<

Pertanyaan Mengenai Alkitab pada Taurat

 

P: Tepatnya bagaimana Anda mengucapkan “Torah” (versi bahasa Indonesia: Taurat), dan apakah artinya?

J: Merriam-Webster Dictionary mengucapkannya sebagai TOR-ah dengan sebuah “o” yang panjang, penggunaan huruf hidup tanpa penekanan pada “a”, dan aksen pada suku kata pertama. Taurat terdiri dari lima kitab pertama dalam Alkitab, Kejadian sampai Ulangan.

   Taurat sering diterjemahkan sebagai “Hukum”. Namun, kata itu memiliki makna yang lebih luas dari sekedar “Hukum”, dan terjemahan yang lebih baik adalah “pengajaran”. Seperti contohnya, Clement dari Aleksandria dalam The Stromata (tahun 193-202 M) buku 1 bag.28 hal.340 membagi Taurat ke dalam empat topik: a) historis, b) legislatif/etis, c) pengorbanan/ilmu fisika, dan d) teologi/penglihatan.

Dapat saja dibagi ke dalam klasifikasi lainnya.

 

P: Mengapa orang berpikir Musa yang menulis kelima kitab pertama (disebut Taurat)?

J: Ada setidaknya tiga alasan.

1. Yesus menyebut kitab-kitab ini sebagai tulisan Musa dalam Markus 1:44; 10:3-5; 12:26; Lukas 16:29,31; 20:37; Yohanes 3:14; 5:46; 6:32; 7:19; 7:23.

2. Orang lain juga mengakui bahwa Taurat ditulis oleh Musa: Matius 22:24; Lukas 2:22; 5:14; 20:28; 24:27,44; Yohanes 1:17; 1:45; 8:5; 9:28; Kis 3:22; 6:11,14; 13:39; 15:1,5; 15:21; 21:21; 26:22; 28:23; 1 Korintus 9:9.

3. Musa bisa saja telah menulis semua ini sendiri (ia memiliki waktu 47 tahun untuk melakukannya), atau ia mungkin memiliki sekretaris untuk menulis beberapa atau semuanya ini. Seorang sekretaris mungkin telah menambahkan beberapa hal, seperti bagian mengenai kematian Musa, tetapi bagaimanapun kitab-kitab itu ditulis, Allah memberikannya melalui Musa.

   Untuk informasi lebih lanjut, baca karya Gleason Archer, A Survey of Old Testament Introduction. Moody Press hal.108-123, Encyclopedia of Bible Difficulties hal.45-51, dan Evidence That Demands a Verdict volume 2 hal.95-120. Talmud (Baba Bathra 146) mengatakan Yosua menambahkan bagian dari kematian Musa.

 

P: Apakah Musa menulis setiap kata dari Taurat?

J: Mungkin tidak. Tapi itu OK, karena Allah dan bukan Musa yang kita percaya untuk memberikan dan melindungi apa yang Ia inginkan untuk dapat kita baca. Keluaran 6:26-27; 16:33-36 bisa saja ditulis oleh Musa jika Musa memilih untuk menulis bagian ini sebagai orang ketiga, seperti dalam Ulangan 31:9,24. Musa adalah seorang nabi, tetapi menulis tentang kematiannya sendiri dalam Ulangan 34:5-12 akan tidak biasa. Namun, tidak ada satu pun dari tiga contoh ini menunjukkan sesuatu yang ditulis di masa kemudian setelah eranya Musa. Lihatlah Encyclopedia of Bible Difficulties hal.112-113 dan hal.153-154 dan When Critics Ask hal.132 untuk informasi lebih lanjut.

 

P: Secara umum, bagaimana bisa kelima kitab pertama ditulis oleh Musa, karena orang [katanya] pada zaman dahulu tidak dapat menulis?

J: Pada pertengahan abad kesembilan belas, banyak pengajar liberal yang disebut Kristen mengajarkan bahwa Alkitab berasal dari tradisi lisan selama beberapa abad karena orang pada zamannya Musa tidak dapat menulis. Sejak saat itu, telah ditemukan tulisan yang berasal dari 1.800 tahun sebelum zaman Musa. Sekitar 30.000 lempeng Sumeria telah ditemukan, termasuk 4.000 di kota Uruk, yang bertanggal tahun 3000 SM, dan lebih dari 20.000 lempeng di kota penting bernama Mari. Antara 14.000 dan 15.000 prasasti pada lembaran tanah liat telah ditemukan di kota Ebla (tahun 2500-2200 SM), termasuk yang menyebutkan nama Abraham. Pada eranya Musa, bahkan budak dapat membaca dan menulis. Tentunya, Musa dibesarkan dalam istana Mesir dan memiliki sebuah pendidikan yang lengkap (lihat Kis 7:22).

