 M). Teolog Kristen kuno lainnya, yang menolak adanya perbedaan kedudukan, adalah Ambrose dari Milan (370-390 M). Keduanya percaya kepada Tritunggal, dan pandangan keduanya sesuai dengan Pengakuan Iman Rasuli dan Pengakuan Iman Nicea. Tetapi di dalam kepercayaan yang sama mengenai Tritunggal, terdapat perbedaan sekunder ini.
P: Di dalam Kol 1:3, bagaimana Paulus selalu berdoa bagi orang-orang yang tidak pernah ia temui?
J: Setiap hari, ketika mengingat mereka, Paulus berdoa bagi mereka. Seperti yang dikatakan secara menarik oleh The Tony Evans Bible Commentary hal.1252, “anda tidak membutuhkan pengalaman microwave dengan Tuhan; anda membutuhkan pengalaman panci masak lambat dengan-Nya. Biarlah diri anda dimasak perlahan di dalam hadirat-Nya, dan pengaruhilah kehidupan orang lain dengan pengaruh yang Tuhan miliki atas anda.”
P: Kritikus Alkitab Bart Ehrman menulis, “Kolose 1:3-8 adalah satu kalimat di dalam bahasa Yunani; kalimat itu sangat panjang, dan sangat berbeda dari jenis kalimat yang biasanya ditulis oleh Paulus.” (Jesus, Interrupted hal.126).
J: Surat Kolose tidak terlalu berbeda dari kitab-kitab Paulus lainnya. Secara historis, tidak seorangpun meragukan bahwa Paulus adalah penulis Kolose sampai Meyerhoff pada tahun 1838, menurut The Expositor’s Greek Testament jilid 3 hal.488. Saya heran mengapa Ehrman tidak memberikan dasar perbandingan apa pun. Saya telah menyediakan satu perbandingan di bawah ini. Karena beberapa orang berpikir bahwa Ibrani mungkin ditulis oleh Paulus, saya juga memasukkannya. Lukas dan Kisah Para Rasul disepakati ditulis oleh penulis yang sama, jadi keduanya dimasukkan hanya sebagai pembanding.
|
Kitab |
Jumlah kata dari 3 kalimat terpanjang |
Rata-rata dari 3 kalimat terpanjang |
Total kata Yunani di dalam kitab |
Referensi. Berdasarkan Aland et al. edisi ke-4. |
|
2 Tesalonika |
158, 57, 54 |
90 |
823 |
2 Tes 1:3-10; 2:8-10; 2:1-3a |
|
Kolose |
157, 123, 102 |
127 |
1.582 |
Kol 1:11b-20; 1:24-29; 1:3-8 |
|
Roma |
139, 123, 113 |
125 |
7.111 |
Rom 9:19-26; 4:16-21; 2:2-8 |
|
Ibrani |
135, 72, 65 |
91 |
4.953 |
Ibr 8:8-12; 1:1-4; 2:2-5 |
|
Efesus |
124, 124, 104 |
117 |
2.422 |
Ef 2:1-7; 4:11-16; 3:1-7 |
|
2 Korintus |
118, 102, 94 |
105 |
4.477 |
2 Kor 6:2b-10; 9:10-14; 8:1-6 |
|
2 Timotius |
105, 61, 52 |
73 |
1.238 |
2 Tim 1:8-12; 1:3-5; 2:23-26 |
|
1 Tesalonika |
104, 81, 70 |
85 |
1.481 |
1 Tes 3:9-13; 1:2-5; 4:15-17 |
|
1 Korintus |
95, 84, 82 |
87 |
6.830 |
1 Kor 1:20-25; 9:4-9a; 14:6-9 |
|
Filemon |
94, 47, 41 |
61 |
335 |
Flm 8-14; 4-6; 1-3 |
|
Galatia |
94, 77, 75 |
82 |
2.230 |
Gal 2:6-10; 2:14-16; 1:1-5 |
|
Filipi |
88, 82, 79 |
83 |
1.629 |
Flp 1:3-7; 1:27-30; 3:8-11 |
|
1 Timotius |
71, 57, 56 |
61 |
1.591 |
1 Tim 6:13-16; 3:2-6; 1:8-11 |
|
Titus |
65, 64, 57 |
62 |
659 |
Tit 1:1-4; 2:1-14; 3:4-7 |
|
Luk 1-7 |
165, 95, 77 |
112 |
5.960 |
Luk 3:23-28; 1:67-75; 3:15-17 |
|
Kis 1-6 |
108, 89, 87 |
95 |
3.582 |
Kis 4:5-10; 3:12-15; 1:1-5 |
|
Kis 7-11 |
72, 65, 64 |
67 |
3.971 |
Kis 7:38-40; 10:36-38; 7:44-46 |
Ehrman setuju bahwa kitab-kitab yang dicetak miring kemungkinan besar ditulis oleh Paulus. Kalimat “sangat panjang” yang terdiri dari 102 kata di dalam Kolose 1:3-8 tidak hanya lebih pendek daripada kalimat-kalimat lain di dalam Kolose, tetapi juga lebih pendek daripada banyak kalimat lain di dalam kitab-kitab yang Ehrman setujui ditulis oleh Paulus. Kalimat terpanjang di dalam setiap kitab dan kitab-kitab mana yang ia setujui ditulis oleh Paulus terlihat acak.
Jadi apa yang dapat anda katakan mengenai kepenulisan dari panjang kalimat-kalimat ini? Jika anda hanya melihat satu atau dua kitab, pada dasarnya anda dapat mengatakan apa saja yang anda inginkan. Tetapi jika anda melihat semua kitab, angka-angka ini tidak memberitahu anda apa pun mengenai kepenulisan.
Keberatan Ehrman ini tidak berasal dari sembarang orang yang tidak tahu apa-apa; dua orang Muslim yang berbeda telah mengatakan kepada saya bahwa Ehrman adalah sarjana Perjanjian Baru terbesar saat ini. Saya sungguh tidak mengerti bagaimana seseorang yang diakui sebagai sarjana Perjanjian Baru dapat mengajukan argumen ini dari panjang kalimat terpanjang, kecuali jika ia tidak melihat data tersebut seperti seorang sarjana yang objektif.
P: Di dalam Kol 1:7 dan Flm 23, siapakah Epafras?
J: Nama ini adalah bentuk singkat dari Epafroditus. Bagaimanapun juga, Epafroditus adalah nama yang umum, jadi ia dapat merupakan orang yang sama di dalam Filipi 2:25-30 dan 4:18 atau orang yang berbeda.
Epafras dengan setia memberitakan kepada orang-orang Kolose berita Injil yang ia pelajari dari Paulus. Paulus memuji dia dan memuji orang-orang Kolose yang setia. Tetapi beberapa bagian berikutnya dari surat ini menunjukkan bahwa mungkin beberapa orang Kolose bertanya-tanya apakah Epafras benar-benar telah memberikan kepada mereka “seluruh cerita”, atau apakah ada hal-hal mendasar lainnya yang perlu mereka pelajari, seperti yang mungkin dikatakan oleh para guru palsu kepada mereka.
Akhirnya, bagaimana Paulus mengetahui beberapa masalah di dalam suatu gereja yang tidak pernah ia kunjungi? Mungkin Epafras mengunjungi Paulus dan menceritakannya kepadanya.
P: Di dalam Kol 1:9-20, di manakah seharusnya batas-batas kalimatnya?
J: Naskah-naskah Yunani awal tidak memiliki tanda baca, sehingga hal itu lebih sulit untuk ditentukan. Tetapi menurut Perjanjian Baru Yunani oleh Aland et al. edisi revisi keempat dan Nestle-Aland UBS edisi ke-28, Kolose 1:9-11a adalah satu kalimat, dan 11b-20 adalah kalimat kedua. Bagaimanapun juga, menurut edisi ketiga, Kolose 1:9-17 adalah satu kalimat, dan 1:18-20 adalah kalimat kedua. Edisi revisi kelima memiliki 1:9-20 sebagai satu kalimat. Seorang pembaca yang membantu mengatakan bahwa Kolose 1:9-20 mungkin seharusnya dianggap sebagai satu kalimat karena dua bukti:
a) Tidak terdapat kata kerja finit yang berdiri sendiri di dalam 11b-20, dan
b) Diagram Perjanjian Baru dari Leedy di dalam perangkat lunak Bibleworks juga menunjukkan Kolose 1:9-20 sebagai satu kalimat.
Hal yang membuat masalah ini lebih rumit adalah pandangan beberapa teolog bahwa Paulus mungkin mengambil sebagian dari bagian ini dari suatu himne yang sudah ada sebelumnya dan sudah dikenal oleh orang-orang Kristen awal, yang disebutkan secara sepintas oleh The Message of Colossians and Philemon Revised Edition hal.28 karya Dick Lucas.
P: Di dalam Kol 1:10, bagaimana kita dapat hidup layak di hadapan Tuhan, karena kita diselamatkan oleh kasih karunia?
J: Diselamatkan bukanlah akhir dari hubungan kita dengan Tuhan; hal itu hanyalah permulaan. Sebagai orang-orang percaya, kita tidak hanya didorong, tetapi diperintahkan untuk hidup kudus (1 Petrus 1:15-16). Kita tidak diperintahkan supaya kita diselamatkan ke dalam suatu hubungan dengan Tuhan, tetapi kita diperintahkan dan diberi kuasa untuk melakukannya karena kita telah dilahirkan kembali ke dalam suatu hubungan dengan Tuhan.
P: Di dalam Kol 1:11, seperti apakah seorang Kristen yang tidak dikuatkan dengan segala kekuatan di dalam Kristus?
J: Orang tersebut dapat percaya, berdoa, dan melakukan hal-hal yang saleh, tetapi kuasa, ketekunan, kesabaran, dan suka-cita tidak ada. Mungkin mereka sedang mencoba untuk menjalani kehidupan Kristen dengan kekuatan mereka sendiri, bukan dengan kuasa Kristus. Anda harus dapat “melepaskannya dan membiarkan Tuhan bekerja”.
P: Di dalam Kol 1:12, bagaimana kita dilayakkan untuk mendapat bagian di dalam warisan sorga?
J: Sebagai orang-orang percaya kita semua mengerti bahwa kita, dengan diri kita sendiri, tidak memiliki kelayakan untuk pernah masuk ke Sorga. Hanya satu dosa, kapan saja di dalam hidup kita, akan membuat kita tidak dapat masuk, terlepas dari kasih karunia Tuhan. Tetapi apa yang mungkin tidak kita sadari adalah bahwa kita tidak hanya tidak layak untuk masuk ke Sorga dengan diri kita sendiri, tetapi kita juga tidak cocok untuk masuk ke Sorga dengan diri kita sendiri.
The Believer’s Bible Commentary hal.1993 mengatakannya dengan baik: “Sebenarnya, jika orang-orang yang tidak diselamatkan entah bagaimana dapat dibawa ke sorga, mereka tidak akan menikmatinya, tetapi justru akan berada di dalam kesengsaraan yang paling dalam. Untuk menghargai sorga dibutuhkan kecocokan untuk sorga. Bahkan sebagai orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus, kita tidak memiliki kecocokan apa pun untuk sorga di dalam diri kita sendiri…. Ketika Tuhan menyelamatkan seseorang, Ia seketika memberikan kepada orang itu kecocokan untuk sorga. Kecocokan itu adalah Kristus. Tidak ada yang dapat melebihi hal itu.” Jadi bahkan orang yang menerima Kristus, dan dibunuh tidak lama sesudahnya, akan tetap layak untuk masuk ke Sorga.
P: Di dalam Kol 1:14 seharusnyakah mengatakan “penebusan dosa melalui darah-Nya”, atau “penebusan”?
J: Secara mayoritas dari naskah-naskah kuno hanya tertulis penebusan. Hal ini termasuk Byzantine, Aleksandrian, Syriac, Chrysostom, Italic, dan beberapa Vulgate. Naskah kuno yang tertulis “penebusan melalui darah-Nya” sedikit dan tidak terlalu awal seperti : Harclean Syriac (616 M) dan Armenian (abad kelima).
P: Di dalam Kol 1:15-18 dan Ibr 1:6, jika Yesus tidak terciptakan dan bukan suatu ciptaan, kemudian bagaimana Yesus adalah “yang sulung dari setiap ciptaan”?(Saksi Yehova mengangkat mengenai hal ini).
J: Kata Yunani yang digunakan di sini adalah “prototokos” berarti yang utama (yang terkemuka). Kita adalah saudara laki-laki dan perempuan dari Kristus, tetapi Kristus adalah sang anak sulung yang utama.
Pada masa Alkitab, kelahiran anak pertama (anak sulung) tidak hanya berarti anak pertama yang dilahirkan, tetapi suatu pusaka dan warisan dari kelahiran anak pertama. Sebagai contoh dari “kelahiran yang pertama” tidak berarti bayi yang lahir pertama kali, sebagaimana ditunjukkan dalam Jehovah’s Witnesses Answered Verse by Verse hal.97-98, Maz 89:27 mengatakan Daud akan diangkat sebagai anak sulung Tuhan , sekalipun Daud adalah anak kelahiran terakhir (anak bungsu) dari Isai.
Seperti dikatakan When Critics Ask hal.485, Kristus bukanlah kelahiran pertama dari penciptaan, tetapi suatu anak sulung atas segala ciptaan. Kristus bukan yang dilahirkan pertama di atas bumi (umat Perjanjian Lama lebih dahulu ada sebelum Kristus lahir di bumi) tetapi Kristus adalah anak sulung yang dibangkitkan dan sebagai ahli waris atas semua yang telah diciptakan.
Pertanyaan ini juga dijawab oleh Athanasius pada tahun 330 M. Ia mengatakan bahwa karena Kristus adalah kedua hal ini Anak Satu-Satunya sama dengan anak sulung, hal ini merujuk pada pengertian yang berbeda dari Kristus. Setelah membedakan antara “diciptakan” dan “kelahiran”, Athanasius menunjukkan bahwa Anak Satu-Satunya merujuk pada Yesus berasal dari Bapa, yang mana anak sulung merujuk pada dua hal, yaitu keutamaan Yesus atas umat manusia dan semua yang lahir setelahnya. Dalam naskah rinci argumen Athanasius secara utuh, lihat Four Discourses Against the Arians Ceramah II bab 21 bagian 57-60.
Bagaimanapun, sebelum Athanasius, Hippolytus dari Roma (222-235/6 M) menjawab ini di dalam komentarnya pada Lukas 2:7. Dia mengatakan, “Dan jika anda perhatikan, kita mengatakan bahwa Sang Firman adalah anak sulung Tuhan, yang turun dari sorga kepada Maria yang terberkati, dan dijadikan manusia sulung di dalam rahimnya, supaya anak sulung Tuhan dapat dinyatakan dalam persatuan dengan seorang manusia sulung.”
P: Di dalam Kol 1:15,18 apa sumber-sumber yang menunjukkan bahwa kata Yunani Prototokos memiliki suatu arti tambahan selain kelahiran pertama biologis atau ciptaan pertama?
J: Saya menanyakan kepada seorang profesor Seminari Dallas, dan ahli kosa-kata Yunani modern mengatakan bahwa prototokos (Strong’s 4416) dapat berarti memiliki kedudukan/pangkat yang utama atau arti lainnya selain kelahiran pertama secara biologis atau ciptaan pertama adalah Bauer-Arndt-Gingrich-Danker dan Liddell-Scott-Jones.
Di dalam Perjanjian Lama dalam Kitab Yeremia 31:9, Tuhan berfirman, “Efraim adalah anak sulung-Ku.” Bagaimanapun juga, dalam Kej 48:17-19 Manasye lahir lebih dahulu daripada Efraim, tetapi Efraim menerima berkat kesulungan dari Yakub. Maz 89:27 mengatakan Daud akan diangkat sebagai anak sulung Tuhan, sekalipun Daud adalah anak bungsu dari Isai.
Di beberapa tempat, orang-orang Kristen awal tidak menulis prototokos dengan arti semata-mata kelahiran pertama secara biologis: surat Barnabas (sekitar 70-130 M) bab 13 hal. 145 merujuk pada Manasye dan Efraim, dan 1 Clement (96-98 M) bab 4 jilid 1 hal. 6 merujuk pada anak sulung dari domba milik Habel.
Kata Yunani khusus ini secara pasti TIDAK berarti kelahiran pertama secara biologis atau ciptaan yang pertama di dalam surat Polikarpus kepada orang-orang di Filipi (100-155 M) bab 7 hal 35: “‘Karena siapapun yang tidak mengakui bahwa Yesus Kristus telah datang dalam daging, adalah anti-Kristus’; dan siapapun yang tidak mengakui kesaksian Salib, adalah dari iblis; dan siapapun yang memutarbalikkan firman Tuhan demi nafsunya sendiri, dan mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan maupun penghakiman, ia adalah anak sulung dari setan.”
Sebagai tambahan, Irenaeus (182-188 M) menulis, “Dan Polikarpus sendiri mengulangi kepada Marcion, yang bertemu dengannya pada suatu kesempatan, dan mengatakan,”Apakah anda mengetahui saya?” “Saya tahu anda, anak sulung setan.” Sungguh merupakan suatu yang menakutkan seperti terhadap para rasul dan murid-murid mereka telah melawan bahkan secara verbal berkomunikasi dengan setiap pihak yang merusak kebenaran.” Irenaeus Against Heresies buku 3 bab 3.4 hal.416.
Adamantius (300 M) mengatakan, “Ia menyatakan, ‘Tidak seorangpun yang telah naik ke Sorga, kecuali Dia (Yesus) yang turun dari Sorga’. Kata “Telah naik” menunjukkan pada waktu lampau. Hal ini tidak mengatakan bahwa tidak seorangpun akan naik, tetapi “tidak seorangpun telah naik.”. Oleh karena itu secara jelas menunjukkan bahwa sebelum Kristus tidak seorangpun telah naik. Hal ini sesuai Rasul katakan,”anak sulung”; dan lagi,”buah sulung dari yang telah tertidur”. Lebih lanjut lagi ia mengatakan,”buah sulung, Kristus; kemudian mereka yang milik Kristus’.” Dialogue on the True Faith bagian kelima bagian 855b hal.157.
Athanasius (326-373 M): “seperti Paulus di lain tempat menyebut Beliau (Yesus) ‘anak sulung dari semua ciptaan’ (Kol 1:15). Tetapi dengan menyebut Beliau Anak Sulung, ia menunjukkan bahwa Beliau bukan suatu ciptaan, tetapi Anak yang diperanakkan dari Sang Bapa. Karena tidak sesuai dengan ke-Tuhanan Yesus bila Beliau disebut makhluk ciptaan. Sebab segala sesuatu diciptakan oleh Sang Bapa melalui Sang Anak, tetapi hanya Sang Anak yang diperanakkan secara kekal dari Sang Bapa, sebab itu Tuhan sang Firman adalah ‘Anak Sulung dari segala ciptaan’, tidak berubah dari yang tidak berubah. Bagaimanapun juga, tubuh yang Beliau kenakan untuk kepentingan kita adalah suatu ciptaan.” Statement of Faith bab 3 hal.85
Yohanes Chrysostom (meninggal tahun 407 M) telah memperluas diskusi dari bagaimana Kristus adalah Anak Sulung. Setelah membedakan antara Kristus yang disebut “anak sulung” tetapi tidak disebut dengan “ciptaan pertama”, ia mengatakan bahwa satu pengertian, “anak sulung dari antara orang mati” (Kol 1:18; Rom 8:29), menunjukkan pada yang pertama mengalami kebangkitan. “Demikian juga kata ‘anak sulung,’ di dalam pengertian sebagai suatu pondasi. Tetapi hal ini tidak menunjukkan bahwa ciptaan sehakikat dengan Beliau (Yesus); tetapi bahwa semua hal adalah melalui Beliau, dan di dalam Beliau segala sesuatu ada.” Homilies on Colossians Homily 3 hal.270-271
P: Di dalam Kol 1:15-20, apakah tulisan yang secara teologis maju dan berkembang ini [entah bagaimana] menunjukkan bahwa Paulus bukan penulis Kolose? (Bart Ehrman mengklaim hal ini pada hal.127)
J: Tidak. Ehrman mengklaim bahwa beberapa surat ditulis oleh Paulus dan beberapa tidak. Meskipun Kolose 1:15-20 sangat mendalam, sebagian besar dari 18 konsep dan ungkapan di sini sangat mirip dengan hal-hal lain yang ditulis oleh Paulus, atau setidaknya dengan ayat-ayat lain di dalam Alkitab.
|
“Sang Anak [Yesus] adalah gambar dari” |
Kol 1:15a |
- |
|
“Tuhan yang tidak terlihat” |
Kol 1:15a |
1 Tim 1:17b; Ibr 11:27 |
|
“Yang sulung atas segala ciptaan.” |
Kol 1:15b |
Rom 8:29; Ibr 1:6 |
|
Oleh Kristus segala sesuatu diciptakan |
Kol 1:16a |
1 Kor 8:6b |
|
Yang kelihatan, yang tidak kelihatan [tidak merujuk kepada Tuhan] |
Kol 1:16b |
Ibr 11:3 |
|
Singgasana, kuasa, pemerintah, penguasa |
Kol 1:16c |
Ef 1:21 |
|
“Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu” |
Kol 1:17a |
Flp 2:9 |
|
“Dan di dalam Dia segala sesuatu bersatu” |
Kol 1:17b |
- |
|
“Dan Ia adalah kepala tubuh” |
Kol 1:18a |
1 Kor 12:12-13,27 |
|
[Kepala dari] “jemaat” |
Kol 1:18a |
Ef 5:23 |
|
“Ia adalah yang awal dan yang sulung dari antara orang mati” |
Kol 1:18b |
- |
|
Kristus memiliki keutamaan |
Kol 1:18c |
1 Kor 1:27a; 27f |
|
“Karena Tuhan berkenan” |
Kol 1:19a |
1 Kor 1:21b |
|
“agar seluruh kepenuhan-Nya diam di dalam Dia [Kristus],” |
Kol 1:19b |
Ef 1:23; ~Yoh 1:16 |
|
Melalui Kristus memperdamaikan segala sesuatu |
Kol 1:20a |
Rom 5:10; 2 Kor 5:19; Ef 2:16 |
|
“Dengan mengadakan pendamaian” |
Kol 1:20b |
Rom 5:1; Ef 2:14 |
|
“oleh darah” |
Kol 1:20b |
Rom 3:25; 5:9; Ef 1:7; 2:13 |
|
“salib-Nya” |
Kol 1:20c |
Ibr 9:22 |
Di bagian lain dari surat Kolose terdapat konsep-konsep serupa berikut ini.
|
Lakukan semuanya untuk kemuliaan Tuhan |
Kol 3:17 |
1 Kor 10:31 |
|
Bertekunlah dalam doa |
Kol 3:2; 4:2 |
|
|
Tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, … budak atau orang merdeka |
Kol 3:11 |
Gal 3:28 |
|
Tidak ada yang bersunat atau tidak bersunat |
Kol 3:11 |
Gal 5:6 |
|
Mazmur, puji-pujian, dan nyanyian rohani |
Kol 3:16 |
Ef 5:19 |
|
Istri-istri tunduk kepada suami, seperti kepada Tuhan |
Kol 3:18 |
Ef 5:22 |
|
Suami-suami kasihilah istrimu |
Kol 3:19 |
Ef 5:25 |
|
Anak-anak taatilah orang tuamu |
Kol 3:20 |
Ef 6:1 |
|
Bapa-bapa jangan menyakiti hati anak-anakmu |
Kol 3:21 |
Ef 6:4 |
|
Hamba-hamba taatilah tuanmu, bukan hanya untuk menyenangkan mereka tetapi untuk menaati Tuhan |
Kol 3:22 |
Ef 6:5-6 |
|
Tuan-tuan perlakukanlah hambamu dengan baik |
Kol 4:1 |
Ef 6:9 |
|
Memberitakan rahasia Kristus |
Kol 4:3 |
|
|
Hiduplah dengan bijak terhadap orang-orang luar. |
Kol 4:5 |
|
|
Onesimus |
Kol 4:9 |
Filemon 10 |
Masih ada yang lain juga.
P: Di dalam Kol 1:16, apakah seseorang menjadi seorang malaikat setelah ia meninggal?
J: Tidak. Semua orang yang pergi ke Sorga tidak akan menjadi para malaikat, tetapi kita akan menghakimi para malaikat sesuai dengan 1 Korintus 6:3. Kita akan duduk bersama dengan Kristus pada Tahta Kristus dalam Efesus 2:6.
Beberapa orang dapat berharap mereka dilahirkan sebagai seorang malaikat daripada menjadi seorang manusia. Sebagai seorang malaikat, mereka akan mendapatkan kesukaan dalam melayani Tuhan dan akan berada di dalam Sorga dan tidak memiliki pengalaman penuh dosa, menderita, dan kematian. Bagaimanapun juga, tidak seperti para malaikat, kita secara langsung dilibatkan di dalam suatu pertempuran di atas bumi melalui kata-kata kita, kehidupan, dan doa-doa dalam memberitakan pengajaran Kristus. Kita dapat memiliki anak-anak, dan 1 Korintus 6:2-3 menunjukkan bahwa di dalam Sorga para percayawan akan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada para malaikat.
P: Di dalam Kol 1:16, apakah Tuhan membutuhkan para malaikat untuk menciptakan dunia?
J: Tidak. Kenyataan Tuhan menggunakan mereka tidak berarti Tuhan membutuhkan mereka.
P: Di dalam Kol 1:16, apakah terdapat perbedaan pangkat diantara para malaikat?
J: Ya, meskipun Alkitab tidak secara rinci menjelaskan semua mengenai pangkat dan tanggungjawab. Kita mengetahui bahwa serafim di dalam Yesaya 6:2,3, kerub di dalam Yehezkiel 1:5-21;10:1-22; dan empat makhluk di dalam Wahyu 4:6-9. Semua ini terlihat sama. Kita juga mengetahui malaikat Mikhael di dalam Yudas 9, Wahyu 12:7; dan Daniel 12:1. Gabriel melayani sebagai penyampai pesan di dalam Daniel 9:21 dan Lukas 1:26.
P: Di dalam Kol 1:17-22, apa yang menarik dari bahasa Yunani di dalam bagian ini?
J: Kristus adalah (bentuk kini) yang sulung dari segala ciptaan. Oleh kebangkitan-Nya Kristus menjadi (bentuk aoris) yang sulung dari jemaat. Kata Yunani untuk “diam” di sini, katoikēsai, lebih tepatnya berarti “diam secara permanen”, berlawanan dengan pandangan bahwa Tuhan hanya sementara berada di dalam Kristus. Di dalam Kolose 1:22 bahasa Yunani di sini bukan gaya sastra yang sangat baik, mungkin disengaja untuk memberikan penekanan yang sangat kuat. Ayat itu dapat diterjemahkan “tubuh-daging dari daging Kristus”, yang secara berulang menekankan tubuh daging Kristus.
P: Di dalam Kol 1:20, Ef 1:10, dan 2 Kor 5:19, apakah setan-setan juga diperdamaikan?
J: Tidak. Di dalam Filipi 2:10, Tuhan membedakan antara “di dalam Sorga”, “di atas bumi”, dan “di bawah bumi”. Surat Kolose tidak mengatakan perdamaian dengan “di bawah bumi.” Jika setan-setan merupakan bagian dari alam yang disebut “di bawah bumi” mereka telah membuat keputusan mereka, dengan penuh pengetahuan, ketika mereka jatuh. Ibr 2:16 menunjukan bahwa Yesus menebus manusia dan Beliau tidak menebus para malaikat atau malaikat yang telah jatuh.
P: Di dalam Kol 1:20, Ef 1:10, dan 2 Kor 5:19, karena Tuhan telah memperdamaikan semua pihak di Sorga dan di atas bumi, akankah semua manusia diselamatkan, sebagaimana ajaran bidah universalisme ajarkan?
J: Tidak, Tuhan berdamai dengan semua pihak dengan diri-Nya, tetapi semua pihak belum mendamaikan diri mereka sendiri dengan Tuhan. Semua orang “dapat diselamatkan” tetapi tidak semua menyatukan apa yang mereka dengar dengan iman, seperti dalam kitab Ibrani 4:2 tunjukkan. Rom 4:2-5, 16 dan Ef 2:8-9 tunjukkan bahwa kita dibenarkan dengan iman.
Penyelamatan tidak hanya mengampuni atau bahkan pembenaran. Penyelamatan adalah kehidupan, dan Yohanes 5:39,40 menunjukkan dunia tidak akan datang kepada Kristus untuk memperoleh kehidupan.
Neraka adalah hukuman abadi di dalam Matius 25:41,46. Setan dan kawan-kawannya akan disiksa selamanya di dalam Wahyu 20:10. Neraka adalah kebinasaan kekal di dalam 2 Tesalonika 1:9.
P: Di dalam Kol 1:20, apa sebenarnya yang diperdamaikan di sini?
J: Pertama, apa yang bukan merupakan jawabannya, dan kemudian jawabannya.
Bukan jawabannya: Ayat ini tidak mengatakan “di bawah bumi”, atau “Hades”, tetapi hanya di sorga dan di bumi. Bahkan hal-hal di bawah bumi akan bertekuk lutut dan ditaklukkan di bawah Kristus (Filipi 2:10-11), dan walaupun hal itu dapat dianggap sebagai perdamaian yang tidak sukarela, hal itu bukan perdamaian yang sukarela dari pihak mereka yang “di bawah bumi.” Ibrani 2:16 mengatakan bahwa Yesus menebus manusia, tetapi bukan para malaikat yang Ia tolong. Hukuman adalah kekal menurut Matius 25:41,46, dan iblis serta yang lainnya akan disiksa selama-lamanya di sana di dalam Wahyu 20:10. Neraka adalah kebinasaan kekal di dalam 2 Tesalonika 1:9.
Jawabannya terdiri dari dua bagian: secara umum dan secara khusus.
Secara umum, pada akhirnya segala sesuatu di alam semesta akan diperdamaikan dengan Tuhan secara sukarela. Tetapi mereka yang berada di dalam Lautan Api tidak berada di dalam alam semesta itu. Bahkan hal-hal/makhluk-makhluk yang tidak pernah jatuh atau rusak sekarang akan berada di bawah Kristus, yang akan berada di atas semuanya. Tetapi ungkapan “segala sesuatu” menyiratkan lebih dari satu jenis hal. Jadi mari kita lihat secara khusus apa yang perlu diperbaiki.
Secara khusus, Kitab Suci memberikan petunjuk mengenai sejumlah hal.
Orang-orang yang diselamatkan dahulu terhilang dan jauh dari Tuhan, dan sekarang mereka diperdamaikan dengan-Nya.
Ciptaan itu sendiri ditaklukkan kepada perbudakan ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Mengapa manusia yang berdosa dan telah jatuh harus hidup di dalam dunia yang sempurna? Tetapi ciptaan itu sendiri, walaupun sekarang rusak, akan dipulihkan menurut Roma 8:19-21. Tanah dikutuk oleh Tuhan setelah Adam dan Hawa berdosa di dalam Kejadian 3:17.
Bahkan bintang-bintang tidak murni di mata Tuhan, menurut Bildad di dalam Ayub 25:5.
Di sorga ada hal-hal yang perlu disucikan, menurut Ibrani 9:23. Mungkin hal ini karena Setan memiliki akses ke sorga, seperti yang ditunjukkan oleh Ayub 1:6,7 dan Wahyu 12:10.
Kita akan menghakimi para malaikat menurut 1 Korintus 6:3. Bagaimanapun juga, tidak jelas apakah kita hanya akan menilai seberapa baik mereka melakukan tugas mereka.
P: Di dalam Kol 1:21-23, apa ringkasan dari apa yang Paulus katakan di sini?
J: Terdapat tiga bagian: siapa anda dahulu, siapa anda sekarang, dan bagaimana anda harus melanjutkan.
P: Di dalam Kolose 1:22, sebagai bagian dari karya penebusan, apakah Kristus secara permanen tidak memiliki suatu tubuh fisik lagi, seperti yang diajarkan oleh Saksi Yehova, Pendeta Moon, dan para bidat lainnya?
J: Tidak. Perdamaian kita dengan kematian Kristus secara fisik tidak berarti Kristus tidak mendapatkan tubuh kembali di dalam kebangkitan Beliau. Jika anda percaya Yesus, kemudian anda sependapat bahwa tubuh Yesus dibangkitkan kembali karena ayat-ayat berikut :
1. Di dalam Yohanes 2:19-22, “Yesus menjawab mereka, ‘Hancurkan bait suci ini, dan di dalam tiga hari saya akan membangunnya kembali.’ … Tetapi Yesus berbicara mengenai bait suci tubuh-Nya.”
2. Di dalam Yohanes 20:25-29, ketika Yesus berkata kepada Thomas memasukkan jari dan tangannya ke dalam tubuh Kristus, maka:
2a) Yesus waktu itu “mempermainkan Thomas”, dengan kata lain, sedang menipu Thomas, atau
2b) Saat itu benar-benar merupakan tubuh fisik dari Yesus.
3. Di dalam Lukas 24:39 Yesus mengatakan, “Lihat pada kedua tangan dan kaki-Ku. Ini Aku sendiri. Sentuhlah Aku dan lihat; karena roh tidak memiliki daging dan tulang, seperti yang kamu lihat bahwa Aku memilikinya.”
Para rasul mengajar kepada kita mengenai apa yang menjadi pengalaman mereka secara langsung, mengenai apa yang mereka lihat dan bahkan sentuh oleh diri mereka sendiri (1 Yohanes 1:1-4). Jika anda adalah bagian dari suatu agama yang menolak apa yang Yesus dan para rasul-Nya katakan, anda butuh untuk memutuskan apakah untuk mengikuti tuhan dari agama anda, atau apakah untuk mengikuti Tuhan Yesus dan para rasul. Saya mengharapkan anda memilih dengan baik.