   Bahkan seorang budak biasa dapat belajar dengan hanya membaca semua prasasti pada tembok dari beragam kuil dan makam. Seseorang mungkin mengatakan bahwa orang yang masih berpegang pada teori tradisi lisan juga perlu membaca tulisan di tembok. Untuk pembahasan lebih lanjut, lihat Encyclopedia of Bible Difficulties hal.51-54. Untuk keterangan lebih lengkap mengenai Ebla, lihat National Geographic Magazine Desember 1978 hal.731-759.

 

P: Apakah Anda punya jawaban atas pertanyaan ini: berapa jumlah orang Israel yang dibunuh oleh Allah karena ketidaktaatan dan pemberontakan selama tahun-tahun di padang gurun?

J: Ada dua cara yang berbeda untuk menjawab pertanyaan ini.

a) Hampir semua bangsa Israel yang keluar dari Mesir mati di padang gurun karena ketidaktaatan. Banyak dari mereka mati karena kematian alami, karena usia tua, tapi Allah mengatakan tidak satu pun yang keluar dari Mesir akan mencapai tanah perjanjian kecuali Yosua, Kaleb, dan mereka yang berada di bawah usia yang harus bertanggung jawab. (Juga, beberapa lainnya tidak dibunuh oleh karena ketidaktaatan, tapi mati karena serangan bangsa Amalek dalam Keluaran 17:8-13.)

b) Tapi jika Anda ingin hanya orang yang secara langsung dibunuh oleh Allah (termasuk melalui wabah) karena ketidaktaatan:
b1) Keluaran 32:35 mengatakan banyak yang dibunuh, tanpa memberikan sebuah jumlah, melalui wabah setelah mereka membuat anak lembu emas.

b2) Imamat 10:1-3: dua anak laki-laki Harun, Nadab dan Abihu, dibunuh karena mempersembahkan api yang asing.
b3) Bilangan 11:33-34 mencatat sebuah wabah yang parah, tapi tidak memberikan jumlah apa pun.

b4) Bilangan 14:37-38: orang-orang yang menyebarkan berita buruk mengenai Kanaan tertimpa dan mati karena wabah.

b5) Bilangan 16: Korah, Datan, Abiram, dan keluarga mereka ditelan bumi.

b6) Bilangan 20:22-28: Harun mati karena ia dan Musa membangkang di sumber air Meriba. (Harun berusia 123 tahun pada saat itu menurut Bilangan 33:39, tapi ia mati atas perintah tegas dari Allah.)

b7) Bilangan 21:6-8: Banyak orang mati karena bisa ular setelah berbicara melawan Allah.

b8) Bilangan 25:8-9: Sebuah wabah setelah bangsa Israel menyembah Baal-Peor menewaskan 24.000 orang.

b9) Akhirnya, Musa ditugaskan untuk naik ke Gunung Nebo di Moab, tepat di seberang Kanaan, di mana Allah berkata kepada Musa Ia akan mengambil nyawanya. Allah berkata kepadanya untuk pergi ke sana untuk memperlihatkan tanah perjanjian kepadanya, walaupun Musa tidak dapat memasukinya. Maka Musa naik ke atas gunung untuk melihat tanah itu dan lalu meninggal seperti yang diperintahkan Allah kepadanya (Ulangan 32:48-52; 34:1-5).

c) Ada hukuman mati juga.

c1) Sekitar 3.000 orang Israel dibunuh karena penyembahan berhala setelah menyembah anak lembu emas dalam Keluaran 32:28.
c2) Seorang penghujat dilempari batu dalam Imamat 24:10-16.
c3) Bilangan 15:32-36: Seseorang yang mengumpulkan kayu pada hari Sabat dilempari batu.

c4) Bilangan 25:4-8: Orang Israel yang menyembah Baal-Peor dibunuh.