P: Apakah Kol 1:23 mengajarkan bahwa orang-orang yang tidak bertahan di dalam iman akan kehilangan keselamatan mereka?
J: Empat hal untuk dipertimbangkan dalam menjawab.
Tuhan mengetahui orang-orang pilihan: Di atas bumi, banyak orang dapat nampak sebagai orang Kristen, tetapi sebelum masa penciptaan, Tuhan mengetahui siapa yang akan ke Sorga, dan Tuhan tidak akan merasa terkejut. Untuk mengatakan bahwa Tuhan mengetahui secara pasti bahwa seseorang akan masuk Sorga, dan kemudian untuk mereka tidak akan masuk Sorga adalah suatu hal yang saling bertentangan.
Pertobatan yang Palsu: Seseorang dapat membodohi orang lain sehingga orang lain tersebut berpikir bahwa dirinya adalah seorang Kristen. Bahkan lebih buruk, seseorang dapat membodohi diri mereka sendiri, seperti Matius 7:21-23 tunjukkan.
Kebutuhan untuk memeriksa diri kita sendiri: jaminan keselamatan tidak akan ada gunanya jika pertobatan yang palsu benar-benar tidak dapat dikenali. Tetapi pertobatan yang palsu dapat dikenali. Paulus memperingatkan kita untuk memeriksa diri kita sendiri, untuk melihat apakah kita tetap berada di dalam iman dalam 2 Korintus 13:5-6.
Murtad: orang-orang kadang meninggalkan iman Kristen, dan tidak pernah kembali. Tetapi 1 Yohanes 2:19 mengatakan bahwa mereka pergi dari antara kita karena mereka tidak pernah menjadi bagian dari kita. Ibrani 3:10 juga mengatakan bahwa orang-orang murtad di dalam Perjanjian Lama “tidak mengetahui” jalan Tuhan.
Melampaui ini semua, orang-orang Kristen sejati tidak setuju pada sekali-selamat-tetap-selamat. Entah
a) Siapapun yang tidak bertekun di dalam iman kehilangan akan keselamatan.
b) Siapapun yang tidak bertekun di dalam iman benar-benar tidak pernah memiliki keselamatan.
P: Di dalam Kol 1:24, bagaimana bisa Paulus mencoba untuk “menggenapkan apa yang kurang sehubungan dengan penderitaan Kristus”?
J: Dua kata untuk diingat: konsistensi dan bahasa yang tidak persis.
Konsistensi: Satu-satunya jalan untuk salah menafsirkan kata-kata Paulus adalah dengan mengabaikan apa yang ia katakan di tempat lain. Hampir tidak seorangpun, baik dahulu maupun sekarang, dapat menganggap bahwa Paulus mencoba untuk mengambil tempat dari salib yang dia ajarkan. Bagaimanapun juga, di dalam Kolose 2, beberapa orang di Kolose mencoba untuk menggenapkan apa yang telah mereka rasa kurang di dalam Kristus dengan menggunakan hukum, pemujaan kepada para malaikat, dan ritual-ritual. Di dalam Kolose 1, Paulus menggenapkan apa yang kurang dalam pengertian mereka mengenai penderitaan Kristus. Paulus melakukan hal ini tidak hanya dengan menggunakan kata-kata di dalam Kolose 1:15-23, tetapi dengan kehidupan dan kesabarannya dalam menderita, yang membuktikan kebenaran kata-katanya dan memperlihatkan kecukupan Yesus.
Bahasa yang tidak persis: Paulus berbicara dengan cukup tepat untuk semua yang menginginkan untuk mengerti dia. Paulus tidak berpikir untuk mengambil posisi Kristus ketika ia mencoba untuk “menyelamatkan beberapa orang” di dalam 1 Korintus 9:22, dan Paulus mengatakan bahwa Timotius dapat menyelamatkan para pendengarnya di dalam 1 Timotius 4:16, dan Yakobus mengatakan bahwa kita dapat menyelamatkan orang lain di dalam Yakobus 5:20.
P: Di dalam Kol 1:28 dan 1 Kor 2:2, apa yang terutama diberitakan oleh Paulus?
J: Kita seharusnya ingin bertumbuh di dalam pengetahuan (Kolose 1:10), tetapi pengetahuan tidak boleh menjadi tujuan akhir. BUKAN terutama bahwa Paulus memberitakan suatu filsafat atau doktrin yang berbeda daripada para guru bidat, meskipun Paulus juga melakukan hal itu. Tetapi tidak seperti mereka, Paulus terutama memberitakan suatu Pribadi. Ketika kita memberitakan Injil, apakah kita terutama memberitakan fakta-fakta, suatu filsafat, atau suatu Pribadi?
P: Di dalam Kol 1:28, bagaimana bisa Paulus mengajarkan setiap pria, bukan wanita?
J: Seperti bahasa Inggris dan Ibrani kata untuk “pria” dalam bahasa Yunani yang digunakan “anthropos”, dapat mewakili pria dan wanita. Galatia 3:28 secara khusus mengatakan bahwa di dalam Kristus tidak ada pria atau wanita.
P: Di dalam Kol 1:29, bagaimana kita dapat berjuang (“bergumul”) dengan kuasa Tuhan yang bekerja seperti yang Paulus lakukan?
J: Kita tinggal di dalam Dia, menghabiskan waktu bersama-Nya melalui doa, merenungkan Dia, dan mempelajari Alkitab. Kita beristirahat di dalam Tuhan, dan kita rindu untuk bekerja keras bagi-Nya. Kita tidak teralihkan dengan memperjuangkan hal-hal lain. Kita tidak mencoba untuk bekerja bagi-Nya hanya dengan kekuatan kita sendiri. Kita tidak menjadi begitu sibuk, bahkan di dalam kuasa Tuhan, sehingga kita berpikir bahwa kegiatan dapat menggantikan keintiman.
P: Di dalam Kol 2:4, apa yang dimaksud dengan kata “menipu” di sini?
J: Di dalam bahasa Yunani terdapat kata-kata yang berbeda untuk cara-cara menipu yang berbeda. Kata Yunani khusus yang digunakan untuk menipu di sini adalah paralogizetai. Kata ini berarti salah perhitungan atau bernalar di luar pokok persoalan. Pada akhir Kolose 2:4, Paulus secara khusus mengatakan bahwa dia tidak bermaksud dengan ketiadaan alasan atau argumen, tetapi lebih kepada penalaran yang buruk. Satu kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “retorika yang halus” berarti “retorika yang meyakinkan” atau dalam bahasa gaul modern, “pandai bersilat lidah”. Terdapat dosa yang disebabkan oleh kepandaian sama dengan dosa yang disebabkan dari hati. Wuest’s Expanded Translation menerjemahkan hal ini sebagai “membawa anda tersesat karena disebabkan oleh alasan yang salah”.
Kolose 2:8 memerintahkan kita untuk menguji pengajaran yang kita dengar atau baca. Seperti dikatakan oleh Dick Lucas di dalam The Message of Colossians & Philemon Revised Edition, “kita perlu memeriksa semua pengajaran berdasarkan kebenaran isinya daripada berdasarkan menariknya kemasannya.” Kadang-kadang jika seseorang tertipu, kesalahannya setidaknya sebagian dapat terletak pada dirinya sendiri.
P: Di dalam Kol 2:5 dan 1 Kor 5:3, bagaimana Paulus bersama dengan orang lain di dalam roh, karena Paulus tidak hadir di mana-mana?
J: Paulus dapat mengetahui, karena Tuhan dapat mengajarnya melalui roh. Orang-orang Kristen menyatu dengan ikatan istimewa secara roh sesuai dengan Efesus 4:3.
P: Di dalam Kol 2:7, apa arti penting dari bentuk-bentuk kata kerjanya?
J: Tiga kata kerja utama yang pertama, “berakar”, “dibangun”, dan “diteguhkan”, semuanya dalam bentuk pasif. Di lain kata, kata-kata ini adalah hal-hal yang Tuhan lakukan terhadap kita. Berakar berada dalam bentuk perfek, yang menyiratkan suatu tindakan yang sekali untuk selamanya. Ungkapan “melimpah dengan ucapan syukur” adalah aktif, dan menandakan tanggapan kita untuk apa yang Tuhan telah lakukan. Banyak orang dimotivasi terutama dengan kerakusan, nafsu birahi, ketakutan, atau suatu hasrat untuk menjadi seseorang yang lebih baik menurut pandangan diri mereka sendiri dan orang lain. Bagaimanapun juga, orang-orang Kristen seharusnya memiliki motivasi utama untuk bersyukur kepada Tuhan. Kita harus memiliki sikap penuh syukur.
Juga, kata “berakar” di dalam bahasa Yunani memiliki dua arti. Sama seperti di dalam bahasa Indonesia, kata ini dapat berarti tumbuhan yang berakar kuat. Tetapi arti kedua adalah suatu bangunan yang “berakar” dalam arti memiliki fondasi yang baik. Bagaimana anda dapat mengetahui apakah sebuah pohon, atau sebuah bangunan, berakar dengan baik? Anda tidak dapat mengetahuinya ketika matahari bersinar. Tetapi ketika badai atau angin topan datang, apa yang berakar dengan baik akan tetap berdiri; dan apa yang tidak, mungkin akan tertiup angin.
P: Di dalam Kol 2:8, mengapa filsafat yang bergantung pada tradisi manusia dan prinsip-prinsip dunia ini adalah jahat?
J: Pertama dari semua, apa yang filsafat sebenarnya yang dimaksud? Filsafat berarti cinta akan hikmat, dan dapat menjadi suatu cinta yang pantas atau suatu berhala yang obsesif. Filsafat bukan hanya filsafat formal Barat atau Asia, tetapi cara orang berpikir mengenai segala sesuatu, baik secara formal maupun tidak formal. Mungkin nama yang lebih baik adalah pandangan dunia, yang hanyalah model mental yang dimiliki orang mengenai suatu model kehidupan, kosmos, masyarakat, dan/atau etika. Bagaimanapun juga, suatu model adalah hanyalah suatu model, yang bukan kehidupan itu sendiri. Di dalam model matematika, suatu model yang baik untuk suatu tingkah-laku yang statis dari kandungan kimia tumbuhan atau sistem lainnya seringkali bukan suatu model yang baik untuk suatu tingkah-laku yang dinamis, dan vice-versa (dan sebaliknya). Demikian suatu model dari kehidupan, jika hal ini cukup baik untuk digunakan bagi beberapa tujuan, tidaklah menjamin semua berguna untuk semua tujuan. Ketika filsafat anda mengambil tempat dari kehidupan, filosofi dapat menjadi suatu berhala, dan suatu pilihan yang jelek dari semua. Demikian juga, sama dengan suatu teologi dapat menjadi suatu berhala, jika hal ini menjadi lebih penting daripada Firman Tuhan. Kita dapat dan seharusnya menolong orang-orang yang berada di dalam budaya yang sangat primitif untuk dibebaskan dari mental yang diperbudak dengan suatu berhala yang kejam, tetapi mari kita meyakinkan bahwa kita tidak memiliki berhala-berhala di dalam pikiran kita juga.
Bagaimanapun juga, banyak filsuf, sama dengan para filsuf sekuler, tidak memuja filsafat mereka, meskipun demikian, beberapa filsuf dari “dunia ini” yang menegaskan untuk menggambarkan kehidupan itu tidak membutuhkan Tuhan, yang merupakan suatu filosofi yang jahat. Terdapat kebohongan bagi dirimu sendiri sama dengan kebohongan bagi orang lain. Terdapat dosa-dosa yang disebabkan dari pikiran yang sama dengan dosa yang disebabkan dari lidah. Sebagai contoh, Jean Paul Sartre (dilafalkan “sart”) mengatakan, “Hidup adalah gelembung kosong di atas lautan kehampaan.” Sartre akan agak benar jika tidak ada Tuhan. Tetapi Tuhan adalah makna dari hidup kita, sehingga Sartre membawa kita ke arah yang sama sekali salah.
Secara berkelakar, alasan filosofis dapat sedikit menarik. Sebagai contoh, kita lihat pendapat seorang filosof, David Hume. Ia menulis, “Jika kita mengambil di tangan kita jilid buku apa pun, misalnya tentang ketuhanan atau metafisika sekolah, mari kita bertanya, Apakah buku itu berisi penalaran abstrak mengenai kuantitas atau angka? Tidak. Apakah buku itu berisi penalaran percobaan mengenai fakta dan keberadaan? Tidak. Buanglah buku itu ke dalam api: karena buku itu tidak berisi apa-apa selain penyesatan dan ilusi.” Sedikit filosof atheis lainnya yang telah memiliki kejujuran dan keterbukaan untuk mengatakan kepada masyarakat bahwa tulisan mereka sendiri tidak bernilai dan harus dibakar, hanya saja David Hume mungkin tidak menyadari bahwa ia sedang menghukum hasil karyanya sendiri. Bagi saya alasannya, karena hasil karya Hume bukan suatu ilmu matematika atau percobaan ilmu pengetahuan (sekurang-kurangnya sesuai dengan definisi pribadi dari saya), saya dapat menyimpulkan bahwa Hume sedang mengatakan untuk membakar hasil karyanya sendiri.
Sebagai contoh lainnya, Immanuel Kant mencoba untuk memberikan definisi yang baik yang terpisah dari Tuhan. Kant menyimpulkan bahwa yang baik adalah apa yang dilakukan karena rasa kewajiban. Dengan analogi itu, tentara Nazi Jerman yang menyiksa dan membunuh orang-orang Yahudi karena rasa kewajiban mereka, dan orang-orang komunis yang membunuh bahkan para wanita dan anak-anak karena rasa kewajiban mereka, semuanya melakukan sesuatu yang baik. Jika saya entah bagaimana merasakan bahwa hal ini adalah kewajiban saya untuk menghancurkan semua pekerjaan Kant, kemudian, pertimbangan saya, Kant akan menyetujui bahwa saya akan melakukan suatu hal yang baik.
Para filosof atheis sekuler dan saya benar-benar dapat mungkin setuju pada satu hal: mungkin saya seharusnya menjaga pekerjaan harian saya, yang dalam hal ini adalah tidak terlalu berguna bagi saya untuk menekuni dalam hidup saya untuk berfilsafat.
Satu hal terakhir. Kolose 2:8 mungkin menyiratkan bahwa kita tidak boleh mengajarkan filsafat yang kosong dan menyesatkan (NIV), tetapi bukan itu yang sebenarnya dikatakan. Sebaliknya, kita harus memastikan bahwa tidak ada orang lain yang dapat menawan kita (kata Yunani untuk ditawan di dalam peperangan) melalui filsafat yang kosong dan menyesatkan. Kolose 2:8 mengatakan bahwa ada bahaya di sini, dan kita memiliki tanggung jawab untuk menghindari bahaya itu. Saya tidak membaca karya Hume (seperti yang ia sarankan), maupun karya-karya Kant. Mengapa mencari kebenaran di tempat yang Tuhan katakan ada bahaya? Mengapa bergabung dengan suatu gereja di mana para pemimpinnya mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan Injil?
P: Di dalam Kol 2:8-9, apa yang menjadi perbedaan di sini, dan bagaimana seorang Kristen dapat diculik atau ditawan?
J: Paulus sedang membedakan kehampaan dari filsafat manusia dengan kepenuhan akan Kristus.
Sebagai orang-orang Kristen kita mungkin suka berpikir bahwa sekarang kita bebas dari tertipu untuk pergi ke arah yang salah, tetapi nasihat Paulus menyiratkan bahwa sayangnya hal ini tidak demikian. Dan jika seorang Kristen merasa bangga akan kehidupan rohaninya atau pengetahuannya, hal itu bisa menjadi lebih mudah lagi. Seorang Kristen dapat diculik secara rohani, pertama-tama dengan mengikuti suatu filsafat yang kosong sebagai “tambahan” setelah mengikut Kristus. Tetapi kita tidak perlu “pergi ke luar” iman untuk menemukan lebih banyak kebenaran di dalam agama-agama palsu dan filsafat-filsafat yang menyangkal Tuhan. Tetapi bagi seorang Kristen yang melakukannya, filsafat yang kosong itu dapat menjadi sama pentingnya bagi mereka seperti mengikut Kristus. Kemudian filsafat itu dapat menjadi lebih penting bagi mereka daripada mengikut Kristus. Suatu ujian sederhana untuk ditanyakan kepada diri anda sendiri: jika Tuhan menginginkan anda untuk meninggalkan segala sesuatu yang sedang anda lakukan, dan segala sesuatu yang sedang anda percayai, kecuali Tuhan dan apa yang telah Ia katakan di dalam Firman-Nya, seberapa enggankah anda untuk melakukannya?
P: Di dalam Kol 2:9-10, bagaimana kita sebagai orang-orang percaya memiliki kelengkapan / kepenuhan di dalam Kristus?
J: Kristus sebagai kepala berarti Ia adalah pemerintah dan jemaat adalah suatu organisme yang hidup. Kita tidak membutuhkan apa pun yang lain. Sebagian besar surat Kolose bukan mengenai apa yang harus mulai dilakukan, tetapi lebih kepada apa yang harus berhenti dilakukan. Seperti yang dikatakan oleh Peter Drucker, “Kita menghabiskan banyak waktu mengajar para pemimpin apa yang harus dilakukan. Kita tidak menghabiskan cukup waktu mengajar para pemimpin apa yang harus dihentikan. Separuh dari para pemimpin yang pernah saya temui tidak perlu belajar apa yang harus dilakukan. Mereka perlu belajar apa yang harus dihentikan.” Dikutip dari Marshall Goldsmith, What Got You Here Won’t Get you There hal.36.
P: Apakah Kol 2:10 menunjukkan bahwa Tuhan memiliki suatu gambar fisik seperti kita?
J: Tidak. Kolose 1:15, 17 mengatakan “gambar dari Tuhan yang tidak terlihat.” Bagaimanapun juga, Tuhan memang memiliki suatu gambar fisik yang sebenarnya; karena Yesus memiliki suatu tubuh fisik yang mulia saat ini, seperti Yohanes 20:25-29; 2:19-22; dan Lukas 24:39 tunjukkan. Ibrani 13:8 mengatakan bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
P: Di dalam Kol 2:11-12, bagaimana kita sebagai orang-orang percaya memiliki persekutuan yang penuh dengan Kristus?
J: Kita tidak hanya memiliki persekutuan yang sebagian, tetapi suatu hubungan yang penuh. Kita dapat datang kepada-Nya tidak hanya sebagian waktu, ketika keadaan sedang buruk, tetapi sepanjang waktu, baik ketika keadaan baik maupun buruk.
P: Di dalam Kol 2:11-12, karena baptisan adalah suatu macam penyunatan, haruskah anak-anak bayi dibaptis?
J: Baptisan adalah suatu bentuk tanda lahiriah dari “penyunatan yang dilakukan oleh Kristus”, dilaksanakan ketika kita mati di dalam dosa kita bersama dengan sifat dosa. Orang Kristen sejati berbeda dengan baptisan pada anak bayi.
Pro Baptisan pada anak bayi: Sama seperti penyunatan pada anak bayi laki-laki Yahudi merupakan suatu tanda dari keikutsertaan mereka di dalam ungkapan yang dapat dilihat dari umat Tuhan di atas bumi, baptis adalah serupa dengan itu. “Anak bayi” menyatakan secara tidak langsung bahwa persetujuan mereka tidak dibutuhkan, dan “laki-laki” menyatakan secara tidak langsung bahwa hal ini bukan untuk keuntungan secara pribadi tetapi untuk suatu ungkapan secara bersama-sama dari iman. Dari pada jaman Ambrose dari Milan (sekitar 378 M) dan Augustine dari Hippo (388-430 M) seterusnya, gereja secara terus-menerus mempraktekkan baptisan pada anak bayi.
R.C Sproul di dalam Now That’s a Good Question hal.341-342, di dalam konteks mengenai seseorang yang telah dibaptis dengan baptisan bayi yang dibaptisan ketika telah dewasa mengatakan,”Saya akan mengatakan pengulangan dari baptisan tersebut merupakan suatu penghinaan yang nyaris tidak terselubung terhadap integritas Tuhan, meskipun saya sepenuhnya mengakui bahwa tidak seorangpun dalam sejuta yang menjalani baptisan kedua bermaksud untuk menghina.”
Pro baptisan bagi yang telah percaya: Kolose 2:12 dan Roma 6:3-7 menunjukkan bahwa baptisan adalah suatu ungkapan yang dapat dilihat dari pengenalan kita terhadap penguburan dan kebangkitan Kristus. Meskipun anak-anak bayi yang meninggal dapat diselamatkan oleh kemurahan Tuhan, baptisan adalah suatu tanda dari janji kita kepada Tuhan (1 Petrus 3:21) dan menerima Roh Kudus. Sama seperti pria-pria Yahudi yang disunat tepat setelah mereka bergabung dengan Bangsa Yahudi (yang didapat karena kelahiran), orang-orang Kristen seharusnya dibaptis tepat setelah mereka bergabung dengan umat Tuhan, gereja, sebagai kelahiran kedua. Justin Martyr (menulis sekitar tahun 138-165 M, First Apology bab 61) mencatat bahwa di dalam masa gereja awal baptisan diberikan kepada “siapapun yang yakin dan percaya” dan segera setelah membahas bayi, ia mengatakan bukan bahwa bayi dibaptis, tetapi bahwa baptisan adalah bagi “dia yang memilih untuk dilahirkan kembali, dan telah menyesali dosanya”. Justin menyebut para pemercaya “anak-anak pilihan dan pengetahuan.”
Seorang bidat Ebionit di dalam Clementine homily 17 bab 7 mengatakan, “Ia mengutus kami kepada orang-orang bukan Yahudi yang tidak berpengetahuan untuk membaptis mereka bagi pengampunan dosa, dan memerintahkan kami untuk mengajar mereka terlebih dahulu.” (penulis tidak dikenal, abad ke-1 sampai ke-4)
Untuk semua: Jika alasan yang paling akhir untuk baptisan adalah untuk menaati Yesus, orang-orang Kristen sejati seharusnya tidak terbagi dengan orang-orang Kristen lainnya yang sebenarnya mencoba untuk menaati Yesus.
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai baptisan anak bayi, lihat pembahasan mengenai 1 Korintus 1:16; 7:14 dan Christian Theology karya Millard Erickson (Baker 1985) hal.1089-1105.
P: Di dalam Kol 2:13 dan Efesus 2:1,5, dapatkah orang-orang yang mati di dalam dosa memiliki kehendak yang lebih bebas daripada binatang-binatang mati?
J: Terpisah dari kemurahan Tuhan, tidak seorangpun mencari Tuhan, sesuai dengan Mazmur 14:1-3;53:1-3 dan Roma 3:10-12. Namun banyak orang, oleh kemurahan Tuhan, telah mencari Tuhan sesuai dengan Mazmur 9:10;22:26;24:6;27:4,8;40:16;105:3,4;119:2,30,45,94,173. Tuhan tidak hanya bekerja pada orang-orang setelah mereka lahir-kembali, hal ini dibutuhkan bahwa Tuhan bekerja di dalam orang-orang yang hidup sebelum mereka akan datang kepada Beliau untuk lahir-kembali, seperti Yohanes 6:44;15:5 tunjukkan.
Seluruh dunia “terkurung oleh dosa” di dalam Galatia 3:22. Sebagai tambahan dengan mati secara spiritual, kita secara hukum mati dengan suatu vonis mendapat kematian yang kekal. Charles Spurgeon memberikan analogi ini dengan narapidana tindak kriminal di dalam suatu pamflet Free Will- a Slave (hal.3), “Walaupun mungkin waktu satu bulan dapat berlalu sebelum dia dibawa ke tempat penggantungan untuk menerima vonis hukuman, hukum sudah menganggapnya sebagai orang mati.”
P: Di dalam Kol 2:13-15, bagaimana kita sebagai orang-orang percaya memiliki kebebasan di dalam Kristus?
J: Kita tidak memiliki kebebasan untuk berbuat dosa; sebaliknya kita memiliki kebebasan dari dosa. Kita memiliki kebebasan dari dunia, kebebasan dari hukum Taurat, dan kebebasan dari daging. Kita hidup untuk memuliakan Tuhan, yang termasuk melakukan apa yang menyenangkan Dia dan tidak melakukan apa yang tidak menyenangkan Dia.
P: Di dalam Kol 2:14, apa sebenarnya yang Paulus maksudkan dengan “utang yang dibebankan kepada kita di dalam ketetapan-ketetapan yang menentang kita”?
J: Istilah Yunani untuk “menghapuskan” secara harfiah berarti “menyeka bersih”, seperti menghapus atau merobek tulisan. Para sarjana Kristen memiliki dua pandangan mengenai apa sebenarnya hal ini.
Hukum Tuhan, yang ditulis oleh Musa. Hal ini dihapuskan ketika kita berada di dalam Kristus. Kita melayani dengan cara yang baru menurut Roh, menaati hukum Kristus, bukan dengan cara yang lama menurut hukum yang tertulis (Roma 7:6; Ibrani 7:18-19; 8:6-8,13). The Believer’s Bible Commentary hal.2004 memiliki pandangan ini.
Pengakuan kita sendiri akan utang kita. Bahkan bagi orang-orang yang tidak pernah memiliki Hukum Musa, hati nurani mereka sendiri bersaksi bahwa mereka telah melakukan hal-hal yang jahat, dan tidak layak untuk masuk ke dalam dunia yang sempurna tanpa dosa.
Mungkin jawabannya dapat ditemukan dengan membaca pembahasan Paulus sendiri yang lebih luas mengenai kedudukan kita di hadapan Tuhan tanpa Kristus, di dalam Roma 2:1-3:20. Hal ini berarti jawabannya adalah keduanya.
P: Di dalam Kol 2:16, apa yang menyebabkan orang-orang mengutamakan hal-hal yang kecil dan mengecilkan hal-hal yang utama?
J: Hukum Musa tidak memiliki larangan mengenai minuman, jadi Paulus sedang berbicara mengenai asketisme di sini, bukan hanya mengenai menaati Hukum Musa. Banyak orang memiliki “kenyamanan” karena dapat menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka sangat religius atau rohani karena makanan dan minuman. Beberapa orang tidak mau makan daging babi, atau daging sapi, atau daging merah pada hari Jumat, atau daging, atau daging dan ikan; karena hal itu membuat mereka merasa lebih rohani.
Apa yang akan anda pikirkan jika saya mengatakan kepada anda bahwa secara pribadi saya tidak makan kembang kol, semata-mata untuk menunjukkan kepada orang lain betapa rohaninya saya? Tetapi jika tidak makan kembang kol, yang tidak disebutkan di dalam Alkitab, adalah konyol untuk menunjukkan kerohanian, lalu mengapa tidak makan daging atau ikan akan menunjukkan bahwa seseorang lebih rohani, padahal hal itu tidak ada di dalam Weda Hindu, Upanishad, Al-Quran, Alkitab, atau kitab lain mana pun yang dianggap oleh siapa pun sebagai kitab suci? Jika anda ingin mengikut Tuhan dengan lebih baik, dan lebih menyenangkan Tuhan, gunakanlah waktu dan tenaga anda untuk melakukan apa yang telah Tuhan katakan bahwa Ia ingin kita lakukan, dan berhentilah melakukan apa yang Tuhan larang untuk kita lakukan. Janganlah mulai mengarang aturan anda sendiri, tanpa dasar, dengan klaim bahwa anda mengikut Tuhan dengan lebih rohani.
P: Di dalam Kol 2:16, bagaimana beberapa orang saat ini mengutamakan makanan dan minuman?
J: Orang-orang Mormon tidak boleh meminum minuman perangsang, seperti kopi, teh, atau minuman ringan yang mengandung kafein. Orang-orang Katolik Roma sering tidak makan daging (kecuali ikan) pada hari Jumat. Orang-orang Katolik Roma sering berpantang sesuatu selama masa Prapaskah, dan merayakan Mardi Gras, dengan segala kelebihannya, tepat sebelum masa Prapaskah dimulai. Banyak orang Baptis berpikir bahwa meminum minuman beralkohol apa pun adalah salah. Tentu saja, tidak satupun dari hal-hal ini secara eksplisit ada di dalam Alkitab. Perjanjian Lama mengatakan bahwa umat Tuhan pada waktu itu tidak boleh makan daging babi, udang, kerang, unta atau darah. Orang-orang Muslim tidak makan daging babi atau darah. Banyak orang Hindu tidak makan daging sapi. Agama Jain mengajarkan bahwa lebih rohani untuk menahan diri dari makan apa pun, sebanyak yang anda bisa. Jadi beberapa orang Jain yang dianggap “saleh” membiarkan diri mereka mati kelaparan.
P: Di dalam Kol 2:18, apa maksud dari tidak beribadah kepada para malaikat?
J: Yang selalu ada di dalam hati banyak orang di sepanjang jaman adalah suatu pengetahuan bahwa mereka harus beribadah pada seseorang atau sesuatu. Di Kota Kolose, terdapat beberapa orang yang beribadah kepada para malaikat. Karena para malaikat diakui sebagai ciptaan Tuhan, mereka mungkin mencoba untuk beribadah kepada para malaikat di samping beribadah kepada Tuhan. Meskipun mereka tentu memiliki alasan mereka (hal ini bukan suatu ketaatan atau ibadah, hanya suatu rasa hormat, dsb), Paulus secara sederhana mengatakan bahwa semua hal tersebut adalah suatu hal yang salah.
Di dalam beberapa literatur apokrifa Yahudi, terdapat penekanan yang sama besarnya pada pertemuan dengan para malaikat di sorga seperti pada Tuhan. Literatur apokrifa Yahudi, seperti Yobel 2:2, 1 Henokh 43:1-2; 80:6; 2 Henokh 4:1-2 mengatakan bahwa setiap unsur memiliki malaikatnya sendiri yang berkuasa atasnya. Di dalam literatur Gnostik, sebagian besar teks membahas para aeon yang lebih rendah / setengah dewa dan bagaimana mereka berinteraksi satu dengan yang lain dan dengan makhluk yang tertinggi, yang menentang penciptaan dunia fisik. Di dalam Buddhisme Mahayana, terdapat banyak penekanan pada Bodhisattva, yang meninggalkan atau menunda masuk ke Nirwana untuk menolong orang-orang lain yang berdoa kepada mereka. Di dalam beberapa bentuk Islam Syiah terdapat penekanan pada para “wali” Muslim dan pahala dari menziarahi makam-makam mereka. Juga di Timur Tengah, terdapat agama Yazidi yang mengaku mengikuti suatu makhluk yang jahat dan memberontak terhadap tuhan, tetapi bertobat dan sekarang mengikuti tuhan, atau setidaknya itulah yang ia katakan kepada mereka dan mereka percayai. Jadi mereka mengikuti makhluk itu, sang “Merak”, dan bukan hanya Tuhan. Di dalam Katolik Roma dan Ortodoks Timur mereka tidak menyembah para malaikat, tetapi mereka berdoa kepada Maria dan para “santo” lainnya sebagai makhluk-makhluk perantara untuk memperoleh kasih karunia dari “perbendaharaan jasa” mereka, padahal seharusnya mereka berdoa hanya kepada Tuhan.
Kata Yunani untuk “mendiskualifikasi”, katabrabeueto, dapat berarti “menghukum” atau “memutuskan untuk melawan” menurut New International Bible Commentary hal.1457. Kata itu dapat merujuk pada seorang hakim yang mendiskualifikasi seseorang di dalam suatu pertandingan olahraga. Jadi ungkapan itu juga dapat diterjemahkan sebagai “jangan biarkan siapa pun menjadi wasit anda” menurut The Expositor’s Bible Commentary jilid 11 hal.205.
Dapat disimpulkan bahwa di dalam umat manusia yang telah jatuh di seluruh dunia, terdapat keinginan yang kuat untuk menyembah makhluk-makhluk perantara.
P: Di dalam Kol 2:18-23, apa saja contoh-contoh kesombongan yang menyamar sebagai kerendahan hati?
J: Beberapa orang Ortodoks Timur dan Katolik Roma berdoa kepada Maria dan para santo yang telah meninggal, karena mereka merasa terlalu rendah hati untuk berdoa kepada Yesus atau Bapa.
P: Di dalam Kol 2:20; 3:3, bagaimanakah seorang Kristen meninggal di dalam Kristus?
J: Kita harus mati dalam hal hidup bagi diri kita sendiri. Sama seperti Kristus benar-benar meninggal dari dunia ini, baptisan mewakili kematian kita terhadap hidup untuk diri kita sendiri, dengan jalan kita sendiri, kebijakan, ambisi-ambisi, dan hasrat.
P: Di dalam Kol 2:21, mengapa beberapa orang religius begitu cenderung untuk menambahkan sesuatu pada Firman Tuhan?
J: Amsal 30:6 memperingatkan kita untuk tidak menambahkan sesuatu pada firman Tuhan, supaya kita tidak didapati sebagai pendusta. 1 Korintus 4:6 memperingatkan kita untuk tidak melampaui apa yang tertulis. Meskipun demikian, banyak orang religius tetap bersemangat untuk mendefinisikan melampaui apa yang tertulis. Gagasan menambahkan “jangan sentuh” pada apa yang telah Tuhan perintahkan sudah ada sejak pencobaan Ular terhadap Hawa di dalam Kejadian 3:3.