   Juga catatlah bahwa pada sensus kedua dalam Bilangan 26, keseluruhan jumlah sedikit lebih kecil dari sensus pertama hampir 40 tahun sebelumnya. Maka pengembaraan mereka di padang gurun selama hampir 40 tahun tidak menambahkan jumlah mereka sama sekali.

   Kita belajar di tempat lain dalam Taurat, seperti juga nanti, bahwa Allah murah hati dan maha kasih, tapi ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa Allah keras dan juga penuh amarah. Kematian-kematian ini bisa saja dilewati dalam keheningan dan hilang dalam sejarah, tapi mereka sengaja dicatat di sini, dan saya rasa itu karena Allah ingin membuat sebuah poin. Walaupun Allah dapat menjadi ramah dan murah hati, jangan menganggap remeh kasih karunia dan kemurahan-Nya. Jangan memberontak melawan Allah, karena Allah adalah yang paling penuh amarah sebagaimana juga penuh kasih di alam semesta ini.

   Semoga Anda mengalami keramahan dan kemurahan Allah, bukan kemurkaan-Nya.

 

P: Adakah bukti sejarah untuk “heksateukh” atau kumpulan Taurat ditambah Kitab Yosua?

J: Tidak ada satu pun. Berikut tiga bukti yang menunjukkan sebaliknya:

1. Bangsa Samaria hanya menerima Taurat (kelima kitab pertama) sebagai kitab suci.

2. Orang Saduki juga menerima kelima kitab yang sama sebagai kitab suci yang memiliki otoritas penuh.

3. Orang Yahudi Ortodoks menerima Perjanjian Lama yang sama seperti orang Protestan, tapi mereka membaginya ke dalam tiga bagian: Taurat, Kitab Para Nabi, dan Kitab-Kitab (Tulisan).

 

P: Apakah teori JEPD, apakah argumentasi untuk itu, dan mengapa ini salah?

J: Teori JEPD, atau Hipotesis Dokumenter, diajarkan di universitas dalam jurusan Alkitab saat ini. Itu dikembangkan pada abad ke-19 oleh Julius Wellhausen dan lainnya, ketika para cendekia berpikir hanya sedikit orang yang dapat menulis pada era Musa. Teori ini menyatakan bahwa kelima kitab pertama dalam Alkitab (sebagaimana juga Yosua) berasal dari tradisi lisan yang dituliskan beberapa abad setelah era Musa, oleh setidaknya empat atau lima penulis berbeda.

Sumber Yehova (J) (sekitar tahun 850 SM) untuk beberapa ayat di mana nama ilahi digunakan, seperti Kejadian 2:4-3:3.

Sumber Elohi (E) (sekitar tahun 750 SM) di mana kata Elohim digunakan untuk Allah, seperti Kejadian 1-2:3; 7:2-3.

Sumber Imam (P) (sekitar tahun 450 SM) untuk ayat-ayat menyinggung tentang bait suci, seperti Imamat dan Kej 6:19-20.

Sumber Ulangan (D) (sekitar tahun 622 SM) untuk sebagian besar Kitab Ulangan.

Sumber Kesucian (H) (sekitar tahun 575 SM) untuk Imamat 17-26 adalah sebuah variasi mengenai teori JEPD.

Secara umum, teori JEPD dahulu mengajarkan bahwa Alkitab memberikan gambaran yang keliru tentang dirinya sendiri dan Taurat diedit ke dalam bentuk yang kita miliki saat ini sekitar tahun 200 SM. Namun, kita memiliki sebuah salinan mengenai Keluaran dan Imamat dari Dead Sea Scrolls yang bertanggal sekitar tahun 250 SM.

…Apa yang Penulis Alkitab Katakan

Musa menulis apa yang telah dikatakan TUHAN dalam Keluaran 24:4-7 dan Keluaran 34:27.

TUHAN berbicara dalam Yosua 1:7-8 tentang menjadi hati-hati untuk menurut semua hukum Musa yang ia berikan dalam Kitab Hukum. Lihat juga Yosua 8:31-34; 23:6.

Dalam masa Yosia, 2 Tawarikh 34:14 menyebutkan bahwa mereka menemukan Kitab Hukum yang Musa berikan.

Yesus dan penulis Injil menyebutkan Hukum ada melalui Musa dalam Markus 7:10; 10:3-5; 12:26; Lukas 2:22; 5:14; 16:29-31; 20:28,37; 24:27,44; Yohanes 1:45; 5:45-47; 7:19,23; 8:5; 9:29.