Salah satu cara orang-orang Katolik Roma dan Ortodoks Timur menambahkan sesuatu pada firman Tuhan adalah apa yang dijuluki oleh para teolog Katolik Roma sebagai “bangku berkaki tiga” yaitu Kitab Suci, para Paus, dan konsili-konsili gereja. Mereka menilai hal-hal tersebut setara dengan Kitab Suci. Orang-orang Ortodoks Timur mengatakan bahwa perkataan seorang santo yang saleh sama benarnya dengan Kitab Suci. Bagi kedua kelompok, hanya memiliki Kitab Suci saja tidaklah cukup di mata mereka. Beberapa orang Protestan juga dapat terjebak dalam hal ini dengan tradisi-tradisi mereka sendiri. Cara kedua adalah apa yang disebut “perkembangan doktrin”. Gagasannya di sini adalah bahwa Kitab Suci memberikan kepada kita doktrin yang kita butuhkan dalam bentuk dasar. Merupakan tugas mulia para teolog sepanjang zaman untuk memperhalus, memperjelas, dan mengembangkan doktrin yang perlu kita ketahui. Mereka mengubah tugas mereka dari menjelaskan Kitab Suci menjadi membangun suatu bangunan atas mereka sendiri di atas Kitab Suci. Berlawanan dengan hal ini adalah pandangan yang saya sebut “biblisisme.” Setiap doktrin yang tidak diajarkan di dalam Kitab Suci bisa salah atau bisa benar. Tetapi bahkan jika doktrin itu benar, jika doktrin itu tidak cukup penting bagi Tuhan untuk diajarkan di dalam Kitab Suci, maka doktrin itu sebenarnya tidak terlalu penting. Jika doktrin anda tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci, maka janganlah lambat untuk membuang “sekam” itu.
Seorang pembaca Katolik Roma pernah (dengan sopan) menantang saya mengenai hal ini. Ia bertanya bukti apa yang kita miliki bahwa, setelah Perjanjian Baru ditulis, orang-orang Kristen awal menganggap Kitab Suci berotoritas di dalam kehidupan mereka (bukan hanya bacaan yang baik)? Saya membutuhkan waktu cukup lama untuk mengumpulkan semua buktinya, dan saya membagi pertanyaan itu menjadi dua bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Setelah meneliti, saya menemukan 41 penulis gereja sebelum Nicea yang berbicara mengenai Kitab Suci sebagai otoritas kita. 38 penulis sebelum Nicea berbicara mengenai Perjanjian Lama sebagai Firman Tuhan, 28 mengajarkan bahwa Perjanjian Baru adalah firman Tuhan, dan 35 mengajarkan bahwa perkataan Paulus berotoritas. Bahkan, kedua kata “Perjanjian Lama” digunakan oleh 18 penulis sebelum Nicea, yang menyiratkan adanya Perjanjian Baru. Kedua kata “Perjanjian Baru” digunakan oleh 16 penulis sebelum Nicea. Mereka memiliki kasih, ketaatan, kepedulian, dan perhatian terhadap Kitab Suci sebanyak yang dimiliki oleh orang-orang injili saat ini. Anda dapat membaca rincian dari seluruh penelitian ini di www.biblequery.org/history/churchhistory/WhatEarlyChristiansTaughtOnDoctrine.html (dan .docx) pada entri Sc1, Sc2, Sc3, Otc26, Ntc19.
P: Di dalam Kol 3:1, mengapa hati/kasih sayang kita adalah kuncinya di sini?
J: Pertama dari semua, bagi seorang percaya, kata “Jika” di dalam beberapa terjemahan lebih baik diterjemahkan sebagai “Karena”. Kasih sayang adalah apa yang kita inginkan, atau apa yang ingin kita hindari. Kita harus mencabut dari pikiran kita kasih sayang yang buruk dan kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Demikian juga 2 Korintus 4:18 mengatakan untuk mengarahkan mata kita pada hal-hal yang di atas, karena kasih sayang kita akan mengikutinya. Seperti yang dikatakan oleh Amsal 23:7, “Sebab seperti ia berpikir di dalam hatinya, demikianlah ia” (NKJV). Jika tidak ada perubahan di dalam kasih sayang kita, tidak akan ada perubahan di dalam perilaku kita.
Seperti yang Paulus ajarkan, kita perlu mengingat bahwa kita telah mati, hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus, dan kita telah dibangkitkan bersama dengan Kristus.
P: Kol 3:5 terdengar seperti tanggung jawab kita. Karena kita lemah dan berdosa, bagaimana kita dapat melakukan apa yang diperintahkan kepada kita?
J: Lemah dan berdosa hanyalah suatu alasan bagi seseorang yang dipenuhi dengan Roh Kudus.
P: Di dalam Kol 3:8, secara khusus, jika anda cenderung jatuh ke dalam salah satu dosa ini, bagaimana tepatnya anda harus “mematikan” apa yang mungkin terasa wajar bagi anda?
J: Istilah “buanglah” berarti seperti menanggalkan pakaian, jadi suatu analogi mungkin membantu di sini. Merupakan hal yang “wajar” jika pakaian kita menjadi semakin kotor, dan semakin bau, ketika kita memakainya selama berbulan-bulan tanpa menggantinya atau mencucinya. Bagaimana anda dapat melawan apa yang “wajar”? Anda dapat mengganti pakaian anda, mencucinya, dan mandi. Kita dapat datang kepada Kristus setiap hari, di dalam doa, pemahaman Alkitab, dan perenungan. Ketika kita tinggal di dalam Kristus, kita dapat memiliki kekuatan rohani untuk mengganti pakaian kita, dan membiarkan Roh Kudus menguduskan kita. Kita dapat bersedia, atau bahkan menantikan Roh Kudus untuk lebih menguduskan hati kita agar lebih mengasihi apa yang menyenangkan Tuhan dan membenci melakukan apa yang Tuhan benci.
Kata untuk “keserakahan” di sini, pleonexia, berarti menginginkan lebih, dan kata ini menyiratkan kepercayaan bahwa segala sesuatu dan setiap orang ada untuk keuntungan anda sendiri.
Beberapa alat bantu yang berguna adalah menulis jurnal mengenai keadaan anda, sebagai pengingat. Juga, anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk memiliki seorang “rekan akuntabilitas” Kristen yang a) peduli kepada anda apa adanya, dan b) cukup peduli kepada anda sehingga ia tidak akan membiarkan anda tetap di tempat anda berada, ketika anda seharusnya bergerak melampaui hal itu untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus.
Apakah anda menguasai mulut anda, perut anda, dan kebiasaan-kebiasaan anda, atau apakah semua itu yang menguasai anda?
P: Di dalam Kol 3:12, bagaimana kita “mengganti isi lemari pakaian kita” dan menambahkan hal-hal ini?
J: Anda harus ingin berhasil di dalam kehidupan Kristen, untuk dapat berhasil. Tidak ada pengganti untuk latihan yang terus-menerus; ketika anda melakukan apa yang Tuhan ingin anda lakukan, hal itu akan menjadi lebih mudah. Sadarilah bahwa beberapa bagian dari hidup anda akan seolah-olah “hilang”, dan anda memang ingin bagian-bagian itu hilang.
P: Di dalam Kol 3:13, mengapa penting bagi kita untuk mengampuni orang lain?
J: Dendam tidak memiliki tempat di dalam hati seorang Kristen. Seperti yang dikatakan oleh Tony Evans, menolak untuk mengampuni sama dengan membakar jembatan yang harus anda seberangi. Anda harus menyeberang, dan jauh lebih sulit untuk berenang menyeberang, padahal anda bisa saja berjalan melewati jembatan yang baru saja anda bakar.
Mengampuni berarti melepaskan apa yang telah mereka lakukan. Hal itu berarti melepaskan kewajiban-kewajiban yang mereka miliki terhadap anda, atau yang anda pikir mereka miliki terhadap anda, karena apa yang telah mereka lakukan.
P: Di dalam Kol 3:15, di dalam situasi yang sibuk dan penuh tekanan, bagaimana kita tetap dapat memelihara damai sejahtera di dalam hati kita?
J: Pertama mari kita perjelas. Kolose 3:15 tidak mengatakan bahwa tidak akan ada situasi yang sibuk atau penuh tekanan, dan Kolose 3:15 juga tidak mengatakan bahwa kita hanya akan memiliki damai sejahtera ketika keadaan tidak sibuk atau penuh tekanan. Kita seharusnya memiliki damai sejahtera ini sepanjang waktu, bahkan di dalam situasi yang sibuk dan penuh tekanan. Seperti yang diajarkan oleh buklet My Heart Christ’s Home, kita harus membiarkan Kristus menjadi tuan atas setiap ruangan di dalam rumah kita, yaitu hati kita. Serahkan segala sesuatu kepada-Nya, dan hasilnya adalah tanggung jawab-Nya.
P: Apakah Kol 3:16 menunjukkan bahwa kita tidak menggunakan alat-alat musik?
J: Sebenarnya hal ini menunjukkan hal yang sebaliknya. Orang-orang di dalam Gereja Kristus menunjukkan bahwa kata-kata di dalam ayat ini merujuk pada bernyanyi, dan bernyanyi tidak memerlukan iringan musik.
Umat Gereja Kristus sering merasa jika suatu contoh dari sesuatu tidak ditemukan di dalam Perjanjian Baru, maka sesuatu tersebut seharusnya tidak dilakukan. Bagaimanapun juga, jika tidak terdapat contoh bahwa orang-orang mencuci tangan mereka sebelum makan, dan Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan di dalam Lukas 11:38-41, apakah orang-orang Kristen saat ini dilarang mencuci tangan sebelum makan? – Tentu saja tidak.
Tetapi kembali ke pokok utama, Kolose 3:16 menyebutkan mengenai penggunaan Mazmur. Petunjuk di dalam banyak Mazmur melibatkan penggunaan alat-alat musik. Beberapa di antaranya adalah Mazmur 4, 5, 6, 54, 55, 61, 67, dan 76. Beberapa juga dapat menunjukkan penggunaan alat musik, tetapi kita tidak yakin mengenai istilah musiknya. Kolose 3:16 mengatakan untuk menggunakan Mazmur ketika anda bernyanyi. Coba gunakan Mazmur ini: “…Saya akan bernyanyi dan memainkan musik dengan segenap keberadaanku. Bangunlah, hai gambus dan kecapi! Saya akan membangunkan fajar.” (Mazmur 108:1-2 BSB) Saya kira Umat Gereja Kristus sebaiknya tidak memperhatikan apa yang mereka sedang nyanyikan. ;-)
Ayat-ayat Mazmur yang menyebutkan kecapi adalah Mazmur 33:2; 43:4; 49:4; 57:8; 71:22; 81:2; 92:3; 98:5; 108:2; 147:7; 149:3;150:3.
Berikut ini adalah beberapa lain bukti yang menunjukkan penggunaan peralatan musik diperbolehkan.
Habakuk 3 adalah suatu nyanyian yang dinyanyikan dengan menggunakan alat musik senar, sesuai Habakuk 3:19.
Para Nabi Tuhan di dalam Perjanjian Lama bernubuat dengan menggunakan gambus, rebana, suling, dan kecapi di dalam 1 Samuel 10:5.
Nabiah Miryam memuji Tuhan dengan suatu rebana di dalam Keluaran 15:20.
Daud memainkan kecapi dan memuji Tuhan sesuai dengan 1 Samuel 18:10, sama dengan Mazmur 4-6.
Pada masa Daud, banyak orang membunyikan terompet, ceracap, dan alat-alat musik lainnya di dalam I Tawarikh 16:5, 6, 42.
Di dalam Bait Tuhan yang dibangun Salomo, beberapa orang menggunakan kecapi dalam berterima kasih dan memuji Tuhan di dalam 2 Tawarikh 5:12-13.
Di dalam Bait Tuhan yang dibangun Nehemia, mereka mempersembahkan pujian dengan menggunakan ceracap, kecapi, dan gambus di dalam Nehemia 12:27.
Di dalam Wahyu 5:8; 14:2; 15:2, para penyembah Tuhan menggunakan kecapi.
Ringkasan: Apa yang Daud dan nabi-nabi lainnya lakukan untuk menyenangkan Tuhan di dalam masa Perjanjian Lama, apa yang empat makhluk dan Umat Tuhan akan lakukan di dalam pemujaan sorgawi, bukanlah tindakan yang tidak menyenangkan Tuhan saat ini. Tuhan sendiri memberikan umat-Nya kecapi untuk memuji-Nya di dalam Wahyu 15:2. Jika anda seorang pemercaya sejati, biasakanlah dirimu.
Bagaimanapun juga, lihat juga pertanyaan berikut untuk dua jawaban bagi orang-orang yang termasuk Gereja Kristus dapat ajukan.
P: Di dalam Kolose 3:16, dengan adanya bukti penggunaan alat-alat musik di dalam pertanyaan sebelumnya, bagaimana seorang di dalam Gereja Kristus akan memberi tanggapan?
J: Terdapat dua kemungkinan jawaban.
Hanyalah dalam kebaktian di dalam gereja. Banyak (mungkin hampir semua) di dalam Gereja Kristus tidak menentang alat-alat musik di dalam semua situasi, tidak pula mereka yang menentang penggunaan alat-alat musik dalam beribadah kepada Tuhan. Mereka hanya menentang penggunaan alat-alat musik di dalam gedung gereja dan/atau kebaktian gereja. Saya mendengar bahwa salah satu pendeta Gereja Kristus yang sekali waktu berdebat dengan orang Kristen lainnya dalam penggunaan peralatan musik, pada lain kesempatan terlihat sedang menikmati siaran stasiun radio Kristen di dalam mobilnya. Ia bukan seseorang yang munafik, hal ini semata-mata hanya di dalam kebaktian gerejalah ia menentang penggunaan peralatan musik.
Bagaimanapun juga, tidak terdapat ayat Alkitab yang membedakan antara suatu kebaktian gereja dan suatu ibadah. Secara nyata, tidak terdapat ayat Alkitab yang mengatakan di dalam berbagai macam layanan ibadah nyanyian boleh tetapi tidak diperbolehkan menggunakan peralatan musik.
Pada Masa Perjanjian Baru: beberapa dapat mengatakan bahwa penggunaan peralatan musik diperbolehkan di dalam masa Perjanjian Lama, sedangkan pada masa Perjanjian Baru tidak memberikan contoh-contoh peribadatan dengan menggunakan peralatan musik yang biasa digunakan di bumi.
Bagaimanapun juga, kitab Perjanjian Baru tidak mengatakan bahwa hal ini dihapuskan, dan sungguh hal ini tidak dihapus, jika orang-orang masih akan menggunakan kecapi di dalam Sorga pada masa yang akan mendatang.
Semua orang dapat setuju pada tiga hal.
1. Memuji Tuhan dan bernyanyi tanpa diiringi peralatan musik diperbolehkan.
2. Pada saat tujuh malaikat menggunakan terompet di dalam Wahyu, terompet-terompet tersebut tidak untuk membuat musik.
3. Jika perhatian seseorang di dalam suatu kebaktian gereja pada sesuatu selain Tuhan, seperti mendengarkan salah satu dari peralatan musik atau nyanyian, kemudian mereka perlu untuk mengganti perhatian mereka kepada Tuhan.
P: Di dalam Kol 3:16, apa yang anda pikirkan mengenai Gereja Kristus; seberapa Alkitabiahkah mereka?
J: Gereja-Gereja Kristus sangat heterogen. Saya pernah melayani di dalam Persahabatan Pelajar Kristen antar-denominasi di Kampus dengan persaudaraan Gereja Kristus yang sangat luar biasa. Sayangnya mereka menyimpang dari pengajaran Alkitab di dalam beberapa hal; penggunaan peralatan musik, baptisan dengan air, dsb. Bagaimanapun juga Gereja Kristus itu dan orang-orang yang bukan dari kalangan Gereja Kristus dapat menyetujui bahwa Beliau (Tuhan) yang menyatukan kita lebih besar daripada apa yang membuat kita berbeda. Bagaimanapun juga, tidak satupun perbedaan ini merupakan hal-hal yang pokok di sini. Hal pokok di sini adalah dengan kelompok kedua orang-orang, yang juga disebut dengan Gereja Kristus.
Kelompok pertama mengatakan (sebagai bagian yang paling besar) anda seharusnya tidak menggunakan peralatan musik di dalam gereja. Kelompok kedua juga mengatakan bahwa alat-alat musik mekanis di dalam gereja merupakan suatu tanda dari anti-Kristus dan mengirim orang-orang ke neraka. Kelompok pertama mempercayai bahwa Tuhan melakukan pekerjaan kelahiran-baru pada baptisan air. Kelompok kedua juga mempercayai bahwa setiap orang yang berbeda dengan mereka pada masalah tafsiran mereka pergi ke neraka.
Kelompok pertama adalah sangat “Arminian” di dalam pandangan mereka, dan tidak meyakini di dalam jaminan keselamatan. Kelompok kedua, yang saya dengar sendiri, berbicara dengan sangat baik mengenai Pelagius, dan mereka menolak bahwa manusia dilahirkan berdosa. Predestinasi terlihat merupakan suatu kata yang kotor bagi mereka.
Orang-orang pada kelompok pertama adalah persaudaraan Kristen yang memiliki beberapa kesalahan. Orang-orang di dalam kelompok kedua terlihat sangat dekat untuk menggantikan darah Kristus yang menyelamatkan dengan tafsiran doktrin mereka.
Selain kedua kelompok besar dari Gereja Kristus, terdapat kelompok ketiga, disebut Gereja Kristus Boston (=Gereja Kristus Internasional). Orang-orang ini berpikir semua aliran Gereja Kristus (sama seperti semua denominasi gereja lainnya) adalah keliru dan kelompok yang salah yang tidak memuliakan Tuhan. Tidak seperti kedua kelompok pertama, Gereja Kristus Boston juga memiliki praktek-praktek pemujaan, seperti para percayawan mengakui setiap dosa kepada para penatua, yang mencatatnya di dalam database dan mungkin dapat menggunakannya untuk melawan anggota tersebut jika anggota itu mencoba untuk meninggalkan kelompok ini.
P: Di dalam Kol 3:17, bagaimana kita melakukan segala sesuatu, bahkan hal-hal duniawi, di dalam nama Tuhan Yesus?
J: Segala sesuatu yang kita lakukan, harus kita lakukan seperti melakukannya untuk Tuhan. Hal ini dapat mencakup empat cara: bergantung kepada Tuhan, mengakui otoritas Yesus, bekerja dengan sungguh-sungguh seperti untuk Tuhan, dan bekerja seperti yang Tuhan kehendaki sebagai suatu kesaksian. Ketika anda sedang bekerja, dan tidak ada seorangpun yang melihat, apakah anda tetap bekerja dengan sungguh-sungguh, untuk kepentingan perusahaan?
Seorang Kristen memasang sebuah papan di atas bak cuci piring di dapurnya, tempat ia mencuci piring, yang bertuliskan, “ibadah ilahi diadakan di sini tiga kali sehari.” (The Believer’s Bible Commentary hal.1950)
P: Di dalam Kol 3:18, di dalam pernikahan yang benar dan saleh, bagaimana istri-istri harus tunduk kepada suami-suami dengan cara yang tidak dilakukan oleh suami-suami terhadap istri-istri, karena Ef 5:21 mengatakan bahwa setiap orang harus tunduk satu kepada yang lain?
J: Sadarilah bahwa suami dan istri setara di hadapan Tuhan. Tetapi sebagaimana Bapa dan Anak dapat setara, namun sang Anak tunduk kepada Bapa, suami dan istri setara, namun istri tunduk kepada suami, seperti yang dikatakan oleh The Bible Knowledge Commentary : New Testament hal.683 dan The Message of Colossians & Philemon Revised Edition karya Dick Lucas hal.136.
Jika anda tidak setuju, maka bicarakanlah. Tetapi jika masih belum ada kesepakatan, maka suami harus memutuskan.
Bagaimana jika istri tidak taat? Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa suami harus memaksa istri atau membuatnya taat. Suami harus membawa hal itu kepada Tuhan. Jika anda lebih bersemangat untuk mengambil tindakan sendiri daripada berdoa, maka hal itu adalah masalah di dalam situasi apa pun.
Istri-istri tunduk kepada suami mereka seperti Sara tunduk kepada Abraham di dalam 1 Petrus 3:5. Tunduklah hanya di dalam Tuhan. Suami bukanlah diktator, dan istri bukanlah harta milik. Bahkan, para wanita ditunjukkan memiliki peran yang besar di dalam membeli harta, dan di dalam keputusan keuangan mereka sendiri di dalam Amsal 31:10-31.
Berlawanan dengan hal ini, di dalam Islam istri-istri dan budak-budak perempuan adalah seperti harta milik.
Ketika seseorang diberikan seorang wanita, pelayan, atau ternak, ia harus memegang dahinya dan berdoa kepada Allah. Ibn-i-Majah jilid 3 no.1918 hal.157
Mengenai para wanita secara umum, inilah yang dikatakan oleh Muhammad. “Seorang budak adalah gembala atas harta milik tuannya dan seorang istri adalah gembala atas rumah dan anak-anak suaminya.” Abu Dawud jilid 2 no.2922 hal.827. Perhatikan bahwa rumah dan anak-anak di sini adalah milik suami.
Yahya meriwayatkan kepada saya dari Malik dari Zayd ibn Aslam bahwa Rasulullah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai sejahtera, berkata, “Ketika engkau menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak perempuan, peganglah dia pada ubun-ubunnya dan mintalah Baraka [berkat]. Ketika engkau membeli seekor unta, peganglah bagian atas punuknya, dan mintalah perlindungan kepada Allah dari Syaitan.” Muwatta’ Malik 28.22.52
P: Di dalam Kol 3:18-22, apa kesamaan dari semua ayat ini?
J: Ini adalah pasangan-pasangan yang saling berbalasan. Paulus tidak berbicara mengenai istri tanpa suami, anak tanpa orang tua, dan budak tanpa tuan. Ketika anda berpikir bahwa orang lain memiliki tanggung jawab terhadap anda, dan anda tidak memiliki tanggung jawab terhadap mereka, pikiran anda jauh dari apa yang Paulus maksudkan di sini.
P: Di dalam Kol 3:18-22, apa saja cara-cara yang benar dan tidak benar untuk tunduk kepada orang lain?
J: Bahkan jika seseorang tidak memiliki otoritas atas anda, jika mereka memerintahkan atau menginginkan sesuatu, dan hal itu tidak melanggar hukum, tidak bermoral, atau bertentangan dengan Tuhan, maka mengapa tidak melakukan apa yang mereka minta? Tentu saja jika mereka memerintahkan atau menginginkan anda untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang menyenangkan Tuhan, maka sebagai anak Tuhan yang taat anda tidak dapat melakukannya. Tuhan sering menggunakan orang-orang yang memiliki otoritas atas kita untuk mengarahkan kita, dan kita sering harus mengikuti arahan mereka, tetapi tidak selalu.
Mari kita lihat sebuah contoh, dan melihat bagaimana jawaban atas pertanyaan ini kadang-kadang tidak terlalu sederhana. Sebagai contoh, katakanlah seorang suami atau orang tua memerintahkan anda untuk tidak pernah pergi ke kebaktian gereja atau mendengarkannya. Karena Tuhan memerintahkan kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah di dalam Ibrani 10:25, anda tetap harus menaati Ibrani 10:25. Apakah anda harus dengan lemah lembut, tetapi secara terbuka, mengumumkan bahwa anda harus tidak menaati hal itu dan tetap bertemu dengan orang-orang percaya lainnya, atau melakukannya secara diam-diam? Mungkin jika nyawa anda dipertaruhkan, maka secara diam-diam. Bagaimana jika mereka melarang anda untuk pergi ke suatu gereja tertentu, tetapi anda boleh pergi ke gereja lain? Maka anda perlu melihat beberapa hal. Pertama-tama, jika gereja lain yang mereka inginkan untuk anda datangi tidak sungguh-sungguh mengikuti Firman Tuhan, maka anda perlu tidak menaati hal itu. Anda juga harus menanyakan alasan mereka melarang anda pergi ke gereja tertentu. Hal itu mungkin karena alasan yang baik, sebagai contoh jika gereja itu terlibat di dalam ketidaktaatan yang besar kepada Tuhan. Tetapi jika hal itu karena mereka tidak setuju dengan suatu doktrin yang sekunder atau sepele, atau karena suatu sakit hati kecil yang belum diampuni, maka permintaan itu tidak datang dari Tuhan. Bagaimanapun juga, ketika anda tidak menaati perintah seseorang karena anda harus menaati Tuhan, anda mungkin sering menanggung akibatnya atau mengalami perselisihan. Tetapi bersukacitalah, karena Tuhan melihat penganiayaan yang sedang anda alami demi Dia.
Sebagai contoh kedua, katakanlah seorang atasan di tempat kerja anda mengejek atau memperlakukan seorang teman anda dengan tidak hormat, baik ketika teman anda itu hadir maupun tidak. Anda seharusnya tidak ikut tertawa dengan humor mereka yang merendahkan, tetapi apakah anda harus diam saja, atau apakah anda harus membela teman anda, bahkan dengan risiko membuat marah atau setidaknya menjengkelkan orang yang berada di atas anda? Bagaimana anda harus melakukannya?
P: Di dalam Kol 3:18-22, sebagai kebalikan dari ayat ini, apa saja cara-cara yang salah yang mungkin digunakan seseorang untuk merebut otoritas orang lain?
J: Meremehkan otoritas mereka di belakang mereka, atau di hadapan mereka. Kadang-kadang baik untuk mempertanyakan sesuatu, tetapi janganlah terus-menerus mempertanyakan sesuatu, terutama di hadapan orang lain. Anda harus memberi nasihat kepada mereka di dalam mengambil keputusan, tetapi jika keputusan itu adalah hak mereka untuk diambil, dan mereka sudah mengambilnya, maka janganlah terus-menerus mempertanyakan atau melemahkannya.
P: Di dalam Kol 3:20; Mat 10:37, seharusnyakah anak-anak menaati orang tua?
J: Anak-anak harus menghormati orang tua mereka (Keluaran 20:12; Ulangan 5:16), menaati orang tua mereka (Kolose 3:20; Keluaran 21:17; Imamat 20:9), di dalam Tuhan (Efesus 6:1), tetapi mereka tidak boleh mencintai orang tua mereka atau siapapun juga melebihi cinta mereka kepada Tuhan. (Matius 10:37). Sebagai analogi, anda seharusnya taat hukum-hukum yang berlaku pada negara bagian anda kecuali hukum-hukum tersebut bertentangan dengan hukum-hukum negara anda. Demikian juga anda seharusnya taat pada orang tuamu, kecuali ketika mereka bertentangan dengan apa yang Tuhan telah katakan.
Sebagai contoh yang sempurna, kita dapat melihat Yesus dan ibu-Nya. Ketika orang tua Yesus kembali ke Bait Tuhan dan menemukan Yesus di sana, Yesus dengan tenang menjelaskan tindakan-Nya di dalam Lukas 2:41-50. Yesus menuruti permintaan Maria untuk mengubah air menjadi anggur, meskipun saat-Nya belum tiba di dalam Yohanes 2:1-11. Namun ketika ibu dan saudara-saudara Yesus datang untuk membawa-Nya pergi, Yesus menolak untuk pergi bersama mereka di dalam Markus 3:31-35.
P: Di dalam Kol 3:20, bagaimana kita harus mendidik anak-anak kita yang masih kecil?
J: Teladan kita dapat setidaknya sama pentingnya dengan apa yang kita katakan. Orang tua harus bersatu di dalam cara mereka mengasuh anak. Sulit bagi seorang anak ketika satu orang tua mengatakan bahwa sesuatu adalah salah, dan orang tua yang lain melemahkan perkataan orang tua yang pertama.
Kita tidak boleh menghukum anak-anak dengan marah, secara tidak adil, atau tanpa menjelaskan alasannya. Sangat baik untuk mengatakan kepada seorang anak, “Saya akan mendisiplinkan kamu karena hal ini, tetapi tidak sekarang. Saya akan menenangkan diri terlebih dahulu.” Jangan pernah melakukan hal-hal yang dapat melukai seorang anak secara permanen, seperti menampar telinganya, memukul kepalanya, atau mengguncangnya dengan keras.
Janganlah menyakiti hati atau mematahkan semangat anak-anak anda.
P: Di dalam Kol 3:20, peran apa yang dimiliki oleh orang tua terhadap anak-anak mereka yang sudah dewasa?
J: Perintah-perintah kepada anak-anak yang lebih kecil menjadi lebih berupa bimbingan dan saran bagi anak-anak yang sudah dewasa. Orang tua harus menyadari bahwa di dalam satu atau lebih bidang, anak akan mengetahui lebih banyak daripada orang tua, dan orang tua seharusnya senang akan hal itu. Tetapi orang dewasa tetap dapat membuat kesalahan-kesalahan yang bodoh juga. Mudah-mudahan, dengan perkataan yang bijak dan kepercayaan yang telah anda bangun selama bertahun-tahun, mereka tetap akan mendengarkan anda.
P: Di dalam Kol 3:20, bagaimana seharusnya anak-anak yang sudah dewasa menghormati orang tua mereka?
J: Pikirkanlah dalam hal masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.
Masa lalu: Pada suatu saat anda akan mendapati bahwa sekarang anda mengetahui lebih banyak daripada mereka, atau daripada yang pernah mereka ketahui, di dalam bidang-bidang tertentu. Sekarang anda mungkin lebih mampu melindungi mereka dan diri anda sendiri daripada kemampuan mereka melindungi diri mereka sendiri dan anda. Meskipun demikian, anda harus menunjukkan rasa terima kasih karena mereka telah menginvestasikan hidup mereka bagi anda, merawat dan melindungi anda, mencukupi kebutuhan anda, dan membagikan hikmat mereka, sebanyak yang mereka miliki. Anda mungkin menyadari bahwa mereka bukanlah orang tua yang sempurna, dan anda juga tidak akan sempurna. Tetapi hormatilah mereka karena mereka telah berusaha, sebisa mereka.
Masa sekarang: Baik secara pribadi maupun di depan umum anda harus menyatakan rasa terima kasih atas peran yang telah mereka jalankan, dan menunjukkan rasa hormat kepada mereka. Salah satu hal yang paling diinginkan oleh banyak orang tua dari anak-anak mereka yang sudah dewasa adalah sebagian dari waktu mereka. Anda mungkin memiliki jadwal yang sibuk, tetapi anda tetap harus menjadikan mengunjungi atau berbicara dengan orang tua anda sebagai suatu prioritas.
Masa depan: Pada suatu saat orang tua anda kemungkinan akan membutuhkan lebih banyak bantuan, hikmat, dan mungkin keuangan daripada yang mereka miliki. Sebagaimana mereka telah merawat anda ketika anda masih kecil, anda dapat membalas kebaikan itu ketika mereka sudah tua. Juga, anda mungkin perlu ingat bahwa anak-anak anda sendiri sedang memperhatikan, dan belajar, dari teladan bagaimana anda merawat orang tua anda.
P: Di dalam Kol 3:22, mengapakah para budak seharusnya menaati tuan-tuan mereka?
J: Perjanjian Baru tidak menganjurkan perbudakan, tetapi tidak menyalahkan juga. Bahkan ketika situasinya tidak baik, seperti ketika seorang Kristen memiliki seorang tuan yang tidak adil dengan penderitaan yang tidak adil di dalam 1 Petrus 2:18-19, orang-orang Kristen masih memikul keadaan buruk tersebut. Pada umumnya hal ini akan menjadi lebih baik bagi orang-orang Kristen di dalam hidup ini, dan hal ini akan menjadi suatu kesaksian bagi orang-orang lain mengenai Kristus yang hidup di dalam mereka.
P: Di dalam Kol 3:22, bagaimana kita harus memperlakukan orang-orang yang berada di bawah kita di tempat kerja?
J: Perlakukanlah orang-orang yang berada di bawah anda dengan martabat dan hormat. Bayarlah mereka dengan segera untuk apa yang mereka kerjakan, dan tepatilah janji-janji anda kepada mereka. Hukum Emas, perlakukanlah orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan, akan membawa anda jauh. Apa saja sifat-sifat baik yang telah anda lihat pada atasan-atasan anda sebelumnya? Bagaimana anda telah diperlakukan, atau seharusnya diperlakukan, dengan adil oleh atasan-atasan anda sebelumnya? Perlakukanlah bawahan anda (orang-orang yang berada di bawah anda) dengan cara yang sama. Akuilah kesalahan-kesalahan anda. Janganlah heran bahwa orang-orang yang berada di bawah anda membuat kesalahan, kecuali jika perusahaan anda hanya mempekerjakan orang-orang yang sempurna. Anda dapat menunjukkan kesalahan-kesalahan itu, dan membahas bagaimana belajar untuk tidak membuat kesalahan yang serupa di masa depan. Tetapi anda tidak ingin memberikan kesan bahwa anda tidak akan pernah melupakan kesalahan itu, yaitu jika anda ingin mereka tetap bekerja bagi anda. Janganlah terlihat seolah-olah anda hanya ingin mengetahui hal-hal yang buruk untuk digunakan melawan mereka di dalam suatu penilaian, tetapi anda akan melupakan semua hal yang baik.
Jangan pernah mengolok-olok orang-orang yang berada di bawah anda, baik ketika mereka hadir maupun tidak.
Akhirnya, mengenai orang-orang di bawah anda yang bekerja bersama anda setiap hari, pertimbangkanlah bahwa mereka mungkin memiliki sesuatu yang penting untuk diajarkan kepada anda. Anda mungkin memiliki titik-titik buta, hal-hal yang perlu anda ubah dan perbaiki, yang mungkin tidak anda sadari. Mintalah umpan balik dari mereka mengenai bagaimana anda dapat menjadi lebih baik di dalam apa yang anda lakukan.
P: Di dalam Kol 3:22, bagaimana kita harus menghormati dan menghargai orang-orang yang berada di atas kita di tempat kerja?