Rasul Paulus merujuk pada tulisan Musa dalam Roma 10:5; 1 Korintus 9:9; dan 2 Korintus 3:15.

Kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya yang menyebutkan Musa adalah Kis 3:22; 6:14; 13:39; 15:1,21; 26:22; 28:23; Ibrani 9:19; Wahyu 15:3.

   Ayat-ayat lain yang Evidence That Demands a Verdict volume 2 hal.95-98 sebutkan sebagai petunjuk bahwa Taurat ditulis oleh Musa dan/atau pada masanya adalah: Ulangan 31:9,24-26; Keluaran 17:14; Bilangan 33:2; 1 Raja-raja 2:3; 2 Raja-raja 14:6; 23:25; 1 Tawarikh 22:13; 2 Tawarikh 5:10; 23:18; 25:4; 30:16; 33:8; 35:12; Ezra 3:2; 6:18; 7:6; Nehemia 1:7,8; 8:1,14; 9:14; 10:29; 13:1; Daniel 9:11,13; Maleakhi 4:4.

Yesaya 59:21 berjanji, “Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.” (TB)

   Sekarang Musa sendiri yang mungkin telah menulis seluruh Taurat di atas perkamen, karena ia memiliki lebih dari 40 tahun. Atau, ia mungkin menyuruh juru tulis untuk melakukannya. Beberapa kata mungkin diedit kemudian, dan Musa mungkin tidak menulis atas kematiannya sendiri. Terlepas dari pengecualian ini, para penulis Alkitab, semua penulis Yahudi (Philo, Josephus, dst.), penulis zaman Kristen awal, dan mereka yang percaya Alkitab saat ini percaya:

a) Taurat (Hukum) ditulis pada masanya Musa,

b) oleh Musa atau melalui juru tulis di bawah arahannya,

c) sebagai penyebaran firman Allah yang dapat dipercaya.

Teori JEPD menyangkal ketiga poin ini.

…Kriteria untuk Penghakiman

   Ketika orang mengatakan sesuatu itu benar atau salah, mereka harus menyatakan kriteria mereka untuk membuat penilaian mereka. Secara umum, ketika sebuah dokumen menyatakan ditulis oleh seseorang dalam waktu tertentu, pernyataan itu patut diberi kepercayaan (benefit of the doubt), kecuali kalau ada alasan substansial untuk berpikir sebaliknya. Tidaklah objektif untuk memiliki sebuah standar untuk sejarah duniawi, dan standar yang lebih skeptis untuk sejarah oleh orang-orang religius.

   Berikut adalah argumentasi yang mendukung dan menentang teori JEPD, dengan bantahan (ditandai “Jawaban”) setelah setiap argumen yang mendukungnya. “Medan” perang telah berubah secara signifikan sejak teori JEPD diperkenalkan, dengan setiap pukulan kecil dari beliung arkeolog secara bertahap mematahkan tembok kehormatan dari teori abad ke-19 ini.

…Argumentasi Banyaknya Penulis untuk JEPD

Perbedaan dalam nama ilahi digunakan untuk Allah: Elohim digunakan 35 kali dalam 34 ayat pertama, dan Yahweh-Elohim 20 kali dalam 45 ayat selanjutnya.

Jawaban: Ini tidak cukup akurat, sebagaimana Elohim sendiri digunakan 3 kali dalam Kejadian 3:1-5 ketika iblis dalam bentuk ular dan Hawa sedang berbicara. Tapi penggunaan satu istilah berlawanan dengan yang lainnya adalah disengaja. Ini mengungkapkan terlebih dahulu kodrat Allah yang universal dan transenden, diikuti oleh aspek-aspek-Nya yang lebih pribadi. Ada situasi yang mirip dalam Qur’an orang Islam. “Allah” dominan dalam sura-sura Medina yang lebih kemudian, sementara dalam sura-sura Mekkah yang lebih awal, “Tuhan” sering digunakan dan “Allah” jarang digunakan. Seperti halnya pasal pertama dari Ibrani tidak pernah menggunakan kata “Yesus” atau “Kristus”, tapi hanya “Anak” 5 kali. Tetapi Ibrani 2:1-3:3 menggunakan “Yesus” 4 kali. Namun tidak ada seorang pun meragukan kesatuan Kitab Ibrani. Yohanes 1:1-16 tidak pernah menggunakan kata “Yesus” atau “Kristus”, tetapi hanya “Firman” atau “Anak” 6 kali. Namun tidak seorang pun berpikir Yohanes 1:1-16 ditulis oleh penulis yang berbeda.

   Di samping itu, Kitab Yunus hanya menggunakan nama ilahi (kecuali ketika para pelaut berbicara) sampai Yunus 3:4. Setelah itu narasi menggunakan Elohim untuk mengarah juga kepada Allah yang sejati.

Anakronisme yang dianggap ada: Dalam Keluaran 6:2-3 Allah mengatakan Ia tidak membuat diri-Nya diketahui oleh Abraham, Ishak, dan Yakub dengan nama-Nya Yahweh. Nama ini muncul 197 tempat sebelum Keluaran 6:2-3.

Jawaban: Mengatakan “Columbus mendarat di Amerika” tidaklah anakronistis, dan jangan lupa bahwa Kejadian tidak ditulis sampai pada zamannya Musa. Juga, teks itu tidak mengatakan bahwa nama itu tidak pernah dinyatakan sebelumnya, hanya bahwa nama itu tidak dinyatakan kepada tiga orang ini. Tentunya, sebagian besar dialog kemungkinan besar parafrase.

Sepasang hal yang sama dari Peristiwa yang Terpisah: Kej 1 & Kej 2. Kej 4:17-24 & Kej 4:25-5:32. Kej 12:19-20 & Kej 26:7-11. Kej 15 & Kej 17.

Jawaban: Kemiripan tidak membuktikan pengulangan. Seperti contohnya, Kejadian 1 adalah penciptaan bumi, dan Kejadian 2 adalah penciptaan manusia di Taman Eden. Dalam Kejadian 12:19-20, Abraham mengaku istrinya sebagai saudara perempuannya. Jika seorang anak menghormati bapaknya, dan bapaknya melakukan hal ini tanpa pernah berkata kepada anaknya bahwa itu salah, anak itu kemungkinan besar akan melakukan hal yang sama. Ishak melakukan hal yang sama dalam Kejadian 26:7-11.

Sepasang kesamaan dari ringkasan atau kualifikasi: Kej 6:19-20 & Kej 7:2-3. Kej 12:1-5 & Kej 12:4b-9. Kej 32:22-32 & Kej 35:9-10.

Jawaban: Karya sastra kuno juga sering memuat ringkasan.

Pertentangan yang dinyatakan: Kej 1:12,26 & Kej 2:5-7. Kej 1:24,27 & Kej 2:7,19.

Jawaban: Allah menciptakan tumbuhan sebelum manusia, tapi tumbuhan di ladang (tanaman budi daya) baru muncul setelah manusia dalam Kejadian 2:5-7. Kejadian 2:7,19 menunjukkan binatang telah diciptakan, bukan bahwa mereka baru diciptakan pada saat itu. Kejadian 2:19 berkata, “Sekarang TUHAN Allah telah membentuk dari tanah semua binatang liar dan semua burung di udara” (NIV).

Gaya penulisan yang berbeda hadir.

Jawaban: Orang yang sama dapat menggunakan gaya tulisan yang bervariasi untuk topik yang berbeda, dan pada waktu yang berbeda dalam kehidupan mereka. Seperti contohnya, C.S. Lewis menulis cerita anak-anak, fiksi ilmiah, dan teologi, dan gaya tulisannya lebih bervariasi daripada gaya-gaya dalam Taurat.

…Argumentasi Waktu melawan JEPD

Siapa yang tahu detail waktu periode ini? Pada abad ke-19, para kritikus Alkitab dapat menunjukkan banyak detail dalam Taurat yang tidak memiliki sokongan bukti tambahan di luar Alkitab. Contohnya antara lain kota-kota orang Het di Palestina, Sodom dan Gomora, nama-nama seperti Abram dan Ariokh, serta bangsa-bangsa yang disebutkan. Pada abad ke-20 telah ditemukan bukti untuk sebagian besar hal ini, termasuk 51 dari 68 bangsa yang disebutkan dan 13 dari 16 kota. Sebagai contoh, lebih dari 20.000 lempeng dari kota Mari (2800-1760 SM) masih tersimpan. Di dalamnya terdapat nama-nama Nuh, Abram, Laban, dan Yakub.