J: Tunjukkanlah kepada mereka bahwa anda menghormati mereka, atau setidaknya kedudukan mereka. Tetapi janganlah hanya menjadi orang yang ingin menyenangkan orang lain. Tidak apa-apa untuk memuji dan memberi semangat, tetapi janganlah mengatakan hal-hal yang tidak benar atau tidak tulus. Ketika anda tidak setuju dengan pendekatan mereka, anda memiliki tanggung jawab untuk mengusulkan kepada mereka apa yang anda lihat sebagai tindakan yang terbaik, setidaknya sekali. Tetapi jika mereka tidak mau menerimanya, tidak ada gunanya terus merongrong mereka mengenai hal itu. Mereka sudah mengambil keputusan dan mereka harus hidup dengan keputusan itu. Tidak apa-apa untuk mengirim surel dan mendokumentasikan hal-hal, untuk melindungi tindakan anda di kemudian hari. Atasan berhak untuk memberitahu anda apa yang harus dilakukan, tetapi mereka tidak berhak untuk menjadikan anda kambing hitam. Seperti sebuah papan di atas bilik kerja seorang manajer yang (dengan bercanda) berbunyi, “Saya tidak mengatakan bahwa ini adalah kesalahan anda. Saya mengatakan bahwa saya menyalahkan anda.” Tetapi di sisi lain, kita harus bertanggung jawab dan mengakui kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh kita atau oleh keputusan-keputusan kita yang salah.
Atasan juga manusia, dan mereka juga dapat menjadi patah semangat dan membutuhkan dorongan. Mereka juga dapat berubah pikiran karena kondisi-kondisi luar berubah yang tidak dapat diantisipasi. Atasan juga dapat berubah pikiran ketika tidak ada yang berubah, kecuali bahwa mereka mungkin telah mempelajari sesuatu. Seperti yang selalu dikatakan oleh seorang arsitek perangkat lunak, “Saya berhak untuk menjadi lebih pintar.” Tidak apa-apa untuk mengangkat hal itu sekali untuk memastikan arah yang baru, yang bertentangan dengan arah yang lama, tetapi janganlah terus-menerus mengungkitnya. Kita juga tidak sempurna.
P: Di dalam Kol 4:1, bagaimana anda memperlakukan dengan adil seseorang yang berada di bawah anda, di tempat kerja, di gereja, di dalam militer, atau di dalam jabatan politik?
J: Setidaknya terdapat tiga aspek dalam memperlakukan seseorang yang berada di bawah anda dengan “benar dan adil”.
Menepati perkataan anda: Jika seseorang telah setuju untuk bekerja bagi anda dengan berbagai syarat dan imbalan, setelah mereka melepaskan kesempatan-kesempatan kerja lain yang mungkin mereka dapatkan, apakah anda akan setia pada apa yang telah disepakati? Atau, sekarang setelah mereka tidak berada di dalam posisi yang baik untuk pergi ke tempat lain, apakah anda akan mengubah syarat-syarat dan/atau imbalan itu demi keuntungan anda? Jika anda adalah calon pegawai, dan anda telah setuju secara lisan atau tertulis untuk bekerja dengan sejumlah uang tertentu, jika datang tawaran yang lebih baik, apakah anda akan mengingkari perkataan anda, kembali dan mengancam untuk mengingkari perkataan anda kecuali mereka memberi anda lebih banyak, atau menjadi seorang wanita atau pria yang menepati perkataannya?
Hukum Emas: Matius 7:12 mengatakan untuk memperlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan. Jika anda berada di posisi pegawai anda, dan anda memiliki atasan yang baik, bagaimana atasan yang baik dan adil itu akan memperlakukan anda? Jadilah atasan yang baik itu!
Tidak pilih kasih: Apakah anda lebih atau kurang memaafkan beberapa orang di bawah anda yang membuat kesalahan dibandingkan yang lain yang berada di bawah anda? Apakah anda lebih menghargai kerja keras dan kontribusi beberapa pegawai daripada yang lain, hanya karena siapa pegawai itu? Anda mungkin akan memberikan pekerjaan yang berbeda kepada pegawai yang berbeda berdasarkan keterampilan dan pengalaman mereka, tetapi apakah anda secara konsisten memberikan kepada beberapa pegawai tugas-tugas “empuk” yang hampir pasti akan membuat mereka berkembang, dan membuat mereka terlihat baik, sementara pegawai-pegawai lain diberi tugas-tugas yang, sebaik apa pun mereka mengerjakannya, kontribusi mereka akan dilupakan? Apakah anda, mungkin tanpa sadar, sedang mempersiapkan beberapa pegawai untuk gagal? Tuhan memerintahkan kita di dalam Yakobus 2:1 untuk tidak memandang muka. Konteks di dalam Yakobus adalah seseorang yang datang ke dalam gereja, tetapi penerapannya bersifat universal. Imamat 19:15 mengatakan untuk tidak memihak kepada orang kaya maupun orang miskin, dan walaupun kita tidak lagi berada di bawah aturan Hukum Musa, prinsipnya tetap berlaku.
Apakah anda ingin orang-orang di bawah anda termotivasi untuk bekerja keras? Maka berhentilah mengabaikan ketiga hal ini.
P: Di dalam Kol 4:2-18, bagaimana pasal 4 berhubungan dengan Kol 3:18-25?
J: Kolose 3:1-17 memberitahu kita bagaimana menjalani kehidupan Kristen yang otentik, menyenangkan, dan dewasa secara pribadi bersama dengan Kristus. Kolose 3:18-4:1 memberitahu kita bagaimana menempatkan hubungan-hubungan kita di dalam tangan Tuhan. Tetapi Kolose 4:2-18 bukan hanya salam-salam singkat dan penutup, melainkan Paulus memberikan kepada kita contoh-contoh bagaimana hubungan-hubungan telah “mempercepat dengan kuat” pelayanannya melalui “persekutuan di dalam Injil” dengan orang-orang percaya lainnya.
P: Di dalam Kol 4:2, apa artinya “berjaga-jaga” di dalam doa?
J: Efesus 6:11-17 memberitahu kita untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Tuhan, dan kemudian Efesus 6:18 memberitahu kita untuk berdoa. Apakah anda pernah mendengar mengenai prajurit yang efektif, yang perlengkapannya baik, yang hanya muncul untuk berperang ketika ia merasa ingin? – saya juga tidak.
Berjaga-jaga di dalam doa berarti berjaga-jaga terhadap menjadi lelah di dalam doa dan jatuh ke dalam “kantuk rohani”. Kita perlu memiliki disiplin untuk bertekun di dalam doa bagi Kerajaan Tuhan, kebutuhan orang lain, dan kebutuhan kita. Di dalam perumpamaan tentang hakim yang tidak adil di dalam Lukas 18:1-8, Yesus memberikan contoh ketekunan yang seharusnya kita miliki. Jika ketekunan berhasil di hadapan seorang hakim yang tidak adil, terlebih lagi ketekunan akan berhasil dengan Bapa kita yang baik? Tetapi pada akhir perumpamaan itu, Yesus tidak mempertanyakan kehendak Bapa, tetapi justru iman kita untuk bertekun. Ketika Tuhan melihat anda berdoa, apakah Tuhan melihat suatu “ketetapan hati” di dalam diri anda? Epafras selalu bergumul di dalam doa bagi mereka di dalam Kolose 4:12, jadi mengapa mereka tidak dapat ikut bergumul juga? Kolose 4:2-3 menunjukkan bahwa Paulus tidak akan beristirahat sampai ia telah menggunakan setiap kesempatan, melalui perkataan, perbuatan, atau doa, untuk membagikan Injil, dan demikian juga seharusnya mereka.
P: Di dalam Kol 4:3, Paulus begitu rohani, begitu bijaksana, dan begitu rajin bekerja, mengapa orang seperti dia melihat adanya kebutuhan untuk meminta doa dari orang-orang Kolose?
J: Paulus di sini secara khusus meminta agar pintu-pintu dibukakan bagi Injil. Paulus melihat dengan jelas bahwa kehidupan rohaninya sendiri yang setia, dedikasinya, hikmatnya, imannya, dan kerja kerasnya tidak akan membukakan kesempatan-kesempatan bagi Injil yang Paulus cari; hanya Tuhan yang dapat melakukan hal itu. Tuhan akan melakukannya melalui doa-doa kita. Hal ini bukan karena suatu perasaan tidak mampu di pihak Paulus, tetapi karena Paulus menyadari betapa pentingnya doa kepada Tuhan, sebab jika tidak, pekerjaannya tidak akan efektif. Yang paling menarik, sebaliknya, anda tidak melihat Paulus meminta orang-orang untuk berdoa agar ia keluar dari penjara kecuali melalui ungkapan singkat dan tidak langsung “ingatlah belenggu-belengguku” di dalam Kolose 4:18. Hampir seolah-olah Paulus berpikir, “saya dijebloskan ke dalam penjara bukanlah masalah besar bagi efektivitas pelayanan saya, tetapi kegagalan anda untuk mendoakan saya adalah masalah besar.” Jika doa, baik doanya sendiri maupun doa orang lain, begitu penting bagi pekerjaan Paulus, seberapa penting anda menilai doa bagi pelayanan anda?
P: Di dalam Kol 4:5, apa saja cara-cara, baik disengaja maupun tidak disengaja, yang dapat membuat kita gagal untuk hidup dengan bijak di hadapan orang-orang non-Kristen?
J: Kita dapat menyembunyikan bahwa kita adalah orang Kristen, kita dapat mengkompromikan kesaksian kita, dan kita dapat memusuhi orang lain tanpa alasan.
Menyembunyikan: Mengenai menyembunyikan bahwa kita adalah orang Kristen, suatu kali, ketika saya masih mahasiswa dengan pekerjaan musim panas, saya sedang duduk di kantin dengan seseorang yang tidak saya kenal, dan kami mulai berbincang-bincang. Saya menyebutkan impian jangka panjang saya dan keinginan saya untuk menjadi seorang misionaris. Ia langsung berkata, “Aha! Saya kira anda seorang Mormon.” Saya segera meluruskan hal itu tetapi saya belum berbicara mengenai Yesus dan apa artinya Ia bagi saya.
Saya membaca mengenai seorang pria yang datang ke tempat kerja suatu hari dan mengumumkan bahwa ia telah menjadi seorang Kristen. Seorang Kristen di tempat kerja memberinya ucapan selamat, dan orang Kristen yang baru itu memandang orang Kristen yang lebih lama itu dengan aneh. Ia berkata, apakah anda tahu bahwa anda adalah alasan saya menunda menjadi orang Kristen selama beberapa tahun? Orang Kristen yang lebih lama itu terkejut dan bertanya mengapa. Orang Kristen yang baru itu mengatakan bahwa anda selalu terlihat puas dan hidup anda teratur. Saya tidak pernah tahu bahwa anda adalah seorang Kristen, dan saya berpikir bahwa jika anda dapat memiliki hidup yang teratur dan tidak menjadi seorang Kristen, maka saya tidak perlu menjadi seorang Kristen.
Mengkompromikan kesaksian kita dapat termasuk secara terang-terangan tidak menaati Tuhan atau menunda ketaatan kita kepada Tuhan, demi pekerjaan, teman-teman, atau keluarga kita.
Dengan berbicara secara ringan mengenai kekristenan, komitmen kita, atau kepergian kita ke gereja.
Apakah anda menghabiskan seluruh waktu anda di dalam percakapan yang bodoh dan lelucon, sehingga teman-teman kita tidak berpikir bahwa kita memiliki sedikit pun keseriusan? Ada saatnya kita perlu serius dengan mereka, di dalam membagikan Injil.
Memusuhi orang lain: Injil tidak dapat dihindari menjadi batu sandungan bagi sebagian orang, dan kita tidak perlu khawatir akan hal itu. Tetapi kita harus menghindari menyinggung atau menjengkelkan tetangga-tetangga non-Kristen tanpa perlu.
P: Di dalam Kol 4:6, bagaimana seharusnya perkataan kita penuh kasih karunia, dibumbui dengan garam, dan mampu menjawab setiap orang?
J: Perkataan kita harus penuh kasih karunia, tidak menyinggung, memusuhi, atau pahit. Tetapi kita juga harus mencari cara-cara untuk membagikan kasih karunia Tuhan. Garam mengawetkan, memberi rasa, dan membuat orang haus. Kita hanya boleh memiliki perkataan yang sehat, bebas dari kata-kata kotor, fitnah, gosip, dan pertengkaran. Kita harus berbicara dari hidup kita untuk menunjukkan kepada mereka suka-cita karena diselamatkan. Akhirnya, kita harus berbicara untuk membuat mereka haus untuk mengenal lebih banyak mengenai Kristus, Air Hidup kita. Apakah perkataan anda berharga? Apakah apa yang akan anda katakan layak untuk dikatakan, dan apakah hal itu perlu dikatakan?
Kita perlu menyeimbangkan membagikan Injil dengan berani dengan kebijaksanaan dan kehati-hatian. Keseimbangan yang tepat tergantung pada situasi dan pendengarnya. Kadang-kadang, terutama di lingkungan kantor, terdapat batasan mengenai seberapa banyak penginjilan langsung yang dapat anda lakukan, terutama ketika anda sedang di dalam jam kerja. Tetapi anda dapat memiliki perkataan yang saleh dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai pengharapan yang anda miliki, ketika pertanyaan-pertanyaan itu muncul. Atau seperti yang dikatakan oleh The Message of Colossians & Philemon Revised Edition karya Dick Lucas hal.152, “terimalah kesempatan-kesempatan untuk bersaksi daripada menciptakannya.”
P: Di dalam Kol 4:7, apakah Surat Kolose ditulis pada saat yang sama dengan Efesus, 2 Tim, dan Titus?
J: Kedua surat Efesus 6:21 dan Kolose 4:7 mengatakan bahwa Tikhikus akan mengatakan kepada mereka secara pribadi. Di dalam 2 Timotius 4:12, Paulus mengatakan ia mengirimkan Tikhikus ke Kota Efesus. Di dalam Titus 3:12, Paulus mengatakan ia akan mengirimkan Artemas atau Tikhikus kepada Titus. Tikhikus adalah pembawa surat-surat ini, dan mungkin Tikhikus tidak membayangkan bahwa orang-orang akan mengenalnya selama lebih dari 2.000 tahun karena potongan-potongan perkamen yang dibawanya.
Bagaimanapun juga, di dalam Titus 3:12, Paulus bebas, dan referensi lain mengatakan bahwa Paulus di dalam penjara, jadi terdapat sekurang-kurangnya dua perjalanan. Karena terdapat sekurang-kurangnya dua perjalanan, dapat terdapat tiga atau lebih perjalanan. Yang manapun perjalanan yang lebih dahulu dilakukan tidak mempengaruhi doktrin Kekristenan atau otoritas (disebut kanonik) dari surat-surat tersebut.
P: Di dalam Kol 4:9, mengapa Paulus tidak meninggikan dirinya sendiri di sini dengan memberitahu para pembacanya bahwa Onesimus telah melarikan diri, dan bahwa Paulus telah membujuknya untuk kembali?
J: Paulus hanya menyebutkan namanya dan bahwa Onesimus adalah orang yang setia. Orang-orang Kolose sudah mengetahui siapa Onesimus, salah seorang dari mereka. Paulus tidak perlu memberitahu mereka siapa Onesimus, meninggikan dirinya sendiri, atau mengatakan bahwa Onesimus telah melarikan diri. Paulus tidak melihat gunanya mengungkit hal apa pun yang negatif mengenai Onesimus, sama seperti kita tidak boleh mengungkit hal-hal negatif mengenai orang lain kecuali ada alasan yang baik untuk melakukannya. Seperti yang dikatakan oleh The Expositor’s Greek Testament jilid 3 hal.545, “penghilangan seperti itu di sini adalah ciri kehalusan budi Paulus.” Dan omong-omong, ketika seseorang berusaha keras untuk meninggikan dirinya sendiri, biasanya hal itu jelas bagi setiap orang, atau setidaknya bagi setiap orang kecuali dirinya sendiri, bahwa itulah yang sedang ia lakukan.
P: Di dalam Kol 4:10, mengapa Paulus memberitahu orang-orang Kolose untuk menyambut Markus, padahal Paulus tidak memberitahu mereka untuk menyambut orang lain?
J: Sudah jelas bahwa mereka harus menyambut setiap orang yang melayani Tuhan, tetapi mungkin ada pertanyaan di dalam pikiran mereka mengenai Markus. Banyak orang kemungkinan besar mengetahui dengan baik bahwa Markus sebelumnya telah meninggalkan tempatnya, dan pelayanan Paulus. Daripada menjelaskan secara rinci mengenai Markus kepada siapa saja yang belum mengetahui kegagalan Markus, Paulus berbicara secara tidak langsung, sehingga mereka yang mengetahuinya akan mengerti bahwa Markus telah kembali, telah berdamai dengan Paulus, dan hubungan serta persekutuan mereka di dalam Injil telah dipulihkan.