Siapa yang tahu detail dari Mesir kuno? Bahkan para kritikus Alkitab saat ini terkadang membuat kesalahan dengan mengatakan hal-hal seperti Mesir pasti memiliki perbatasan yang tertutup atau tidak ada bukti tentang orang Ibrani. Namun, para arkeolog telah menemukan bukti domba berbuntut panjang Asia di Gosyen yang pertama kali muncul tepatnya pada masa ini. Daftar budak-budak di Mesir sekitar tahun 1809-1743 SM khususnya menyebutkan budak-budak dari suku bangsa Isakhar dan Asyer. Sebuah vila besar telah ditemukan yang mungkin dulunya adalah rumahnya Yusuf. Nama-nama Asia yang hanya ada pada masa itu, seperti Sifra, juga telah ditemukan.

Untuk “J”: Kejadian 1 muncul sebagai sebuah kebalikan, hampir menyanggah Epik Gilgamesh, yang pertama kali ditulis sekitar tahun 2100 SM (meskipun baru mencapai bentuk akhirnya pada tahun 1200-1000 SM).

Untuk “E”: Kejadian 2 memiliki beberapa kemiripan dengan puisi Dilmun Sumeria, ditulis sekitar tahun 2400 SM. Jika dua karya sastra memiliki kemiripan, hal itu menunjukkan periode waktu yang mirip.

Untuk “P”: Sekarang tidak ada alasan yang dapat disetujui untuk memberi penanggalan yang lebih belakangan pada hukum-hukum korban dalam kitab Imamat, menurut cendekia Joseph P. Free, karena kemiripan muncul dalam materi Ugarit dari abad ke-14 SM.

Untuk “D”: Garis besar kitab Ulangan sangat mirip dengan perjanjian-perjanjian suzerain sebelum tahun 1000 SM.

…Argumentasi Kesatuan Melawan JEPD

Sembilan puluh satu ayat terbagi antara “penulis” yang berbeda menurut Interpreter’s One-Volume Commentary.

Kejadian 2:4; 7:16,17; 8:2,3,13; 10:1; 12:4; 13:11,12; 16:1; 19:30; 21:1,2,6; 25:11,26; 31:18; 32:13; 33:18; 35:22; 37:25,28; 41:46; 42:28; 45:1,5; 46:1; 47:5,6,27; 48:9,10; 49:1,28

Keluaran 1:20; 2:23; 3:4; 4:20; 7:15,17,20,21; 8:15; 9:23,24,35; 10:1,13,15; 12:27; 13:3; 14:9,19,20,21,27; 15:21,22,25; 16:13,15; 17:1,2,7; 19:2,3,9,11,13; 24:12,15,18; 25:18; 31:18; 32:8,34,35; 33:5,19; 34:1,11,14

Bilangan 13:17,26; 14:1; 16:1,2,26,27; 20:22.

(Ulangan dianggap “D” secara keseluruhan).

   Berapa banyak ayat yang harus dibagi di pertengahan oleh teori ini sebelum teori ini tidak dapat dipegang lagi? Sembilan puluh satu ayat terlalu banyak, namun itulah sebanyak yang terbagi.

Berikut adalah sebuah terjemahan dari teks aktual dari Brooklyn Papyrus (1809-1743 SM) yang menyebutkan Isakhar, Asyer, dan Sifra dari Pharaohs and Kings: A Biblical Quest oleh David M. Rohl (Penerbit Crown, 1995) hal.276-277.

“(b) Pada baris 13, 14, 16, 22 dan 67 kita memiliki varian eponim suku bangsa 'Isakhar' nama dari anak kelima Lea oleh Yakub;

(c) Pada baris 23 nama klan 'Asyer' muncul, dinamakan menurut eponim leluhurnya sendiri, anak kedua dari Zilfa oleh Yakub.

(d) Dan akhirnya pada baris 21 kita membaca 'Sifra',”

 

P: Apakah Allah menjaga Taurat dengan setia?

J: Ya. Baik kitab suci maupun arkeologi menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang berarti dalam salinan kita saat ini. Berikut empat alasannya:

1. Allah berjanji untuk menjaga firman-Nya dalam Yesaya 55:10-11; 59:21; 1 Petrus 1:24-25; Matius 24:35.

2. Yesus dan Perjanjian Baru meneguhkan kitab-kitab Perjanjian Lama dalam Matius 19:4; 22:32,37,39; 23:35; Markus 10:3-6; Lukas 2:23-24; 4:4; 11:51; 20:37; 24:27,44.

3. Bukti arkeologikal: Septuaginta, yaitu terjemahan Taurat ke dalam bahasa Yunani, dibuat sekitar tahun 250 SM. The Dead Sea Scrolls berasal dari sekitar tahun 250 SM sampai setelah masa Kristus, dan kita dapat membandingkan mereka dengan Alkitab kita saat ini. Targum Aram adalah terjemahan yang dibuat sekitar pada masa Yesus. The Dead Sea Scrolls berisi sekitar 95.000 potongan dari sekitar 867 naskah Perjanjian Lama dan tulisan lainnya. Sekitar sepertiga dari Dead Sea Scrolls adalah naskah Perjanjian Lama menurut The NIV Study Bible hal.1432.

4. Konfirmasi oleh penulis dari zaman gereja awal, termasuk Ignatius dan Polikarpus, yang adalah murid dari rasul Yohanes.

   Untuk info lebih lanjut, lihat Norman L. Geisler dan William E. Nix, A General Introduction to the Bible. Moody. hal.321-382.

 

P: Bagi umat Islam, bukti apa yang ada dari Qur’an mereka bahwa Alkitab berasal dari Allah?

J: Umat Islam yang pernah berbicara dengan saya akan dengan terbuka mengakui bahwa Alkitab pada mulanya diberikan oleh Allah, tapi berikut adalah alasannya, dari Qur’an mereka sendiri, mengapa mereka harus percaya ini.

1. Qur’an menyebutkan banyak nabi dan orang saleh yang juga terdapat dalam Alkitab.

Ini termasuk Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Ayub, Musa, Daud, Salomo, Elia, Elisa, Yunus, Yohanes Pembaptis, Yesus, dan para rasulnya.

   Sura 6:84-85 “Kami memberikannya [kepada Abraham] Ishak dan Yakub, semua (tiga) Kami membimbing; dan sebelumnya kami membimbing Nuh dan di antara keturunan Daud, Salomo, Ayub; Yusuf, Musa, dan Harun; Oleh karena itu kami memberikan hadiah pada mereka yang berbuat baik; dan Zakaria dan Yohanes [Pembaptis] dan Yesus dan Elias [Elia] semua ada dalam golongan orang benar.”

   Sura 32:23 “Kami pastinya telah memberikan kitab kepada Musa pada masa dahulu. Janganlah meragu dari pencapaiannya (engkau): dan Kami membuat panduan untuk anak-anak Israel.”

   Sura 6:91 “Mereka tidak menghargai Allah dengan penghargaan yang semestinya ketika mereka berkata: ‘Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia (sebagai wahyu)’. Katakanlah: ‘Siapakah yang menurunkan kitab yang dibawa Musa – sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia?...’”

2. Qur’an mengatakan Allah memberikan firman-Nya kepada para nabi

Sura 4:150-151 “Mereka yang menyangkal Allah dan utusannya, dan ingin memisahkan Allah dan utusannya, mengatakan: ‘Kami percaya dalam beberapa tapi menolak yang lain’: dan ingin berada di pertengahan jalan, (151) mereka itulah sesungguhnya orang-orang yang tidak percaya;...”

Sura 3:48 mengatakan, “Dan Allah akan mengajarnya [Yesus] kitab dan Kebijaksanaan, Taurat, dan Injil.”

Sura 29:46 menunjukkan Anda harus percaya kepada Alkitab: “...‘Kami percaya dalam wahyu yang telah turun kepada kami dan yang mana turun kepada kamu...’”

 

P: Bagi umat Islam, bukti apa yang ada dari Qur’an mereka bahwa Taurat dijaga dengan setia sampai saat ini?

J: Dari pengalaman saya, banyak umat Islam tampaknya tidak memahami dengan jelas apa yang diajarkan Qur’an mereka mengenai topik ini. Berikut adalah empat poin, diikuti dengan penjelasan dari setiap poinnya.

1. Qur’an tidak pernah mengatakan bahwa Alkitab diubah,

2. Sebaliknya, Qur’an mengatakan Allah menjaga firman-Nya,

3. Yesus meneguhkan Alkitab pada masa-Nya, dan

4. bukti arkeologis kembali pada zaman Yesus.