P: Di dalam Kol 4:11, apa hal yang menyedihkan yang Paulus sampaikan di sini?
J: Paulus memiliki kebijakan untuk pergi ke rumah ibadat Yahudi dan memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi terlebih dahulu, dan kemudian kepada orang-orang bukan Yahudi. Tetapi meskipun ia memberikan perhatian ekstra kepada orang-orang Yahudi, hanya merekalah orang-orang Yahudi yang ada di antara rekan-rekan sekerjanya. Kadang-kadang ketika kita berpikir bahwa kita telah memiliki pelayanan yang “sudah tertata sepenuhnya”, atau begitulah pikir kita, apa yang kita kira akan berarti hanya menghasilkan sedikit buah, dan apa yang tidak terlalu kita pertimbangkan dengan cermat justru menghasilkan lebih banyak buah.
P: Di dalam Kol 4:16, apakah surat dari Laodikia merupakan sepucuk kitab yang hilang dari Alkitab?
J : Tidak, dengan dua alasan.
Pertama, kitab tersebut tidak harus merupakan bagian dari Alkitab, karena meskipun benar-benar pernah ada suatu kitab yang hilang, Tuhan tidak “wajib” untuk memelihara kitab manapun yang tidak ingin Ia pelihara. Sebagai catatan tambahan, pernah ada surat palsu untuk orang Laodikia, tetapi surat tersebut ditulis pada abad ke empat dan dikenal sebagai pemalsuan pada masa itu.
Kedua, apakah ada kitab yang hilang, atau apakah ini adalah surat yang kita kenal sebagai Surat kepada Jemaat di Efesus?
2a) Mungkin saja ini adalah sepucuk surat yang tidak terpelihara, seperti yang diajarkan oleh The New International Bible Commentary hal.1459 dan The Expositor’s Bible Commentary jilid 11 hal.226.
2b) Paulus tidak mengatakan di dalam surat Kolose bahwa ia menulis surat untuk orang-orang Laodikia, tetapi lebih cenderung merupakan salah satu surat Paulus yang diedarkan dan akan datang dari Laodikia. Efesus jaraknya sekitar 100 mil (160 km) dari kota Kolose, dan Laodikia berada di antaranya, 10-12 mil (16-19 km) di sebelah barat dan sedikit ke selatan dari Kolose. Jadi surat ini adalah suatu surat edaran, yang kita kenal sebagai Surat kepada Jemaat di Efesus.
P: Di dalam Kol 4:17, sebagai seorang atasan atau pengawas Kristen, bagaimana anda memberitahu seseorang di bawah anda bahwa ia perlu lebih memperhatikan pekerjaannya?
J: Arkhipus di dalam Filemon 1-2 kemungkinan adalah anak dari Filemon dan Apfia. Hal ini mungkin merujuk kepada mereka bertiga menerima kembali budak yang melarikan diri, Onesimus. Di sisi lain, hal ini mungkin juga merujuk kepada tugas-tugas pelayanan yang lain, selain menerima kembali Onesimus.
Di dalam memberitahu seseorang bahwa ia perlu melakukan pekerjaannya dengan lebih baik, baik di dalam suatu pelayanan maupun di tempat kerja, setidaknya terdapat lima langkah.
1) Yang pertama adalah mempertimbangkan pendekatan terbaik untuk menjangkau orang tersebut, mengingat keseriusan masalahnya.
2) Yang kedua dapat berupa menegaskan bahwa anda menghormati mereka, menghargai pekerjaan mereka dan hal-hal baik yang telah mereka lakukan.
3) Yang ketiga adalah menarik perhatian mereka kepada apa yang benar-benar perlu diubah. Hal ini dapat termasuk akibat-akibat bagi organisasi jika mereka tidak berubah, atau melakukan hal itu lagi, serta akibat-akibat bagi mereka.
4) Yang keempat adalah memelihara hubungan, bahwa anda tetap peduli dan menghormati mereka, dan berharap bahwa hal ini akan menjadi sesuatu yang setelah diperbaiki akan berlalu begitu saja.
5) Akhirnya, anda mungkin ingin mendokumentasikan tanggal, apa yang anda katakan, apa yang mereka katakan, apa yang disepakati, hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, dan jangka waktu kapan hal-hal tersebut harus diselesaikan.
P: Di dalam Kol, mengapa kitab ini terdapat di Alkitab?
J: Terdapat sedikitnya tiga alasan.
1. Paulus menulis hal ini, dan ia adalah seorang rasul. Petrus meneguhkan bahwa kata-kata Paulus adalah Kitab Suci pada 2 Petrus 3:15-16.
2. Paulus sendiri mengatakan bahwa ia adalah seorang rasul di dalam Roma 1:1; 1 Korintus 1:1; 9:1; 2 Korintus 1:1; 11:5; Galatia 1:1; Efesus 1:1; Kolose 1:1; 1 Timotius 1:1; 2:7; 2 Timotius 1:1; Titus 1:1.
3. Bukti dari masa gereja awal. Lihat pada pertanyaan berikut untuk para penulis yang menyinggung pada ayat-ayat di dalam Kolose.
P: Di dalam Kol, bagaimanakah kita mengetahui bahwa apa yang kita miliki sekarang adalah benar-benar terpelihara sesuai dengan tulisan aslinya?
J: Terdapat sekurang-kurangnya tiga alasan yang baik.
1. Tuhan berjanji untuk memelihara Firman-Nya di dalam Yesaya 55:10-11; Yesaya 59:21; Yesaya 40:6-8; 1 Petrus 1:24-25; Matius 24:35.
2. Bukti Gereja Awal: Para penulis gereja awal sampai Konsili Nicea I (325 M) mengutip Kolose sekitar 105 kali, belum termasuk singgungan. Mereka mengutip 69,4% dari Kitab Kolose, dengan menghitung ayat-ayat yang dikutip sebagian sebagai pecahan. Itu berarti 65,97 dari total 95 ayat. Berikut ini adalah 17 penulis sebelum Nicea yang diketahui menyinggung pada ayat-ayat di dalam Kolose.
Clement dari Roma (96-98 M) menyinggung Kolose 1:18 1 Clement bab 24 jilid 1 hal. 11; jilid 9 hal 236
Letter of Barnabas bab 12 hal. 145 menyinggung Kolose 1:16.
Irenaeus (182-188 M) mengutip Kolose 3:5 sebagai sang rasul di dalam surat ke Kolose. Irenaeus Against Heresies buku 5 bab 12.3 hal. 538.
The Muratorian Canon (190-217 M) menyebutkan Surat Paulus kepada orang-orang di Kolose, sama juga menyebutkan 12 surat Paulus lainnya.
Clement dari Alexandria (193-217/220 M) mengatakan “dan di tempat lain ia (rasul Paulus) mengatakan: ‘untuk pengenalan atas semua rahasia Tuhan di dalam Kristus, yang di dalam-Nya tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.’” (Kolose 2:2b-3) Stromata buku 5 bab 12 hal.463
Tertulianus (198-220 M) menguraikan Kolose 1:21 sebagai pihak “rasul…Surat Paulus kepada orang-orang di Kolose” dalam On the Resurrection of the Flesh bab 23 hal 561.
Hippolytus (222-235/6 M) mengutip Kolose 1:19 (sedikit kata-kata di dalam urutan yang berbeda) di dalam The Refutation of All Heresies buku 8 bab 6.
Origen (225-253/254 M) mengutip Kolose 1:15 sebagai Paulus. de Principiis buku 1 bab 5 hal.247
Novatian (250-257 M) mengutip Kol 1:16 sebagai “Sang Rasul” Treatise Concerning the Trinity bab 13 hal.622
Novatian (250-257 M) mengutip Kol 1:15 sebagai “rasul yang sama” Treatise Concerning the Trinity bab 21 hal.632
Cyprian adalah seorang uskup dari Carthage dari tahun 248 M ke tahun ia menjadi martir pada tahun 258 M. Ia mengutip dari “untuk orang-orang Kolose” di dalam Treatises of Cyprian Risalah 12 buku ketiga 11.
Adamantius (300 M) menyinggung Ef 2:12,16 dan Kol 1:21-22 sebagai Paulus. Dialogue on the True Faith bagian kelima hal.151
Theonas of Alexandria (300 M) mengutip secara lepas setengah dari Kolose 4:6 Letter to Lucianus the Chief Chamberlain bab 8 hal. 161
Uskup Victorinus dari Pettau (Poetovio, di Slovenia sekarang) (menjadi martir tahun 304 M) menyebut Perjanjian Lama dan Baru dalam bukunya yang berjudul Commentary on the Apocalypse of the Blessed John hal.345. Beliau mendaftarkan surat-surat Paulus seperti Roma, Korintus, Galatia, Efesus, Tesalonika, Filipi, Kolose, Timotius, dan mengutip 1 Timotius 3:15 di dalam bab 16 hal.345, beliau melanjutkan mengutip 1 Korintus 15:53 pada hal.346.
Methodius (270-311/312 M) menyinggung Kolose 1:15 sebagai tulisan Paulus. The Banquet of the Ten Virgins Ceramah 3 bab 3 hal.317. Paulus disebutkan di bagian paling akhir dari bab 2 dan di bagian paling awal dari bab 4.
Methodius (270-311/312 M) merujuk pada Kolose 3:4 menurut The Greek New Testament edisi revisi ke-4 oleh Aland et al. Bagaimanapun juga, saya belum dapat memastikan hal ini di dalam tulisan-tulisan Methodius yang saya miliki.
Adamantius (sekitar 300 M) mengutip Kolose 4:10-11 sebagai “Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose”
Methodius (270-311/312 M) menyinggung Kolose 1:15 “Untuk bagaimanakah ia akan memikirkan ‘Sang Anak Sulung dari segala ciptaan’?” The Banquet of the Ten Virgins buku 3 bab 3 hal.317.
Athanasius (318 M) mengutip Kolose 1:15-18 di dalam buku Against the Heathen bab 41 hal.26.
Alexander dari Alexandria (313-326 M) mengutip 1 Korintus 2:9 sebagai Rasul Paulus dan Kolose 1:16,17 sebagai Paulus di dalam Epistles on the Arian Heresy Surat 1 bab 5 hal.293.
Masa setelah Nicea
Eusebius dari Caesarea (318-339/340 M)
Hegemonius (abad ke-4) mengutip Kol 1:23 dan 2:6-9 dan menyinggung Kol 1:24 di dalam Disputation with Manes bab 35 hal.209
Athanasius (367 M) mendaftar buku-buku dari Perjanjian Baru di dalam Festal Letter 39 hal.552
Victorinus dari Rome (setelah 363 M) merujuk pada Kolose 1:14
Hilary dari Poitiers (355-367/368 M) merujuk pada Kolose 2:2-3 sebagai Paulus. On the Trinity buku 9 bab 62 hal.177
Synopsis Scripturae Sacrae (350-370 M atau abad ke-5) menyebutkan Surat Paulus kepada orang-orang di Kolose sebagai bagian dari Perjanjian Baru. Tulisan ini mengutip Kolose 1:1-2a.
Ephraim/Ephrem Sang Penulis nyanyian orang Siria (350-378 M)
Basil dari Cappadocia (357-378/379 M) mengutip Kolose 2:19 sebagai “Kolose”. On the Spirit bab 5.9 hal.6
Sinode Laodikia (di Frigia) (343-381 M) kanon 60 hal.159 mendaftar kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kanon 59 hal.158 mengatakan bahwa hanya kitab-kitab kanonik dari Perjanjian Lama dan Baru yang boleh dibacakan di dalam gereja.
Ambrosiaster (setelah 384 M) merujuk pada Kol 1:2-3,7,12,14,20,22; 2:7,8,13,18,23; 3:4,6,13,16,17,21; 3:3,8,12
Cyril dari Yerusalem (349-386 M) mengutip Kolose pada hal. 19
Ambrose dari Milan (370-390 M)
Tyconius (setelah 390 M) merujuk pada Kolose 3:6
Pacian dari Barcelona (342-379/392 M)
Yohanes Chrysostom 396 M menuliskan 12 kotbah yang terdapat dalam Kolose, yang mana kita masih miliki sekarang, ia mengatakan bahwa kotbah tersebut berasal dari Paulus.
Gregory dari Nyssa (sekitar 356-397 M) mengutip Kolose 1:16 sebagai Paulus dalam Against Eunomius buku 1 bab 22 hal.63-64. Ia juga merujuk pada Kolose 1:14.
Didymus (398 M) merujuk pada Kolose 1:12
Sang Pemecah-belah Lucifer of Cagliari, Sardinia (361-399 M)
Gaudentius (setelah 406 M)
Chromatius (407 M)
Severian (setelah 408 M)
Yerome (373-420 M)
Augustine mengatakan Paulus (On the Forgiveness of Sin, and Baptism) buku 1 bab 43 hal 31 (jilid 5) menulis buku-buku Roma, 1 Korintus dan Korintus (bab 44 hal 32), Galatia (bab 45 hal 32), Efesus (bab 46 hal 33), Kolose (bab 47 hal 33), 1 Timotius dan 2 Timotius (bab 48 hal 33), Titus (bab 49 hal 33), Surat kepada orang Ibrani (diragukan oleh beberapa orang) (bab 50 hal 34)
Penganut semi-Pelagian Yohanes Cassian (419-430 M) mengutip Kolose 1:16 sebagai Paulus dalam Seven Books buku 6.21 hal.601
Nilus (sekitar 430 M) merujuk pada Kolose 3:13
Paulinus dari Nola (431 M) merujuk pada Kolose 1:12
Speculum (abad ke 5) merujuk pada Kolose 1:12
Cyril dari Alexandria (444 M)
Quodvultdeus (453 M)
Varimadum (445/480 M) merujuk pada Kolose 1:12
Theodoret dari Cyrus (uskup dan sejarahwan) (423-458 M)
(Fulgentius) (533 M)
Cassiodorus (sekitar 580 M)
Di antara para bidat dan kitab-kitab palsu
Sang Bidah Priscillian (-385 M) merujuk pada Kolose 2:13
Sang Bidah Marcion menurut Tertulianus
Sang Bidah Pelagius (416-418 M) merujuk pada Kolose 3:4
Bidah orang Pelagian Theodore dari Mopsuestia (428 M)
3. Naskah-naskah kuno yang paling awal. Naskah-naskah tertua dari Kolose yang kita miliki menunjukkan bahwa terdapat variasi kecil antara naskah-naskah kuno, tetapi tidak satu pun kesalahan yang penting secara teologis.
p46 Chester Beatty II 100-150 M memiliki 79 ayat dari Kolose. Secara khusus terdapat Kol 1:1-2,5-13,16-24; 1:27-2:19; 2:23-3:11; 3:13-24; 4:3-12,16-18 dan bagian-bagian lain dari surat-surat Paulus dan Ibrani. The Complete Text of the Earliest New Testament Manuscripts memiliki foto dari sebagian p46 pada hal.192. Buku itu juga mengatakan pada hal.197-198 bahwa kualitas dan tanda-tanda stikometrik menunjukkan bahwa seorang juru tulis profesional yang menulisnya.
Paruh pertama abad ketiga - 1936 - Frederic G. Kenyon menurut The Complete Text of the Earliest New Testament Manuscripts.
Abad kedua, 200 M - 1935 - Ulrich Wilcken menurut The Complete Text of the Earliest New Testament Manuscripts.
200 M - 1968 - The Text of the New Testament.
81-96 M - 1988 - Young Kyu Kim menurut The Complete Text of the Earliest New Testament Manuscripts.
Sekitar 200 M - 1975 - Aland et al. edisi ketiga.
Sekitar 200 M - 1998 - Aland et al. edisi revisi keempat.
Awal hingga pertengahan abad kedua - 1999 - The Complete Text of the Earliest New Testament Manuscripts. Hal ini sebagian didasarkan pada tulisan tangan yang sangat mirip dengan Papirus Oxyrhynchus 8 (akhir abad pertama atau awal abad kedua) dan Papirus Oxyrhynchus 2337 (akhir abad pertama).
p61 Roma 16:23,25-27; 1 Korintus 1:1-2, 2-6; 5:1-3, 5-6, 9-13; Filipi 3:5-9, 12-16, Kolose 1:3-7, 9-13; 1 Tesalonika 1:2-3; Titus 3:1-5, 8-11, 14-15; Filemon 4-7. sekitar tahun 700 M.
Sekitar 700 M - 1968 - The Text of the New Testament.
Sekitar 700 M - 1975 - Aland et al. edisi ketiga.
Sekitar 700 M - 1998 - Aland et al. edisi revisi keempat.
Vaticanus 325-350 M.
Sinaiticus 340-350 M.
Bohairic Coptic abad ke 3/4
Sahidic Coptic abad ke 3/4
Gothic 493-555 M.
Lihat www.BibleQuery.org/Colossians Manuscripts.html untuk informasi lebih lanjut mengenai naskah-naskah kuno awal dari Kolose.
oleh Steven M. Morrison, PhD.