1. Qur’an tidak pernah mengatakan Alkitab diubah.

Sura 2:75 mengatakan beberapa orang, mungkin orang Yahudi di Medina, menyalahgunakan firman Allah dengan sengaja setelah mereka memahaminya. Itu tidak mengatakan mereka mengubah kitab suci, entah mereka sendiri atau seluruh isi dunia. Juga, mereka tidak dapat menyalahgunakan firman Allah dengan sengaja kecuali kalau mereka masih memiliki firman Allah. Lihat juga Sura 3:78.

2. Qur’an mengatakan bahwa Allah menjaga firman-Nya.

Sura 5:46 mengatakan, “Dan di jejak mereka [para nabi] Kami mengutus Yesus anak Maria, yang membenarkan Taurat yang telah datang sebelum dia: Kami memberikan kepadanya Injil; di dalamnya ada petunjuk dan terang, dan pembenaran atas Taurat yang telah datang sebelum dia: sebuah petunjuk dan sebuah peringatan kepada mereka yang takut akan Allah.” Yesus harus memiliki Taurat yang asli untuk diteguhkan.

   Berlanjut. Sura 5:47 mengatakan, “Biarlah Umat Injil Menghakimi menurut apa yang Allah telah singkapkan di sana....” Jika umat Injil harus menghakimi menurut apa yang Allah telah singkapkan dalam Injil, bagaimana mungkin Injil yang menjadi dasar penghakiman mereka bukan Injil yang Allah perintahkan kepada mereka untuk dijadikan dasar penghakiman?

   Sura 5:48 mengatakan “Kepada engkau [termasuk Umat Injil] Kami mengirim kitab suci dalam kebenaran, membenarkan kitab suci yang datang sebelumnya, dan menjaganya dalam keamanan: maka hakimi antara mereka atas apa yang Allah telah singkapkan, dan jangan ikuti keinginan sia-sia mereka, menyimpang dari kebenaran yang telah datang kepadamu....” Lihat juga Sura 5:66,68,70.

   Perhatikan bahwa Allah a) membenarkan kitab suci yang datang sebelumnya, dan b) menjaganya dalam keamanan. Umat Islam yang terkasih, apakah Anda percaya apa yang Qur’an katakan tentang Allah yang menjaga kitab suci dari umat dalam kitab?

   Sura 15:9-10 mengatakan “Kami telah, tanpa ragu, mengirimkan Pesan; Dan Kami akan dengan pasti menjaganya [dari perubahan]. Kami mengirim utusan sebelum kamu di antara aliran kuno:” Sura 15:9 tidak mengatakan hanya “Qur’an” yang dijaga, tapi “pesan.”

   Sura 10:94 mengatakan orang yang meragukan harus bertanya kepada mereka yang telah membaca “Kitab” sebelum Muhammad.

3. Pengesahan Yesus pada Taurat dalam masanya

Sura 3:48 mengatakan, “Dan Allah akan mengajarnya [Yesus] kitab dan Kebijaksanaan, Taurat, dan Injil.”

   Qur’an, Sura 5:46, mengatakan, “Dan di jejak mereka [para nabi] Kami mengutus Yesus anak Maria, yang membenarkan Taurat yang telah datang sebelum dia: Kami memberikan kepadanya Injil; di dalamnya ada petunjuk dan terang, dan pembenaran atas Taurat yang telah datang sebelum dia: sebuah petunjuk dan sebuah peringatan kepada mereka yang takut akan Allah.”

   Jika Yesus meneguhkan Taurat yang dijaga pada masa-Nya, sangatlah berisiko untuk menolak apa yang Yesus teguhkan.

   Qur’an, Sura 3:50, mengatakan, “(Aku [Yesus] telah datang kepada kamu), untuk membuktikan Taurat yang ada sebelum aku. ... Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah Tanda dari Tuhan. Maka takutlah akan Allah, dan turutilah aku.” Hampir mustahil bagi manusia untuk melakukan hal-hal berikut:

1. Takut akan Allah, namun berpikir Ia tidak bisa atau tidak mau menjaga wahyu yang pengikutnya turuti.

2. Menurut kepada Yesus, namun menolak baik firman-Nya maupun Taurat yang Ia teguhkan.

4. Bukti Arkeologikal mengenai Perjanjian Lama

Arkeologi menunjukkan Alkitab yang Yesus kenal telah dijaga. Lihat pertanyaan Apakah Allah menjaga Taurat dengan setia? untuk info selanjutnya.